NovelToon NovelToon
KULTIVATOR 5 ELEMEN

KULTIVATOR 5 ELEMEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Spiritual / Action
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: roni alex saputra

Arkan, seorang pemuda yang dianggap sampah kultivasi, ternyata menyimpan kekuatan terlarang di telapak tangannya. Saat 5 elemen bersatu dengan kehampaan Void, satu galaksi pun harus tunduk. Saksikan perjalanan Arkan

Body Tempering

Qi Gathering

Qi Foundation

Core Formation

Soul Realm 2 pengikut nya

Earth Realm

Sky Realm cici

Nirvana Realm arkan

Dao Initiate

Dao Master Dao arkan& cici

Sovereign

Divine

Universal (Kaisar Drak)

Eternal Ruin (Puncak Arkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roni alex saputra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KULTIVASI DI BALIK KEGELAPAN

Gema langkah kaki para murid Penegak Hukum terdengar berat di lorong bawah tanah yang lembap. Di tengah kepungan itu, Arkan berjalan dengan tenang. Kostum jingganya yang kini kusam oleh debu aula tetap memancarkan wibawa yang aneh. Rantai besi hitam seberat seratus kilogram melilit pergelangan tangan dan kakinya, sebuah belenggu khusus yang konon bisa menyedot seluruh energi dari seorang ahli ranah Pembentukan Pondasi sekalipun.

"Masuk kau, sampah!" Seorang murid penegak hukum mendorong Arkan ke dalam sel yang paling dalam.

BRAKK! Pintu besi berkarat itu tertutup rapat.

Dari balik jeruji, Mahesa muncul dengan seringai menjijikkan. "Nikmatilah sisa hidupmu di sini, Arkan. Besok, saat matahari terbit, Ketua Sekte sendiri yang akan mengeksekusimu di depan semua murid. Tiga kelopak teratai itu... akan menjadi milikku setelah kau mati!"

Arkan tidak menjawab. Ia hanya duduk bersila di tengah kegelapan sel yang pekat. Suara tawa Mahesa perlahan menjauh, digantikan oleh kesunyian yang mencekam. Di tempat ini, cahaya matahari tidak pernah sampai, namun bagi Arkan, kegelapan adalah teman terbaiknya.

"Ketua Sekte yang bodoh... mereka pikir jeruji ini bisa menahan kehampaan?" batin Arkan dingin

Di dalam dantiannya, Black Hole menderu liar, seolah-olah naga kegelapan yang sedang kelaparan. Arkan mengeluarkan tiga kelopak teratai yang tersisa—Tanah, Air, dan Angin—dari ruang batinnya. Tiga cahaya berbeda langsung menerangi sel yang gelap itu: kuning kecokelatan yang berat, biru yang jernih, dan hijau yang liar.

Tanpa ragu sedikit pun, Arkan menarik ketiganya masuk ke dalam pusaran energinya secara bersamaan.

BOOM!

Rasa sakit yang luar biasa menghantam seluruh meridian Arkan. Elemen Tanah mencoba membekukan darahnya menjadi batu, Air mencoba menghanyutkan kesadarannya, dan Angin mencoba menyayat jiwanya dari dalam. Tubuhnya gemetar hebat, keringat dingin bercampur darah mulai menetes dari pori-porinya.

Namun, di ambang rasa sakit itu, bimbingan Dewi Qi Lin bergema di jiwanya. Sebuah penglihatan muncul tentang hakikat alam semesta yang runtuh menuju ketiadaan. Arkan menyadari sesuatu yang sangat dalam: Unsur alam bukanlah sesuatu untuk dikendalikan, melainkan untuk diruntuhkan kembali ke asalnya.

[PENCERAHAN DAO: KERUNTUHAN ABADI!]

Seketika, seluruh sel penjara menjadi sunyi senyap. Waktu seolah berhenti berputar. Arkan tidak lagi memurnikan elemen itu sebagai energi tambahan, melainkan ia mengubah hakikat elemen tersebut menjadi bagian dari Dao Keruntuhan-nya.

CRAAAKKK!

Rantai besi hitam yang membelenggunya mendadak bergetar hebat. Besi padat itu mulai karatan, mengeropos, dan akhirnya hancur menjadi debu halus dalam sekejap. Dinding penjara yang diperkuat segel kuno mulai retak seribu. Aura lima warna meledak dari tubuh Arkan, namun warna hitam pekat dari Black Hole mendominasi semuanya, menelan cahaya di sekelilingnya.

Arkan membuka matanya. Tidak ada lagi pupil biasa, yang ada hanyalah pusaran kegelapan yang siap menelan dunia. Di ranah Pembentukan Pondasi, ia telah mencapai kesempurnaan lima unsur di bawah satu hukum kehampaan yang mutlak

"Hutang darah harus dibayar dengan darah," bisik Arkan. Suaranya bergema dingin, menggetarkan seluruh fondasi penjara bawah tanah. "Ketua Sekte, Mahesa... panggung eksekusi besok tidak akan menjadi tempat matiku, melainkan kuburan bagi kesombongan kalian."

Rasa sakit itu tidak seperti apa pun yang pernah dirasakan Arkan sebelumnya. Gabungan energi Tanah yang masif, Air yang bergejolak, dan Angin yang tajam seolah-olah sedang menggiling organ dalamnya menjadi bubur. Di dalam dantiannya, pusaran Black Hole menderu, mencoba menelan ketiga energi liar itu sekaligus.

"Argh...!" Arkan mengerang, darah segar mulai merembes dari sudut bibirnya, menetes ke atas kostum jingganya yang kini tampak gelap tersiram darah.

Namun, di tengah siksaan fisik itu, kesadaran Arkan justru melesat masuk ke dalam dimensi yang jauh lebih dalam. Lewat bimbingan Dewi Qi Lin, ia melihat visi tentang kehancuran semesta. Ia melihat bagaimana bintang-bintang yang megah akhirnya meredup, runtuh ke dalam dirinya sendiri, dan menjadi kegelapan abadi—sebuah lubang hitam

Di situlah pencerahan itu meledak. Arkan menyadari bahwa kekuatan sejatinya bukan tentang membangun energi, melainkan tentang meruntuhkan segala sesuatu kembali ke titik nol

Seketika, aura di dalam sel penjara yang sempit itu berubah drastis. Tekanan gravitasi meningkat ribuan kali lipat. Udara di sekeliling Arkan mendesis, molekul-molekulnya seolah-olah dipaksa untuk hancur.

KRETEKK... BRAKK!

Rantai besi hitam yang mengikat tangan dan kakinya tidak lagi hanya retak, tapi mulai menguap menjadi debu halus. Segel-segel kuno yang terpahat di dinding penjara, yang konon tidak bisa ditembus oleh ahli ranah Inti Emas sekalipun, mulai memudar dan terbakar habis oleh aura hitam Arkan.

Arkan merasakan sumsum tulang emas gelapnya berdenyut kencang. Setiap tetes darahnya kini membawa hukum Entropy—hukum keruntuhan. Di ranah Pembentukan Pondasi, ia telah mencapai sesuatu yang melampaui logika kultivasi biasa. Lima elemen (Api, Petir, Tanah, Air, Angin) kini tidak lagi saling bertarung, melainkan tunduk di bawah kendali Black Hole

Kalian pikir... kegelapan ini adalah penjara?" suara Arkan bergema, namun bukan suara manusia biasa. Suaranya terdengar seperti perpaduan antara raungan badai dan keheningan makam. "Bagi kekuatan ini, kegelapan adalah takhta.

Arkan membuka matanya. Pupil matanya kini benar-benar menghilang, digantikan oleh dua pusaran hitam yang berputar lambat. Di luar sel, para penjaga penjara mulai berjatuhan, kehilangan kesadaran karena tekanan aura yang bocor dari pintu sel Arkan

Ia berdiri perlahan. Kostum jingganya yang sobek di beberapa bagian justru membuatnya terlihat seperti malaikat maut yang baru bangkit dari neraka. Arkan menatap langit-langit penjara yang terbuat dari lapisan batu granit tebal yang diperkuat sihir

"Ketua Sekte... kau bilang besok matahari akan terbit untuk eksekusiku?" Arkan menyeringai dingin. Tangan kanannya terangkat, dan sebuah bola hitam kecil seukuran kelereng terbentuk di ujung jarinya. "Sayangnya, aku tidak sesabar itu."

Dengan satu sentuhan lembut jari Arkan ke dinding penjara, seluruh struktur batu itu mulai bergetar hebat. Bukan karena ledakan, melainkan karena batu-batu itu mulai kehilangan kepadatannya dan hancur menjadi pasir.

Malam itu, Penjara Bawah Tanah Seribu Tahun yang legendaris bukan lagi tempat yang aman bagi Sekte Awan. Di balik kegelapan yang paling pekat, sang predator telah selesai berevolusi. Arkan siap untuk keluar, dan kali ini, ia tidak akan membawa ampunan, melainkan keruntuhan bagi siapa pun yang berdiri di jalannya.

Lantai granit di bawah kakinya mulai bergetar hebat, bukan karena guncangan fisik, melainkan karena struktur atomnya mulai tercerai-berai oleh aura Dao Keruntuhan. Cahaya obor di lorong penjara mendadak padam, seolah api itu sendiri takut untuk bersinar di hadapan kegelapan Black Hole Arkan. Para penjaga yang berjaga di luar sel hanya bisa mematung, tubuh mereka kaku dan napas mereka tertahan oleh tekanan gravitasi yang tidak masuk akal.

Mereka mendengar suara bisikan dingin yang seolah datang dari dasar jurang terdalam, menyusup ke dalam gendang telinga mereka dan membekukan sirkulasi energi mereka. Arkan melangkah satu tindak maju, dan pintu besi yang berat itu pun luluh lantak menjadi serpihan karat sebelum ia sempat menyentuhnya.

"Katakan pada Ketua Sekte," bisik Arkan sambil menatap salah satu penjaga yang sudah terkencing-kencing di lantai. "Malam ini, kegelapan tidak lagi mengurungku. Malam ini... kegelapan adalah milikku."

Dengan langkah yang tenang namun mematikan, Arkan berjalan menyusuri lorong penjara yang gelap total. Kostum jingganya yang compang-camping justru memancarkan pendaran hitam-emas yang sangat asing. Di atas sana, langit Sekte Awan mulai tertutup awan hitam raksasa, pertanda bahwa sang predator telah keluar dari kandangnya dan siap menelan siapa pun yang sombong di hadapannya...

1
RYUU
keren
«☆ ⃟⃟Ms•° Achaa♡
etdah nama guru gurunyaa
RYUU: kalau aku gass dan trobos aja nanti rame sendiri orang bisa masa iya kita ngak 🤣
total 22 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!