NovelToon NovelToon
Kutukar Mantan Dengan Kakak Ipar

Kutukar Mantan Dengan Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Mom_cgs

Beberapa hari menjelang pernikahan, Yumna mengetahui perselingkuhan Desta, tunangannya, dengan Cindy, atasan mereka sekaligus adik angkat dari CEO kejam, Evander Sky Moreno.

...

​Kecewa lalu mabuk, Yumna melabrak sang CEO di sebuah bar.

​"Gara-gara adikmu, aku batal nikah! Aku bakal jadi bahan ejekan tetangga! Kamu harus tanggung jawab, Bos Brengsek!" teriak Yumna sambil menarik kerah kemeja mahal Evander.


​Evander menatapnya dingin, lalu berbisik di telinga Yumna, "Jika posisi mempelai pria kosong, biar aku yang mengisinya."

...

​Kini, Yumna datang ke gedung pernikahan bukan sebagai pengantin yang terbuang, melainkan sebagai istri dari pria yang paling ditakuti Desta dan Cindy.

​"Desta, perkenalkan... ini suamiku. Mulai sekarang, panggil aku Kakak Ipar."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom_cgs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dihukum

Evander membawa Yumna menemui Kakek William ke ruangan kerjanya. Suasana di dalam ruangan itu terasa sangat sakral, dengan aroma kayu jati tua dan deretan buku-buku kuno yang berjejer rapi. Kakek William duduk di balik meja besarnya, wajahnya yang tegas kini terlihat jauh lebih lembut.

​Sang Kakek mengulurkan satu kotak beludru berwarna merah marun. Begitu dibuka, kilauan cahaya dari set perhiasan berlian di dalamnya seolah menerangi seluruh ruangan. Itu adalah koleksi milik almarhumah nenek Evander, perhiasan yang secara turun-temurun hanya berhak diterima oleh cucu mantu pertama keluarga Moreno.

​Yumna merasa tidak enakan. Jantungnya berdegup kencang karena rasa bersalah yang tiba-tiba menyeruak. Ia sadar betul, pernikahan ini bermula dari kontrak, sebuah kesepakatan bisnis untuk saling menguntungkan yang mungkin saja tidak akan bertahan lama. Yumna merasa tidak pantas menerima warisan yang begitu berharga dan sarat akan makna emosional bagi keluarga ini.

​Ia menoleh ke arah Evander, mencari bantuan atau setidaknya alasan untuk menolak. Namun, Evander justru mengangguk pelan. Tatapan matanya yang tajam seolah memberi isyarat tak terbantahkan, Terima saja, atau kakek akan curiga.

​Akhirnya, Yumna pun mengambil kotak itu dengan tangan yang sedikit gemetar. Ia membayangkan betapa mahalnya perhiasan itu, mungkin harganya setara dengan satu blok perumahan mewah. Rasa takut langsung menghantuinya, takut jika ia ceroboh, takut jika ia menjatuhkannya, atau lebih buruk lagi, takut jika ada salah satu berlian kecil di sana yang menghilang saat ia simpan.

​"Terima kasih banyak, Kakek. Ini... ini terlalu indah," ucap Yumna dengan suara yang hampir menghilang.

​Kakek William tersenyum puas.

"Simpanlah, Yumna. Itu sudah menjadi milikmu. Nenek Evander pasti senang melihat perhiasannya dipakai oleh wanita yang punya nyali sepertimu."

​Setelah keluar dari ruangan Kakek, Yumna memeluk kotak beludru itu seolah sedang memegang bom yang siap meledak. Ia berjalan mengikuti langkah lebar Evander menuju lorong yang lebih sepi.

"Mas! Mas Kulkas! Tunggu dulu!" bisik Yumna setengah berlari.

​Evander menghentikan langkahnya dan berbalik. "Apa lagi, Yumna? Dan berhenti memanggil saya dengan sebutan alat elektronik."

​"Ini, Mas!" Yumna menyodorkan kotak itu ke depan dada Evander. "Ini berat banget, Mas. Maksudku, beban mentalnya berat banget! Kita kan cuma kontrak. Kalau nanti kontraknya habis, aku harus balikin ini pakai bunga nggak? Terus kalau salah satu berliannya copot karena aku pakai pas lagi goreng tempe, gimana?"

​Evander menatap kotak itu, lalu beralih menatap wajah panik istrinya. Ia maju selangkah, membuat Yumna terpaksa bersandar ke dinding lorong.

​"Perhiasan itu diberikan Kakek untuk istri saya. Selama kamu masih memegang status itu, perhiasan itu milikmu," ucap Evander dengan nada rendah. "Dan satu lagi... jangan pernah berpikir untuk memakainya saat menggoreng tempe. Saya tidak ingin berlian langka itu beraroma minyak jelantah."

​Yumna mengerucutkan bibirnya. "Ya kan aku cuma kasih perumpamaan, Mas! Habisnya aku nggak tenang. Ini barang sejarah. Kenapa Mas nggak kasih ke Cindy aja?"

​"Cindy sudah mendapatkan bagiannya, dan dia tidak layak mendapatkan ini," jawab Evander tegas. Ia lalu mengambil kotak itu dari tangan Yumna, membukanya, dan mengambil kalung berlian yang paling besar.

​"Mas... mau apa?"

​"Diamlah," perintah Evander. Ia mendekat, aroma parfum sandalwood-nya yang mewah kini menyelimuti Yumna. Tangan Evander yang dingin menyentuh tengkuk Yumna saat ia memasangkan kalung itu.

​Yumna menahan napas. Sentuhan jari-jari Evander di kulit lehernya memberikan sensasi tersengat listrik yang membuat bulu kuduknya berdiri. Posisi mereka begitu dekat hingga Yumna bisa mendengar detak jantungnya sendiri yang berpacu liar.

​"Selesai," bisik Evander di dekat telinga Yumna. "Sekarang, berhentilah merasa tidak pantas. Kamu terlihat... jauh lebih baik dengan ini."

​Yumna menelan ludah, menatap pantulan dirinya di kaca besar lorong. Berlian itu memang indah, tapi tatapan Evander di cermin yang sedang memperhatikannya justru terasa lebih mempesona.

​"Mas..."

​"Ya?"

​"Kalungnya jangan ditarik kencang-kencang ya, aku takut leherku yang kalah daripada berliannya."

​Evander memutar bola matanya, momen romantis itu hancur seketika oleh celetukan Yumna. "Cepat jalan. Kita harus pulang sebelum kamu merusak suasana lebih parah lagi."

​Yumna nyengir lebar, sambil terus memegangi kalung di lehernya agar tidak terbang. Di balik kekonyolannya, ada satu tanya yang terselip di hati Yumna,

Sampai kapan akting ini akan terasa senyata ini?

Kakek William duduk tegak di kursi kebesarannya, raut wajahnya yang biasanya bijaksana kini berubah menjadi dinding es yang tak tertembus. Di hadapannya, Cindy berdiri dengan gemetar, wajahnya yang tadi penuh amarah saat berhadapan dengan Yumna kini pucat pasi.

Kakek William tahu segalanya. Tidak ada satu inci pun sudut di kediaman Moreno ini yang luput dari pantauannya, termasuk drama memalukan yang baru saja terjadi di taman belakang.

"Kakek... aku bisa jelaskan, tadi itu cuma salah paham," suara Cindy mencicit, mencoba mencari celah.

"Cukup, Cindy," suara Kakek William menggelegar tenang, namun mengandung otoritas yang mematikan. "Aku tidak membesarkanmu untuk menjadi wanita pendendam yang menggunakan cara-cara kotor. Membayar orang luar untuk mempermalukan keluarga sendiri? Kamu sudah mencoreng nama Moreno."

Cindy menunduk dalam, air matanya mulai jatuh, kali ini bukan karena akting, melainkan karena rasa takut yang nyata.

"Kakek kecewa padamu," lanjut Kakek dengan nada yang mendadak melunak namun terasa lebih menyakitkan bagi Cindy. "Sebagai hukumannya, mulai besok, jabatanmu sebagai Manajer Marketing di kantor pusat Kakek cabut. Selama tiga bulan ke depan, kamu diturunkan menjadi staf biasa di bawah pengawasan langsung asisten Evander."

"Kakek! Staf biasa? Tapi semua orang di kantor akan menertawakanku!" jerit Cindy tak terima.

"Itu kalau kamu masih punya muka untuk tertawa," sahut Kakek dingin. "Jika dalam tiga bulan kamu kembali berulah atau kinerjamu buruk, jangan harap kamu bisa kembali ke posisi semula. Bahkan, aku tidak akan segan mengeluarkanmu dari daftar ahli waris."

Cindy lemas. Dunia mewahnya seolah runtuh seketika. Turun jabatan berarti ia harus mengerjakan laporan teknis, kehilangan tunjangan manajer, dan yang paling parah, ia harus melihat Yumna datang ke kantor sebagai istri bos besarnya sementara ia sendiri hanya seorang staf yang terpinggirkan.

...

Yumna dan Evander keluar dari kediaman Kakek saat rembulan sudah tinggi. Di leher Yumna, berlian peninggalan sang nenek masih berkilau indah, kontras dengan perasaannya yang campur aduk.

"Mas... Kakek beneran hukum Cindy?" tanya Yumna pelan saat mereka sudah berada di dalam mobil.

Evander yang sedang menyandarkan kepalanya di jok mobil hanya memejamkan mata. "Kakek tipe orang yang sangat menghargai integritas. Cindy melanggar itu. Jadi, anggap saja ini sekolah singkat untuknya agar tahu cara menghargai posisi."

Yumna menghela napas, ia menyentuh kalung berliannya dengan jari gemetar. "Tiga bulan jadi staf biasa... itu berat lho buat orang kayak Cindy. Dia pasti makin benci sama aku."

Evander membuka matanya, menoleh ke arah Yumna. Dalam remang cahaya lampu jalan yang masuk ke mobil, wajah Evander terlihat lebih lembut. "Biarkan dia benci. Selama dia tidak bisa menyentuhmu, biarkan dia terbakar oleh bencinya sendiri."

Tiba-tiba, Yumna teringat sesuatu. "Eh, Mas! Tadi Tante Lastri kan diusir... tapi amplop dari Cindy tadi kayaknya masih dibawa sama dia. Apa aku harus minta balik buat tabungan kita?"

Evander hampir saja tersedak udara. Ia menatap Yumna dengan tatapan 'kamu serius bertanya begitu?'.

"Yumna, kamu sekarang memakai berlian seharga gedung apartemen di lehermu, dan kamu masih memikirkan amplop sogokan receh itu?"

"Ya kan sayang, Mas! Itu uang lho! Bisa buat beli kerupuk satu kontainer!" jawab Yumna polos.

Evander hanya menggelengkan kepala, namun tangannya diam-diam meraih tangan Yumna dan menggenggamnya erat. "Lupakan uang itu. Fokuslah pada bagaimana cara menyimpan berlian ini agar tidak hilang. Karena jika hilang, saya akan menghukummu lebih berat daripada Kakek menghukum Cindy."

Yumna menelan ludah. "Hukumannya apa, Mas? Jangan bilang aku disuruh jadi staf juga?"

Evander mendekatkan wajahnya, tersenyum miring yang membuat jantung Yumna serasa mau copot.

"Bukan. Kamu akan saya kurung di kamar dan tidak boleh keluar sampai kamu bisa menghafal seluruh laporan keuangan perusahaan."

Yumna belum sempat tertawa ketika suara dari luar mobil tersebut terdengar.

“Tuan Evander, kita punya masalah besar.”

1
Shyfa Andira Rahmi
yayasan kucing terlantar🤪🤪🤪
Shyfa Andira Rahmi
🤦🤦🤦
Shyfa Andira Rahmi
ngga usah main bentak bisa ngga siihh kan aq nya juga jadi ikutan kaget🤪
diajarin lah biar c,Yumna nya rada anggunan kalo di bentak mulu bukannya anggun yg ada malah ciut...
Mom_cgs: Evander-nya suka gitu ya Kak😄
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
puas banget ya Yum👏👏👏
Mom_cgs: Iya Kak, kita pun ikut puas Kak😄
total 1 replies
falea sezi
ortunya pasti syok lahh
Mom_cgs: Syok kesenengan ya Kak😅
total 1 replies
falea sezi
nyaman ya bau cogan kaya raya /Curse/
Mom_cgs: Bener banget Kak 🤣
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👍👌
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Mom_cgs: Siap Kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!