Balada cinta rumah tangga memang tidak selamanya mulus, terkadang walau dari luar nampak indah dan mesra, namun siapa sangka akan hancur begitu saja.
Moment aniversary pernikahan tahun kelima Gemintang hancur berantakan, disaat William suami yang sangat dia banggakan beradu des@h@n dengan kakak iparnya sendiri didalam kamarnya, bahkan disaat pesta masih berlangsung. Padahal selama ini keluarga mereka hidup rukun dalam satu atap, karena kakak kandung Gemintang bekerja sebagai pelayar yang jarang pulang, dan kasihan jika istrinya harus tinggal dirumah sendirian, ternyata rasa kasihan itu malah menjadi duri dalam hubungan adeknya dan juga dirinya sendiri.
Akankah Gemintang mampu bertahan, atau lebih memilih rela melepaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iska w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Piye iki?
...Happy Reading...
Antara ragu dan bimbang menyelimuti perasaan Gemintang pagi ini, namun saat ini keadaan yang mendesak dirinya untuk tetap melangkah maju walau sebenarnya hati ingin menolak.
" Piye iki?" Gemintang masih berada didalam kursi kemudi di parkiran Apartement milik Chris, karena dia yakin jam segini Chris pasti belum berangkat ke kantor dan masih ada didalam Apartementnya.
" Masuk nggak ya? disisi lain aku mencoba untuk menjaga jarak dengannya, namun sekarang aku benar-benar sedang membutuhkannya?"
" Huft... semangat Gem, biar semua masalah cepat selesai, bermain cantik tanpa harus memakai hati." Tiba-tiba Gemintang seolah mendapat suntikan energi.
" Tapi walau pria itu terlihat dingin, terkadang dia sering memperlakukanku dengan manis, haduh... apa aku bisa?"
Semangat yang baru saja tumbuh langsung melumpuh seketika, saat mengingat kejadian kemarin.
" Fuuuh... aku tunggu dia di kantor sajalah, kalau aku masuk kedalam rumahnya, takut ada syaitonirojim nanti yang menggoda iman dan iminku."
Gemintang langsung menyalakan kembali mobilnya dan ingin tancap gas pergi dari parkiran apartement mewah milik Chris.
Saat Gemintang baru memundurkan mobilnya, tiba-tiba ada tubuh kekar yang menghadang mobilnya dari arah depan.
" Mau kemana kamu?" Chris yang masih menggunakan kaos dan celana olahraga langsung berkacak pinggang didepan sana, dia baru saja pulang dari jogging di taman seberang apartementnya.
" Astaga! aku tertangkap basah olehnya."
Gemintang menjatuhkan kedua bahunya dengan lemas, karena terlalu banyak prasangka dan praduga dihidupnya menjadikan dirinya lambat untuk berpikir, akhirnya dia tidak bisa menghindar lagi dari Chris sekarang.
" Turun kamu!" Ucapnya dengan nada datar seperti biasa.
Ya Tuhan... untuk kali ini saja, jangan biarkan hatiku mudah terbawa perasaan oleh sikap orang lain yang aku anggap baik tapi mungkin hanya tipu-tipu, jauhkanlah aku dari orang-orang yang ingin menjahatiku, amin.
Rasa jera dan ketakutan selalu menghantui Gemintang akhir-akhir ini.
" Hehe... apa aku terlalu kepagian untuk menemui anda Juragan?" Ucap Gemintang yang langsung menutupi rasa ragunya dengan sebuah candaan.
" Siapa yang kamu panggil Juragan?" Tanya Chris sambil menaikkan kedua alisnya tanpa senyuman.
" Ya ampun, tegang sekali wajah kamu mas, aku kan jadi takut, atau aku pulang sajalah kalau begitu, mungkin kedatanganku tidak tepat kali ini." Gemintang langsung ingin balik kanan dan kembali ke dalam mobil saat melihat raut wajah Chris.
" Mau kemana kamu, ayo naik keatas!" Chris langsung menarik lengan Gemintang dan membawanya naik lift menuju dimana lantai apartementnya berada.
" Mas habis jogging ya?" Tanya Gemintang untuk sekedar basa-basi daripada suasana didalam lift terasa canggung, pikirnya.
" Kamu pikir baju seperti ini cocok buat ke pesta?" Jawab Chris tanpa memandang kearahnya.
Bagus... teruslah jutek dan dingin seperti ini, agar aku tidak tertarik denganmu mas, dan kerja sama kita akan berjalan dengan lancar seperti yang sudah terencana.
Bukannya kesal dan marah karena ucapan Chris, justru Gemintang malah sebaliknya, dia bahkan tersenyum dengan lebar setelah mendengarnya.
Sudah gila kah perempuan ini, biasanya juga para wanita langsung kesal kalau aku menjawab dengan ketus seperti itu, hmm... dia memang beda.
" Kamu sudah sarapan?" Tanya Chris kembali saat mereka sudah masuk kedalam apartement miliknya.
" Nanti saja, aku belum lapar." Jawab Gemintang sambil mendudukkan tubuhnya di sofa empuk disana, bahkan sarapan yang suaminya bekalkan tadi sama sekali belum dia sentuh.
" Sarapan itu tidak harus menunggu ketika kamu sudah lapar, jika sudah waktunya kamu harus makan, biar imun kamu tetap terjaga dan nggak gampang sakit, gitu aja nggak ngerti kamu?" Jawab Chris dengan ceramah paginya.
Please... jangan begitu, jangan terlalu perhatian denganku.
" Hmm... terserah deh." Jawab Gemintang yang malas berdebat sepagi ini.
" Tunggu sebentar, aku buatkan kamu sarapan." Chris langsung melepas hoodie miliknya dan menuju dapur mewahnya.
Gimana mau nolak kalau sudah begini?
" Mas.. kamu kok nggak nanya sih, kenapa aku datang kesini sepagi ini?"
Saat Chris masih menyiapkan sandwich dan susu hangat untuk sarapan mereka, Gemintang berjalan mendekat kearahnya dengan wajah penasaran.
" Untuk apa? tanpa aku tanya juga kamu pasti akan mengatakannya bukan?" Jawabnya dengan santai, tanpa rasa kepo atau penasaran sama sekali dengan kedatangan Gemintang.
" Woah... aku salut dengan pria model beginian, nggak ribet ini pastinya." Gemintang langsung mencomot potongan sosis yang masih tersisa disana.
Plak!
Cris lansung memukul perlahan sosis yang masih berada ditangan Gemintang.
" Astaga, minta satu doang, pelit banget sih?" Umpat Gemintang yang sontak menjatuhkan sosis itu.
" Cuci dulu tanganmu itu, main comot aja, kamu tadi habis megang strir mobil kan, kalau ada bakteri yang menempel gimana? jadi perempuan kok jorok banget!" Umpat si raja higienis itu.
" Ya elah bersih kali tangan gue, lagian kan yang makan gue, kalau ada apa-apa juga gue yang merasakan, kenapa mas yang repot sih." Jawab Gemintang yang ingin kembali mencomot sosis yang menurutnya menggoda selera itu.
" Haish."
Chris kembali menyentil tangan Gemintang dan langsung menjauhkan sosis itu dari jangkauan Gemintang.
" Bandel banget sih kamu, buka saja mulutmu!" Chris langsung mengambil potongan sosis itu dan ingin menyuapi Gemintang.
Kok jadi gini sih?
Namun saat Chris mulai menyodorkannya sosis itu, dengan reflek Gemintang membuka mulutnya untuk menerima suapan itu.
" Enak?" Tanya Chris sambil menaikkan satu sudut bibirnya.
" Hmm." Gemintang menggangukkan kepalanya dengan mulut yang penuh dengan makanan.
Kenapa dia imut begitu?
" Jelaslah... itu sosis daging premium, mahal tahu harganya!" Jawab Chris yang langsung tersenyum dengan bangga.
" Aku nggak harus bayar kan setelah ini?" Gemintang langsung mulai curiga saat melihat pria yang jarang tersenyum itu memperlihatkan barisan gigi putihnya.
" Menurutmu?" Ledek Chris.
" Astaga... apa setelah ini kamu akan membuatkan bill bayaran untukku?" Gemintang langsung mendelik kesal.
" Buka mulutmu lebar-lebar!" Chris langsung kembali menyuapkan sandwich yang sudah selesai dia buat tadi.
" Bisa ngutang nggak, aku nggak bawa uang cash, soalnya buru-buru tadi." Jawab Gemintang sambil mengunyah makanannya dengan lahap.
" Sudah terlalu banyak hutangmu, nanti kamu nggak sanggup bayar." Jawab Chris yang juga ikut makan bagiannya.
" Susu ini juga harus bayar kah?" Tanya Gemintang setelah menenggak setengah gelas air susu itu.
" Apa kamu tahu bagaimana susahnya para sapi itu menghasilkan susu itu?" Ucap Chris yang membuat Gemintang langsung melongo.
" Kenapa juga aku harus mikirin si sapi? emang dia siapanya kamu?" Gemintang langsung tersenyum sumbang saat mendengarnya.
" Hahahaha... sudahlah, habiskan makananmu, aku harus mandi dulu!"
Setelah tertawa lepas, Chris segera berlari kearah tangga menuju kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian.
Itulah yang membuat Chris terlihat perduli dan menerima keberadaan Gemintang didekatnya, karena dia berbeda dengan banyaknya wanita yang dia kenali selama ini, dan yang paling penting wanita itu sering membuatnya tertawa lepas dengan segala ucapan maupun tingkahnya yang diluar dugaan.
..." Jangan hanya karena wanita itu bisa tersenyum, lantas semua masalah dalam hidupnya sudah selesai, terutama masalah hatinya....
...Karena wanita cukup bisa diandalkan untuk pura-pura baik-baik saja, sekaligus bisa tersenyum manis, walau hati tengah dirundung pilu dan tangis."...
TO BE CONTINUE...
gak suka skip
hargai karya org lain
dpt suami krja dkt rumah dpt duet lbh sikit tp pikiran tenang krna tiap hr ada
pilih yg mana???
sabrina bru liat tuyul diatas genderuwo dibawah