NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Rania Wiratama seorang gadis yang dipaksa menikahi pembully-nya di Masa lalu atas keinginan terakhir Eyang Kartika, Rania bekerja sebagai Photography dan penjual foto lewat website.
Arga Prananda seorang pria yang bekerja di anjungan laut lepas, nampak menyesali perbuatannya pada Rania. Rasa bersalah selama bertahun-tahun mengubahnya menjadi obsesi sekaligus cinta. Rania yang sudah memendam rasa benci dan trauma tak mampu menatap apalagi bersama Arga. Tapi Arga selaku suami dan Imam bagi Rania berjanji untuk membimbing dan menuntun istrinya ke jalan agama, sekaligus mencintai Rania. Bagaimana akhir pernikahan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Pagi hari menyapa dapur dengan cahaya yang lembut, Rania belum sempat mencuci piring.

Karena sang suami masih memeluknya dari belakang, Arga dengan erat melingkarkan kedua tangannya di belakang sang istri.

Dirinya menghirup sepuasnya aroma rambut istrinya, aloevera----Aroma yang di dambakan Arga selama ini.

Pelukan hangat dari sang suami, seolah seperti cahaya matahari yang masuk melalui jendela dapur yang memantulkan cahaya yang masuk.

Rania masih setia berdiri di dapur, kedua tangan Arga masih melingkar di pinggang Rania.

Perlahan tangan Arga menjangkau gelas yang Rania pegang dan menaruhnya di meja dapur, lalu membalikan tubuh istrinya secara lembut.

Rania nampak terkejut kecil, lalu tersentak saat wajahnya berdekatan dengan wajah Arga.

Malah sangat dekat, Arga mau mencium Rania tapi di urungkan oleh Arga karena bunyi suara perutnya.

"Perut kamu bunyi tuh," ujar Rania.

"Ayo temenin aku sarapan," ajak Arga lembut.

Lalu tangannya melingkar di pinggang Rania dan keduanya berjalan menuju meja makan.

Arga menarik kursi untuk istrinya dan menggesernya agar istrinya bisa duduk dengan nyaman.

"Silahkan, untuk istriku yang cantik!" ujar Arga Rania akhirnya duduk di kursi, yang di sediakan oleh suaminya.

Rania hanya tersenyum tipis, dirinya amat bahagia dengan kepintaran-----Dan Arga duduk di seberangnya menatap Rania.

Tangan Rania meraih centong nasi untuk mengambilkan nasi, yang utama di ambilkan adalah Arga.

Lalu Rania mengambil nasi untuknya, saat Rania mau meraih sendok untuk mengambilkan sayur capcay untuk suaminya----Arga malah menghentikannya.

"Biar aku yang ambil lauknya," kata Arga menghentikan Rania.

Rania tersenyum dan hanya menganggukkan kepalanya.

"Iya mas," jawab Rania.

Arga Akhirnya mengambil lauknya sendiri, saat dimakan---ternyata masakan istrinya sangat enak.

"Masakan kamu enak," puji Arga makan dengan lahapnya.

Rania hanya tersenyum tanpa mau membalas pujian itu, dan hanya menyuruh Arga makan yang banyak.

"Yaudah nanti pulang mau aku masakin apa?" tanya Rania pada sang suami yang sedang makan.

"Terserah kamu aja," ucap Arga sambil mengunyah makanan yang ada di piringnya.

Rania mengunyah makanannya, lalu ingin menanyakan apa saja soal selera Arga.

"Kamu suka Cumi atau udang?" tanya Rania menanyakan hal demikian pada sang suami.

"Aku 'kan kerja di anjungan laut, cumi ama udang mah tiap hari aku makan," jawab Arga dengan lahap memakan masakan Rania.

Rania yang tak mau menyerah terus menanyakan suaminya, "yaudah kamu suka nasi bakar nggak?" tanya Rania.

Arga yang baru pertama kali mendengar itu langsung tersedak.

"Uhuk...uhuk."

"Pelan-pelan Mas, ini minum dulu." Rania menuangkan air agar suaminya bisa minum.

"Nasi bakar?" tanya Arga heran.

"Iya nasi bakar kaya lontong gitu, cuman nanti dalamnya aku kasih ayam suwir kemangi," jelas Rania.

Arga yang keheranan karena memang tak pernah makan apalagi mendengar makanan itu, Rania hanya memutar bola matanya jengah.

"Kamu ama aku, kulineran mulu," ucap Rania yang menyuapkan nasi dan sayur capcay ke mulutnya.

Rania bicara dan Arga hanya mengunyah menatap istrinya.

"Mas, jangan jadi katak dalam tempurung," tegur Rania.

Arga hanya menghela napas, ternyata pemahaman istilah dalam bahasa indonesia lebih tinggi dan pintar istrinya.

Mereka berdua sarapan pagi, hanya pasangan pengantin baru tanpa seorang anak diantara mereka.

Wajar saja Rania belum di sentuh, jadi mereka belum sempat memiliki seorang anak.

Arga mengenakan seragamnya berwarna biru dan topi keselamatan, juga membawa tas yang berisi baju ganti dan peralatannya.

Rania mengantar sang suami keluar rumah, dan tak lupa Rania mencium tangan suaminya saat mau berangkat kerja.

"Hati-hati Mas," ucap Rania.

"Iya kamu jaga rumah, ingat kalo mau kemana-mana chat aku," peringat Arga pada istrinya.

Rania hanya mengiyakan selayaknya istri yang patuh, Arga segera menaiki mobil yang ada di garasi.

Lalu setelah mobil itu berlalu Rania, mau masuk rumah.

Tiba-tiba.

Ada pesan masuk lewat Whatsaap.

"Hah pesan Whatsaap," ujar Rania.

Rania mengecek isi pesannya, dan itu adalah grup WhatsApp alumni waktu SMA.

"Siapa yang masukin nomerku kesini," pikir Rania.

Hal yang membuatnya kaget bukan Arga---melainkan Bonar.

"Bonar??" pikir Rania dengan heran mengernyitkan keningnya.

Rania berjalan sambil memainkan ponselnya menuju ruang tamu melihat siapa saja yang ada di grup WhatsApp itu, dan disana lengkap juga ada penindasnya di masa lalu.

Hati Rania berdegup tak karuan, entah mengapa hatinya mengatakan ini semua tak baik.

Rania melihat lagi secara seksama, ternyata ada---Karin Pricisila disana.

"Ya allah kenapa hati aku merasa nggak enak," ucap Rania memegang dadanya.

Tak lama ada dua chat masuk, satu dari grup alumni dan satu dari Bonar.

"Bonar ngapain di chat gua?" tanya Rania.

Rania membalas pesan dari Bonar, lalu mereka berbicara ringan.

"Ran, ketemuan yuk?" ajak Bonar.

Melihat tulisan teks itu, Rania langsung menolaknya dengan halus.

"Maaf gua nggak bisa, gua lagi sibuk banget," ujar Rania.

"Sibuk ngapain?" tanya Bonar dengan rasa ingin tahu.

"Apaan sih ini orang nanya-nanya begini? Udah tahu gua udah bersuami!" gerutu Rania melihat bagaimana Bonar secara tak tahu malu mengiriminya pesan.

"Bonar sorry nih, gua nggak bisa chat lu."

"Gua udah bersuami, sorry yaa."

Rania menulis pesan pada Bonar, seolah menolaknya dengan halus.

"Yaelah 'kan kagak tahu tuh suami lu disana selingkuh atau kagak."

Duarr.

Pesan yang di kirimkan Bonar membuat Rania 'syok' bagaimana mungkin bisa Bonar secara tak pantas mengirim pesan seperti ini.

Rania yang jengkel, hanya mengirimkannya pesan dengan tulisan menusuk.

"Eh Bonar! Asal lu tahu ya?! Mau gimana pun ini rumah tangga gua!"

"Lu kenapa berani sih, ngomong begini ama gua. Fitnah suami gua!" marah Rania.

Jujur saja bagaimana pun perlakuan Arga padanya dulu, dan Bonar----tentu saja Rania lebih berpihak kepada Arga.

Karena kehormatan suami adalah kehormatan istri juga.

"Lu lebih baik urus pasien lu, jangan urus rumah tangga orang!" tulis Rania.

"Gimana sih Pak Dokter! Masa demennya ama bini orang!" lanjut tulisan Rania dengan nada menusuk.

Rania langsung memblokir Bonar Salim, karena sikapnya yang menunjukan jika mau memancing perselingkuhan.

*

*

*

1
Dias Larasss
kok lama bgt Thor up nya, kangen rania😌
Putri Sabina: maaf ya kemarin lagi renov rumah🤭 ttp komen ya kak biar author update sehari satu bab, janji dehh🙏
total 1 replies
DewiKar72501823
kak putri cerita mu bagus sekali..the best 👍🏻🥰
Putri Sabina: makasih kakak udah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!