Shanaya berdiri di tepi taman halaman rumahnya, angin malam membelai sayap-sayap keabadiannya yang tersembunyi. Bintang mendekatinya, matanya memancarkan cinta yang tak terbantahkan. "Shanaya, aku tahu kita berbeda, tapi aku tidak peduli. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu," katanya dengan suara lembut.
Shanaya menoleh, mencoba menyembunyikan air matanya "Bintang, kamu tidak tahu apa yang kamu katakan. Aku...aku bukan seperti kamu. Aku memiliki rahasia yang tidak bisa kamu terima..." Shanaya mengangkat tangan, menghentikan Bintang yang ingin mendekat. "Tolong, jangan membuat ini lebih sulit daripada yang seharusnya. Aku tidak bisa menjadi yang kamu inginkan..."
Bintang terlihat hancur, tapi dia tidak menyerah. "Aku tidak peduli dengan apa yang kamu sembunyikan, Shanaya. Aku hanya ingin kamu..."
Apakah Shanaya akan membuka hatinya untuk Bintang atau justru pergi ke langit ketujuh dan meninggalkan Bintang seorang diri di malam yang sunyi ini? Ikuti terus kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tugas Akhir Semester Genap
Setelah beberapa hari, kehidupan Shanaya dan teman-temannya kembali normal. Mereka semua sibuk dengan kegiatan kuliah dan tugas-tugas yang menumpuk. Shanaya dan Thalia sering terlihat belajar bersama di perpustakaan, sementara Bintang dan geng Garuda lainnya sibuk dengan kegiatan organisasi mahasiswa.
Pada siang hari ini, Shanaya dan Thalia sedang makan siang di kantin kampus, mereka membahas tentang rencana liburan musim panas yang akan datang setelah ujian akhir semester tiba.
"Gue pengen pergi ke Bali pas liburan semester nanti, Thal. Gue udah lama gak liburan," ucap Shanaya
Thalia tersenyum, "Gue juga, Shan. Gue mau pergi ke pantai dan bersantai seharian..."
Ray yang duduk di sebelah mereka, "Gue mau ikut! Gue udah siap untuk liburan..."
Bintang yang baru saja datang, "Gue juga mau ikut! Tapi, gue harus nyelesaiin proyek ini dulu..."
Nathaniel yang ikut bergabung, "Gue juga sama, gue harus nyelesaiin tugas kuliah dulu..."
Shanaya tersenyum, "Ok guys....kita bisa pergi liburan setelah semua tugas ujian akhir semester kita selesai. Gue udah gak sabar!"
Mereka semua tertawa, "Benar juga, eeh...kabsrnys Zaneta sudah bebas. Ujian akhir semester pasti bakal nantang banget nih, tapi kita bisa melewatinya bersama-sama, ya gak..."
Shanaya menambahkan, "Kita harus buat jadwal belajar yang efektif, biar bisa ikut liburan ke Bali dengan tenang..."
Thalia mengangguk, "Gue udah siap, kita bisa belajar bersama-sama di perpustakaan. Maura, loe bisa bantu kita dengan materi marketing, kan?"
Ray tersenyum, "Tentu bisa dong, gue siap bantu..."
Bintang yang masih sibuk dengan proyeknya, "Gue mungkin harus lembur beberapa hari, tapi gue akan tetap ikut liburan ke Bali..."
Nathaniel menambahkan, "Gue juga, kita harus buat rencana yang matang..."
Shanaya tersenyum, "Wah, jadi kita semua sudah siap! Gue buat grup WA buat kita koordinasi jadwal belajar dan liburan, oke?"
Thalia mengangguk, "Gue setuju, kita bisa share materi dan bantuin satu sama lain..."
Ray menambahkan, "Gue tambahin, kita harus buat suasana belajar yang fun, biar gak bosen..."
Shanaya tersenyum, "Oke, grup WA jadi, kita koordinasi di sana. Bintang, aku catat, loe sibuk proyek. Nathaniel, tugas kuliah juga penting, kita bagi tugasnya, gimana. Fel, thanks bantuin ya!"
Mereka semua setuju dan mulai membahas rencana selanjutnya, sambil berbagi ide dan tugas masing-masing. Atmosfernya santai, tapi serius, karena mereka tahu proyek ini penting.
Shanaya mengangguk, "Oke, kita fokus ke ujian akhir semester. Nathaniel, loe siap buat ujian programer dalam sistem bisnis?"
Nathaniel menjawab, "Gue masih belajar, Shan. Gue lemah di coding coding..."
Joe menambahkan, "Gue bantuin loe Nat, Shan. Gue kuat di sana..."
Felix tersenyum, "Gue siap bantu juga, kita belajar bareng-bareng..."
Shanaya tersenyum, "Wah, thanks Joe dan Fel. Oke, kita buat jadwal belajar bareng yuk. Nathaniel, loe fokus ke coding, Joe bantuin low. Felix, loe bantuin gue dengan statistik. Gue lemah di situ..."
Joe menambahkan, "Oke, Shan. Gue kirim materi pengcodingan ke Nathaniel. Kita bisa mulai besok sore?"
Felix mengangguk, "Gue siap! Gue kirim materi statistik ke Shanaya..."
Shanaya mengakhiri, "Oke, kita siap! Semoga kita semua dapet IPK terbaik semester ini..."
Shanaya mengalihkan topik, "Oke, sekarang kita bahas tentang pemrograman dalam bisnis. Joe, loe bisa jelasin tentang aplikasi yang loe buat perusahaan itu?"
Joe tersenyum, "Gue buat aplikasi manajemen inventori, Shan. Bisa bantu perusahaan buat atur stok barang lebih efisien..."
Felix menambahkan, "Wah, keren. Gue juga lagi belajar tentang aplikasi e-commerce, semoga bisa bantu usaha keluarga..."
Nathaniel bertanya, "Gimana caranya bikin aplikasi kayak gitu, Joe? Gue juga mau coba buat..."
Joe menjawab, "Oke, Nathaniel. Gue jelasin step by step ya. Pertama, gue identifikasi kebutuhan perusahaan, apa yang mereka butuhkan. Ternyata, mereka butuh aplikasi untuk atur stok barang dan laporan penjualan..."
Shanaya menambahkan, "Gue lihat, Joe detail banget dalam mengidentifikasi kebutuhan client. Itu kunci suksesnya..."
Felix bertanya, "Joe, loe pakai bahasa pemrograman apa buat aplikasi itu?"
Joe menjawab, "Gue pakai Python dan framework Flask, Fel. Mudah banget digunakan dan fleksibel..."
Nathaniel bertanya, "Wah, keren loe Joe. Gue juga mau coba buat aplikasi kayak gitu. Gimana caranya mulai dari nol?"
Joe tersenyum, "Gue bantuin, Nat. Pertama, loe harus tentukan dulu apa tujuan aplikasi loe. Setelah itu, cari referensi dan belajar bahasa pemrograman yang sesuai..."
Shanaya menambahkan, "Jangan lupa, praktek itu kunci suksesnya. Gue juga masih belajar, kita bisa belajar bareng!"
Felix mengangguk, "Gue setuju, kita bisa buat proyek bersama-sama. Joe, loe jadi mentor kita!"
Joe menjawab, "Oke, Fel. Gue jelasin lebih detail ya. Setelah loe tentukan tujuan aplikasi, cari referensi dan belajar bahasa pemrograman, loe harus mulai buat desain aplikasi itu. Gue biasa pakai Figma buat desain UI/UX..."
Shanaya menambahkan, "Wah, Joe keren. Gue juga pakai Figma buat desain..."
Felix mengangguk, "Gue setuju, Figma oke! Gue bantuin Nathaniel buat desainnya..."
Nathaniel tersenyum, "Wah, thanks Joe dan Fel. Gue siap buat desain aplikasi. Joe, loe bisa tunjukin contoh desainnya?"
Joe menjawab, "Gue kirim contoh desainnya ke grup, Nat. Loe bisa lihat dan kita diskusiin bareng..."
Shanaya menambahkan, "Gue juga mau lihat, Joe. Gue punya beberapa ide buat desain itu..."
Joe mengirim contoh desainnya ke grup, dan Nathaniel langsung membukanya.
"Wah, keren Joe. Desainnya simple dan elegan banget..."
Shanaya menambahkan, "Gue setuju, Joe. Gue suka warna dan layout-nya. Gue punya ide buat tambahin fitur search bar di atasnya, gimana?"
Felix menjawab, "Gue setuju, Shan. Fitur search bar pasti berguna buat user. Joe, loe bisa tambahin?"
Joe menjawab, "Oke, gue tambahin. Gue kirim desain updatenya nanti..."
Shanaya menambahkan, "Oke, Joe. Gue juga punya ide buat tombol 'Get Started' lebih prominent, biar user lebih mudah akses. Gimana menurut kalian?"
Felix menjawab, "Gue setuju, Shan. Tombol 'Get Started' harus lebih eyecatching. Joe, loe bisa buat itu?"
Nathaniel bertanya, "Gimana kalau kita tambahin juga fitur testimonial di halaman utama?"
Joe menjawab, "Gue setuju dengan ide-ide kalian. Gue tambahin tombol 'Get Started' dan fitur testimonial. Ray, loe bisa bantuin gue buat konten testimonialnya?"
Bintang menambahkan, "Gue juga siap bantu, Joe. Gue punya beberapa ide buat konten testimonial yang menarik..."
Ray menjawab, "Gue selalu siap bantu, Joe. Gue punya beberapa ide buat konten testimonial yang keren. Bintang, kita bisa kolaborasi buat bikin konten yang menarik..."
Shanaya menambahkan, "Wah, keren kalian. Gue juga mau lihat ide-ide kalian. Bagikan yuk..."
Bintang menjawab, "Oke, Shanaya! Gue sama Ray udah mulai brainstorming. Gue kirim ide-ide kita ke grup, nanti loe bisa kasih feedback..."
Joe menambahkan, "Gue juga mau lihat, guys. Gue punya beberapa saran buat desain kontennya..."
Setelah itu, mereka semua fokus mengerjakan tugas masing-masing. Shanaya membuka laptopnya dan mulai menulis kode untuk fitur search bar. Joe membuka Figma dan mulai mendesain ulang tombol 'Get Started'. Bintang dan Ray bekerja sama membuat konten testimonial yang menarik. Nathaniel dan Felix membahas tentang implementasi fitur testimonial di halaman utama.