NovelToon NovelToon
Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Anak Genius / Penyesalan Suami / Dokter
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Betapa bahagianya Sekar ketika dinikahi oleh dokter yang bernama Ilham Kaniago. Sekar yang bekerja sebagai perawat menyadari jika ia bukan gadis yang cantik. Kulit hitam gelap, wajah berjerawat tidak disangka jika akan dipinang oleh dokter tampan dan kaya raya. Tetapi dalam pernikahan itu, Sekar hanya mendapat nafkah batin malam pertama saja. Ilham selalu dingin dan cuek membuat hari-hari Sekar Ayu bersedih.

"Apa tujuan kamu menikah dengan aku, Mas?"

"Ya, karena ingin menjadikan kamu istri, Sekar."

Usut punya usut, Ilham menikah dengan Sekar karena ada maksud tertentu.


Tetapi walaupun hanya diberi nafkah sekali, Sekar akhirnya mengandung. Namun, sayangnya bayi yang Sekar lahirkan dinyatakan meninggal. Setelah bercerai dengan Ilham, Sekar bekerja kembali di rumah sakit yang berbeda membantu dokter Rayyan. Dari sekian anak yang Sekar tangani ada anak laki-laki yang menginginkan Sekar ikut pulang bersamanya.

Apakah Sekar akan menerima permintaan anak itu? Lalu apa Rahasia Ilham?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Sekar sudah menekuk badan di kursi ruang tunggu hampir dua jam lamanya. Gelas teh yang dia beli dari caffe sebelah rumah sakit yang awalnya mengeluarkan uap panas, kini sudah dingin. Dia meneguk teh sedikit demi sedikit hingga habis, tapi suster Mariana blum juga tiba.

"Mungkin dia tertunda karena ada pasien yang membutuhkan perawatan darurat..." bisiknya sendiri, meskipun dalam hati sudah mulai merasa dibohongi. Pikirannya resah jika magrib belum tiba di rumah nyonya Pratiwi, Arka pasti mencarinya.

Dia melihat ke arah pintu kamar administrasi untuk yang kesekian kalinya. Suster Mariana, satu-satunya orang yang tahu apa yang sebenarnya terjadi pada anaknya yang katanya tidak bertahan hidup setelah lahir, tidak muncul sama sekali.

Pintu salah satu ruang rawat terbuka, beberapa petugas medis mendorong brankar yang berisi seseorang tampak terburu-buru menandakan bila pasien sedang kritis. Ingatanya kembali kedua minggu yang lalu ketika Arka terluka parah, membuatnya ingin segera bertemu anak yang ia tinggalkan sejak pagi.

"Sebaiknya aku menemui dokter Siska saja," dengan tetap berpikir positif kepada perawat Mariana yang tidak bermaksud membohonginya, Sekar meninggalkan ruang tunggu.

Di depan ruang periksa yang bertuliskan dokter Siska, Sekar berhenti. Dia duduk di kursi panjang, sabar menunggu hingga satu persatu pasien selesai periksa. Setelah satu jam kemudian, pintu kamar praktik Dokter Siska terbuka perlahan. Dokter Siska keluar dengan wajah dan tubuh yang masih sama seperti tiga tahun yang lalu. Diikuti perawat tapi bukan Mariana.

"Dokter Siska..." Sekar menyapa dengan suara lembut.

"Anda ingin berobat? Sebaiknya melalui prosedur yang benar," ucap dokter Siska, minta Sekar untuk mendaftar menunjukkan profesional seorang dokter.

"Bukan Dok, jika ada waktu, saya ingin berbicara dengan Dokter Siska. Masalahnya sangat serius, kira-kira kapan saya bisa bertemu?" Tanya Sekar tidak mau mengganggu waktu dokter Siska bila sedang menangani pasien.

Dokter Siska menatap wajah Sekar yang ditutup masker tampak ragu untuk menerima, karena ia tidak merasa mengenal.

"Tolong Dokter, walau saya tidak berobat tapi ini demi kepentingan masa depan anak saya, dan hanya Dokter Siska yang bisa membantu," Sekar terpaksa membawa nama anak yang belum pasti, tapi jika berbicara apa adanya, sudah ia pastikan Siska tidak mau bicara.

Mendengar kata 'anak' dokter Siska pun mengangguk lalu mengajak Sekar masuk ke ruangannya.

Cahaya terang dari lampu neon menerangi ruangan yang tersusun rapi. Terdapat rak buku medis yang tersusun rapi di dinding belakang dokter Siska yang mengenakan jas putih bersih. Dokter menyilakan Sekar duduk, pandanganya tidak menjauh dari Sekar. Dokter Siska penuh pertanyaan, siapa wanita itu dan apa tujuannya menemuinya.

"Dokter pasti ingin tahu siapa saya," Sekar membuka masker menatap Siska, tersenyum ramah.

 Namun, Siska masih juga tidak mengenali Sekar, dan mencoba untuk mengingat. "Anda ini siapa sebenarnya?" Siska sudah tidak sabar.

"Dokter pasti ingat dengan wanita yang bernama Sekar, tiga tahun yang lalu melahirkan bayi laki-laki, dan dokter Siska yang menangani saya," Sekar pun akhirnya menceritakan siapa dirinya.

"Sekar?" Dokter Siska kembali menoleh ke tiga tahun yang lalu. Banyak sekali wanita yang melahirkan. Dalam sehari bisa dua sampai tiga orang yang ia tangani dan dalam waktu dekat pun ia lupa, apa lagi sampai tahunan.

Sekar tidak mau menutupi lagi karena ingin masalahnya cepat selesai. Di rumah, Arka sudah menunggu. "Saya Sekar Ayu, mantan istri Dokter Ilham Dok, apakah dokter masih belum ingat juga?"

Mata Siska membulat, selama tiga tahun tidak bertemu kenapa wajah dan penampilan Sekar jauh berbeda. "Ibu Sekar... Sudah lama tidak bertemu. Ada yang bisa saya bantu hari ini?" ujarnya sambil menunjuk kursi di depan mejanya, karena mantan istri bosnya itu belum juga duduk.

Sekar meletakkan bokongnya dengan hati-hati, kedua tangannya menggenggam tangan satu sama lain hingga putih karena tegang. Tiba-tiba ingatanya kembali ke tiga tahun yang lalu, ketika dokter Siska jelas-jelas membantu dokter Ilham. Ada dendam di mata Sekar, tapi dia berusaha menahannya dengan segala daya. "Dokter Siska, saya ingin bertanya tentang kejadian tiga tahun yang lalu, saat saya melahirkan anak saya di rumah sakit ini."

Dokter Siska mengerutkan kening, tapi ingatanya mulai kembali. "Saya ingat, ibu Sekar. Saat itu Anda di tangani oleh Dokter Ilham, dan saya memang berada di ruang operasi sebagai tim pendukung operasi caesar anak Anda. Kami sudah melakukan segala upaya tapi tidak bisa menyelamatkannya."

"Tapi apakah itu benar-benar terjadi, Dokter?" Sekar tiba-tiba bersuara lebih keras, mata nya menatap tajam ke arah dokter.

"Apa maksud Anda?" Dokter Siska pun akhirnya terpancing dengan kata-kata Sekar yang menyudutkan dirinya.

 "Tiga jam yang lalu saya bertemu Suster Mariana. Dia menyimpan rahasia besar yang Anda dan Dokter Ilham sembunyikan di belakang saya. Sebenarnya ia berjanji akan membuka suara, tapi dia tidak datang lagi. Saya kok curiga, Suster Mariana sebenarnya ingin berkata jujur, tapi sepertinya ada yang menekan." Sindir Sekar, menatap mata Siska yang mulai berkaca-kaca.

"Katakan yang jelas Bu Sekar, jangan berputar-putar."

"Saya yakin Anda sudah tahu apa maksud saya Dok. Tetapi baiklah, akan saya perjelas. Apakah benar anak saya meninggal? Atau Dokter Ilham mantan suami saya sengaja menyembunyikan anaknya dari saya?" Cecar Sekar, ia tidak takut lagi berbicara dengan Siska.

Dokter Siska terdiam sejenak, jempolnya menyentuh bibirnya sambil melihat ke arah jendela. Suara ac yang mendesis tipis menjadi satu-satunya yang terdengar di ruangan sebelum dia akhirnya menoleh kembali ke Sekar dengan ekspresi yang semakin serius.

"Ibu Sekar, hal ini bukan sesuatu yang bisa saya bicarakan dengan sembarang orang. Ada prosedur dan kerahasiaan medis yang harus saya junjung tinggi..." katanya pelan, namun matanya menunjukkan bahwa dia tahu lebih banyak dari yang dia katakan.

"Baik Dok, jika Anda masih juga tidak mau jujur dengan cara yang halus, saya akan menggunakan jalur hukum untuk menindak tegas Dokter yang melanggar sumpahnya sebagai Dokter," Sekar pun berdiri tampak tegas tidak seperti dulu yang hanya bisa menangis.

Sekar balik badan lalu berjalan ke arah pintu, dia melirik jam dinding sudah menunjukkan jam enam kurang lima menit. Selama tiga jam waktunya terbuang percuma di rumah sakit ini tanpa hasil. Tangan Sekar hendak menarik kenop pintu, tapi pundaknya ada yang menahan.

"Tunggu, Ibu Sekar."

...~Bersambung~...

1
Sunaryati
Syukurlah Arka belum sampai diajak pergi Luna, Nak Sekar jika dr Ilham mempersulit ancam dengan ingin melaporkan tindakannya dulu.
Teh Yen
Ilham yah ,, dia kmn tadi tau engg kalau arka mau d bawa ke luar negri sama Luna ???
Rina
Semoga semuanya akan baik” saja dan hidup dengan bahagia 🫢🫢🫢
Dew666
💎🌹
Asyatun 1
lanjut
Lia siti marlia
siapa tuh yang nanya apa mungkin nyonya pratiwi
Eka ELissa
spa tuhhh Ilham apa Mak Lampir yaaaaa entahlah hy emak yg tau 🫣🫣🫣
@Mita🥰
ilham
Fitriah Fitri
ilham ni yg bertanya, pasti
Eka ELissa
aduh jgn2 di bawa minggat ma Luna lgi...😡😡😡😡
Eka ELissa
knpa....pnsrn yeee...
dia ada di dekat mu tau...bhkn sbntr lgi bikin idup mu jungkir balik Luna.....
Eka ELissa
sudah ku duga...Luna GK sebaik yg kmu lihat ilham....ksian bgt kmu...😡😡😡😄😄😄😄🫣slma ini di tipu ma Luna....😄😄😄🫣
Rina
Waduh Arka kemana ya 🫢🫢🫢
Teh Yen
apa Luna yg membawa arka pergi trus c ilham diam saja kah kurang ajar
Ariany Sudjana
kenapa Luna harus sewot? kan arka bukan anak kandungnya Luna, tapi anak kandungnya Sekar
@Mita🥰
arka di bawa pergi
Lia siti marlia
lucu kamu luna sok perhatian sama arkan .....aduh itu arkan kemana yah ...
Yanti Gunawan
Dsar Ilham bodoh lelaki terbodoh iiiiih jijik kali lah 😫😫😫
Bu Kus
harus cari bukti lg Sekar kalo Luna bukan ibu yang baik kasihan arka yang jadi korban luna
Ita rahmawati
bodoh kalo kamu mau arka,,tinggal SM mamamu aja anakmu masih di gituin apa lgi tinggal terpisah GK ada keluarga lain yg mengawasi pasti makin menjadi itu si Luna 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!