NovelToon NovelToon
Ambillah!

Ambillah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Mafia
Popularitas:40k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Ambil, ambillah dia! Aku ikhlaskan dia untukmu."

Suara seorang wanita terdengar begitu nyaring ketika berada di depan rumah wanita yang menjadi selingkuhan suaminya.

Didepan keluarga besar sang pelakor dia tak gentar meski pun sendirian.

Hancur hati Arundari saat mengetahui bahwa gadis yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri itu tega menjadi duri dalam daging pada biduk rumahtangganya.

Tampilannya yang religius sungguh tidak berjalan lurus dengan perbuatannya.

Tak ingin sakit hati terlalu lama, Arundari memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Heri.

Apakah Arundari bisa kembali merasakan cinta setelah dirinya disakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabur? 20

"Mas gimana ini, Ustadzah Halimah kelihatan kecewa banget. Tadi team nya bilang, beliau udah nyempet-nyempetin dan ngosongin jadwal buat kajian di HTU. Duuuuh."

Di dalam kamar, dua sejoli yang seharusnya bahagia setelah menikah itu malah nampak cemas, risau dan gundah gulana.

Tak hanya Heri yang pusing dengan gagalnya AKAR memakai jasa mereka, Jelita juga nampak bingung dengan apa yang dia hadapi.

Yakni tentang narasumber yang dimintanya untuk mengisi kajian. Dia ingat betul bagaimana saat meminta untuk mengisi. Jelita bahkan bekali-kali datang dan meminta beliau untuk menyelipkan waktu di sela kepadatan jadwal.

Akan tetapi sekarang malah harus dibatalkan. Meski tidak bertatap muka, tapi Jelita jelas bisa merasakan bahwa pihak mereka sangat kecewa.

"Ya mau gimana lagi. Kan AKAR nggak jadi make kita, ya udah lah kita harus gagalin buat minta beliau ngisi. Kalau kita tetep lakuin, siapa yang bakal jadi audience nya?" sahut Heri dengan wajah kesal.

Pria itu menatap Jelita acuh tak acuh lalu membaringkan tubuhnya. Hari ini dunianya seolah menjadi jungkir balik tidak karuan. Dan ia merasa sangat lelah sekali.

"Mas, jangan tidur dulu,"ucap Jelita menarik tangan Heri agar kembali bangkit dari posisi tidurnya.

"Mau apa sih, Jel. Aku capek, aku ngantuk,"sahut Heri sambil mengerutkan keningnya.

Mendengar kata-kata Heri, Jelita menjadi kesal. Ini adalah malam pertama setelah mereka sah menjadi suami istri. Tentu saja dia ingin melakukan apa yang kebanyakan para pasangan lakukan. Tapi agaknya Heri tidak ingin melakukannya.

"Kamu nggak mau itu, Mas?"Jelita memberanikan diri bertanya.

"Haah, aku capek. Pikiranku juga lagi sumpek banget. Besok aja,"jawab Heri cepat.

Jelita terdiam, dia kemudian menuju ke kamar mandi lalu mengganti pakaiannya. Setelah itu, wanita itu merebahkan tubuhnya tepat di sisi Heri.

Heri belum tidur sebenarnya akan tetapi dia hanya diam. Hal tersebut membuat Jelita merasa terusik.

"Mas, apa kita akan tinggal di sini? Kamu bukannya ada rumah lain ya?" kata Jelita tiba-tiba membicarakan tentang tempat tinggal.

Cita-cita dia setelah menikah adalah bisa tinggal di rumah berdua saja dengan suaminya. Dan Jelita berharap Heri bisa membawanya.

"Ada sih, tapi rumah itu aku sewain. Dan habisnya masih dua bulan lagi. Aku nggak mungkin minta mereka pergi sekarang. Jadi mau nggak mau ya kita nunggu sampai dua bulan. Atau kalau kamu mau, kita bisa tinggal di HTU. Di lantai atas kan ada kamar, ada dapur mini juga. Aku sengaja bikin buat tempat istirahat kalau lembur,"jawab Heri.

Jelita terdiam sejenak. Dia tengah berpikir tentang apa yang dikatakan suaminya.

Membandingkan dan menimbang tentang lebih baik tinggal di rumah orangtuanya atau di kantor HTU. Pada akhirnya Jelita memilih untuk tinggal di sini saja sambil menunggu masa sewa orang yang menyewa rumah Heri habis.

"Sini aja lah. Tapi Mas, kamu harus ngomong sama yang nyewa kalau kamu mau pake rumah itu,"ucap Jelita.

"Iya nanti aku bilang. Aku juga butuh rumah itu buat ditempatin,"jawab Heri.

Diam, setelah itu tak ada lagi pembicaraan dari keduanya. Lambat laun Jelita yang awalnya hanya berpura-pura tidur, akhirnya benar-benar tertidur juga. Mungkin rasa lelah begitu menggelayut sehingga tubuhnya dengan otomatis teristirahatkan.

Namun tidak dengan Heri. Dia tidak bisa memejamkan mata barang semenit pun. Bahkan ia juga hanya membolak-balikkan tubuhnya ke kanan dan kekiri karena tidak merasa nyaman.

"Kasurnya terlalu kecil buat berdua,"ucapnya lirih.

Bukan mengada-ada, atau melebih-lebihkan, tapi memang begitu kenyataan.

Sebenarnya itu adalah hal yang wajar. Kamar milik Jelita ini adalah kamar seorang gadis, jadi ukuran ranjang pastinya tidak lah terlalu besar karena hanya ditempati sendiri.

Bukan hanya itu, agaknya Heri juga meras tidak nyaman ada di sana. Alhasil dia bangun dari tidurnya dan tiba-tiba teringat kepada Arundari.

Sebuah ide muncul secara mendadak dari kepala pria tersebut. Ia mengambil jaket, memakainya dan melangkah keluar kamar dengan perlahan. Beruntung di luar tidak ada orang sehingga Heri bisa pergi dengan mudah.

Tak ingin ketahuan, oleh keluarga Jelita bahwa dirinya menyelinap pergi, Heri memili memesan ojek online.

"Sesuai map ya, Mas?"

"Ya, Mas. Tapi nanti setelah dari lokasi tujuan, tolong anterin saya ke tempat lain tapi secara offline aja ya. Nanti saya bayar lebih."

Si pengemudi merasa bingung dengan permintaan Heri. Tapi dia tetap melakukannya sesuai yang diinginkan. Terlebih melihat tampilan Heri bukan tampilan seorang kriminal sehingga pengemudi ojek online tersebut tidak merasa khawatir.

"Sudah sampai, Mas. Saya selesaikan dulu ya pesanannya,"ucap si tukang ojek.

Heri mengangguk. Setelah selesai, Heri lalu meminta tukang ojek itu menjalankan lagi motornya. Dia juga menjelaskan kemana arah sesungguhnya yang hendak dituju.

"Di sini, Mas?" tanya si tukang ojek.

"Bener di sini, makasih ya Mas. Nah ini upahnya. Sekali lagi makasih,"ucap Heri.

Si tukang ojek yang tidak paham apa tujuan Heri tentu tak ambil pusing. Bagi dia yang cuma cari nafkah, urusan penumpang bukan menjadi urusannya. Yang penting adalah dirinya mengantarkan si penumpang sesuai tempat yang dituju.

Sedangkan Heri, setelah membayar ojek, dirinya bergegas masuk ke dalam rumah sebuah rumah yang memiliki gerbang tinggi. Dia yang masih memiliki kunci gerbang tentu tidak kesulitan untuk masuk.

"Siapa kamu!"

Degh!

Heri terkejut bukan main saat ada seseorang yang berbicara tajam ke arahnya. Setahu Heri, rumahnya sama sekali tidak memperkerjakan keamanan.

"Kamu yang siapa? Bisa-bisanya ada di rumah ku,"ucap Heri. Dia tak ingin kalah dengan orang yang tidak dikenal itu. Terlebih dirinya merasa bahwa masih memiliki hak atas rumah itu.

"Saya adalah orang yang diperintahkan untuk menjaga Nyonya Arundari dari siapapun yang mengganggunya. Anda bisa menyebut saya satpam. Terus siapa Anda, mengapa masuk tanpa permisi?" jawab orang itu dengan tatapan mata yang tajam. Tubuhnya yang tinggi dan kekar, dan tentunya tampak kuat, cukup membuat Heri menciut.

Jika seorang satpam, kenapa nggak pake baju satpam?

Itulah kira-kira yang dipikirkan oleh otak Heri. Maka dari itu, Heri berusaha untuk bersikap lebih berani. Dia yakin bahwa orang itu tidak benar-benar keamanan yang disewa Arundari.

"Jangan bohong kamu, jangan suka mengada-ada ya. Arundari tuh paling nggak suka ada orang lain di rumah nya. Jadi nggak mungkin dia memperkejakan satpam,"ucap Heri sok tahu.

"Jika Anda tidak percaya, saya bisa panggilkan Nyonya. Anda bisa mengonfirmasi posisi saya kepada beliau."

Jawaban tegas dari orang yang mengaku satpam itu membuat Heri sedikit percaya. Dan kesempatan bagus juga jika ia bisa bertemu dengan Arundari malam ini.

"Oke, cepet panggilkan dia," tantang Heri.

"Maaf, setelah saya pikir-pikir ini sudah larut malam. Nyonya sudah pasti tengah lelap. Sebaiknya Anda tunggu sampai besok pagi saja. Dan jangan pernah berpikir untuk mengetuk pintu itu. Kalau Anda nekat melakukannya, maka saya tidak segan mengamankan Anda."

APA??!

TBC

1
dewi rofiqoh
Siap-siap nginap di hotel prodeo ya heri jelita
ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Keinginan mu terkabul pelakor selamanya kalian akan bersama bahkan dipenjara pun bersama🤣🤣rasakan
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
huh,g tau malu lah
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
emng 11-12 lah kelakuan pasturi ini
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
emng mental lacur
Dew666
🔥🔥🔥🔥🔥
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
Heri Heri nyesel g km nikahin wanita watados kyk gini
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
typo kk
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ya zina jariyah nmny
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
astagfirullah miris nya g tau malu emng
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ya g rugiin tapi,km tuh g PNY hati
Lee Mbaa Young
lanjutt kan makin seru
Nanin Rahayu
kapok tuhhh
Masha 235: kalo utk Heri sih mungkin ya ..tp kalo jelita sih nggak yakin, palingan tmbah benci ke Arun...
total 1 replies
Jumi Eko
Bagus
cinta semu
suka banget ..sok religi tapi kelakuan kayak mbk Kunti...
cinta semu
penyanyi religi belum tentu paham makna & arti ny...kan jual suara apalagi suara bagus begh...laris manis banyak yg ngelike & subscribe...😁g heran sich dah ada tu pelaku ny ,,viral juga tapi dah lama banget g dengar suara ny....
cinta semu
arundari terlalu lelet ... mereka udah nikah masih aja ,,mager ...
cinta semu
satu team kompak banget ...tapi nama ny dosa pasti ada cela itu terungkap
Esther
Anis yang nyebarin video dan sekarang malah didukung sama Adyaksa.
Ada maksud tersembunyi nih dari Adyaksa😄
Sri Supriatin
vuma up 1 bab yah thor🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!