NovelToon NovelToon
Slaughtering The Heavens

Slaughtering The Heavens

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi Timur
Popularitas:127.2k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Seorang pemuda yang sejak lahir telah ditakdirkan menderita. Bakatnya dicuri, keluarganya dihancurkan, ia dijual sebagai budak. Namun dari abu kehancuran itu, ia bangkit sebagai api yang membakar segalanya.

Xu Hao bukan pahlawan biasa. Ia adalah pemberontak sejati, seseorang yang menolak takdir, menentang kehendak Langit, dan menempuh jalannya sendiri: Dao Pemberontakan. Dengan kekuatan ini, ia mampu melampaui batas-batas kultivasi konvensional, menghancurkan hukum alam, dan bahkan melukai makhluk yang dianggap dewa.

Namun di balik keganasannya, tersimpan luka yang tak pernah sembuh. Cintanya pada Lianxue, gadis yang setia menanti ribuan tahun, menjadi satu-satunya cahaya dalam kegelapan. Dan saat cahaya itu padam, Xu Hao kehilangan segalanya. Enam ribu tahun ia terpuruk dalam kegilaan, hanya mampu menyebut satu nama: Xue'er.

"Ayah ibuku dibunuh. Cintaku mati di pelukanku. Takdir telah mempermainkanku! Kini giliranku mempermainkan takdir."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Konsolidasi Kultivasi Setelah Pertarungan

Xu Hao tidak memberi kesempatan jiwa itu kabur. Tangannya terulur cepat, mencengkeram bola cahaya redup yang berusaha melarikan diri. Jiwa Dewa Langit itu meronta, berteriak tanpa suara, tapi cengkeraman Xu Hao terlalu kuat.

Xu Hao menengadah. Ia membuka mulut, dan menelan jiwa itu bulat-bulat.

Semua terjadi dalam hitungan detik.

Dua Dewa Langit yang tadinya tertawa, kini diam membeku. Mulut mereka terbuka, tapi tidak ada suara keluar. Mata mereka membelalak tak percaya. Dua yang sejak tadi diam, langsung mundur beberapa langkah, siap melarikan diri.

Di Dantian Xu Hao, Dao Pemberontakan bekerja dengan ganas. Jiwa Dewa Langit itu dihancurkan, energinya dimurnikan, esensinya diserap. Energi luar biasa membanjiri tubuhnya.

Bintang di dahi Xu Hao mulai berubah.

Dewa Bumi bintang enam melesat ke tujuh. Lalu ke delapan. Lalu ke sembilan. Lalu ke sepuluh.

Energi ungu meledak dari tubuhnya, menciptakan gelombang kejut yang menghantam sekeliling. Rumput di sekitarnya layu seketika. Tanah retak-retak. Bahkan Dua Dewa Langit di depannya harus mundur beberapa langkah menahan tekanan.

Dan setelah bintang sepuluh, energi itu masih belum berhenti. Xu Hao merasakan pintu menuju Dewa Langit mulai terbuka. Hanya sedikit lagi, ia akan menerobos.

Namun Xu Hao menahannya.

Ia membentuk segel tangan dengan cepat. Jari-jarinya bergerak lincah, menciptakan formasi rumit di sekeliling Dantiannya. Ia memadatkan energi itu, menekannya, memaksanya untuk tidak naik.

Kultivasi yang tadinya di ambang Dewa Langit, perlahan turun. Bintang sepuluh, sembilan, delapan. Berhenti di Dewa Bumi bintang delapan.

Tapi efeknya tidak main-main.

Darah segar menyembur dari mulut Xu Hao. Tubuhnya bergetar hebat, seolah akan hancur. Pembuluh darah di sekujur tubuhnya menonjol, beberapa pecah. Jubah hitamnya basah oleh keringat dan darah.

Xu Hao terhuyung, tapi tetap berdiri. Wajahnya pucat pasi, tapi matanya masih tajam.

Ia menelan paksa energi yang membanjiri tubuhnya. Memadatkannya. Membuatnya lebih kokoh, lebih stabil, lebih berkualitas.

Dewa Langit yang masih hidup, yang sejak tadi hanya terpaku, kini tersadar. Salah satu dari mereka, pria kurus dengan wajah licik, langsung mengumpulkan energi. Serangan terbesarnya ia keluarkan.

"Matilah!"

Ribuan pedang energi melesat ke arah Xu Hao dari segala arah, menutupi langit, tidak ada ruang untuk menghindar.

Xu Hao tidak menghindar.

Ia menghilang.

Pedang-pedang itu hanya menghantam udara kosong.

Pria kurus itu terkejut. Ia mencari Xu Hao ke segala arah. Namun sebelum ia sempat menemukannya, Xu Hao sudah muncul di belakangnya.

Tinju yang sama. Kekuatan yang sama. Kepala nya hancur.

DESS!

Mayat kedua jatuh. Jiwa kedua ditarik dan ditelan.

Xu Hao kini memiliki dua jiwa Dewa Langit di dalam Dantiannya. Dao Pemberontakan bekerja lebih giat, memurnikan keduanya sekaligus.

Dua Dewa Langit yang tersisa, yang sejak tadi diam dan waspada, tidak menunggu lebih lama. Mereka langsung berbalik dan melesat pergi secepat mungkin. Tubuh mereka menghilang di ujung langit dalam sekejap.

Dan sisa satu yang tadi ikut tertawa, dia juga menghilang dalam sekejap, kabur.

Xu Hao tidak mengejar.

Ia membiarkan mereka pergi. Dua jiwa sudah cukup. Lebih dari itu, ia mungkin benar-benar tidak bisa menahan diri untuk tidak menerobos.

Xu Hao mengambil cincin penyimpanan dari kedua mayat di depannya. Dua cincin melayang ke tangannya, lalu ia simpan.

Tanpa melihat ke belakang, Xu Hao melesat pergi. Ia perlu tempat aman untuk bermeditasi, untuk memadatkan kultivasinya, untuk memastikan tidak ada efek buruk dari penyerapan jiwa yang terlalu cepat.

 

Tak berselang lama, Xu Hao menemukan sebuah pohon besar di tepi hutan. Pohon itu menjulang tinggi, dengan daun-daun lebar yang memancarkan cahaya hijau redup. Di bawah pohon, ada area teduh yang cukup luas, tersembunyi dari pandangan dari atas.

Xu Hao mendarat. Tubuhnya hampir rubuh saat kakinya menginjak tanah. Darah masih mengalir dari bibirnya. Wajahnya pucat seperti kertas. Tapi ia memaksakan diri untuk tetap tegak.

Ia duduk bersila di bawah pohon itu. Punggungnya bersandar pada batang pohon yang kokoh. Tangannya diletakkan di atas lutut, telapak tangan menghadap ke atas.

Mata terpejam.

Xu Hao segera mengamati kondisi di dalam tubuhnya. Dantiannya bergolak hebat. Energi dari dua jiwa Dewa Langit masih berputar liar, belum sepenuhnya jinak. Dao Pemberontakan bekerja keras memurnikan, tapi butuh waktu.

Dan yang paling penting, pintu menuju Dewa Langit masih terbuka sedikit. Masih menggodanya untuk masuk.

Xu Hao menekan keinginan itu. Ia belum siap. Jika ia menerobos sekarang, fondasinya akan rapuh. Ia akan menjadi Dewa Langit yang lemah, mudah dikalahkan oleh Dewa Langit lain yang lebih berkualitas, seperti dewa langit yang ia kalahkan barusan. Itu bukan tujuannya.

Ia ingin menjadi kuat. Sangat kuat. Bahkan sebagai Dewa Bumi, ia harus bisa mengalahkan Dewa Langit yang sangat kuat. Dan sebagai Dewa Langit nanti, ia harus bisa mengalahkan Raja Dewa yang sangat kuat. Bukan dewa dengan pondasi murahan.

Untuk itu, ia harus memadatkan kultivasinya terlebih dahulu. Memastikan setiap tetes energi ilahi di tubuhnya berkualitas tinggi. Memastikan fondasinya kokoh seperti batu karang.

Xu Hao mulai bekerja. Ia mengendalikan Dao Pemberontakan, mengatur aliran energi, memadatkan, memurnikan, memperkuat.

Waktu berlalu. Matahari di Alam Dua bergerak perlahan di langit. Sore berganti malam. Malam berganti pagi.

Xu Hao tetap duduk di bawah pohon itu, tidak bergerak. Napasnya pelan dan teratur. Di sekelilingnya, energi ilahi mengalir masuk, memperkuat kultivasinya yang semakin padat.

Di dalam kesadarannya, Lianxue terbaring damai. Bunga-bunga ungu di sekelilingnya mekar semakin indah. Seolah merasakan kehadiran Xu Hao yang sedang berjuang, mereka memancarkan cahaya hangat, memberi semangat diam-diam.

Xu Hao tidak sendirian. Ia tidak akan pernah sendirian lagi.

Perjalanannya di Alam Dua baru saja dimulai. Dan ia sudah mendapatkan dua jiwa Dewa Langit sebagai modal awal. Sisanya, tinggal waktu dan kesempatan.

1
yos helmi
go
upett
masaallah tabarokallah thor 👍👍💪💪
YAKARO: Aminn. Terimakasih kak🙏
total 1 replies
Adriel Benedict
kami betah baca sampai sekarang itu membuktikan karya ini luar biasaaaa Thor, kemampuan menulisnya ta kasih nilai 11 janganlah merendah masa nilai 2, itu mah nilai menulisnya bocilku yang masih kelas satu SD 🤭 di rak bukuku ini novel urutan pertama loh Thor 😁😁 semangka author the best, sehat selaluuu 💪💪💪
Adriel Benedict: amin 🙏
total 2 replies
Aiby Kushina Uzumaki
yang penting author semangat terus💪💪💪
YAKARO: Aminn. Terimakasih kak🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
semangat thor
YAKARO: Oke bro, author pasti semangat. Besok up lima bab. Tapi panjang panjang bab nya. Setara 10 bab.
total 1 replies
Nanik S
Makasih banget dan sehat selalu untuk Autor
YAKARO: Sama sama, dan terimakasih juga kak🙏🙏
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Dragon🐉 gate🐉
Mak kau lah sesat, sembarangan!! salken.. Miou Yi sang putri Ruang & dimensi😎
YAKARO: Yoi... tuan putri dimensi/Determined/
total 1 replies
fiki cahyadi
/Good/
Dragon🐉 gate🐉
gw bayangin rambutnya Kushina kl lagi marah (cm beda warna doang)🤣🤣🤣
YAKARO: Hehe, iyaa sama😄
total 1 replies
fiki cahyadi
semangat author, karya anda luar biasa.👍💪.
YAKARO: Terimakasih bro🙏/Determined//Determined/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
aaiihh... Trio BACOT kapan musnahnya sih , kalian pasti nenek moyangnya Kecoak 🙄
Dragon🐉 gate🐉: bersin ultra Sonic 🤣
total 2 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Wadi Pribadi
Hay Hay...kalo tulisan ini nilainya dua...tunjukin siapa yang menilai....nanti saya colek matanya pake cabe ....
YAKARO: Wkwkwk🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Utuh Misra
lanjut tuor update nya seru
YAKARO: Oke siappp. Besok author up lima bab.
total 1 replies
Bagas Jionju
sangat luar biasa thor karyamu, imajinasimu membuat minat baca saya semakin menjadi, sebagai pencinta cerita klasik saya memberi nilai 100👍 dan karyamu terpampang di rak buku saya sebagai kategori the legen, you are the best thor. saya akan selalu menunggu karya karyamu yg sangat luar biasa ini, semoga kamu di beri kesehatan dan tetap semangat, berkat bertambah👍👍 👍
YAKARO: Terimakasih banget bro/Pray/
Jadi panjang kuping author di puji🤣

Ya semoga kita semua, pembaca dan author selalu sehat. Terimakasih juga karena selalu ngikutin cerita ini/Cry//Pray/
total 1 replies
Utuh Misra
mantap lanjut terus tuor update nya ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!