Inara Zahra Putri seorang siswi SMA kelas XI, ia pandai dalam seni lukis dan memiliki bakat bernyanyi.
Namun ia selalu menyembunyikan kemampuannya karena takut tidak diterima atau di anggap tidak serius dalam akademik.
Karena, sang ayah ingin ia menjadi seorang dokter di masa depan dan mengambilan pelajaran tentang kedokteran.
ia merasa dilema!!!
Apakah ia tetap memenuhi harapan keluarga menjadi dokter...?
Atau memperdalam bakatnya dalam bidang seni...?
••《 Inara juga memiliki rahasia kecil yang selalu ia simpan dalam hatinya, ia menyukai seseorang secara diam-diam...!》••
☆☆Dalam cerita mengacu pada paduan budaya Minang kabau dan kehidupan perkotaan modern.
●● Cerita ini hanya fiktif belaka murni karangan author tidak sesuai dengan sejarah..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6. Cafe milik Kenzo
Mungkin kelak ia merindukan hari-hari indahnya bersama Kenzo. Begitu pula dengan Kenzo ia juga senang saat bersama Inara, ia ingin selalu dekat dengannya.
Mereka sampai dicafe baru dibuka yang dikatakan Kenzo, setelah parkiran Kenzo mengajak Inara masuk.
Inara membaca nama cafe tersebut dengan nama 'Kennara' ia merasa nama tersebut sedikit familiar ia tidak terlalu memikirkan nama cafe tersebut lalu ia mengikuti Kenzo masuk kedalam.
Kenzo membawanya kelantai atas, disana bisa melihat pemandangan yang sangat indah, dilantai atas juga ada ruang privat, yang berdinding kaca, bisa melihat pemandangan pantai saat bersantai menikmati minuman.
"Tempat ini memang indah sekali aku suka, mungkin kelak aku akan sering kesini." Ucap inara, ia berdiri dekat pagar balkon lantai atas, sambil memejamkan matanya.
"Datanglah sesukamu jika kamu suka." Ucap Kenzo, lalu ia mengajak Inara keruangan lain.
"Ayo ikut aku, disana tempatnya lebih indah lagi." Ucap kenzo lalu inara mengikutinya.
"Ini ruangan VIP ya, mengapa pesan ruangan VIP segala." Ucap Inara tidak menyangka Kenzo membawanya keruangan privat.
"Ini bukan ruang vip, tetapi ruangan khusus untukku, pemilik cafe ini." Ucap Kenzo santai sambil memberikan kunci ruangan itu kepada Inara.
"Pemilik cafe! Jadi ini cafe bang ken..!" Ucap Inara terkejut sambil menutup mulutnya mata terbelalak.
Kenzo hanya tersenyum, lalu ia memegang tangan Inara kemudian meletak kunci dalam tangan Inara.
"Ini untukmu!, jika kamu datang lain kali langsung saja masuk kesini tidak ada yang melarangmu."
"Ini adalah ruanganku, karyawan lain tidak dibolehkan masuk kedalam tanpa izinku, dan kuncinya hanya ada dua satu untukmu satu lagi untukku!, simpanlah kamu boleh datang sesukamu?"
Kenzo mengelus kepala Inara dengan lembut ia tersenyum lembut, lalu ia melepaskan nya lagi karena tidak berani lama-lama mengelus kepala Inara, ia melihat keterkejutan dimata Inara.
Deg!
"Bang! Mengapa kamu selalu memanjakanku dan baik padaku!, apa boleh aku berharap lebih? Tahan Nara...tahan jangan baper..!."
Nara bergumam dalam hati sambil memegang dadanya yang berdetak, setelah ia menenag dirinya ia tersenyum kepada Kenzo, lalu duduk di kursi diruangan tersebut.
"Ka..tanya ada air kelapa muda, mengapa belum juga diantar." Ucap Nara mencoba mengalihkan topik lain, ia sedikit gugup setelah hatinya benar-benar tenang baru ia ceria kembali.
"Sebentar lagi juga datang! Makan sesuatu dulu untuk menunggu air kelapamu." Ucap Kenzo sambil mengeluarkan berbagai makanan dalam kulkas yang ada dalam ruangannya.
"Terimakasih bang! Oh ya bagaimana kalau kita ambil foto bersama disini." Ucapnya Inara lalu ia kembali berdiri menarik tangan Kenzo keluar dari ruangan kembali keteras ruangan tersebut.
"Ayo bang! Ambilkan fotoku sendiri pemandangan ini sangat indah, tidak bisa dilewatkan." Ucapnya lagi, kemudian ia berpose cantik.
Kenzo mengeluarkan hp nya lalu memotret Inara dengan berbagai gaya, foto inara sangat cantik dalam ponselnya.
"Nah sekarang kita berfoto berdua." Ucap Inara kebetulan karyawan datang mengantarkan air kelapa inara.
"Kak, tolong ambilkam poto kami berdua.!"ucap inara sambil memberikan Hp kenzo kepada karyawan tersebut.
Karyawan tersebut tidak berani lalai dalam bekerja lalu ia melihat Kenzo selaku bosnya, Kenzo hanya mengangguk baru ia mengambil ponsel tersebut. Inara sangat senang tanpa sadar ia merangkul tangan Kenzo.
"Aku siap!." Ucap Inara sambil tersenyum indah, ia melakukan beberapa fose dan karyawan tersebut mengambil semua fotonya.
Kenzo hanya diam saja diatur oleh Inara dari tadi, ia hanya sibuk memperhatikan wajah inara, saat melihat sudah ada kelelahan diwajah inara..
"Kembalilah bekerja." Ucap Kenzo kepada karyawan tersebut lalu ia mengambil kembali ponselnya dan menyimpannya, membawa Inara kembali masuk kedalam ruangan.
"Minumlah! Lihat dirimu sampai kelelahan hanya mengambil foto!." Ucap Kenzo sambil memberikan air kelapa kepada inara.
"Kesempatan ini langka, kamu sekarang sudah kelas akhir, pasti sibuk dibidang akademik"
"Mungkin saat itu kamu tidak ada lagi waktu untukku." Ucap Inara lagi, ia hanya mencoba menghibur hatinya sendiri karena ia tidak akan pernah bisa menggapainya.
Kenzo memang dekat dengannya memang memanjakannya, memang baik padanya, tetapi sangat sulit untuk digapai untuk ia miliki sendiri.
"Apa yang kamu pikirkan, aku pasti meluangkan waktu untukmu." Ucap Kenzo mentoel hitung Inara dengan jarinya, sambil tersenyum.
"Kita tidak tahu masa depan seperti apa! Oh ya bang, kirimkan padaku semua fotonya." Ucap Inara lagi ia kembali mengubah topik pembicaraan.
Kenzo mengambil ponselnya, lalu membuka semua foto inara juga fotonya bersama Inara, ia tersenyum sendiri sambil menyentuh foto mereka berdua saat inara merangkul tangannya.
Setelah itu ia mengirim semua foto tersebut kepada Inara tersebut kepada Inara termasuk foto dirinya sendiri, ia kirim kepada Inara.
Setelah itu ia mengatur walpaper ponselnya dengan foto mereka berdua, setelah itu ia kembali menyimpan ponselnya.
"Sudah aku kirim semuanya, lihatlah!." Ucap Kenzo lalu ia juga ikutan makan camilan bersama Inara.
"Benarkah!." Inara mengeluarkan ponselnya, lalu terdengar bunyi chat masuk bersayutan.
"Banyak sekali, pantas aja aku lelah setelah mengambil photo." Ucapnya, setelah itu ia membuka photo tersebut lalu ia tersenyum lagi.
"Semuanya cantik-cantik! Apa kamu ganti ponsel bang, mengapa kameranya sangat bangus sekali." Ucap Inara lagi terus memperhatikannya photo-photo tersebut.
"Aku tidak ganti ponsel, mungkin karena kamu cantik lalu terlihat bagus dikameraku." Ucap Kenzo santai, inara terkejut ia mendongak melihat kenzo.
"Ada apa?" Ucap Kenzo saat melihat Inara memandangnya cukup lama.
"Tidak ada, hanya saja aku sudah terlalu lama disini, aku lupa mengabari bunda!." Ucap Inara lagi, ia sangat cepat mengendalikan dirinya.
"Oh aku juga lupa! ayok kita kembali, nanti aku yang bicara dengan bunda Dewi dia tidak akan marah." Ucap Kenzo lagi.
Inara hanya mengangguk lalu ia mengemaskan barangnya, setelah itu ia keluar dan turun kebawah, sambil menyapa karyawan Kenzo.
Sampai diparkiran Kenzo kembali memasangkan helm Inara, membuat jantung inara kembali berdebar.
Saat dalam perjalanan inara ingat sesuatu, lalu ia bertanya kepada Kenzo.
"Bang! Apa maksud dari nama cafemu! Terdengar familiar, tapi aku juga tidak tahu?." Ucap Inara, awalnya ia hanya mengabaikannya nama cafe tersebut,
tetapi karena pemiliknya kenzo ia memberanikan diri untuk bertanya.
"Tentu saja familiar itu nama kita berdua, Kenzo Inara singkatan menjadi Kennara, apa kamu suka?." Ucap Kenzo sambil tersenyum dibalik helmnya.
"Aku suka!." Jawab Inara tanpa sadar melingkarkan tangannya pinggang Kenzo dengan erat lalu bersandar dipunggungnya.
Kenzo tidak protes justru ia tersenyum dengan senang, ia sengaja memelankan laju motornya.
Ia tidak menyadari ada kerikil dibawah ban motornya, sehingga membuat motor terguncang, mengejutkan Inara, lalu ia melepaskan pelukannya.
.
.
terima atau tidak masalah nanti?