Seorang gadis cantik bernama Freya Oktavia. gadis cantik yang memiliki sifat tidak bisa diam, usil, Kepo. Tiba-tiba jiwanya bertransmigrasi menjadi pemeran figuran, seorang istri pertama mafia dingin, kejam dan berkuasa bernama kay leroy. Sang figuran dinikahi kay leroy, karena kesalahan informasi. Kay leroy yang mencinta kekasihnya bernama ivana pemeran utama wanita, akhirnya menikahinya dan menjadikannya istri kedua. pernikahan keduanya membuat kay seakan-akan tidak perduli kepada istri pertamanya, yang tak lain seorang figuran bernama freya.
Bagaimana kah kisah freya, menggantikan jiwa figuran istri pertama yang memiliki nama sama, wajah yang sama dengannya, memiliki sifat pendiam dan suka berpakaian norak. Penasaran kan teman-teman ayo baca novel ku😁😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perlawanan Freya Terhadap Para pelayan Dan pengawal Pembangkang
Freya dan bella sampai di mall. Freya dan bella turun dari taksi. "Ayo kita masuk bella." ajaknya dengan antuasias.
Bella tersenyum bahagia, melihat freya yang berbeda dan bahagia. Mereke langsung menuju toko pakaian. Membeli berbagai pakaian, bela pun memilih pakaian kerena akan di bayarkan oleh freya. Mata bella berbinar-binar bahagia.
Sedangkan di sebuah kamar ivana.
Dia duduk di depan meja riasnya, menatap pantulan dirinya di cermin. Rahangnya me-ngatup rapat, dan matanya berkaca-kaca menahan luapan emosi. Tangannya terkepal erat menahan badai yang berkecamuk di dadanya.
"Ini semua karena kamu freya, aku tidak akan pernah membiarkan kamu merebut kak kay, kak kay milikku. walaupun aku tahu, waktu malam pertama, dia ingin menyentuh ku dia tidak melanjutkannya sampai sekarang. Karena aku tidak virgin." Ucapnya dengan nada dingin.
Dia melihat bayangannya di cermin, dia merasakan beban kekecewaan dan amarah yang menumpuk. Bayang-bayang wajah freya yang cantik dan menggemaskan terus berputar, bagaikan kaset rusak yang membuat amarahnya meluap. "Kau pikir kau sudah menang freya?" Desisnya dengan suara rendah dan serak. "Permainan ini baru di mulai, dan kamu akan menerima balasan dariku." Lanjutnya kembali dengan nada rendah, namun penuh racun kebencian.
Sedangkan freya dan bella sedang makan di restauran, mereka sangat menikmati menghabiskan uang kay.
Sedangkan di sebuah gedung pencakar langit.
Seorang pria tampan, namun datar dan sedingin es. Sedang sibuk di depan meja kerjanya. Jari-jarinya menari cepat di atas keyboard tanpa jeda sedikit pun. Pikirannya sepenuhnya tersedot kedalam tabel proyeksi laba rugi di layar motornya.
Tiba-tiba ponsel di sampingnya berdering Pendek, tanda pesan masuk di layar ponselnya yang gelap. Satu notifikasi, dua notifikasi lalu lima notifikasi beruntun. puluhan juta rupiah keluar dalam hitungan menit, untuk pembelian motor sport, pakaian dan yang lainnya.
Jemarinya berhenti bergerak, dia mengambil ponselnya dan melihat konfirmasi transaksi akuisisi dari kartu yang diberikan kepada istri pertamanya. Keheningan di dalam ruangan itu kini terasa berbeda.
Sudut bibir kay perlahan terangkat, dia menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya, menatap ponselnya dengan tatapan sulit di artikan. Dia tidak marah dengan istri pertamanya, karena limit kartu kredit yang di berikan terkuras. Sebuah senyuman seringai tipis, namun sarat akan maksud tersembunyi terukir di wajah tegasnya.
"Freya, istri pertama ku yang mulai sangat menarik dan mulai membuat ku sangat tertarik. Aku pastikan mulai saat ini kamu tidak akan pernah bisa lepas dariku, karena kamu milikku. Aku tidak akan pernah menceraikan mu." Bisiknya rendah, suaramu menggema di ruangan yang sepi dan sangat luas.
Dia meletakkan ponselnya kembali. "Aku sudah menyiapkan kejutan-kejutan untuk mu sayang, sebuah tagihan yang tidak bisa di bayar dengan uang, melainkan kepatuhan total di bawah kendalinya. Aku tidak perduli jika kamu menghabiskan hartaku istriku, asalkan kamu tahu persis, siapa pemilik mutlak atas dirimu." Sambung kembali. "Semakin kamu memakai uangku, maka kewajiban mu sebagai istri pun, harus kamu lakukan dengan mutlak." Desisnya sangat lembut namun penuh penekanan dan menuntut.
Freya dan bella pulang dengan santainya. Dia membawa barang belanjaan yang banyak. Para pengawal dan pelayan di panggil oleh bella, untuk membawakan barangnya. Namun tidak ada yang bergerak malah mencemoohnya.
Freya sedang membayar taksi. Bella datang dengan perasaan marah.
Freya memicingkan matanya melihat wajah bella yang kesal. "Tidak ada pelayan dan pengawal yang mau membawa masuk barang mu, Mereka tidak mau di perintahkan aku." Jawab bella dengan nada kesal.
"Bella, kau turunkan barang semuanya, aku masuk dulu. Kamu pinta batuan pak penjaga gerbang, aku yakin dia mau setelah itu--." Ucapnya tertahan. Dia langsung membisikkan sesuatu kepada bella. Bella menganggukkan kepalanya setuju.
Freya melihat para pelayan dan pengawal sedang berkumpul.
"Margareta, tahu tidak? tadi pelayan setia nyonya pertama, si bella minta bantuan kita membawakan barang-barang nyonya mudanya. Kami menolak, biar mereka rasakan. Tidak ada yang mau membawakan barang-barang nya. Buat apa bantu dia." Ucapnya dengan nada sinis. Semua para pelayan dan pengawal tertawa.
Freya yang berdiri di belakang mereka tersenyum menyeringai. "Oh, jadi kalian menganggap aku remeh sebagai istri pertama. Hmm, bagus. Maka bersiaplah kalian aku keluarkan dari sini." Ucapnya dengan nada santainya namun dingin.
Deg..
Mereka semua menatap istri pertama tuan mudanya yang berbeda. Semuanya terkejut.
"Nyonya, lebih baik anda bawa sendiri barang-barang anda, kami itu hanya di perintahkan melayani nyonya ivana, istri kesayangan tuan muda kay." Jawab pelayan senior dengan nada meremehkan, dia bahkan berbicara dengan tangan di pinggang di hadapan freya.
Salah satu pegawai tersenyum sinis. "Benar nyonya, hitung-hitung olahraga. Nyonya memang sangat cantik sekarang, tetapi sayang, kekuasaan nyonya kalah dengan nyonya ivana istri kedua tuan muda." Jawabnya dengan nada menyindir. "Lihatlah, tentengan makanan yang dibawanya. Terkesan norak dan kampungan." Lanjutnya kembali. Pengawal itu ingin mengambil makanan yang dibawa freya.
Freya menangkap pergelangan tangan pengawal itu, dengan teknik penguncian aikido yang sempurna, dia memutar posisi pengawal itu, hingga tersungkur berlutut di lantai dalam sekejap. Bagitu juga para pengawal dan pelayan lainnya, mereka tersungkur kelantai dan berlutut akibat tendangan ke kaki dan perut mereka satu persatu.
"Kalian lupa satu hal." Ucap freya suaranya rendah namun tajam, membelah keheningan. Freya tidak berteriak, namun aura membunuh dan kepemimpinannya meledak keluar.
"Statusku di surat nikah, tidak di tentukan oleh perhatian suamiku, melainkan oleh hukum yang berlaku, dan kalian hanyalah orang yang ditugaskan untuk menjaga kebersihan dan juga menuruti perintah majikan. Satu hal, walaupun mungkin aku bukan istri tersayang yang tidak dianggap, tetapi kekuasaan ku sebagai istri pertama itu mutlak. Kalian aku pecat." Jawabnya dengan nada dingin.
Para pelayan dan pengawal yang tadinya tertawa kini terpaku, wajah mereka pucat pasi.
"Nyonya freya, kamu tidak bisa memecat kami, yang membayar kami itu tuan muda kay." Jawab margaret mecoba menantang.
Freya berjalan kea arah bella, dia mengambil ponselnya yang dari tadi bella pegang. "Bagaimana suamiku, mereka masih tidak mau menuruti perintah ku." Jawabnya dengan nada dingin. Freya memperlihatkan kepada mereka, dia sedang video call dengan suaminya.
Tatapannya sangat tajam dari kay dari video terlihat, rahangnya mengeras. "Kalian aku pecat semuanya, termasuk kamu margaret." Ucap kay terdengar dingin dan tegas dan terlihat dari video call nya. Mereka langsung gemetar.
Tiba-tiba para pengawal datang dan menyeret mereka semuanya keluar. Ivana keluar, karena terdengar keributan.
Margareta pelayan setianya langsung bersimpuh di hadapannya. "Nyonya muda, tolong aku, tuan muda memecat ku karena wanita jalang itu." Jawabnya dengan nada sinis.
"Waw, ternyata masih berani mengucapkan kata-kata seperti itu ya? CK.. Tidak tahu diri." Gumam freya dengan nada sinis. Dia mendekati margaret yang telah berdiri, di bangunkan oleh ivana.
Ivana menatap tajam freya. "Freya, masalahmu dengan ku, jangan kau sentuh pelayan ku, jika kamu sentuh sedikit saja, aku akan membuat mu keluar dari mansion ini." Ucapnya dengan nada dingin.
Freya tersenyum menyeringai.
Plak.. Plak..Plak.. Plak... Bruk.. Margaret terjatuh dengan pipi merah dan sudut bibir berdarah.
"UPS, sorry. Tanganku melayang sendiri, mungkin ingin membersihkan mulut-mulut yang berbau sampah." Ucapnya dengan nada santainya.
"Freya." Teriak ivana.
"Yap, itu namaku. Hmmm, sepertinya sekarang kamu mulai menyukai ku ivana, hingga selalu memanggil-manggil namaku." Jawabnya dengan nada santainya. "Bella kita masuk, biarkan mereka yang akan membawa barang kita sebelum keluar, jika tidak mau. Maka lihatlah, kalian tidak akan bisa menghirup udara lagi." Sambungnya dengan nada santainya namun terdengar tidak main-main.
ditunggu undangan married nya ya alex & freya /Chuckle/
si kay(maaf kalau salah nama) bakal tau kapan ya' kalau udah cerai sama fl Badas kita. jadi berkhayal taunya pas diajak married sama alex seru tuh, si kay malah dateng ke pesta pernikahan nya bareng si cabe (kan katanya kalau ada acara pesta atau apa yang diajak si cabe) 🤭
nah ini aku selama ini kalo baca tuh susah inget nama, gara gara re read aku berusaha hafalin nih namanya
ini typo ga sih kak? harusnya alex, jadinya axel. lumayan banyak typo nama axel nya kak, ada apa dengan axel? 🤭🙏