NovelToon NovelToon
TYPO DI ANTARA KITA

TYPO DI ANTARA KITA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikah Kontrak
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kaka's

Aruna dan Genta adalah definisi air dan minyak. Di kantor penerbitan tempat mereka bekerja, tidak ada hari tanpa adu mulut. Namun di balik layar ponsel, mereka adalah dua penulis anonim yang saling mengagumi karya satu sama lain melalui DM NovelToon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Jebakan di Balik Secangkir Kopi

Gue nggak bisa fokus kerja sama sekali. Bayangan dashboard NovelToon di laptop Genta terus-menerus mutar di kepala kayak kaset rusak. Kalau benar Genta itu Kaka’s, berarti cowok ini adalah aktor paling jago se-Indonesia. Gimana bisa seseorang yang begitu manis dan suportif di kolom komentar, bisa berubah jadi jelmaan "monster" kulkas di dunia nyata?

​“Oke, kalau dia mau main kucing-kucingan, gue kasih umpannya sekalian,” bisik gue sambil menyeringai kecil.

​Gue berdiri, menyambar mug hitam milik Genta yang sudah kosong. Gue melangkah menuju pantry dengan rencana yang sudah matang. Hari ini, gue nggak cuma mau bikin kopi, tapi mau melakukan "uji nyali".

​Di pantry, gue meracik Americano kesukaan Genta. Tapi kali ini ada yang beda. Gue menempelkan stiker kecil gambar kucing gemuk lagi pegang pena—stiker merchandise terbatas yang cuma punya para penulis top di NovelToon—tepat di bagian bawah mug, dekat pegangannya.

​Gue bawa kopi itu ke ruangan Genta. Pas gue masuk, dia lagi sibuk menatap monitor dengan dahi berkerut dalam.

​"Kopi Bapak. Kali ini tanpa gula, tanpa drama," ujar gue sambil meletakkan mug itu tepat di depannya.

​Genta cuma bergumam pendek buat bilang makasih. Gue nggak langsung pergi. Gue berdiri di depan meja, pura-pura merapikan tumpukan map, padahal tangan gue di dalam saku rok lagi sibuk ngetik di aplikasi NovelToon.

​Gue mulai ngetik pesan DM buat Kaka's. Mata gue melirik Genta dengan waspada.

​Senja_Sastra: Kaka’s, gue lagi pengen banget minum kopi bareng lo. Kira-kira lo suka Americano yang pahit, atau lebih suka kejutan yang manis?

​Klik. Pesan terkirim.

​Satu detik... dua detik...

​Drrttt...

​HP Genta yang tergeletak di samping keyboard bergetar. Genta melirik layar ponselnya sekilas, dan saat itu juga gerakannya mendadak kaku. Dia nggak langsung ambil HP-nya, malah beralih menatap gue yang masih asyik "merapikan" map.

​Genta berdeham. Dia mengambil mug kopinya, mungkin mau menutupi kegugupan. Tapi pas dia mengangkat mug itu setinggi mata, pandangannya langsung terpaku sama si kucing gemuk yang menempel di sana.

​Mata Genta sedikit membelalak. Dia pasti kenal stiker itu. Itu stiker eksklusif yang cuma dikirim buat sepuluh pemenang kompetisi menulis bulan lalu. Dan salah satu pemenangnya... adalah gue, Senja_Sastra.

​Suasana ruangan mendadak sunyi senyap. Cuma suara detak jam dinding yang kedengaran kayak bom waktu yang siap meledak.

​Genta menurunkan kembali mugnya tanpa sempat minum. Dia menatap gue dengan tatapan yang jauh lebih dalam dari biasanya. Bukan tatapan bos yang mau ngamuk, tapi tatapan seorang pria yang baru saja nemuin kepingan puzzle yang hilang.

​“Stiker yang bagus, Aruna,” suara Genta terdengar rendah, hampir kayak bisikan.

​Gue pura-pura kaget. “Eh? Oh, itu... saya cuma iseng, Pak. Biar mug Bapak nggak kelihatan suram-suram amat.”

​Genta perlahan mengambil HP-nya. Di depan mata gue sendiri, jempolnya menari di atas layar. Gue ngerasa ada getaran di saku rok gue.

​Drrttt...

​Gue berusaha sekuat tenaga buat nggak refleks merogoh HP.

​“Kenapa nggak dibaca?” tanya Genta dingin, tapi ada nada tantangan di matanya. “Siapa tahu itu dari ‘monster’ yang lagi kamu bicarain.”

​Jantung gue rasanya mau copot. Gue fix tertangkap basah! Tapi gengsi gue masih setinggi langit. “Nanti saja, Pak. Kerja dulu baru main HP. Kan itu peraturan Bapak sendiri?”

​Genta tersenyum tipis—sangat tipis sampai hampir nggak kelihatan. Dia menyesap kopinya yang sudah mulai dingin.

​“Benar. Tapi mulai sekarang, saya rasa kamu harus lebih hati-hati menaruh tanda baca, Aruna. Karena satu kesalahan kecil saja... bisa mengubah seluruh isi cerita kita.”

​Gue keluar dari ruangan Genta dengan kaki lemas kayak jeli. Begitu sampai di meja, gue buru-buru buka pesan yang baru masuk.

​Kaka’s: Gue lebih suka kejutan. Apalagi kalau kejutannya ada di bawah mug kopi gue. Nice move, Senja.

​Gue langsung menutup wajah pakai kedua tangan. "Mampus! Dia beneran Kaka's! Tamat riwayat gue!"

​Di dalam ruangannya, Genta menyandarkan punggung ke kursi. Dia memutar-mutar mug dengan stiker kucing itu sambil bergumam pelan, "Jadi ini Senja-ku yang berisik? Menarik."

1
-Thiea-
apa nih? cinta diam-diam kah.
Kaka's: 🤭🤭.. 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
-Thiea-
jangan-jangan mereka orang yg sama 🤔
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
awal yang menarik 👍
Kaka's: mkasih kak
total 1 replies
Serena Khanza
wah genta udah tau senja ya 🤭
Hunk
hahah ternyata malah chatan sama orang yg di sebelah.🤣
Hunk
Berawal dari benci. Malah jadi suka🤣
Hunk
Jodoh nih🤣
Sean Sensei
cieee... saling lirik melirik nih 🤭
Hunk
Tsundere kah ni si genta?
Kaka's: yah sedikit kaku sih alias professional.. tapi bakal terjawab semua di salah satu bab nantinya🤭
total 1 replies
Serena Khanza
puitis banget tp keren kata katanya🤭
Sean Sensei
/Hey/ promosikan noveltoon /Ok/
Kaka's: 🤣🤣🤣🤣 pusing masa apk F🤭
total 1 replies
APRILAH
kehangatan di dalam kegelapan
Serena Khanza
yaah ketahuan deh gegara mati lampu 🤭 coba ada lagu nassar thor 🤣
genta sama aruna biar sambil joget 🤭
SarSari_
Kak, aku mau kasih sedikit masukan yaa 🙏 Karena ini pakai sudut pandang orang pertama (gue), mungkin bagian “ada rasa kagum yang selama ini dia tutup rapat-rapat” bisa dibuat lebih seperti dugaan si tokoh, bukan kepastian. Soalnya di POV orang pertama kan kita cuma tahu apa yang dia lihat dan rasakan.
Mungkin bisa ditambah kata-kata seperti “seolah-olah”, “kayaknya”, atau “gue merasa” biar tetap konsisten.

Overall adegannya sudah tegang banget kok, ini cuma detail kecil aja 🤍 Maaf ya kak🫣🙏🏻🙏🏻
Kaka's: menarik.. terima kasih masukannya kaks
total 1 replies
Sean Sensei
/Sweat/ : punya dendam kayaknya tuh
Hunk
Masih mening pak dari pada sianida.🤣
Hunk
kenapa ga biji kopi dari luwak nya langsung🤣
®Astam
Nah kan... betul🤭
®Astam: Okay bang😆
total 4 replies
®Astam
Bagus👍, kadang-kadang bikin penasaran dengan bab selanjutnya.
Kaka's: makasih kaks🤭
total 1 replies
®Astam
Kayaknya si genta, adakah kaka's deh🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!