NovelToon NovelToon
Gadis tangguh masuk novel

Gadis tangguh masuk novel

Status: tamat
Genre:Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Transmigrasi ke Dalam Novel / Transmigrasi / Ahli Bela Diri Kuno / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rani

Gadis tangguh yang mahir dalam seni bela di apa saja, ditarik ke dalam novel yang dia baca sebelum tidur. Dia yang tidak suka dengan akhir dari kisah cerita yang dia masuki, bertekad untuk mengubah jalan cerita dari novel tersebut.

Satu persatu masalah dia ubah dengan pemikirannya cerdas. Hingga pada akhirnya, masalah terbesar yang harus dia hadapi pun datang.

Apakah gadis tangguh itu mampu melewati masalah terbesar yang ada dalam novel tersebut? Karena setelah dia ditarik, otomatis, alur dari novel itu juga berubah hampir semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Episode 30

Pelayan yang awalnya menatap Maria dengan penuh selidik juga pikiran buruk, kini mendadak berubah menjadi kasihan. Kini, pelayan itu menatap Maria dengan tatapan penuh rasa iba akan nasib dari gadis malang yang ada di hadapannya.

Pelayan itu memegang lembut bahu Maria.

"Mbak, mm ... maksudku. Kamu tenang saja. Aku akan bantu kamu sebisa aku."

"Rumah makan ini emang punya cctv, Dek. Di setiap sudut, termasuk ruangan VIP. Kami memasang cctv demi keamanan," ucap pelayan itu dengan nada mantap tanpa ada rasa ragu sedikitpun.

Rasanya, Maria ingin sekali tertawa. Tapi sayangnya, tidak bisa. Karena jika dia tawa, maka aktingnya yang sungguh luar biasa itu bisa rusak seketika.

Bukan tertawa karena bahagia dengan penjelasan dari pelayan yang ada di sampingnya sekarang. Tapi, tertawa karena geli dengan tutur lembut yang pelayan itu perlihatkan.

Bagaimana tidak? Pelayan laki-laki yang baru berusia delapan belas tahun itu tiba-tiba berubah ekspresi juga cara bicara ketika melihat wajah Maria. Dia yang awalnya memanggil Maria dengan sebutan mbak, eh ... kini malah memanggil Maria dengan sebutan adik.

Hal itu yang bikin hati Maria serasa dikocok sesuatu yang mengakibatkan rasa sangat geli sampai ingin tertawa lebar. Namun, sebisa mungkin Maria tahan.

'Ya ampun ... adik manis. Kamu ini terlalu muda untuk memanggil aku dengan panggilan adik. Sudah benar kamu panggil aku dengan sebutan, mbak. Eh, kok malah kamu ubah lagi ketika lihat wajahku. Nasib-nasib.'

"Dek ... halo .... " Pelayan itu berusaha menyadarkan Maria dengan melambai-lambaikan tangan di depan wajah Maria yang sedang berusaha menetralisir rasa yang ada dalam hatinya.

Maria yang mampu menguasai diri dengan cepat, kini kembali memasang ekspresi sedih seperti sebelumnya.

"Maafkan aku. Pikiranku sedang kacau sekarang. Jadi, agak banyak melamun."

"Oh ya. Bisa aku minta sandi WiFi rumah maka ini, Dek?"

"Tentu saja bisa. Tapi ... sebaiknya, kamu jangan panggil aku adik. Karena sepertinya, aku lebih tua dari kamu," ucap pelayan itu sambil menulis sesuatu di atas kertas yang baru dia keluarkan dari saku kemejanya.

"Hah? Iy--iya kah?" Maria berusaha memasang ekspresi gak enak. Padahal, itu hanya pura-pura saja.

"Tentu saja. Panggil aku kakak, atau abang."

"Nih ... sandi yang kamu mau. Dan ... di bawahnya ada nomor WA aku. Kamu bisa hubungi aku jika kamu ada perlu," ucap anak remaja yang sepertinya sedang tidur berjalan saat ini. Setidaknya, itulah yang ada dalam pikiran Maria sambil menerima kertas tersebut.

'Ya ampun. Bikin ribet aja itu anak. Gak bisa lihat apa wajahku jauh lebih tua dari dia. Huh .... '

Tidak ingin memikirkan hal yang tidak penting lebih lama, Maria segera mengeluarkan gawai nya dari saku celana. Dengan tangan yang lincah, dia mengutak-atik gawai tersebut dengan tatapan yang sangat fokus.

Jenis tingkat tinggi. Entah bagaimana caranya, Maria langsung bisa menyambung semua perangkat yang menggunakan listrik di rumah makan itu dengan gawai yang dia punya. Dari gawai tersebut, dia langsung bisa mendapatkan rekaman cctv yang ada di ruangan VIP tempat Ratna dan Rimba sedang duduk sekarang.

"Huh ... tidak sesulit yang aku bayangkan," ucap Maria sambil tersenyum memandang gawai itu.

Lalu, Maria memutuskan untuk segera kembali ke rumah. Karena dia tidak perlu berada di tempat itu lagi untuk mengawasi Ratna dan Rimba. Dia hanya perlu mendengarkan, juga memperhatikan semua gerak-gerik kedua musuhnya itu dari kamar saja.

Sebelum pergi, Maria menuliskan kata terima kasih pada pelayan muda yang telah membantunya. Dia pinjam pena dan buku milik salah satu pelayan yang lewat di sampingnya. Lalu, dia titipkan pesan itu untuk di sampaikan pada pelayan tersebut. Meskipun aneh dan membingungkan buat pelayan yang menerima titipan, tapi dia tetap melakukan apa yang Maria katakan.

Sebelum menjalankan motor yang dia kendarai, Maria sempat melihat ekspresi kecewa dari pelayan itu. Tapi, Maria tidak ingin menghiraukan apa yang orang lain rasakan. Karena yang dia harus lakukan bukan menjaga hati orang lain, melainkan, menyelesaikan tugas yang sedang dia emban agar selesai secepat mungkin.

Sampai di rumah, Maria menyimpan kembali motor yang dia pinjam ke tempat sebelumnya. Dia juga membereskan segalanya sehingga persis seperti sebelum dia memakai kendaraan itu.

Selesai melakukan semua yang harus dia lakukan, Maria segera kembali ke kamar. Mengganti pakaian yang dia pakai, lalu berbaring di atas ranjang hangat yang dia miliki.

Tidak sabar untuk mendengarkan apa rencana yang telah Ratna dan Rimba bicarakan, Maria langsung membuka ponsel tersebut. Dia memutar ulang rekaman cctv yang sudah dia olah untuk mendengar suara dari kedua orang yang ada di dalam rekaman tersebut.

Dan ... hasilnya, dia tahu, kalau Ratna dan Rimba sedang berencana untuk melenyapkan kedua orang tua Arkan agar pernikahan itu gagal. Atau paling tidak, bisa tertunda.

Selanjutnya, mereka berencana membuat Arkan yang membatalkan pernikahan itu dengan cara memunculkan perempuan lain. Perempuan penggoda yang mereka selimuti dengan tampang polos agar Arkan tertarik.

Namun, jika hal itu tidak berhasil. Mereka akan membuat Maria kehilangan harga diri. Dengan begitu, Arkan tidak akan sudi menikahi Maria. Karena Arkan, tidak suka barang bekas.

Maria menggenggam erat tangannya. Merasa kesal dengan apa yang telah dia dengar. Rencana jahat dari kedua musuh yang sepertinya sudah di pikirkan matang-matang itu sebisa mungkin harus dia gagalkan. Karena kedatangan dirinya ke dunia kecil ini menang hanya untuk mengubah jalan takdir yang salah.

"Sialan, kalian berdua. Manusia tidak punya hati seperti ini harus segera di musnahkan. Atau paling tidak, kalian harus di kurung agar tahu mana batasan kalian. Jika tidak begitu, aku yakin, kalian pasti tidak akan pernah sadar. Karena kata sadar itu sama sekali tidak berguna buat kalian."

Selesai berucap, Maria ingin segera mengistirahatkan dirinya. Berusaha mencoba melupakan masalah besar yang sedang menantinya. Dia menutup mata perlahan agar bisa segera terlelap. Tapi sayangnya, beban masalah yang berat, mana mungkin mengizinkan matanya tidur. Karena semakin berusaha ia lupakan, dalam pejam itu akan semakin kuat mengingat.

"Ah, izinkan aku istirahat walau hanya sebentar saja. Aku ingin tidur karena tubuh ini terasa begitu lelah. Sedangkan besok ... aku punya tugas besar yang harus aku kerjakan secara perlahan," ucap Maria sambil mengusap pelan kedua matanya.

"Nasib. Entah takdir baik, atau malah takdir buruk sampai aku bisa masuk ke dunia kecil yang melelahkan ini. Tapi ... ya sudahlah. Takdir memang tidak akan pernah salah. Nikmati saja selagi bisa," kata Maria lagi sambil kembali mencoba melupakan apa yang sedang menanti dia besok.

1
Siti solikah
👍👍👍
Siti solikah
👍👍👍
mrsdohkyungsoo
thankyouuuu
mrsdohkyungsoo
hmmm terjawab sudah kenapa Maria panggil Arkan " Ken" mana Arkan tidak protes lagi/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Bunda Cica
Luar biasa
Yati Haryati
asli capek bacanya min, terlalu diperpanjang bgt, dipersingkat aja sdkit jdi kalimatnya jgn panjang begitu... padahal ceritanya bagus
Rani: hiks, sudah terlnjur weh....
total 1 replies
Atoen Bumz Bums
oke gas gak byk bab
seru
Atoen Bumz Bums
siapa Lagi ini
kriwil
mau perang aja kebanyakan ngomong
fathian
luar biasa
Winny Anpooh
Luar biasa
queentara
oke lah ini
Rafinsa
kamu salah lawan Rika ..
Rafinsa
Luar biasa
Rafinsa
hempaskan parasit itu Lila.. basmi ke akarnya .
Ignatius Sumardi
Luar biasa
Akira
Mantap👍bikin aku pusing loh. plot twist tadi itu mantap banget
Rani: hiks, mksih bnyk. pdahal aku baru belajar bikin plot twist thu gak karya ini. 😭. mksih pujiannya
total 1 replies
Kamiatun Mia
Kecewa
Thewie
halumu ketinggian thor
Thewie
blom dapet jalan crtnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!