NovelToon NovelToon
Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: uutami

"Kamu mau lamar aku cuma dengan modal motor butut itu?"
Nada suara Dewi tajam, nyaris seperti pisau yang sengaja diasah. Tangannya terlipat di dada, dagunya terangkat, matanya meneliti Yuda dari ujung kepala sampai ujung kaki, seolah sedang menilai barang diskonan di etalase.

"Sorry, ya. Kamu mending sama adikku saja, Ning. Dia lebih cocok sama kamu. Kalian selevel, beda sama aku. Aku kerja kantoran, enggak level sama kamu yang cuma tukang ojek," sambungnya semakin merendahkan.

"Kamu bakal nyesel nolak aku, Wi. oke. Aku melamar Ning."

Yuda tersenyum lebih lembut pada gadis yang tak sempurna itu. Gadis berwajah kalem yang kakinya cacat karena sebuah kecelakaan.

"Ning, ayo nikah sama Mas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25

Setelah pamit kepada Yuda, Anggun mengajak Ning naik ke mobilnya. Mereka melaju menuju arah bukit yang terletak di pinggiran kota, tempat udara jauh lebih segar dan pemandangan hamparan kota bisa terlihat dengan jelas dari atas. Di sudut paling ujung bukit, ada sebuah gazebo kecil yang tertutup dan teduh di bawah pepohonan rindang.

"Sini, kita duduk di sini aja ya, Ning," ucap Anggun sambil membuka pintu mobil untuk membantu Ning turun dengan hati-hati. Setelah mereka duduk nyaman di kursi kayu gazebo, Anggun menoleh ke arah Ning dengan wajah penuh perhatian.

"Kok kamu pulang cepet tadi?"

"Iya, kata Bu Rumi enggak banyak kerjaan. Jadi Ning disuruh pulang."

"Oohh, gitu..." Anggun manggut-manggut. "Ma... Ibu tuh... Bosan di rumah, berasa enggak ada temannya. Makanya mau ke tempat Rumi, eh, malah lihat kamu lagi keluar. Ya udah, sama kamu aja."

Ning hanya tersenyum. "Anak Ibu kerja semua ya?"

Raut wajah Anggun sedikit berubah. "Enggak juga..." wajah itu berubah sedikit sendu. "O iya... Ini... Kakimu... Apa udah permanen? Maksud ibu, apa udah enggak bisa diobati lagi?"

Ning mengangguk perlahan, ekspresinya tetap tenang tanpa rasa tersinggung. "Kami tidak punya uang untuk perawatan yang cukup baik waktu itu, Bu," jelas Ning dengan nada pasrah namun tidak penuh dendam. "Lagi pula, ibu bilang, kaki itu sudah tidak bisa diobati lagi bahkan kalau mau cari dokter."

"Astaga..."

Anggun merasa rasa panas membara di dalam dadanya.

"Jadi, dari pada buang-buang uang buat berobat yang pasti enggak sembuh, lebih baik uangnya buat hal yang lain saja."

"Astaga! Ibumu bilang begitu?" Anggun kaget, ada orang tua yang seperti itu.

Ning hanya tersenyum kecil.

"Tega sekali," gumam Anggun.

"Kalau ayah kamu masih ada kan?" tanyanya lagi.

"Ada."

"Ayahmu enggak nglakuin apa-apa?"

"Ummm, ayah sih, ingin Ning dicek dan dirawat lebih lanjut di rumah sakit, tapi ibu enggak setuju."

"Kenapa ibumu kayak gitu?"

Ning tersenyum lagi, lalu melihat jauh ke arah pemandangan kota di bawah sana. "Sebenarnya, ibu bukan ibu kandungku."

"Astaga..."

"Ayah... Menerima ibu dan Ning waktu. Makanya Ibu Sumi marah. Ning bisa paham."

"Ohh, ya Tuhan... Serumit itu rumah mu. Terus, sebelum kamu nikah sama Yu... Sama suamimu sekarang, kamu... Gimana kesehariannya?"

"Biasa aja, Bu. Masak, nyuci, berberes," jawab Ning santai seolah itu hal yang biasa.

"Oh, ya Tuhan..." Anggun tiba-tiba saja jadi dongkol banget. "Keterlaluan!" gumamnya dengan tangan terkepal.

Ning memang bukanlah anak kandung bu Sumi, tapi dia diperlakukan seperti orang yang tidak berhak mendapatkan apa-apa.

"Kamu ngerjain itu sama ibumu juga kan?"

Ning menggeleng, "Ibu sama Mbak Dewi keluar kamar kalau udah beres semua. Paling Ayah yang kadang bantu Ning."

"Kenapa kamu mau saja melakukan itu sendiri? Kamu punya hak untuk berdiri sendiri!" tegas Anggun.

Ning menghela napas perlahan. "Ayah adalah satu-satunya keluarga yang aku punya sekarang, Bu. Ibuku sudah meninggal saat Ning baru lahir. Ayah yang bawa Ning ke rumah. Ibu... Sampai marah besar. Ning paham perasaan ibu. Karena itu, Ning memilih menebus semua salah di masa lalu." Ia menghentakkan bibir sebentar, seolah tidak ingin melanjutkan pembicaraan tentang ibunya. "Ning merasa ada hutang budi yang harus Ning bayarkan padanya. Ning kan anak dari orang yang membuat dia terluka."

Anggun merasa hati nya terjepit melihat ketenangan Ning yang luar biasa. Ia ingin berkata banyak hal, tapi memilih untuk menjentikkan jari-jari nya perlahan sebelum mengambil tangan Ning yang berada di pangkuan. "Kamu terlalu baik, Ning. Sekarang kamu sudah punya keluarga sendiri dengan suamimu. Ibu akan pastikan kamu tidak perlu lagi merasa seperti itu."

Mereka kemudian beralih membicarakan hal lain.... cerita Anggun tentang masa mudanya yang juga pernah merasakan kesulitan, hingga cerita kecil tentang kota yang kini semakin berkembang. Anggun menunjukkan pemandangan hamparan rumah-rumah dari atas bukit, sambil menceritakan bagaimana tempat ini dulu hanya ladang kosong yang sering dia kunjungi bersama suaminya.

Sementara itu, Yuda sudah kembali ke kantor pusat perusahaan keluarga. Ia memasuki ruang kerjanya dengan langkah cepat, masih mengenakan kaos polos dan jaket hijau yang belum sempat dilepas. Bastian mengikutinya dari belakang.

"Gimana tasi? Masih aman kan?" tanya Bastian saat Yuda mulai membuka berbagai berkas di mejanya.

"Aman, Bas," jawab Yuda dengan suara tegas. Ia menarik kursinya dan duduk, lalu mengambil telepon genggamnya. "Cari tahu dokter dan terapis terbaik untuk masalah tulang dan kaki. Kita harus lakukan sesuatu untuk kaki Ning dulu. Setidaknya, kita tau kaki itu bisa disembuhkan atau tidak."

Bastian mengangguk, "Kurasa bisa. Kejadian itu baru dua tahunan kan? Ning masih muda, jika ditreatmen dengan benar, dapat terapi, dan mungkin juga operasi. Bisa sembuh."

"Tapi ada satu masalah, Ning pasti akan curiga kalau tiba-tiba kamu ajak dia ke dokter mahal, perawatan dan lainnya."

Yuda menghela napas panjang, wajahnya terpaku pada foto Ning yang diam-diam diambil saat Ning tidur. "Betul sekali. Dia pasti akan berpikir darimana aku dapat uang untuk biaya perawatan yang mahal. Tapi, kalau kondisi begini, aku nggak ingin dia merasa terbebani."

Ia berdiri dan berjalan ke arah jendela, melihat gedung-gedung tinggi di luar sana. "Kita harus berpikir cara yang cerdas. Mungkin bisa bilang kalau ada program bantuan kesehatan dari komunitas ojek online? Atau mencari dokter yang bersedia bekerja sama dengan biaya yang bisa kita sesuaikan agar terlihat wajar."

Bastian mencatat setiap kata yang keluar dari mulut Yuda. "Baik, aku akan segera menghubungi semua kontak yang ada. Terus, sampai kapan kalian akan tinggal di kontrakan?"

Yuda menggeleng perlahan. "Entahlah."

"Kamu enggak akan merahasiakan ini selamanya, kan?"

"Enggaklah. Aku akan atur waktu yang tepat."

1
Marina Tarigan
semoga jgn yg nya lina lqqmembenci ningsih Dewi Ranu dan nenek
Marina Tarigan
lanjut yg tetbsik bagi mereka ksrena sdh kedal dipertengahan jln deh
Marina Tarigan
keyemu kuntilanak cantik. hi hi hiii aku cinta kamu zRanu jgn istri juda pantang kualat kamu nanti Ningsih juga ngeri dan jijik melihatmu . bagus pak Deni anakmu tdk normal
Marina Tarigan
rRanu lesong alias gila alias bodoh mencintai istri orang sadarlah tuan kamu tdk laku ya cinta sm idtri orang ningsih taat agama dia bukan jalang tolol kamu mau hancurkan keluargamu sendiri
Marina Tarigan
ranu gila ys dia sakitin yg di tabrak sampai pincang kamu perlu dijebloskan kepenjsra tanpa bertanggung jswab apapun sm korban tabrskanmu otakmu kemana larinya tolol
Marina Tarigan
la jut ceritanya
Marina Tarigan
lanjutkan semoga semua stroke kecuali ningdih
Marina Tarigan
ya elah Ranu sdh iistrimu pun bisa pisah diambil orang ini kamu tabrak dia menferita tdk punya kuasa pincang tdk punya dans berobat dlm segi apapun tdk afa hakmu persoalkan itu juds menjsga dan merswat sampai operadi juga srmbuh total tdk ada sedikitpun jasamu di tubuh ningsinh berpikir jernih lah demi ketenanganmu ningsih bukan barang bisa diofer sesuma hatimu Arun aneh otakmu
Marina Tarigan
salon ning akan berkembang jgn saling merebut harta kalau orang tuamu tdk bijak biarkan saja tinggalkan semua juga ibumu itu yg tdk tegas sejal awsl doa hanya mikirkan Arun bukan rmh tgha mu
Marina Tarigan
bagus tak usah punya saudara begitu ning nukan pacarmu Ranu gomans sekarang ibu zaanggun radakan akibst perbuatsnmu itu anakmu akan saling menghancurkan
Marina Tarigan
biadap kamu Ranu awal kehancuran keluargamu Anggun
Marina Tarigan
salahkan ibumu tdk berterus terang terus maksa ningsih terus bantu therapimu tuan kelusrgamu tdk punya adab ya kalau adst kami ssngst pantang dekat sm ipsr sendiri apalagi sempst pegang apapun ceritanya mknya sussh dekat sama orang tdl punya adsb khusus ibumu dua2 anaknya tetluka korban ningsih jgn mau lagi ningsih biadap mertuamu itu
Marina Tarigan
pindsh saja Ning sm suamimu ke Salon kalian Ranu tdk tahu ning idtri juda ibu Anggun cari masallah
Marina Tarigan
keluarga kaya raya tapi punya ibu biadap jgn2 anakmu berdua saling membunuh aru tahu rasa dan ning kembali pd ridho karena merema saling mencintai dulu
Marina Tarigan
mama anggun tfk benar seorang ibu wataknya menyakiti anak sendiri Ranu belum tahu Ning istri juda fan dulupun ning bukan pacar Ranu dia merasa bersalah karena menabrkaknya dia mencari diA tdk ning istri adiknya juda apa ibu mau menghilir ning ke anak ibu berdua ning bukan barang ibu apa mau ning punya dua suami atau ibu
Marina Tarigan
ning kan bukan pacar Ranu Ning istrimu biadap sia2 kamu pintar dan masa sangsi sm Ranu dan ning bukan barang tak ada masallah apapun ningsih idyrimu atau kamu mau sm zDewi cerita aneh
Marina Tarigan
ning kan sdj fisayang sangat dinikahi juda dan ning sdh dioperasi hingga mormal kembali pikiran keluarga ini kok picik kali
Marina Tarigan
kepoĺosanmu ning bisa bawa petala pd
Marina Tarigan
ĺanjut harta malapetaka
Marina Tarigan
rayunan pulau kelapa sangat indah semoga tdk memalukan afau peluk saja langsu g juda. itu Dewi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!