NovelToon NovelToon
Mengandung Benih Mafia

Mengandung Benih Mafia

Status: tamat
Genre:Beda Usia / One Night Stand / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Mafia / Tamat
Popularitas:8.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Entah sebuah kesialan atau keberuntungan karna Audrey mengandung anak dari seorang mafia besar dan pebisnis paling berpengaruh di Kanada. Sosok Lucas tidak tersentuh, bahkan tak seorangpun bisa mencampuri bisnis gelapnya. Dia pria yang memiliki wajah sempurna, namun tak sesempurna hatinya.

Kehidupan Audrey mungkin tak akan baik-baik saja jika berkaitan dengan Lucas. Lalu bagaimana Audrey akan menyembunyikan keturunan Lucas? Agar hidupnya tak bersinggungan dengan pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

"Paman Jason terlihat putus asa mencarimu. Kamu yakin masih ingin bersembunyi? Setidaknya beri kabar pada Daddymu, aku mengkhawatirkan kondisi kesehatannya." Kata Elie. Jika Audrey ingin bersembunyi dari Teresa, tentu saja Elie sangat mendukung. Buktinya Audrey bisa berada di tempat yang aman saat ini berkat bantuan Elie. Namun tidak memberi kabar pada orang tua Audrey bukan keputusan yang baik.

Apalagi Jason sudah bisa berjalan. Seharusnya Audrey tidak perlu lagi mengkhawatirkan nasib Jason ditangan Teresa. Dan kemungkinan besar Jason akan datang melindungi Audrey. Ya, seorang ayah pasti akan melindungi putri tercintanya. Audrey tidak perlu mengkhawatirkan hari esok jika ada Jason di sampingnya.

Pada akhirnya Audrey mengangguk setuju. "Baiklah, aku akan menelfonnya setelah makan malam."

"Apa kalian masih bicara serius?" Tanya Russel. Wanita paruh baya itu membawa nampan berisi camilan dan teh. Dia tampak ragu untuk bergabung dengan Audrey dan Elie.

"Ah, tidak Bibi. Kami sudah selesai." Audrey menggeser duduknya agar Teresa bergabung disebelahnya.

"Sepertinya Audrey lupa menyiapkan camilan dan teh hangat untukmu, Elie." Canda Russel dengan tawa kecil.

Audrey tersenyum kikuk. "Maaf Elie, aku lupa."

"Audrey memang kejam padaku, Bibi. Itu sebabnya aku mengasingkan Audrey di rumah orang tua ku." Balas Elie dengan candaan juga.

Suasana berubah hangat saat ketiganya tertawa bersama. Elie bicara blak-blakan karna Audrey mengatakan bahwa Russel sudah mengetahui kisah hidup Audrey dan alasan kenapa Audrey tinggal sendiri di rumah ini.

"Kalian teman yang saling menyayangi dan peduli satu sama lain." Puji Russel. Di usia mereka yang masih terbilang sangat muda, Audrey dan Elie sudah bisa menghadapi masalah serumit itu dalam hidupnya. Seharusnya mereka masih menikmati masa muda dengan belajar ataupun bekerja untuk kesenangan diri sendiri, bukan karna sebuah keharusan untuk bertahan hidup.

"Kami juga sayang dan peduli pada Bibi. Tolong jangan sungkan meminta tolong pada kami. Bibi, aku sudah punya uang yang cukup jika Bibi ingin pulang ke Canda sekarang." Tawar Audrey.

Elie sudah memindahkan uang kompensasi dari Lucas ke rekening baru yang tidak akan bisa dilacak oleh Teresa, jadi Audrey bisa menggunakan uang itu kapanmu dia butuh. Termasuk membiayai Russel jika ingin kembali ke Canda.

"Apa kamu baru saja mengusir Bibi?" Tanya Russel dengan ekspresi sedih. Tinggal beberapa hari bersama Audrey membuat Russel memiliki perasaan sayang pada Audrey layaknya pada anak sendiri. Kepribadian Audrey yang ceria, menyenangkan dan baik, mampu menarik hati Russel hanya dalam beberapa hari. Jika boleh memilih, Russel ingin tinggal lebih lama dengan Audrey.

Rumah ini juga membuat Russel merasa nyaman dan aman. Jauh dari kota, jauh dari keramaian. Tidak ada konflik, tidak di kelilingi oleh musuh. Keadaan itu berbanding terbalik dikediaman Russel.

Audrey menggeleng cepat. "Jika boleh, aku ingin Bisi tetap tinggal disini. Tapi bagaimana dengan keluarga Bibi? Pasti mereka mengkhawatirkan Bibi."

"Bibi hanya perlu menghubungi putra Bibi dan mengatakan padanya jika Bibi baik-baik saja. Apa boleh Bibi meminjam ponsel ini?" Russel melirik ponsel diatas meja. Selama beberapa hari tinggal disini, Russel baru melihat ponsel. Lebih tepatnya setelah Elie berkunjung.

"Tentu saja Bibi, ini ponselku. Bibi boleh memakainya." Audrey mengambil ponsel hitam itu untuk diberikan pada Russel. "Aku meminta Elie membelikan ponsel baru agar aku bisa berkomunikasi dengannya." Jelasnya.

Ponsel lama Audrey memang sengaja di buang untuk menghilangkan jejak. Teresa mungkin sudah menemukan lokasi dimana ponsel itu di buang. Jika Elie tidak memiliki ide cemerlang itu, mungkin Teresa bisa datang ke tempat ini.

"Terimakasih, Bibi akan menelfon Luke sekarang." Russel tampak berbinar dengan ponsel di tangannya.

"Ya Bibi, bawa saja ponselnya."

Russel mengangguk dan pamit pergi ke kamarnya.

"Jika Bibi Russel pulang, kamu akan sendiri lagi. Audrey, lebih baik Paman Jason segera tau keberadaan kamu. Aku juga tidak mungkin setiap minggu berkunjung kesini. Bukannya aku tidak peduli padamu, tapi kamu tau sendiri sesibuk apa aku bekerja. Jika Paman Jason tinggal bersamamu, aku tidak perlu khawatir lagi."

Audrey terkekeh kecil. Elie benar-benar sangat cerewet melebihi nenek-nenek yang hobby mengomel. "Baik Elie, aku akan mengikuti saranmu. Setelah makan malam nanti, aku akan menelfon Daddy."

...******...

"Aku pikir kau akan menginap semalam. Dasar menyebalkan, sok sibuk!" Audrey memutar malas bola matanya. Elie langsung pamit pulang setelah makan malam. Lagi-lagi karna alasan sibuk bekerja, jadi tidak punya kesempatan untuk menginap kali ini. Audrey sampai memasang wajah kesal ketika mengantar Elie ke depan rumah.

"Faktanya aku memang sibuk bekerja demi uang. Jika uangku sebanyak kamu, aku juga tidak mau capek-cepek bekerja." Sahutnya dengan tawa kecil.

Audrey reflek meninju lengan Elie. "Aku kehilangan harga diriku jika kamu lupa! Kamu pikir aku masih bisa memiliki masa depan yang bagus seperti mu?" Lirihnya tak yakin. Kejadian malam itu membuat Audrey merasa bahwa dia sudah kehilangan masa depannya.

"Bisa saja, nasib orang siapa yang tau? Jika tiba-tiba ada seorang pangeran yang datang malam ini dan melamarmu, kamu tidak perlu berfikir dua kali untuk menerima lamarannya." Sahut Elie semangat. Ada nada candaan didalamnya, tentu untuk menghibur Audrey yang terlihat murung.

Audrey tertawa konyol. "Sepertinya cerita seperti itu pernah aku baca di sebuah novel."

"sudahlah, aku pulang dulu. Bye,,," Elie bergegas masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan rumah tua peninggalan orang tuanya.

Audrey masih bertahan di tempatnya meski mobil yang dikendarai Eli sudah tidak terlihat didepan mata. Angin di luar berhembus kencang. Suhu udara sekitar 7 derajat, itu cukup dingin untuk Audrey yang hanya memakai dress tipis.

"Daddy, maaf sudah mengecewakanmu." Audrey memejamkan mata rapat-rapat. Rasa sesak memenuhi hatinya. 1 jam lalu dia baru saja menelfon Jason untuk memberi kabar dan situasi yang terjadi. Audrey tidak menyangka jika Jason sudah tau semuanya dari Teresa. Sekalipun Audrey berkali-kali meminta maaf pada Jason, tetap saja rasa bersalah itu masih menggunung. Bersalah karna tidak bisa menjaga diri dengan baik.

Audrey menghelan nafas kasar sebelum memutuskan masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.

Tokk,, tokk,, tokk,,

Audrey berhenti melangkah dan reflek berbalik badan. Dia tersenyum lebar dan segera membuka pintu lagi.

"Kamu pasti berubah pikiran dan ingin menginap kaa,,nn,,," Suara Audrey menggantung di udara. Tubuhnya mendadak kaku dengan mata yang membulat sempurna.

"Kau?!!" Pekik pria bertubuh tinggi yang berdiri diluar pintu.

Audrey menjadi gemetar dan gelagapan. Dia meraih handle pintu untuk menutupnya, namun pria itu menahan pintu dengan satu kaki dan satu tangannya. Tenaga yang tidak sebanding membuat Audrey gagal menutup pintunya.

"Ba-bagaimana kau bisa datang kesini?" Tanya Audrey gemetar.

Pria di hadapannya adalah Lucas. Orang yang telah meninggalkan trauma untuknya.

Lukas tak menjawab. Tatapan tajamnya membuat Audrey menciut dan memilih berjalan mundur. Setidaknya ada Russel, dia bisa berteriak meminta tolong jika Lukas berbuat sesuatu padanya.

"Jangan mendekat! Aku mohon berhenti di tempatmu!" Pekik Audrey takut. Namun Lucas seperti mengabaikan ucapannya dengan tetap masuk ke dalam rumah.

"Bibi,,!! Bibi tolong aku,,!!" Teriak Audrey sembari berlari dan bersembunyi di balik kursi kayu.

Russel dari dalam kamarnya segera keluar dan memeluk Audrey yang ketakutan.

"Luke, kau membuat Audrey ketakutan!! Dasar anak nakal, kenapa memasang wajah seram seperti itu. Setidaknya pasang wajah ramah sedikit saja didepan wanita.!" Omel Russel.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙡𝙪𝙩𝙩𝙘𝙪𝙪𝙪𝙪𝙣𝙮𝙖 𝘿𝙖𝙫𝙞𝙙 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝘿𝙖𝙞𝙨𝙮 𝙨𝙞𝙛𝙖𝙩 𝙡𝙚𝙢𝙗𝙪𝙩 𝙙𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙠𝙖 𝘿𝙖𝙫𝙞𝙙 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙧𝙪 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙈𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙞𝙛𝙖𝙩 𝙘𝙤𝙤𝙡𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙞𝙧𝙪 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖.
𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝘿𝙖𝙞𝙨𝙮 𝙨𝙞𝙛𝙖𝙩 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙣𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙧𝙪𝙣 𝙙𝙤𝙢𝙞𝙣𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙞𝙛𝙖𝙩 𝙡𝙚𝙢𝙗𝙪𝙩 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙤𝙡𝙤𝙣𝙜 𝙣𝙞𝙧𝙪 𝙙𝙧 𝙢𝙖𝙢𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝘼𝙪𝙙𝙧𝙮.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙠𝙬𝙠𝙬𝙠𝙠 𝙨𝙚𝙣𝙟𝙖𝙩𝙖 𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙖𝙣, 𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙇𝙪𝙘 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙞𝙣2 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙖𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙗𝙖𝙡𝙞𝙠 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙨𝙪𝙣𝙜 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙮𝙜 𝙧𝙚𝙥𝙤𝙩.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙟𝙚𝙬𝙚𝙧 𝙖𝙟𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙢𝙤𝙢 𝙍𝙪𝙨𝙨𝙚𝙡 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙣𝙜𝙚𝙣𝙩𝙚𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙖𝙝.🤣🤣
𝙉𝙞𝙘𝙠 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙣𝙮𝙚𝙨𝙚𝙡 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙮𝙜 𝙣𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥 𝘼𝙣𝙖 𝙘𝙪𝙢𝙖 𝙥𝙚𝙢𝙪𝙖𝙨 𝙣𝙖𝙛𝙨𝙪𝙢𝙪 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙣𝙞𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝𝙞-𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙖𝙞 𝙟𝙖𝙣𝙟𝙞𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙨𝙖𝙥𝙖𝙩 𝙠𝙚𝙝𝙤𝙧𝙢𝙖𝙩𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙜𝙖 𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖𝙗𝙤𝙩𝙖𝙠 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙖𝙮𝙪 𝘼𝙣𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙬𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙟𝙖𝙣𝙟𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜𝙗𝙨𝙚 𝙚𝙣𝙖𝙠 𝙪𝙙𝙚𝙡 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙉𝙞𝙘𝙠.. 𝙘𝙚𝙢𝙚𝙣.👎👎
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙚𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙇𝙪𝙘 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙣𝙜𝙚𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙚𝙢𝙤𝙨𝙞 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙪𝙡𝙪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙗𝙚𝙣𝙚𝙧 𝘼𝙪𝙙𝙧𝙮 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙥𝙪𝙣𝙣𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩 𝙙𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙘𝙪𝙢𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙣𝙖 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙜𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙝𝙖 𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪𝙗𝙨𝙚𝙥𝙚𝙣𝙪𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙧𝙣 𝙩𝙧𝙖𝙪𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙟𝙙 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙖𝙩𝙪𝙧𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙞 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙧 𝙢𝙖𝙠𝙖 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙧𝙨 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙞𝙩𝙪, 𝙗𝙚𝙙𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙇𝙪𝙘 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧2 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙣𝙪𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙖𝙙𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙙𝙞𝙖 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙞𝙟𝙖𝙠 𝙙𝙖𝙣 𝙜𝙖 𝙠𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙡𝙖𝙜𝙞.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝘼𝙪𝙙𝙧𝙮 𝙠𝙖𝙧𝙣𝙖 𝙩𝙧𝙖𝙪𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙣𝙪𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝘼𝙪𝙙𝙧𝙮 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙘𝙖𝙧𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙨𝙚𝙩𝙚𝙧𝙗𝙪𝙠𝙖 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙟𝙖𝙜𝙖 𝙟𝙖𝙧𝙖𝙠 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝘼𝙪𝙙𝙧𝙮 𝙩𝙖𝙠𝙪𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙪𝙖𝙩𝙪𝙗𝙨𝙖𝙖𝙩 𝘼𝙪𝙙𝙧𝙮 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙪 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙎𝙚𝙖𝙣 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙖𝙙𝙖 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙟𝙖𝙝𝙖𝙩 𝙮𝙜 𝙗𝙚𝙣𝙞𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙠 𝙧𝙪𝙢𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙚𝙗𝙖𝙠 𝘼𝙪𝙙𝙧𝙮 𝙨𝙚𝙤𝙡𝙖𝙝2 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙝𝙞𝙖𝙣𝙖𝙩 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙣𝙜𝙖𝙢𝙪𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙜𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙢𝙢𝙢... 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙞𝙣𝙙𝙖𝙠 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙨𝙚𝙣𝙮𝙖𝙥 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙖𝙞 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙞𝙙𝙚𝙣𝙩𝙞𝙩𝙖𝙨𝙣𝙮𝙖.𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙢𝙖𝙛𝙞𝙖.👍
𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙨𝙝𝙚𝙡𝙡𝙖 𝙜𝙖 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙚𝙣𝙙𝙖𝙢 𝙙𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙞𝙡𝙪𝙢𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙜𝙖𝙣𝙜𝙝𝙪 𝙧𝙪𝙢𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖 𝘼𝙪𝙙𝙧𝙮 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙧𝙣 𝙙𝙧 𝙘𝙖𝙧𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙢𝙪𝙡𝙖𝙞 𝙙𝙚𝙣𝙙𝙖𝙢
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙤𝙤𝙙 𝙡𝙖𝙝 𝘿𝙖𝙫𝙞𝙙 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙡𝙖𝙨 𝙙𝙚𝙣𝙙𝙖𝙢 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙚 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙧𝙣 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙚𝙧𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣 𝘼𝙪𝙙𝙧𝙮 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙝𝙖𝙢𝙞𝙡 𝙠𝙪𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙚 𝙨𝙚𝙢𝙥𝙬𝙩 𝙢𝙖𝙪 𝙠𝙚𝙜𝙪𝙜𝙪𝙧𝙖𝙣.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙣𝙤𝙝 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙠𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙨𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙪𝙧𝙪𝙨 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙢𝙚𝙝𝙠𝙖𝙣 𝘼𝙪𝙙𝙧𝙮 𝙨𝙤𝙠2𝙖𝙣 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣𝙣𝙨𝙪𝙧𝙖𝙩 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙖𝙣𝙟𝙞𝙖𝙣 𝙘𝙪𝙢𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝘿𝙖𝙫𝙞𝙙𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙤𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙞𝙗𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙙𝙞𝙧𝙞.🤭
𝙤𝙬𝙝 𝙞𝙮𝙖 𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙞𝙩𝙪 𝙜𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙨𝙪𝙧𝙖𝙮 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙖𝙣𝙟𝙞𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙙𝙞𝙗𝙖𝙩𝙖𝙡𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙠𝙜𝙠𝙜𝙠𝙠𝙠 𝙥𝙪𝙖𝙨 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙚𝙩 𝙡𝙞𝙖𝙩 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙙𝙞𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖𝙞𝙣 𝘿𝙖𝙫𝙞𝙙 𝙡𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙘𝙪𝙢𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙚𝙣𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙤𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙣𝙜𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙚𝙧𝙝𝙖𝙩𝙞𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙞 𝙩𝙚𝙢𝙥𝙚𝙡𝙞𝙣 𝙢𝙪𝙡𝙪 𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙖𝙣𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖𝙗𝙨𝙖𝙢𝙥𝙚 𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙡𝙚𝙥𝙖𝙨.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙞𝙧𝙖2 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙅𝙖𝙣𝙚 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙏𝙝𝙚𝙤 𝙜𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙮𝙖 𝙠𝙚𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.
𝙟𝙖𝙙𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙡𝙤𝙥 𝙮𝙖 𝙥𝙖𝙠 𝙩𝙝𝙤𝙢𝙨𝙤𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙣𝙩𝙪𝙗𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙩𝙪𝙖.🤭🤭🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙥𝙖𝙣𝙩𝙚𝙨𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙝𝙖𝙢𝙞𝙡2 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙅𝙖𝙣𝙚 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙧𝙞 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝘼𝙪𝙙𝙧𝙮 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙝𝙖𝙢𝙞𝙡 𝙠𝙧𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙝𝙖𝙩𝙞𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙧𝙜𝙖 𝙙𝙞 𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙗𝙚𝙣𝙚𝙧𝙖𝙣 𝙖𝙡𝙖𝙢𝙞 𝙠𝙧𝙣 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙙𝙞 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙝𝙖𝙢𝙞𝙡 𝙩𝙥 𝙩𝙚𝙧𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖 𝙙𝙞 𝙘𝙚𝙜𝙖𝙝 𝙩𝙤𝙝
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙩𝙪𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙝𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙪𝙣 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙥𝙖𝙜𝙞 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙡𝙖𝙝 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜2 𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙢𝙗𝙖𝙣𝙩𝙪 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙧𝙩𝙞 𝙚𝙣𝙖𝙠 𝙩𝙞𝙙𝙪𝙧 𝙩𝙧𝙨 𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙪𝙣 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙚 𝙬𝙣𝙜𝙜𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙞𝙣𝙞𝙨𝙞𝙖𝙩𝙞𝙛 𝙠𝙚𝙠 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙣𝙮𝙞𝙖𝙥𝙞𝙣 𝙠𝙚𝙥𝙚𝙧𝙡𝙪𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙣𝙜𝙚𝙙𝙚𝙠𝙚𝙩𝙞𝙣 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙡𝙪𝙡𝙪𝙝 𝙩𝙥 𝙣𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪𝙣𝙜 𝙜𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞𝙜𝙪𝙨 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙗𝙚𝙣𝙚𝙧𝙖𝙣 𝙮𝙜 𝙣𝙜𝙪𝙧𝙪𝙨 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝘼𝙪𝙙𝙧𝙮 𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙢𝙖𝙣𝙘𝙞𝙣𝙜2 𝙙𝙪𝙡𝙪𝙖𝙣 𝙜𝙞𝙡𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙨𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙠𝙚𝙩𝙖𝙧 𝙠𝙚𝙩𝙞𝙧 𝙠𝙖𝙣.🙂
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙢𝙪𝙡𝙖𝙞 𝙘𝙚𝙢𝙗𝙤𝙠𝙪𝙧 𝙮𝙖 𝙥𝙖𝙠 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨, 𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙞𝙖𝙥2 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙠𝙚𝙘𝙚𝙬𝙖𝙞𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙡𝙚𝙥𝙖𝙨𝙞𝙣 𝘼𝙪𝙙𝙧𝙮 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙧𝙩𝙞 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙖𝙙𝙖 𝙎𝙚𝙖𝙣 𝙮𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪𝙣𝙮𝙖.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩 𝙅𝙖𝙘𝙠 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙙𝙖𝙣 𝙅𝙖𝙘𝙤𝙗 𝙜𝙖 𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙝𝙖𝙮𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙪 𝙇𝙪𝙘
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙇𝙪𝙘 𝙢𝙖𝙣𝙞𝙨 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙚𝙩 𝙨𝙞𝙝 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝘼𝙪𝙙𝙧𝙮 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙥𝙪𝙣 𝙢𝙪𝙡𝙪𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙡𝙪𝙢𝙖𝙮𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙢𝙪𝙡𝙖𝙞 𝙗𝙪𝙘𝙞𝙣.🤭🤭
𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙠𝙤𝙢𝙥𝙡𝙚𝙣 𝙩𝙧𝙨 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙗𝙖𝙗 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙖𝙙𝙖 𝙩𝙮𝙥𝙤 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙙𝙞 𝙘𝙚𝙠 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙚𝙣𝙖𝙠 𝙗𝙖𝙘𝙖𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙚𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙙𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖𝙞𝙣 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙢𝙚𝙧𝙪𝙗𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙠𝙚𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖𝙖𝙣 𝙙𝙧 𝙝𝙖𝙡 𝙠𝙚𝙘𝙞𝙡 𝙩𝙚𝙧𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠 𝙩𝙞𝙙𝙪𝙧 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙠𝙖𝙢𝙖𝙧 𝙩𝙚𝙧𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙥𝙞𝙨𝙖𝙝, 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝𝙡𝙖𝙝 𝘼𝙪𝙙𝙧𝙮 𝙟𝙪𝙖𝙡 𝙢𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙙𝙞𝙠𝙞𝙩 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙣𝙜𝙚𝙠 𝙩𝙧𝙨 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙥𝙚𝙣𝙩𝙞𝙣𝙜 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙖𝙣𝙖𝙠𝙢𝙪 𝘿𝙖𝙫𝙞𝙙 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙙𝙞𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙖𝙨𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙪𝙗𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙨𝙞𝙠𝙖𝙥𝙢𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙣𝙟𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙙𝙞𝙖.🙂
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙜𝙚𝙣𝙜𝙨𝙞 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙇𝙪𝙘, 𝙜𝙖 𝙖𝙥𝙖2 𝙙𝙞𝙩𝙪𝙧𝙪𝙣𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙙𝙞𝙠𝙞𝙩 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙨𝙚𝙙𝙞𝙠𝙞𝙩 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖 𝙝𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞𝙢𝙪 𝙠𝙚𝙡𝙖𝙠 𝙙𝙖𝙣 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙞𝙩𝙪 𝙜𝙖 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙣𝙪𝙧𝙪𝙣𝙞𝙣 𝙝𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙙𝙞𝙧𝙞𝙢𝙪 𝙠𝙤𝙠 𝙟𝙪𝙨𝙩𝙧𝙪 𝙣𝙖𝙢𝙗𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙣𝙞𝙡𝙖𝙞 𝙥𝙡𝙪𝙨 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙇𝙪𝙘𝙖𝙨 𝙥𝙚𝙢𝙗𝙞𝙨𝙣𝙞𝙨 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙩𝙪𝙖 𝙢𝙖𝙛𝙞𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚𝙟𝙖𝙢 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙖𝙣𝙞𝙨 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧𝙜𝙖.🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!