NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Penguasa Takdir Sembilan Langit

Transmigrasi: Penguasa Takdir Sembilan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Transmigrasi / Action / Fantasi / Romansa Fantasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Han Feng, seorang peneliti sejarah kuno dari Bumi, meninggal karena kecelakaan di situs penggalian. Jiwanya bertransmigrasi ke Benua Roh Azure, masuk ke dalam tubuh Tuan Muda Ketiga keluarga Han yang dikenal sebagai "sampah" karena meridiannya yang rusak.

Namun, Han Feng membawa serta sebuah Pustaka Ilahi di dalam jiwanya—sebuah perpustakaan gaib yang berisi semua teknik bela diri yang pernah hilang dalam sejarah. Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Han Feng menolak nasibnya sebagai sampah. Dia akan memperbaiki meridiannya, membantai mereka yang menghinanya, dan mendaki puncak Sembilan Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

Cairan di dalam mangkuk itu berwarna hitam pekat dan berbau tengik, seperti air comberan yang dicampur dengan bangkai tikus. Itu jelas bukan obat penyembuh luka. Itu adalah sisa ampas pengolahan obat yang sudah membusuk. Meminumnya tidak akan menyembuhkan, malah mungkin akan membunuh Han Feng yang sedang terluka dalam.

Kemarahan perlahan mendidih di dalam dada Han Feng. Bukan hanya karena penghinaan ini, tetapi juga karena ingatan akan penderitaan Han Feng sebelumnya yang selama bertahun-tahun diperlakukan lebih rendah dari binatang oleh pelayan rendahan seperti Wang Cai.

"Kau menyuruhku minum sisa makanan anjing?" Han Feng membalikkan badan perlahan, menatap lurus ke mata Wang Cai.

Wang Cai mendengus. "Memangnya kenapa? Sampah sepertimu seharusnya bersyukur masih diberi makan. Jangan banyak tingkah, cepat minum! Saya masih punya banyak pekerjaan lain daripada mengurusi orang cacat sepertimu."

Wang Cai melangkah maju, tangannya terulur hendak memaksa Han Feng meminum cairan busuk itu, sebuah tindakan yang sering dilakukannya di masa lalu.

Namun, kali ini hasilnya berbeda.

Saat tangan Wang Cai hampir menyentuh bahu Han Feng, tangan Han Feng bergerak secepat kilat. Meskipun tubuh ini lemah dan tidak memiliki Energi Roh, teknik kuncian sendi adalah masalah mekanika tubuh, bukan tenaga murni. Han Feng di kehidupan sebelumnya pernah mempelajari bela diri militer untuk pertahanan diri saat ekspedisi.

Krak!

"Aaaagghhh!"

Wang Cai menjerit kesakitan saat pergelangan tangannya dipelintir dengan sudut yang tidak wajar oleh Han Feng. Pelayan itu dipaksa berlutut di lantai karena rasa sakit yang menyengat.

"Kau... Kau..." Wang Cai menatap Han Feng dengan mata terbelalak, campuran antara rasa sakit dan ketidakpercayaan. Bagaimana mungkin Tuan Muda sampah ini memiliki refleks secepat itu? Dan tatapan mata itu... tatapan itu bukan milik seorang pengecut. Itu adalah tatapan seekor naga yang baru bangun dari tidur panjang.

Han Feng menekan lengan Wang Cai lebih keras, membuat pelayan itu semakin menunduk hingga wajahnya hampir menyentuh lantai kayu.

"Wang Cai," suara Han Feng terdengar rendah namun penuh penekanan. "Sepertinya kau lupa siapa majikan dan siapa anjing di sini. Selama aku masih bermarga Han dan tinggal di kediaman ini, aku adalah Tuan Muda, dan kau hanyalah budak."

Han Feng melepaskan cengkeramannya dengan kasar, lalu menendang dada Wang Cai hingga pelayan itu terjengkang ke belakang, menabrak meja. Mangkuk berisi cairan busuk itu jatuh dan pecah, isinya membasahi jubah Wang Cai yang kotor.

"Bawa pergi sampah ini," perintah Han Feng dingin sambil menunjuk pecahan mangkuk dan cairan hitam di lantai. "Dan sampaikan pada tuanmu, Han Lie... hutang darah kemarin, akan kubalas dengan bunga yang tinggi."

Wang Cai gemetar ketakutan. Aura membunuh yang memancar dari tubuh Han Feng membuatnya merinding. Pelayan itu tidak berani membantah lagi. Dia buru-buru bangkit, mengabaikan rasa sakit di pergelangan tangannya, dan berlari keluar dari gubuk itu seolah dikejar hantu.

Setelah Wang Cai pergi, Han Feng menghela napas panjang. Tubuhnya yang lemah gemetar hebat. Serangan singkat tadi menghabiskan hampir seluruh sisa stamina yang dimiliki Han Feng. Pemuda itu merosot duduk di tepi tempat tidur, keringat dingin membasahi punggungnya.

"Tubuh ini benar-benar terlalu lemah," keluh Han Feng. "Hanya gerakan kuncian sederhana saja sudah membuatku kehabisan napas. Bagaimana aku bisa bertahan di dunia kultivator ini jika menghadapi musuh yang bisa meninju batu hingga hancur?"

Masalah utamanya adalah meridian yang tersumbat. Di Benua Roh Azure, meridian yang tersumbat sama dengan vonis mati bagi seorang kultivator. Tanpa bisa menyerap Energi Roh, Han Feng selamanya hanya akan menjadi manusia biasa yang rapuh.

Han Feng memejamkan mata, mencoba memeriksa kondisi internal tubuhnya lebih detail. Dia mencoba berkonsentrasi, mencari sisa-sisa aliran energi sekecil apa pun di dalam tubuhnya.

Saat Han Feng memusatkan kesadarannya ke dalam lautan jiwanya, sesuatu yang aneh terjadi.

Di tengah kegelapan kesadarannya, sebuah cahaya keemasan tiba-tiba berpendar. Cahaya itu semakin terang, menyilaukan mata batin Han Feng. Perlahan-lahan, cahaya itu memadat dan membentuk wujud sebuah bangunan megah.

Itu adalah sebuah pagoda kuno setinggi sembilan lantai, melayang di dalam ruang kesadaran Han Feng. Di atas gerbang pagoda itu, tertulis tiga aksara kuno yang memancarkan aura keagungan abadi:

[PUSTAKA ILAHI]

Jantung Han Feng berdegup kencang. Dia mengenali bentuk pagoda ini. Ini bukan sekadar imajinasi. Bentuk pagoda ini persis sama dengan ukiran pada lempengan giok yang ditemukannya di situs penggalian sebelum gua itu runtuh dan membunuhnya di kehidupan sebelumnya!

"Jadi benda ini ikut bersamaku?" bisik Han Feng dengan nada tak percaya.

Seolah merespons pikiran Han Feng, pintu gerbang Pustaka Ilahi itu perlahan terbuka dengan suara gemuruh yang menggema di dalam jiwanya. Dari dalam pintu yang terbuka, sebuah buku tua melayang keluar dan membuka halamannya sendiri di hadapan kesadaran Han Feng.

Tulisan emas muncul di atas kertas buku itu:

[Terdeteksi Tuan Baru: Han Feng] [Status Tubuh: Rusak Parah] [Kondisi Meridian: 9 Kunci Yin Tersumbat (Tipe Tubuh Dewa Naga Terlarang)] [Apakah Anda ingin mengaktifkan Teknik Pemurnian Awal?]

Mata Han Feng membelalak membaca tulisan itu. "Tipe Tubuh Dewa Naga Terlarang? Jadi meridianku bukan rusak... melainkan terkunci karena tubuh ini terlalu kuat?"

Pengetahuan sebagai sejarawan di kehidupan lalu membuat Han Feng cepat memahami situasi. Seringkali dalam legenda kuno, seseorang yang dianggap sampah sebenarnya memiliki bakat yang terlalu besar hingga tubuh fana biasa tidak sanggup menampungnya, sehingga tubuh itu secara otomatis mengunci dirinya sendiri sebagai mekanisme pertahanan.

Senyum tipis perlahan terukir di bibir Han Feng. Keputusasaan yang sempat membayangi pikirannya kini sirna tak berbekas, digantikan oleh ambisi yang membara. Dengan Pustaka Ilahi ini, Han Feng memiliki akses ke pengetahuan yang tidak diketahui oleh siapa pun di dunia ini.

"Dunia mengira aku sampah," gumam Han Feng sambil mengepalkan tangannya yang kurus. "Baiklah. Aku akan membiarkan mereka berpikir demikian untuk sementara waktu. Tapi saat kunci ini terbuka... aku akan mengguncang seluruh Sembilan Langit."

Han Feng memusatkan pikirannya pada buku yang melayang itu dan memberikan perintah mental yang tegas.

"Aktifkan!"

Seketika, aliran informasi yang rumit mengalir deras ke dalam ingatan Han Feng, disertai sensasi hangat yang mulai menjalar, memperbaiki sel-sel tubuhnya yang rusak. Perjalanan Han Feng menuju puncak dunia baru saja dimulai.

1
Roy Kkk
bagus/CoolGuy//CoolGuy/
King Salman
bagus
King Salman
go
ikyar
Terima kasih atas dukungannya
Sarndi Kurma
bagua tor ceritanya
Turki Salman
lanjutkan ceritanya tor
jamanku
lanjutkan tor
Raikuu 1
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!