NovelToon NovelToon
Akhir Dari Penghianatan

Akhir Dari Penghianatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Keluarga / Wanita perkasa
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Penikmat_lara

Setelah dikhianati oleh orang orang terdekatnya, Indira pun berusaha untuk keluar dari zona yang membuatnya tertekan, namun orang orang itu sama sekali tidak membiarkan Indira untuk bebas. Dengan rasa trauma yang dia alami, ia di hantui kata kata menyakitkan yang selama ini ia dengar, lantas bagaimana caranya agar bisa keluar dari zona tersebut? apakah dia akan menemukan cinta sejati yang selama ini ia nantikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penikmat_lara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lelah bercampur

Yanti pun marah besar kepada Riri, dahulunya Riri adalah anak yang paling dirinya sayangi dan yang selalu ia libatkan dalam hal apapun, sementara Indira tidak. Namun saat ini, bahkan sikap Riri pun sudah sangat menyakiti Indira, bahkan sudah diatas kepala Yanti, sehingga Yanti terluka sangat dalam karena sikapnya itu.

Karena Yanti yang tidak terima apabila Anaknya bersikap seperti itu, sehingga disana kembali ricuh lagi dan bahkan lebih besar lagi daripada sebelumnya. Begitu banyak maaf yang telah Yanti lakukan untuk Riri, namun Riri terus mengulangi hal yang sama berulang ulang kali dan bahkan jauh lebih besar daripada hal hal sebelumnya.

Pada akhirnya Indira dan Yanti pun diusir dari tempat itu oleh keluarga dari Ayah Indira, mereka menganggap bahwa Indira adalah sumber dari segala masalah yang terjadi disana. Yanti yang tidak terima akan hal itu pun langsung mengajak Indira untuk pergi dari tempat itu, Yanti tidak mau jika Indira terus terusan terluka disana.

Melihat kepergian dari Yanti dan Indira, hal itu langsung membuat Riri tertawa dengan senangnya karena bisa menguasai rumah tersebut tanpa harus berebutan dengan Indira. Padahal sebelumnya rumah itu adalah bagian dari Indira, namun karena Indira sudah tidak mau lagi tinggal disana maka Indira tidak mau merebut rumah itu lagi.

Indira yakin bahwa Allah sama sekali tidak tidur, mungkin ini adalah sekenario Allah untuk kehidupan Indira. Riri merasa sangat puas dengan kepergian dari Indira, yang memang sudah sejak lama Riri sangat tidak menyukai Indira, sehingga selama ini dirinya hanya berpura pura baik kepada Indira, dan terus memusuhi Indira tanpa sepengetahuan dari Indira sendiri.

Indira sudah terbiasa dalam posisi seperti itu, sehingga dirinya sama sekali tidak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Riri. Indira beserta Ibunya langsung pergi dari sana, Yanti sendiri pun langsung menemui beberapa pemuda desa yang ada disana untuk meminta bantuan kepada mereka, untuk membantunya pindahan dengan membawa barang barang milik Indira pergi.

Indira tidak mau ada satu barang miliknya yang tertinggal ditempat itu, Indira ingin membawa semuanya yang telah ia bali tanpa ada yang tersisa disana. Dan begitu banyak pemuda disana yang mau membantunya, bahkan mereka pun langsung mencarikan mobil pickup yang bisa digunakan untuk pindahan saat itu juga.

Semua pemuda yang ada disana langsung membantu Yanti tanpa syarat, dan langsung memasukkan barang barang milik Indira keatas mobil pickup yang telah mereka cari. Melihat para pemuda yang antusias untuk membantunya, hal itu membuat Yanti merasa senang dan setelahnya ia pun memberi uang kepada mereka beberapa lembar uang seratus ribuan.

Mereka begitu merasa senang karena diberi uang oleh Yanti, bahkan nominal itu sangatlah besar bagi mereka, Yanti memberi mereka bukan cuma karena mereka telah membantunya, namun Yanti memberi mereka karena mereka ada disaat dirinya sangat membutuhkan. Sehingga baginya nominal segitu sudah sangat cukup untuk diberikan kepada mereka, dan mereka pun juga merasa senang karena bisa membantu Yanti.

******

Setelah kejadian Indira yang diusir dari rumah tempat dia tinggal, kini dirinya tinggal bersama dengan Nenek dari Ibunya yang dimana rumahnya agak jauh dari tempat dia tinggal sebelumnya. Di pagi hari itu Indira baru terbangun dari tidurnya yang nyenyak karena suara berisik dari dapur, terdengar bahwa Neneknya tengah memasak saat ini.

"Jam berapa ini? Masih jam 4 pagi," Guman Indira sambil melihat jam di ponsel miliknya.

Jam segini dirinya sudah bangun dari tidurnya, ia masuk kerja tepat pukul 6 pagi sehingga ia biasanya berangkat di jam setengah 6 agar ia tidak terlambat masuk kerja. Tempat kerjanya itu berada disebelah desa kelahirannya, sehingga ia akan lebih sering lewat jalan yang menuju kearah desa kelahirannya.

Indira selalu bangun tepat pukul setengah 5 pagi, setelahnya dirinya langsung siap siap untuk membersihkan tubuh dan sarapan sebagai tambahan tenaga untuk bekerja setiap harinya. Rasanya dirinya masih mengantuk saat ini bahkan ia merasa sangat malas untuk pergi bekerja, kalau dirinya tidak pergi lantas siapa yang akan menolongnya ketika susah.

Ketika susah hanya dirinya sendiri yang terus berusaha untuk bisa menolong dirinya sendiri, ia tidak pernah sekalipun meminta bantuan kepada siapapun atas masalah yang kerap kali ia hadapi. Daripada menanggung rasa kecewa karena berharap dibantu oleh orang lain, lebih baik baginya untuk berusaha sendiri dan ia harus menerima apapun hasil usahanya itu.

Sedari kecil dirinya tidak pernah merepotkan siapapun, tidak pernah menceritakan beban yang ia pikul, dan bahkan merasa begitu sangat berhutang budi apabila dibantu oleh orang lain. Perkataan perkataan dari orang terdekatnya yang selalu mengatakan bahwa dirinya hanyalah beban lah yang membuatnya harus berusaha dengan sendirinya, lelah? Iya dia sangat lelah tapi tidak mau merepotkan siapapun.

Setiap manusia memiliki masalahnya sendiri sendiri, masalahnya saja tidak bisa dihadapinya sandiri lantas bagaimana bisa ia berbagi masalahnya kepada orang lain yang dimana orang lain juga memiliki masalah masalahnya sendiri. Lelah, setiap dia melakukan kesalahan sekecil apapun itu ia selalu dimarahi, sehingga ia tidak pernah menceritakan beban apa yang manjadi pemberat dalam pikirannya.

Jika takdir bisa diputar kembali mungkin dirinya tidak akan mau untuk dilahirkan, dia selalu menyalahkan diri yang sendiri karana hanya bisa menjadi beban orang orang terdekatnya saja. Rasanya ia ingin sekali mengakhiri hidupnya agar orang orang terdekatnya tidak lagi terbebani oleh mereka, tapi dihatinya selalu teringat bahwa bunuh diri adalah hal yang paling dibenci oleh Allah.

"Udah bangun? Buruan makan, semuanya sudah matang kok," Ucap Nek Ginah, Ibu dari Ibu kandung Indira, karena semenjak diusir dari rumah ia tinggal bersama dengan Neneknya.

"Udah, aku mau ke kamar mandi dulu, Nek. Nanti saja makannya kalo mau berangkat," Jawab Indira.

"Baiklah."

Indira lalu melihat kearah ponselnya, ia mendapati bahwa ada seseorang yang mengiriminya begitu banyak pesan. Karena Indira yang kerap kali merasa kesepian, sehingga dirinya merasa sedikit tenang karena memiliki teman untuk sekedar diajak mengobrol sebentar. Teman laki laki yang pernah menjadi teman satu sekolah dengannya waktu SMP dahulu, dan teman lelakinya itu terus berusaha untuk bisa mendekatinya.

Ponselnya terus berdering karena pesan yang begitu banyak masuk kedalam ponsel miliknya itu, hal itu sedikit membuatnya terganggu tapi ia mengabaikannya karena dirinya sendiri juga menginginkan seorang teman.

"Siapa telpon?" Tanya Neneknya yang mendengar ponsel Indira terus berbunyi.

"Ini, temenku kok, Nek." Jawab Indira.

"Temenmu yang di Jakarta itu?"

Sebelumnya Indira pernah memberitahukan kepada Ibunya mengenai lelaki yang tengah mendekatinya itu, lelaki itu tengah merantau di Jakarta sana saat ini, dan bahkan Indira juga memberitahukan kepada Ibunya bahwa lelaki itu berusaha untuk mendekatinya. Karena seringnya telponan dan vidio call membuat mereka meyakini bahwa itu adalah pacar Indira.

"Jangan sama orang itu, nggak baik."

"Ini loh temenku waktu SMP, Nek. Nggak baik gimana?"

"Dia bukan orang baik, siapa tau dia sudah berumah tangga sudah punya anak sama istri. Mending cari yang lain,"

"Kenapa Nenek bilang gitu, dia loh temen SMP ku dulu,"

"Mesti, kalo diberitahu sukanya ngeyel terus."

Merasa sebal karena ucapan Indira sebelumnya itu, hal itu langsung membuat Neneknya pergi meninggalkan dirinya begitu saja. Neneknya memang suka berkata seperti merendahkan orang lain dan bahkan apapun yang dilakukan oleh orang lain selalu salah dimatanya, entah bagaimana lagi dirinya harus terus bertahan dirumah itu karena rumah itu satu satunya tempat dimana dirinya bisa tinggal.

Neneknya sangat tidak menyukai hubungan antara Indira dengan Wisma teman SMP nya dulu, entah kenapa Neneknya sangat membencinya dan rasanya tidak menyetujui hubungan antara keduanya. Apalagi Wisma suka sekali mengatur orang tanpa mau diatur oleh orang lain, suka memaksa seseorang tanpa mau dipaksa, dan bahkan sifatnya yang keras kepala membuatnya tidak mau dikalahkan oleh siapapun.

******

Hari ini begitu banyak pekerjaan yang dilakukan oleh Indira di pabrik, sehingga membuatnya sangat kelelahan dan ingin segera istirahat dirumah untuk memulihkan kembali tenaganya yang telah hilang. Sedari pagi hingga jam 4 sore dirinya tidak berhenti bergerak sama sekali, gaji pabriknya yang borongan membuatnya harus bekerja lebih keras lagi agar bisa mencapai target.

Sesampainya dirumah ia ingin langsung istirahat tapi Neneknya terus berteriak teriak menyuruhnya untuk langsung mandi dan makan, sehingga dirinya sama sekali tidak mempedulikan ponselnya yang terus berdering dan justru ia langsung senyap kan tanpa melihat siapa yang menelponnya.

Indira sudah menebaknya bahwa itu adalah telpon dari Wisma yang berada di Jakarta sana, dan ia merasa sangat lelah jika harus mengobrol dengan lelaki itu meskipun kadang kala lelaki itu membuatnya tertawa. Rasanya sangat lelah ditambah lagi pundaknya yang merasa seperti disandari oleh beban yang sangat berat, setelah selesai mandi dan makan sore dirinya langsung masuk kedalam kamarnya.

Indira tidak pernah keluar kemana mana, setelah selesai makan sore hari biasanya dirinya langsung masuk kedalam kamar hingga pagi menjelang dan melakukan aktifitas seperti biasanya. Meskipun ia sudah tinggal disana selama sebulan lebih pun tidak ada yang mengetahuinya, karena dirinya yang jarang berinteraksi dengan siapapun termasuk tetangga samping rumah Neneknya itu.

"Halo," Ucap Indira setelah menerima telpon dari Wisma.

"Kamu kemana saja sih? Dari tadi dihubungi nggak bisa, aku kangen nih," Ucap Wisma dari seberang sana.

"Aku capek, baru selesai semuanya. Kenapa?"

"Padahal aku mau bicara sama kamu, kapan lagi ada waktu untuk mengobrol selain jam segini, kalo pagi sampai sore kamu saja kerja. Terus kapan ada waktunya?"

"Nggak tau, aku capek pengen istirahat."

"Jangan jangan kamu ada yang lain ya? Dari tadi dihubungi nggak bisa bisa,"

"Terserah dirimu,"

Indira yang sudah terbiasa sendirian sejak dulu merasa terganggu dengan adanya Wisma dalam hidupnya, kenapa? Karena hal apapun yang disukainya selalu dilarang oleh Wisma padahal orang tuanya sama sekali tidak melarangnya. Orang tuanya yang selama ini membiayai hidup dan pendidikan saja tidak pernah mengatur seperti itu, sementara dia yang tidak ada apa apanya saja berani mengaturnya.

"Udah jam 9 nih, aku mau tidur dulu," Ucap Indira yang sudah sangat mengantuk dan lelah apabila harus menemani lelaki itu mengobrol.

Lelaki itu sama sekali tidak mau mendengarkan keluhan dari Indira, justru ia memarahi Indira dan menuduh bahwa Indira memang sengaja mau membuat masalah dengannya. Indira benar benar kesal dan ingin segera istirahat, karena besok paginya dirinya juga harus pergi kerja lagi seperti biasanya.

"Jangan tidur dulu lah, seharian aku nungguin kamu bales pesanku, kita hanya bisa ngobrolnya ketika malam doang seperti ini masak kamu tega ninggalin aku juga. Terus kapan kita ngobrolnya," Ucap Wisma.

"Aku capek! Pengen istirahat, terus aku harus begadang gitu? Iya enak dirimu bisa bangun siang meskipun malamnya begadang, sedangkan aku? Aku nggak bisa bangun siang, kalo libur pun nggak bisa, bisa bisa Nenekku marah. Aku capek!"

"Aku hanya ada waktu kalo malam doang, gimana caraku bisa menghubungimu kalo begitu. Aku sudah serius sama dirimu, aku sempet sempetin ngasih kabar buat kamu, tapi apa ini balasan darimu?"

"Egois ya dirimu, emang kamu pikir aku juga santai santai begitu? Aku juga kerja, capek, pengen segera istirahat. Lah dirimu malah ngajak begadang, aku tiap hari menguap ditempat kerja kamu tau nggak? Aku capek, pengen istirahat, ya kali dirimu berangkat kerja jam 10 pagi masih ada waktu untuk istirahat, sedangkan aku berangkat jam 5 pagi mana ada istirahat."

Seketika itu juga Wisma langsung diam membisu mendengar ucapan dari Indira, baru kali ini Indira memarahinya seperti ini dan tidak seperti biasanya Indira terus harus berjaga tiap malam hanya sekedar menemani vidio call dari Wisma. Kadang kala ada lelahnya untuk terus begadang, selama itu juga Indira tidak pernah tidur dengan tepat waktu.

Biasanya Indira tidur jam 12 malam hingga setengah satu malam, dan bangun jam 3 pagi untuk melakukan aktivitas sebelum berangkat kerja. Tiap harinya ia hanya tidur 3 sampai 4 jam saja ia hanya ingin bisa tidur dengan nyenyaknya tanpa harus diganggu dan ketika ingin tidur tidak ada yang mencegahnya untuk tidur.

1
JELINA,S.PD.K JELINA,S.PD.K
Ndak seru ceritanya ga bisa dilanjutkan
Riskejully: Nggak mau baca juga nggak papa kak, ini cerita hanya untuk mengenang kisahku dan seseorang yang aku cintai saja. terima kasih sudah baca sampai sini🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
what 3 bln tp gk tau rumah RT nya. lah berarti waktu mau tinggal gk laporan dulu dong.
kayak nya orang desa lbih Pinter mau tinggal di suatu tempat ya laporan dulu, ibarat kata permisi. trus salam perkenalan ke tetangga.
kcuali rumah kaum elit lah biasa gk akn kenal dng tetangga. kl komplek hrse ya laporan dulu kan.
Riskejully: bukan komplek ya, awalnya dia tinggal sama budenya disatu tempat dan para tetangganya sudah tau, tapi budenya tiba tiba pindah ditempat lain namun masih tetanggaan + indira jarang bersosialisasi dengan siapapun. pulang kerja langsung masuk rumah di kunci rapat
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!