NovelToon NovelToon
Identitas Tersembunyi Panglima

Identitas Tersembunyi Panglima

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Kehidupan Tentara / Perperangan / Keluarga / Raja Tentara/Dewa Perang
Popularitas:30.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di mata keluarga besar Severe, Jay Ares hanyalah seorang menantu benalu. Tanpa harta, tanpa jabatan, dan hanya bekerja sebagai sopir taksi online. Ia kenyang menelan hinaan mertua dan cemoohan kakak ipar, bertahan hanya demi cintanya pada sang istri, Angeline.

Namun, tak ada yang tahu rahasia mengerikan di balik sikap tenangnya.

Jay Ares adalah "Panglima Zero" legenda hidup militer Negara Arvanta, satu-satunya manusia yang pernah mendapat gelar Dewa Perang sebelum memutuskan pensiun dan menghilang.

Ketika organisasi bayangan Black Sun mulai mengusik ketenangan kota dan nyawa Angeline terancam oleh konspirasi tingkat tinggi, "Sang Naga Tidur" terpaksa membuka matanya. Jay harus kembali terjun ke dunia yang ia tinggalkan: dunia darah, peluru, dan intrik kekuasaan.

Saat identitas aslinya terbongkar, seluruh Negara Arvanta akan guncang. Mereka yang pernah menghinanya akan berlutut, dan mereka yang mengusik keluarganya... akan rata dengan tanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: Darah Para Raja

Safe House Orion Group. Pukul 05:00 Pagi.

Fajar menyingsing di ufuk timur, menyapu sisa-sisa kegelapan malam yang penuh darah. Di balkon apartemen mewah itu, Jay berdiri memandang matahari terbit dengan secangkir kopi hitam di tangan.

Ia baru saja selesai mandi, membersihkan sisa bau mesiu dan amis darah dari kulitnya. Pakaian tempur hitamnya sudah dimusnahkan, diganti dengan kaos oblong putih polos dan celana tidur santai.

Di meja kecil di sampingnya, tergeletak sebuah benda yang sangat jarang ia keluarkan. Sebuah cincin meterai (signet ring) kuno terbuat dari titanium hitam dengan ukiran lambang Naga Emas Bermata Satu.

Benda itu bukan sekadar perhiasan. Itu adalah simbol dari Keluarga Ares.

Di dunia ini, ada orang kaya baru (seperti Keluarga Severe), ada konglomerat politik (seperti Keluarga Arkady), dan di atas segalanya... ada Keluarga Kuno.

Keluarga Ares adalah dinasti bayangan yang telah ada selama ratusan tahun. Mereka mengendalikan perbankan global, industri senjata, dan teknologi energi. Konon, Presiden sebuah negara harus meminta izin pada Kepala Keluarga Ares sebelum mencetak uang.

Dan Jay... adalah pewaris tunggal takhta itu.

Pikirannya melayang mundur, menembus kabut waktu, kembali ke sepuluh tahun yang lalu.

Kilas Balik: 10 Tahun Lalu. Kediaman Utama Ares – Pulau Pribadi di Pasifik.

Ruangan itu begitu besar hingga langkah kaki bergema. Dinding-dindingnya dihiasi lukisan asli dari abad pertengahan. Di ujung ruangan, duduk seorang pria paruh baya dengan aura yang begitu menekan hingga membuat udara terasa berat.

Alexander Ares. Sang Patriark. Ayah kandung Jay.

Di hadapannya, Jay muda (22 tahun) berdiri tegak dengan tas ransel militer lusuh di bahu. Ia menolak memakai setelan jas sutra yang disiapkan pelayan.

"Kau benar-benar akan pergi?" suara Alexander tenang, namun mengandung badai yang siap meledak. "Kau membuang warisan senilai triliunan dolar, kekuasaan untuk mengatur dunia, hanya untuk menjadi... apa? Prajurit rendahan yang merangkak di lumpur?"

"Aku tidak membuangnya, Ayah," jawab Jay tenang. "Aku hanya tidak menginginkannya. Aku muak hidup di menara gading ini, dilayani, disembah, tapi tidak tahu rasanya berjuang."

Alexander berdiri. Ia berjalan mendekati putranya. Matanya menatap tajam, mencari keraguan di mata Jay.

"Darah Ares adalah darah penakluk, Jay. Kakek buyutmu menaklukkan pasar saham. Aku menaklukkan industri energi. Dan kau... kau ingin menjadi anjing penjaga negara?"

"Aku ingin menjadi pedang, Ayah. Bukan raja yang duduk gemuk di singgasana," bantah Jay. "Aku ingin melihat dunia dengan mataku sendiri, bukan dari laporan bawahan. Aku ingin melindungi mereka yang lemah, bukan mengeksploitasi mereka."

Alexander tertawa sinis. "Idealisme bodoh. Kau akan hancur dalam setahun. Dunia nyata itu kejam, Nak."

"Kalau begitu biarkan aku hancur," tantang Jay. "Tapi jika aku bertahan... jangan pernah mencariku. Anggap putramu sudah mati."

Jay meletakkan cincin meterai Naga Emas itu di meja ayahnya.

"Selamat tinggal, Tuan Besar."

Jay berbalik dan berjalan keluar, meninggalkan kekayaan yang bisa membeli sebuah negara, demi mendaftar di pusat rekrutmen militer dengan nama palsu, memulai segalanya dari nol sebagai prajurit infanteri.

Kilas Balik: 3 Tahun Lalu. Taman Kota Langit Biru. Musim Gugur.

Tujuh tahun berlalu sejak ia meninggalkan rumah. Jay telah menjadi legenda "Panglima Zero", namun ia baru saja mengajukan pensiun dini karena kecewa dengan politik kotor militer. Ia hidup menggelandang, menyembunyikan identitasnya, mencari ketenangan.

Di sebuah bangku taman, Jay sedang duduk bermain catur sendirian. Hujan mulai turun rintik-rintik.

Seorang pria tua dengan tongkat jalan duduk di seberangnya, terengah-engah memegangi dadanya. Wajahnya pucat. Itu Edward Severe, pendiri Severe Group, kakek Angeline.

Jay dengan sigap memijat titik akupunktur di tangan kakek itu, meredakan serangan jantung ringan yang dialaminya.

"Terima kasih, Anak Muda," kata Edward setelah napasnya teratur. "Kau punya tangan penyembuh. Tapi matamu... itu mata pembunuh yang sudah tobat."

Jay tersenyum tipis. "Hanya mata orang yang lelah, Kek."

Sejak hari itu, mereka sering bertemu. Bermain catur, bicara soal filosofi hidup. Edward tidak tahu Jay adalah mantan Jenderal, dan Jay tidak peduli Edward adalah konglomerat. Mereka hanyalah dua sahabat beda usia.

Hingga suatu hari, di ranjang rumah sakit, Edward memegang tangan Jay.

"Jay... waktuku tidak banyak," bisik Edward lemah. "Anakku, Demian... dia serakah. Dia akan menjual apa saja demi uang. Dan cucu kesayanganku, Angeline... dia akan menjadi korban ambisi ayahnya."

Edward menatap Jay dengan tatapan memohon.

"Aku tahu kau bukan orang biasa. Aku bisa melihat kekuatan naga yang tidur di dalam dirimu. Maukah kau... melakukan satu hal untuk orang tua ini?"

"Katakan saja, Kek," jawab Jay hormat.

"Menikahlah dengan Angeline. Lindungi dia. Dia tidak butuh suami kaya, dia punya harta warisanku. Dia butuh perisai. Dia butuh seseorang yang tulus, yang tidak silau oleh uang."

"Tapi Kek, aku tidak punya apa-apa. Aku cuma pengangguran," elak Jay.

Edward tersenyum licik. "Justru itu. Dengan menjadi 'suami yang tidak punya apa-apa', kau akan melihat siapa yang benar-benar tulus padamu. Dan saat waktunya tepat... lindungi dia dengan nyawamu."

"Aku berjanji," sumpah Jay.

Seminggu kemudian, Edward meninggal dunia. Dalam wasiatnya, ia memaksa Demian menikahkan Angeline dengan Jay, atau seluruh harta warisan akan disumbangkan ke panti asuhan. Demian yang marah terpaksa setuju, dan dimulailah kisah "Menantu Benalu" itu.

Kembali ke Masa Kini.

Lamunan Jay buyar saat mendengar suara pintu kaca balkon digeser.

Angeline keluar sambil mengucek matanya, mengenakan piyama satin yang kebesaran.

"Kau bangun pagi sekali?" tanya Angeline dengan suara serak.

Jay dengan cepat memasukkan cincin Naga Emas itu ke saku celananya. Ia berbalik, tersenyum hangat senyum suami sederhana, bukan senyum pewaris Ares.

"Aku tidak bisa tidur. Pemandangannya terlalu bagus," jawab Jay.

Angeline berjalan mendekat, memeluk pinggang Jay, menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.

"Jay, semalam aku bermimpi buruk," gumam Angeline. "Aku mimpi dikejar monster, lalu ada ksatria berbaju hitam yang menyelamatkanku. Tapi ksatria itu pergi sebelum aku sempat melihat wajahnya."

Jay mengelus rambut istrinya. "Itu cuma mimpi, Angel. Yang penting sekarang kau aman. Di sini."

"Ya... aman," Angeline mendongak. "Kau tahu, Jay? Dulu aku sempat marah pada Kakek Edward. Kenapa dia menjodohkanku dengan pria yang tidak kukenal. Kenapa bukan dengan anak teman bisnis Ayah."

Jantung Jay berdegup pelan. "Lalu sekarang?"

Angeline tersenyum manis. "Sekarang aku sadar, Kakek Edward adalah orang paling jenius di dunia. Dia memberiku hadiah terbaik yang tidak bisa dibeli dengan uang."

Angeline berjinjit, mengecup pipi Jay.

"Dia memberiku kamu."

Jay tertegun. Kata-kata itu menghujam hatinya lebih dalam daripada peluru kaliber 50.

Di belakang sana, ia meninggalkan warisan Keluarga Ares kekuasaan untuk memerintah dunia. Di sini, ia mendapatkan Angeline wanita yang mencintainya saat ia tidak memiliki apa-apa.

"Terima kasih, Kakek Edward," batin Jay. "Pilihan ini... aku tidak akan pernah menyesalinya."

Namun, kedamaian pagi itu tidak berlangsung lama.

Ponsel Jay di saku bergetar panjang. Bukan pesan dari Leon. Bukan dari Unit Bayangan.

Itu adalah nomor dengan kode area internasional +001 (Private Satellite).

Jay melepaskan pelukan Angeline perlahan.

"Sayang, aku mau buat kopi lagi. Kau mau?" tanya Jay.

"Boleh, satu sendok gula ya," Angeline kembali masuk ke kamar.

Setelah Angeline hilang dari pandangan, Jay mengangkat telepon itu. Wajahnya mengeras seperti batu karang.

"Halo?" sapa Jay dingin.

Suara di seberang sana terdengar tua, berwibawa, dan sangat familiar. Suara yang sudah sepuluh tahun tidak ia dengar.

"Lama tidak bicara, Putraku," suara Alexander Ares terdengar jernih. "Kudengar kau membuat keributan kecil di Kota Langit Biru. Membunuh eksekutif Black Sun? Cukup impresif untuk seorang 'sopir taksi'."

Rahang Jay mengeras. "Dari mana Ayah tahu?"

"Keluarga Ares punya mata di mana-mana, Jay. Dengar, main-mainnya sudah cukup. Keluarga Arkady mulai mengusik bisnis kita di benua Timur. Pulanglah. Pimpin pasukan Ares. Hancurkan mereka."

"Aku sudah keluar, Ayah. Itu bukan urusanku."

"Benarkah?" Alexander terkekeh rendah. "Bagaimana jika kubilang... Keluarga Arkady jugalah yang merancang pembunuhan Kakek Edward tiga tahun lalu? Mereka menyuntikkan racun jantung yang tak terdeteksi agar bisa menguasai aset Severe Group."

Mata Jay melebar. Kematian Kakek Edward... dibunuh?

"Pulanglah, Jay. Atau Keluarga Arkady akan membunuh istrimu, sama seperti mereka membunuh kakek Angeline."

Sambungan terputus.

Jay meremas ponsel di tangannya hingga layar kacanya retak.

1
Hendra Yana
lanjut
Mamat Stone
/Bomb//Bomb/💥
Mamat Stone
tok tik tok 👊💥👊
MyOne
Ⓜ️🔜⏩🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙄👀🙄Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😡😡😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤬🤬🤬🤬Ⓜ️
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
☮️
Mamat Stone
☯️
Mamat Stone
🐲
Mamat Stone
😈
Mamat Stone
/Toasted/
Mamat Stone
/Gosh/
MyOne
Ⓜ️😵😵‍💫😵Ⓜ️
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
💥☮️💥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!