NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Predator Dingin

Obsesi Sang Predator Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / Mafia / Enemy to Lovers / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: your grace

Alana bukan sekadar penebus hutang judi pamannya; dia adalah obsesi gelap Dante Volkov. Di tangan sang Ice King, Alana harus memilih: menjadi mawar yang indah di dalam penjara emas, atau hancur saat musuh mulai mengincar nyawanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: GAGAL LAGI?

Uap hangat sisa air mandi masih mengepul tipis ketika pintu kayu jati itu terbuka perlahan. Alana melangkah keluar dengan balutan jubah mandi sutra berwarna putih salju yang tampak terlalu besar untuk tubuh mungilnya. Aroma mawar segar yang merebak dari kulitnya seketika memenuhi indra penciuman Dante, seolah-olah seluruh ruangan itu baru saja disulap menjadi taman bunga di tengah malam.

Dante yang sedari tadi duduk di tepi ranjang dengan kegelisahan yang memuncak, langsung berdiri tegak. Matanya yang sebiru es kini tampak menggelap, memancarkan gairah yang sudah tidak bisa ditoleransi lagi oleh akal sehatnya. Tanpa membuang waktu satu detik pun, sang predator melangkah lebar mendekat, tangannya sudah terulur untuk merengkuh pinggang ramping Alana dan menariknya ke dalam pelukan panas. Ia sudah bersiap untuk mêlµmå† kembali bibir manis yang telah menghantui pikirannya seharian ini.

Namun, gerakan Dante terhenti di udara. Dua tangan mungil Alana mendarat di dada bidangnya, menahannya dengan sisa tenaga yang ada.

"T-tuan... a-aku tidak bisa melakukannya," bisik Alana takut-takut, kepalanya tertunduk dalam hingga rambut basahnya menutupi sebagian wajahnya yang memerah.

Suasana romantis yang baru saja terbangun sekejap sirna. Rahang Dante mengeras seketika, otot-otot di wajahnya menegang hingga garis rahangnya tampak tajam seperti mata pisau. Ia merasa dipermainkan. Dengan gerakan kasar, Dante mencengkeram bahu Alana dan mendorongnya mundur hingga punggung gadis itu membentur dinding dingin. Dante mengurung tubuh mungil itu dengan kedua lengan kekarnya, memberikan tekanan yang mencekik melalui postur tubuhnya yang raksasa.

"Apa maksudmu, Gadis Kecil?" desis Dante dengan nada rendah yang sangat berbahaya. "Bukankah kau sudah berjanji tadi? Kau bilang kau mau melakukannya asal kau sudah bersih. Kenapa sekarang kau berubah pikiran, hah?! Jangan mencoba menguji kesabaranku, Alana!"

Alana gemetar hebat di bawah bayang-bayang Dante. Ia menautkan jari-jarinya, meremasnya dengan penuh keraguan dan rasa malu yang luar biasa. "A-aku datang bulan, Tuan..." gumamnya sangat lirih, hampir seperti desisan angin.

Dante mengernyitkan alisnya. Karena posisi Alana yang menunduk dan suaranya yang teredam isak kecil, ucapan itu tidak terdengar jelas di telinga sang mafia. "Apa yang kau ucapkan? Katakan dengan jelas dan lihat mataku!" gertak Dante sembari mengangkat dagu Alana dengan paksa.

Alana menatap mata Dante dengan mata bulat yang berkaca-kaca, pipinya kini semerah mawar yang ia pakai untuk mandi. "Aku datang bulan, Tuan. Dan itu baru saja datang saat aku di dalam tadi," ucapnya dengan satu napas panjang.

Keheningan seketika menyelimuti kamar itu. Dante membeku, ekspresi lapar di wajahnya perlahan berganti menjadi kebingungan yang bercampur dengan rasa tak percaya. Ia terdiam selama beberapa detik, mencoba mencerna informasi biologis yang baru saja ia terima. Namun, kecurigaannya sebagai seorang mafia segera mengambil alih.

"Kau berbohong, bukan?" tuduh Dante dengan mata menyipit tajam. "Ini hanya trikmu agar aku tidak mêñɏêñ†µhmµ. Kau sengaja mengulur waktu!"

"Serius, Tuan... aku tidak berbohong," sahut Alana dengan suara yang hampir menangis karena malu. "Dan... dan sekarang aku sangat memerlukan pembalut. Aku tidak bisa keluar dari kamar mandi tanpa itu jika tidak ingin mengotori sprei Anda."

Dante, yang masih dilingkupi rasa tidak percaya dan gåïråh yang sedang berada di puncak, secara impulsif menyibak jubah mandi sutra yang menutupi bagian bawah tubuh Alana. Gadis itu terpekik kaget dan mencoba menutupi dirinya, namun Dante lebih cepat. Dan di sana, ia melihat bukti nyata. Celana dalam katun putih yang dikenakan Alana memang sudah ternoda oleh warna merah pekat yang segar.

Dante terperangah. Ia langsung melepaskan jubah mandi itu dan mundur satu langkah. Gåïråh yang tadi membakar seluruh tubuhnya kini serasa disiram air es yang membeku. Ia merasa sangat frustrasi—bahkan takdir pun seolah sedang berkonspirasi untuk menjauhkannya dari sang istri.

BRAK!

Dante menghantam tembok di samping kepala Alana dengan kepalan tangannya yang keras hingga menimbulkan suara dentuman yang mengerikan. "§ïål! Kenapa harus sekarang?!" geramnya penuh amarah yang tertuju pada keadaan.

Dante berbalik dengan gusar, menyambar kunci mobilnya di atas meja nakas dan bersiap untuk keluar dari kamar. Alana yang melihat Dante melangkah pergi dengan aura gelap langsung berteriak panik dari tempatnya.

"T-Tuan! Kau mau ke mana? Aku butuh pembalut sekarang! Aku tidak punya persediaan di sini!" teriaknya dengan nada memohon.

Dante berhenti di ambang pintu, tangannya mencengkeram gagang pintu dengan kuat hingga buku-bukunya memutih. Tanpa menoleh, ia menyahut dengan suara yang berat dan ketus. "Akan kubelikan! Tunggulah di sini dan jangan berani-berani keluar!"

BAMM!

Pintu kamar terbanting menutup dengan sangat keras, meninggalkan Alana yang terduduk lemas di lantai marmer, mendesah lega meski jantungnya masih berdebar kencang.

Di luar mansion, suasana mendadak tegang. Puluhan pengawal yang berjaga di halaman terkejut melihat Tuan besar mereka keluar dengan langkah terburu-buru dan wajah yang sanggup membunuh siapa pun hanya dengan tatapan mata. Adam, sang tangan kanan, segera mendekat.

"Tuan, Anda ingin pergi ke markas? Biar saya siapkan pengawalan—"

"Tidak perlu!" potong Dante dingin. "Aku pergi sendiri. Jangan ada satu pun yang mengikutiku!"

Dante masuk ke dalam mobil Lamborghini-nya dan menderu pergi meninggalkan mansion. Meskipun ia memiliki ratusan anak buah yang bisa ia suruh untuk membeli apa pun, Dante merasa ini adalah urusan yang sangat privasi. Ia tidak ingin ada pria lain di organisasinya yang menyentuh atau membelikan kebutuhan pribadi istrinya. Ego posesifnya tidak mengizinkan hal itu terjadi.

Maka, terjadilah pemandangan yang paling aneh dan langka di kota itu. Seorang pria dengan setelan jas mahal, bertato, dan memiliki aura predator yang sangat kental, berdiri kaku di sebuah toko swalayan 24 jam yang sepi. Dante berdiri di depan rak kebutuhan wanita dengan wajah yang lebih tegang daripada saat ia sedang melakukan transaksi senjata gelap.

Matanya yang tajam memindai berbagai macam merk dan jenis pembalut dengan dahi berkerut, tampak seolah-olah ia sedang mencoba memecahkan kode rahasia negara. Penjaga toko yang melihatnya hanya bisa menelan ludah ketakutan, tidak berani menyapa atau menawarkan bantuan karena takut nyawanya melayang jika salah bicara.

Setelah mengambil beberapa pak dengan berbagai ukuran secara acak karena ia tidak tahu mana yang benar, Dante melemparkannya ke kasir dengan gaya seperti melempar tumpukan uang tebusan. Ia segera kembali ke mobilnya, memacu kendaraan itu kembali ke mansion secepat mungkin, hanya demi seorang gadis polos yang sedang menunggunya dengan rasa malu di balik pintu kamar mandi.

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesak nafas
Fitria Syafei
hadeh kejam juga yaa si Dante 🙄 KK cantik semangat 😍😍
Fitria Syafei
yang sabar ya Alana 😔 KK cantik kereen 😍😍
Mia Camelia
sadis😂😂😂😂
Mia Camelia
sweet banget pasangan inii🥰🥰🥰
lanjut thor👍😄
Fitria Syafei
yang sabar ya Alana 😔 KK cantik kereen 😘😘
Rani Saraswaty
knp gk cara instan dg jebakan2 spt yg laim😄😄😄😄
Rani Saraswaty
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak berjamaah🤣🤣🤣
Rani Saraswaty
gpp mbk, kmu sah dinikahi drpd dicoba dl sblm dipake
Rani Saraswaty
sage grèen kn td?
Mia Camelia
dante lapaaar terus🤣🤣🤣
Fitria Syafei
KK cantik terimakasih 😘😘 kereeeen😍
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍😍 terimakasih 😘
Fitria Syafei
resmi sudah Alana menjadi Nyonya Dante 😊 KK cantik kereen 😍😍
Bedjho
Counternya Dante cuman ada satu istrinya sendiri🤧
+39 🔕
JANGAN ADA PELAKOR YA 🦖
+39 🔕
merinding 🖕😭
Mia Camelia
akhir nya dante dapet jatah🤣🤣🤣🤣
ayo thor bikin alana jd bucin dong😄
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍😍 terimakasih 🥰
Mia Camelia
dunia gelap dante😂
lanjut thor yg banyak dong😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!