NovelToon NovelToon
TAP-TAP LAYAR ATAU MATI

TAP-TAP LAYAR ATAU MATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Horror Thriller-Horror / Iblis
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kaka's

​Vanya, sang ratu live streaming, tewas mengenaskan di depan ribuan penonton saat kalah dalam tantangan PK Maut. Namun, kematiannya justru menjadi awal dari teror digital yang tak masuk akal.
​Kini, akun Vanya kembali menghantui. Di jam-jam keramat, ia muncul di live orang lain dan mengirimkan undangan duel. Pilihannya hanya dua: Terima dan menang, atau menolak dan mati.
​Di dunia di mana nyawa dihargai lewat jumlah tap layar dan gift penonton, Maya harus mengungkap rahasia di balik algoritma berdarah ini sebelum namanya muncul di layar sebagai korban berikutnya.
​Jangan matikan ponselmu. Giliranmu sebentar lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Perwujudan Algoritma

Apartemen Maya bergetar hebat. Di layar HP-nya, kode-kode berwarna merah darah saling bertabrakan dengan cahaya biru glitch akibat tindakannya yang mencoba "membedah" akun @anatomi_maut. Serangan balik Maya menciptakan anomali dalam sistem, tapi itu juga membuat sang algojo murka.

​Bab 29: Perwujudan Algoritma

​Suara gedoran di pintu bukan lagi suara manusia atau benda tumpul. Itu adalah suara frekuensi tinggi yang seolah-olah berusaha merobek molekul kayu pintu tersebut. Zzzzt... Zzzzt...

​Di layar ponsel, kotak-kotak Eksekutor lainnya mulai menghitam. Satu per satu dari mereka berteriak sebelum sinyalnya terputus. Pria bertato, wanita dengan tasbih, hingga pria berjas itu—mereka semua menghilang, menyisakan Maya sendirian dalam ruang transmisi yang rusak.

​@anatomi_maut: Kamu pikir kamu bisa membedahku? Aku adalah ribuan kebencian yang kalian ketik di kolom komentar. Aku adalah rasa haus darah yang kalian sembunyikan di balik layar ponsel. Aku tidak bisa mati selama manusia masih memiliki jari untuk menghujat.

​"Lo cuma parasit!" teriak Maya. "Lo butuh perhatian kami buat hidup! Kalau kami nggak nonton, lo nggak ada!"

​Pintu apartemen Maya mendadak mencair. Bukan terbakar, tapi material kayunya berubah menjadi partikel digital hitam yang berjatuhan seperti pasir. Dari balik pintu yang hilang itu, masuklah sesuatu yang menyerupai manusia, tapi tubuhnya terdiri dari ribuan kabel serat optik yang berdenyut dengan cahaya merah. Di bagian kepalanya, bukan ada wajah, melainkan sebuah layar monitor kecil yang menampilkan wajah Maya yang sedang ketakutan.

​Inilah Perwujudan Fisik Algoritma.

​Setiap kali sosok itu melangkah, peralatan elektronik di ruangan Maya meledak. Lampu, oven, microwave—semuanya mengeluarkan api biru.

​Maya mundur ke pojok ruangan, membawa HP-nya yang masih menyiarkan live dengan sinyal yang tersendat-sendat. Ia melihat jumlah penontonnya. 2 Juta Orang.

​"Semuanya, lihat!" Maya mengarahkan kamera HP-nya ke sosok kabel itu. "Ini yang kalian ciptakan! Setiap kalian komentar 'pilih dia', setiap kalian tap-tap layar, kalian kasih dia tenaga buat bentuk tubuh ini!"

​Sosok kabel itu mengangkat tangannya. Ujung jarinya yang terdiri dari jarum-jarum bedah yang tajam mulai memanjang.

​@anatomi_maut: (Melalui semua speaker di ruangan) Maya, kamu adalah jurnalis yang gagal. Kamu memberikan panggung pada kematian, dan sekarang kamu akan menjadi bagian dari berita utama selamanya.

​Tiba-tiba, dari dalam HP Maya, keluar kabel kecil yang langsung menusuk telapak tangannya. Maya berteriak, HP-nya terjatuh. Kabel itu mulai menjalar di bawah kulit lengannya, menuju ke arah dadanya. Rasanya seperti dibakar dari dalam.

​Maya menyadari bahwa @anatomi_maut ingin menjadikannya "Server Manusia". Dia ingin menggunakan tubuh Maya sebagai pusat kendali untuk menyebarkan siaran ini ke seluruh dunia secara permanen.

​Dalam rasa sakit yang luar biasa, Maya melihat ke arah router Wi-Fi di sudut meja yang masih menyala redup. Dia tahu satu-satunya cara adalah memutuskan koneksi, tapi bukan sekadar mematikan listrik. Dia harus menghancurkan "pintu masuk" data tersebut.

​Dengan sisa tenaganya, Maya meraih potongan kaca dari meja yang pecah tadi. Namun, dia tidak mengarahkannya ke sosok kabel itu. Dia mengarahkan kaca itu ke pergelangan tangannya sendiri—tepat di mana kabel digital itu merayap.

​"Kalau gue nggak ada, transmisi ini putus!" teriak Maya.

​@anatomi_maut: JANGAN! KAMU ADALAH HOST TERBAIKKU!

​Sosok itu menerjang maju dengan kecepatan cahaya. Namun, di saat yang tepat, Maya tidak memotong nadinya. Dia melakukan sesuatu yang lebih cerdas. Dia menghantamkan kaca itu ke arah HP-nya yang tergeletak di lantai, tepat di atas baterai lithium-nya yang sudah memanas.

​BOOM!

​Ledakan kecil dari baterai HP itu menciptakan lonjakan arus pendek yang dahsyat. Cahaya putih membutakan memenuhi ruangan. Frekuensi ultrasonik yang keluar membuat sosok kabel itu hancur berantakan menjadi partikel-partikel hitam yang kemudian menguap di udara.

​Maya terlempar ke belakang, kepalanya membentur lantai. Segalanya menjadi sunyi.

​Pukul 03.30 pagi. Seluruh Jakarta mendadak gelap total. Pemadaman listrik massal terjadi seolah-olah seluruh kota baru saja mengalami gagal jantung digital.

​Maya terengah-engah dalam kegelapan. Dia mengira dia menang. Namun, saat dia meraba sakunya, dia merasakan sesuatu yang dingin. Dia mengeluarkan benda itu. Bukan HP-nya yang sudah hancur, tapi sebuah benda kecil berbentuk kartu memori (SD Card) yang baru saja keluar dari bawah kulit telapak tangannya.

​Kartu itu berdenyut dengan warna merah.

​Di layar monitor di kejauhan yang masih memiliki sisa daya, sebuah pesan muncul untuk terakhir kalinya malam itu:

​"Instalasi Selesai. Sampai Jumpa di Live Streaming Jam 12 Malam Nanti."

​Maya menyadari dengan ngeri... dia bukan baru saja memutus koneksi. Dia baru saja menjadi pembawa virus yang akan menyebarkan @anatomi_maut ke setiap jaringan seluler di bumi saat matahari terbit nanti.

1
Panda
ada hal yang bikin aku bingung

ini kayanya ada dalangnya deh

tapi Vanya ya kali masa jadi zombie kak

🤔
APRILAH
mantap💪
Serena Khanza
apakah maya bakal selamat?
Sean Sensei
/Scare/ : Maya oh Maya... kasihan sekali hidupmu
APRILAH
Horror cuy, tapi malah inget anu kalo soal tap tap
Kaka's
🤭🤭 pakaiannya...🤭
Panda
hmmm serem pas adegan pindah ke muka Vanya woiii

ni cerita masuk genre system???
Panda
serius nanya blusnya itu apa maksudnya kak
Serena Khanza
bener bener creepy , terus ngebayangin imajinasi kek di isi ceritanya 😭😭😭 ini horror nya gak lebay tapi jlebb 🥹🥹🥹 tolonggg woyy
Serena Khanza
creepy banget 🥹😭😭
untung baca nya lampu nyala rame coba kalo sendirian 😭😭😭
Hunk
Pk apaan ini maksa banget. Serem lagi/Panic/
Hunk
Sial horor nya ga bisa di tolak /Sob/
Sean Sensei
/Frown/ : perasaan ku nggak enak tentang ini
Sean Sensei
dari judulnya aja kelihatan horor banget /Grimace/
𓆩🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴬᴸᶻ Ⓥⓘⓥⓘⓐⓝ𓆪
Ketika rasa Empati berubah menjadi ajang untuk mencari Simpati, 🤦‍♂️🤦‍♂️
Hunk
Ku kira Physicopat ternyata hantu. Gue baca malem lagi🤣🤣👍
Panda
wakakaka gue tuh Uda baca ini

cukup seru sih terlihat menjanjikan
APRILAH
mantap, satu mawar meluncur thor
APRILAH
Mulai baca Thor 🙏
Serena Khanza
seru wajib baca nih rekomen horrorr nya bedaaa 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!