NovelToon NovelToon
Emergency Love

Emergency Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Cintamanis
Popularitas:33.1k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Dituduh Cinta karena kesalahan. Rama membuktikan kalau cintanya bukan kesalahan, murni rasa dari mata turun ke hati. Usaha mendapatkan cintanya seolah didukung oleh jagat raya meski berawal dari kesalahpahaman.

“Nggak masalah nikah karena digrebek, yang penting sah.”

“Siapa kamu, berani mencintai seorang Bimantara.”

“Di dunia ini, Rama jodohnya Gita.”

Kisah cinta Rama Purwangga dan Gita Putri Bimantara, jadilah saksi seberapa darurat cinta mereka.

Spin off Bosku Perawan Tua dan Diam-diam Cinta

=== Mohon dengan sangat agar tidak baca dengan melompat bab dan ikuti sampai akhir ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Jangan Jauh-jauh

Bab 14

 

 

“Kenapa lo, senyum-senyum sendiri. Nggak jelas,” ejek Mada lalu menarik hidung Gita membuat gadis itu menjerit dan membalas dengan memukul sampai Mada meringis kesakitan. “Jangan galak-galak, nanti jadi perawan tua.”

“Enak aja. Aku mau nikah muda.”

“Kayak tau aja nikah itu ngapain.”

“Bikin bayi terus jadi ibu, kayak kak Maira gitu,” sahut Gita lalu mendorong Mada menjauh.

“Busyet, tau bikin bayi dia. Kak, lo denger ‘kan? Bahaya nih bocah.”

Maira tersenyum lalu kembali meringis karena efek obat sudah mulai hilang.

“Sakit? Aku panggil suster ya?” Gilang mengabaikan kedua adiknya yang ribut di sofa, fokus dengan istrinya.

“Mommy sudah dihubungi?” tanya Maira.

“Sudah, sore mungkin sampai Jakarta,” sahut Gilang lagi.

Gita berselancar di dunia maya, ingin tahu lebih banyak tentang Rama. Membuka company profile SM. Wajahnya berbinar mendapati artikel tentang pengabdian di tengah masyarakat dalam kegiatan CSR. Di mana Rama dan beberapa rekannya bertugas di pelosok desa.

Bahkan ia mengunjungi medsos rumah sakit dan menemukan postingan yang sama dengan tag ke akun masing-masing orang yang ada di foto. Dengan hati berdebar, ia mengunjungi profil Rama Purwangga dan ….

“Wow!”

Bukan hanya mengu-lum senyum, ia bahkan menggigit bibir bawahnya agar tidak ketara sedang tersenyum. Banyak postingan Rama baik di SM atau kehidupan pribadinya. Satu hal yang membuatnya memiliki peluang, tidak ada postingan Rama dengan pasangan.

“Keren banget sih.”

“Siapa yang keren, gue dari dulu emang keren,” cetus Mada.

Gita mencibir mengakhiri selancar di medsos, khawatir ketahuan oleh Mada. Ia mendekat ke ranjang. “Kok belum dikasih makan kak, pasti udah laper ‘kan?”

“Belum, masih puasa.”

“Aku yang nunggu aja udah kelaparan,” cetus Gita. “Aku ke cafe ya kak, mau titip makan sekalian?” pamitnya pada Gilang.

“Kamu aja, cepat balik lagi,” seru Gilang dijawab Gita dengan anggukan. Bukan semata-mata karena lapar, tapi sudah janjian dengan Rama. Sekali mendayung kelelep sekalian.

“Kak, gue balik ya. Mama sama Papa nanti kemari, sekarang masih di poli. Moza juga nanti kemari,” ujar Mada.

“Hm. Sekalian anterin Gita.”

“Please aku bisa sendiri, Cuma ke cafe doang.”

“Ayo, nanti nyasar terus nabrak nakes eh malah jatuh cinta minta nikah muda,” ejek Mada merangkul Gita.

“Bod0 amat.” Cukup makjleb yang dikatakan Mada.

Ternyata Mada serius mengantar sampai depan cafe, lengkap dengan nasihatnya yang panjang. Gita mendorong pintu kaca itu dan menatap sekeliling.

“Cinta,” panggil seseorang di meja agak sudut.

Gita tersenyum dengan debaran jantung seperti orkestra dan pipi merona. Bagaimana tidak, Rama memanggilnya cinta membuat seisi cafe meski tidak ramai karena sudah lewat jam makan siang berfokus ke arahnya.

“Abang, apaan sih. Aku malu tahu.”

Rama terkekeh. “Pindah sini,” ucap Rama meminta Gita pindah ke kursi di sampingnya, direspon dengan gelengan pelan. “Aku panggil kayak tadi, lebih kencang ya.”

“Ish, jangan. Iya, aku pindah.”

Rama membuka buku menu, menyodorkan pada Gita. “Pesan apa?”

Pesanan sudah dicatat, Rama tidak melepaskan pandangannya dari Gita dengan tangan menopang kepalanya.

“Abang, jangan gitu kek. insecure akunya."

“Gimana dong, ada cewek yang cantiknya bak oase di padang pasir masa aku abaikan.”

“Lebay ah.”

“Kampreet, beneran kemari,” ujar Rama. Mendadak kembali ke setelan normal.

“Kenapa?” tanya Gita ikut menatap ke arah pandangan Rama. Beberapa orang memasuki cafe dan menempati meja tidak jauh dari tempat mereka.

“Biasa, fans garis keras. Kalau mereka nanya atau nyindir, abaikan aja ya. Anggap aja mereka mahluk halus atau makhluk gaib. Bacain ayat kursi pasti lenyap.”

“Nanya apa? Mereka temennya abang ya?” Gita menatap kumpulan orang itu lalu tersenyum mendapati perawat yang bertugas saat Mamanya dirawat. “Mbak,” panggilnya sambil melambaikan tangan.

“Hai, Gita,” sapa Lisa.

“Hah, ngapain disapa. Nggak beres dah." Rama menoleh ke meja di mana rekannya berada. "Nggak bakal gue kenalin, kita mau makan,” seru Rama.

“Cie Rama, bisa jaim juga,” ejek Yuli lalu tergelak.

“Kali ini nggak hoax,” ucap Beni.

Pelayan datang membawakan pesanan, Sapri gesit langsung menghampiri dan mengambil alih menyajikan pesanan ke hadapan Rama dan Gita. “Selamat menikmati Mbak eh neng Gita.”

“Apaan eneng, itu panggilan sayang gue. Lo panggil dia Non,” cetus Rama.

“Oh, iya. Silahkan Non Gita. Kalau nyerah bilang sama kita-kita, nanti kita bantu rukyah,”

Gita terkekeh. “Makasih ya, mas.”

“Sapri, nama saya Sapri.”

“Di makan dulu, nanti keburu dingin. Kayak hati abang.”

Sapri sudah kembali ke kursinya, terbahak bersama Beni dan Yuli, sedangkan Lisa fokus membuka lembaran menu.

“Sangking dinginnya sampai meleleh hati abang,” ejek Yuli.

“Ingat Ram, jangan tunggu lama-lama nanti lama-lama dia diambil orang.” Beni bersenandung dengan suara yang pas-pasan.

Rama pasrah bersandar pada kursi, menganggap nada-nada sumbang itu macam backsound adegan romantisnya bersama Gita.

Gita menikmati makanannya. Sesekali menjawab pertanyaan Rama, tidak menyadari sudut bibirnya tertinggal sisa makanan. Rama mengambil tisu dan menyeka bibir itu, membuat Beni mengumpat.

“Abang nggak makan?”

“Kamu dulu deh. Lagian lihat kamu juga aku kenyang.”

“Njirrr. Bisa gitu ya,” ujar Yuli. “Perasaan dokter Rendi nggak selebay itu waktu awal cinta."

Beni cs makin ribut saat Rama menarik kursi yang diduduki Gita mendekat ke arahnya.

“Jangan jauh-jauh, nanti aku rindu.”

 

 

1
Shee_👚
😂😂😂😂😂😂
dah tau pake nanya 🤭
Shee_👚
nah kan dah di tungguin sama para wartawan sengklek 🤣🤣🤣
Shee_👚
lah orang tua melindungi dari pergaulan bebas kaya kalian, bukannya malah mikir segitunya amat.
orang tua kalian juga kalau tau kelakuan kalian begitu pasti kecewa 😔
Shee_👚
salah bukan anak sultan tapi juragan 🤣🤣
Shee_👚
ck si arlan pengin dapetin gita cima tubuh nya doank, kalau dah dapet mah pasti g bakalan tanggung jawab.

denger arlan orang baik mah pasangannya sama orang baik, nah situ maniak cewe dapetnya juga tar yang sama kaya kamu 😏
Shee_👚
si anji g pake g suka bener kalau ngomong, undangan duwit receh mah a rama g butuh lah, kecuali undangannya tanah kosong buat bangun kontrakan baru dah di undang 🤭
Shee_👚
tantrum ya paling sama situ dok, makanya buruan di halalin, kelamaan sih jadi ke balap lagi😂
Shee_👚
ini nanya atau nyindir 🙈
Shee_👚
sabar jule, a rama lagi sibuk ngurusin istri baru🤣
gina altira
Iya Rama digrebeg, jd doanya terkabul kan. nikah jalur grebegan 🤭
mmh nengmuti
yg pnting gue udah nikah ya ram bodo amat cara nya mau d gerebek jg🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hati² kamu Ram, keknya si Arlan gak bakal lepasin Gita gitu aja deh
mery harwati
Rama nih aq kasih bunga karena mau kasih vote atw poin, belum cukup nih poinku /Slight/
mery harwati
Anji gak pake Ng jangan ngegas ya sama Rama, dalam otak Rama mau nikah digrebek mau nikah lamaran baik², yang penting Neng Cinta udah halal secara agama & negara menjadi Nyonya Purwangga 😄
Kalian yang jomblo & dokter vampire duda tambah ngiri aja ya, jangan sampe nganan itu lampu shein hatinya, ngiri aja 😜
Nugroho
kok kamu sok banget bang...,
ndak jujur az kalo ketangkep basah ma Camer???
hadew....
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nandi Ni
nikah pake ke grebeg aje bangga bgt Si Rama🤣🤣🤣 alkonyol emang dasar Rama Rama,gue sudat ginjal Lo🤭
Elly Maryani
🤣🤣🤣
istri darmayanty
kangen Raman....
Siti Dede
Bener kata Cedric, Arya Rama 11 12
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!