Memiliki Kakak tiri dengan segudang pesonanya membuat Neira berperang dengan perasaannya.!
Bagaimana bisa Neira harus menahan dirinya untuk tidak menyukai Kakak tirinya dengan semua perhatian yang dia dapatkan juga semua perlakuan manis darinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terima Kekalahan
Gevan sampai di tempat yang akan di gunakan untuk Balapan malam ini. Terlihat Alex dan juga beberapa temannya berada di sana bahkan Gevan menautkan alisnya melihat banyaknya penonton berarti Alex mengumumkan balapan malam ini.
"Datang juga Lo, gue kira Lo bakal takut." Ucap Alex membuat semua temannya tertawa.
Gevan tidak menghiraukannya dan hanya berdiri di depan motor besar miliknya.
Beberapa penonton yang tidak lain kaum hawa tampak terkejut melihat ketampanan Gevan lawan Alex malam ini. Mereka saling berbisik mengaguminya bahkan mereka baru melihat wajah tampan Gevan masuk di area sirkuit.
[Gila ganteng banget tuh cowok, jadi pengin jadiin pacar]
[Gue juga mau kalau di rebutin dua cowok tampan kaya mereka.]
[Waw pangeran dari mana, ganteng banget]
Banyak bisikan-bisikan yang mereka dengar namun sama sekali tidak Gevan hiraukan.
Baginya dia hanya ingin menyelesaikan balapan malam ini dan membuat Neira tidak ketakutan lagi.
"Sudah waktunya." Bisik Seseorang tepat di tenga Alex yang tampak mengangguk.
"Lo sudah siap kalah malam ini?"
Gevan menggeleng dengan menekan lidahnya di dalam pipi.
"Ge, Lo hati-hati dan fokus." Ucap Alfar dan di balas Anggukan Gevan.
Baik Gevan juga Alex naik ke atas motor masing-masing, mereka pun langsung memakai helm full face miliknya.
Brum..
Brum..
Alex dengan sengaja membunyikan motornya dan melirik Gevan remeh.
Semua bahkan saling berteriak. Alex memang sudah sering turun di area sirkuit membuatnya banyak yang mengenal sementara Gevan. Sudah sangat lama dia tidak lagi balapan karena larangan dari Almer dan juga karena kesibukannya.
Seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang dan berpakaian sexi berjalan ke tengah-tengah sembari membawa kain di tangannya.
Gevan dan juga Alex tampak fokus hingga wanita itu langsung melepaskan kainnya membuat kedua langsung melaju dengan kecepatan tinggi bahkan suara derum motor begitu nyaring.
Alex tersenyum saat dia lebih memimpin di depan, dia yakin jika bisa mengalahkan Gevan dan membuat Neira kembali kepadanya.
Namun siapa sangka jika Gevan berhasil mengejarnya dan dia lebih jauh di depannya membuat Alex kesal dan menarik gasnya.
Suara sorak penonton terdengar begitu nyaring, banyak yang menyoraki Alex dan juga beberapa yang berteriak Namun Gevan.
Ayu Ge, gue tau Lo pasti menang. Ucap Alfar menatap mereka hingga suara semakin ricuh saat melihat sebuah motor semakin mendekat ke arah garis finish.
YES. !! Ucap Alfar saat Gevan lah yang memenangkan balapan malam ini.
Tidak akan Alex datang menyusul membuat semua teman-teman mendekat.
Alex memukul angin, dia kesal kenapa bisa dia kalau padahal dia sudah yakin jika akan memenangkan balapan malam ini.
Gevan melepas helmnya dan berjalan menghampiri Alex.
"I Win." Ucapnya membuat Alex menoleh.
"Jangan pernah Ganggu Neira." Lanjut Gevan kembali ke motornya dan melaju pergi di ikuti Alfar.
"Argh." Kesal Alex membuat semua temannya hanya bisa diam.
Mereka tidak bisa menghentikan emosi Alex, yang ada mereka lah yang akan jadi sasaran Alex.
------
Gevan menghentikan motornya di ikuti Alfar, mereka berdiri beriringan di sebuah jembatan dekat markas.
"Gue gak nyangka skill Lo masih sama, Semalam." Alfar menepuk bahu Gevan dan menatap langit malam.
Gevan hanya mengangguk dengan menyilangkan kedua tangannya di atas dada.
"Ge, gue mau tanya sesuatu sama Lo." Ucap Alfar membuat Gevan menoleh dan menautkan kedua alisnya.
"Sebenarnya Lo punya perasaan kepada Neira? bukan perasaan tentang seorang Kakak kepada adiknya."
Gevan memejamkan matanya.
Dia sendiri tidak mengerti dengan perasaannya, dia sangat ingin mengelak perasaannya namun tidak bisa.
"Kalau Lo memang menyukai Neira itu hal yang wajar, kalian sering bertemu."
"Tapi dia Adik tiri gue."
"Tidak masalah karena kalian tidak ada ikatan darah."
Gevan menatap Alfar dan mendengar semua yang Sahabatnya katakan.
Sementara Neira tidak bisa tidur,
Dia terus berjalan bolak-balik karena memikirkan soal balapan malam ini. Dia takut jika Alex lah yang memenangkan taruhannya.
Tidak Tidak, Neira tidak mau semua itu terjadi tapi Alex sudah terkenal raja jalanan dan sering mengikuti balapan di jalan bahkan sering memenangkan balapan itu terus Gevan, apa dia bisa menang. Neira menatap ponselnya ingin rasanya dia menghubungi Gevan Namun dia urungkan.
Neira menatap jam yang sudah hampir jam 12 malam namun Gevan belum juga pulang.
Hingga suara motor terdengar, Neira segera keluar kamar dan berlari turun.
"Eh- Kaget Gevan saat melihat Neira yang membuka pintu rumahnya.
"Kenapa belum tidur." Lanjutnya.
Gevan bisa melihat wajah bingung Neira, dia tau jika Neira tidak akan bisa tidur menunggunya.
"Kenapa belum tidur hm" Ulang Gevan saat Neira tidak menjawabnya.
"Mana bisa tidur, aku nunggu kakak pulang."
Gevan mengusap pucuk rambut Neira "Istirahat sudah malam" Ucapnya berjalan melewati Neira yang membulatkan matanya.
"Kakak."
Gevan menghentikan langkahnya dan menatap Neira yang berlari mendekat.
"A- apa Kakak Kalah?"
Gevan hanya terdiam dan terus menatap wajah Neira yang tampak sedih.
Deg.!
Neira menunduk, dia yakin jika Alex memenangkan balapan malam ini. tapi dia tidak mau kembali dengan laki-laki itu.
"Aku gak mau kembali sama Alex." Lirih Neira
"Tidak ada yang mengijinkan itu terjadi."
Neira mendongak dan menatap wajah Gevan penuh tanda tanya.
"Ma- Maksud Kakak?"
"Gue bilang gak akan pernah biarin Lo balik kepada laki-laki seperti itu."
"Jadi Kakak Menang?"
Gevan mengangguk membuat Neira tersenyum dan langsung memeluknya erat.
Deg.
Deg.
Gevan terdiam mematung karena Neira memeluknya tiba-tiba.
"Makasih Kak, Nei tenang sekarang."
Gevan Masih terdiam.
Neira masih terus memeluknya erat membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Kedua tangannya terangkat dan mengusap rambutnya.
"Sudah malam, istirahat." Ucap Gevan membuat Neira melepaskan pelukannya dan tersenyum menatap wajah Gevan.
"Iya Nei tidur, Kakak juga istirahat." Ucap Neira tersenyum dan berlari masuk ke dalam kamarnya
Gevan menatap Senyuman di wajah Neira, entahlah kenapa malam ini Neira begitu cantik padahal bisanya Neira memang selalu tersenyum namun malam ini semua itu sukses membuat jantung Gevan berdetak tidak karuan.
Pelukan tiba-tiba Neira, senyuman manis di wajahnya sungguh membuat Gevan sangat frustasi.
Shit. Umpatnya mengusap wajahnya kasar dan kembali berjalan menuju kamarnya.
Gevan melepas jaket Hitamnya dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang besar miliknya.
tangannya menyentuh dadanya yang masih saja terasa detakan jantung.
apa Neira juga mendengarnya saat tadi memeluknya.
Gevan mengacak rambutnya dan berjalan menuju kamar mandi
Lebih baik dia menjernihkan pikirannya. Apalagi bayangan ucapan Alfar terus berputar di otaknya. Apa benar, Jika dia menyukai Neira asik tirinya sendiri.
semangat untuk karya novel lainya dan ehem jangan Lupa thor EXTRA PARTNYA YAA