NovelToon NovelToon
Gigolo Terakhir

Gigolo Terakhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Romantis / Komedi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: @120

Kehidupan yang berat membuat seseorang memilih jalan yang salah untuk bertahan hidup,kehidupan naoya berubah setelah bertemu beberapa orang yang dia anggap sebagai keluarganya sampai pada akhirnya keputusannya membuatnya menyesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @120, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Kegelisahan datang tiba-tiba.

"aku merasa tidak enak,,apa terjadi sesuatu..??kenapa terasa gelisah sekali..??

Tsuki berlari dari parkiran ke dalam bar,dalam sepintas tsuki berpikir kalau satoru kabur setelah kesepakatannya tadi malam,jika itu terjadi akan membawa masalah untuknya nantinya.

"gedubrug...gedubrug....gedubrug...

Tsuki berlari dari depan bar yang tidak terkunci dan lari sepanjang lorong.

"hahahaha.....

"benar kan...

"iya...iya....begitu rupanya....,,

"hahaha......

"jembleng....!!!!

Setelah berlari sepanjang perjalanan tsuki terkejut melihat satoru bersama naoya sedang tertawa terbahak-bahak,

"sedang apa kau disini...??!!!!

Tatapan tsuki tertuju pada naoya yang tanpa kabar sudah berada didalam kamarnya dengan tatapan kesal.

"kan...baru saja selesai bicara,lihat wajahnya...satoru-san...."

Naoya dengan sengaja mengejek tsuki yang selalu terlihat marah-marah

"pfftttt....kau benar...wajahnya seperti kuda..!!!

"hahahaha......

"sialan...kakian berdua...!!! Keluar dari kamarku...!!!!"teriak tsuki dengan wajah yang kelelahan karena berlarian.

"maaf tsuki...aku juga kesepian dirumah..,,kadi aku tidak mau pulang.

Naoya duduk disebelah satoru sengan santai sambil melihat ke arah tsuki yang masih kesal.

"sebenarnya apa yang kau kesali tsuki..??

"oh...dia tadi menulis dikertas katanya pergi kerumah ceweknya,mungkin mereka bertengkar..,,,huhuhu...."ejek satoru.

Tsuki berjalan ke arah kasur dan merebahkan tubuhnya disana sambil menatap langit-langit.

"melihat naoya aku jadi teringat,hodie ku tertinggal dirumah runa."gumam tsuki.

"kau akan mulai bekerja nanti malam satoru-san sebaiknya kau persiapkan dirimu..,"

Tsuki duduk ditepi kasur dengan wajah lelah dan menghela nafas beberapa kali seperti ada sebuah pikiran yang terus berputar dikepalanya.

"ada apa tsuki..??apa ada masalah..??

Naoya yang menyadari tsuki terlihat stress mencoba untuk mencari tahu.

"haaahh.....,,aku tidak tau apa yang dipikirkan manager, aku harus melatih satoru-san sedangkan disini runa sendirian,bagaimana menurutmu...?

Naoya berjalan menghampiri tsuki dan duduk disebelah tsuki diatas kasur sambil memegang pundak tsuki.

"kau tenang saja...,,aku akan menjaganya..."

Tsuki menatap wajah naoya yang membuat ekspresi serius dan meyakinkan tsuki namun baginya itu bukan sebuah kesungguhan biasa.

"kau pasti akan membulinya kan...???

"hehehe...."

"kurang ajar...!!!

tsuki memukul mukul naoya pada perutnya dengan tinjunya dan sedikit mendorongnya sampai terguling diatas kasur.

"haha...lepaskan aku...,,tolong selamatkan aku..." teriak naoya dengan kencang.

satoru melihat pemandangan yang tidak biasa dikandang macan selama dia menjadi mata-mata selama beberapa tahun ini dan menjadi semakin yakin kalau satoru akan mengikuti perkataan murayama.

Satoru berjalan kearah tsuki dan naoya yang sedang bergulat diatas kasur sambil bergurau.

"kau tidak perlu khawatir tsukisima...,,aku sudah terbiasa keluar masuk bar untuk investigasi jadi aku tau cara membuat minuman."

"investigasi...?? Apa kau seorang polisi..??

naoya memasang wajah bodohnya dan terkejut mendengar pengakuan satoru.

"bug...!!!

Tsuki menendang perut naoya yang merangkaki tsuki diatas kasur.

"adududu...."

"memangnya dari tadi kau tertawa dengannya kau tidak tau dia siapa..??"ucap tsuki dengan mata melotot pada tsuki.

"tidak....dia bilang saudara jauhmu,dan aku menceritakan semua tentang mu padanya.."

"saudara dari hongkong...!!!aku kan yatim piatu..!!!

"habisnya dia terlalu meyakinkan dan pandai bicara..."

"pffttt....."

Satoru berdiri menatap tsuki dan naoya yang kebingungan sambil menahan tawa karena telah membodohi naoya.

"sialan....,,

Tsuki mengambil bantal dan melemparkannya pada satoru dan naoya.

"buk...!!!

"beraninya kau..??

Satoru mengambil bantal yang terjatuh dan meleparnya pada tsuki,begitu juga naoya yang melepar pada satoru yang telah membodohinya.

Mereka melakukan itu berulang- ulang seperti anak kecil yang meluangkan waktu liburnya untuk bermain.

Sampai pada akhirnya naoya memutuskan un tuk pulang kerumah mengingat waktu sudah semakin sore.

"sampai jumpa tsuki,satoru-san...."

"oh....,,

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Setelah malam tiba,sebelum membuka bar,murayama mem brifing para karyawan terlebih dahulu,setelah itu murayama pergi ke cabang bersama satoru.

"crit...crit...crit...

Suara gelas tergesek oleh kain menandakan sudah sangat mengkilap dan siap digunakan.

Tsuki memperhatikan runa yang semakin mahir dalam pekerjaannya,

"prang....!!!!

gelas tidak sengaja melompat dari tangan runa dan pecah.

"kau baik-naik saja runa..??jangan diambil,biar aku saja..."

"oh....maaf mas tsuki."

"ada yang aneh,rasanya tidak enak sekali,apa aku sakit..?"gumam runa

Tsuki yang datang alat kebersihan dan membawa sebuah handuk tidak luput memandang runa.

"apa kau sakit..??

runa menoleh pada tsuki yang berbicara padanya.

"tidak ,aku baik-baik saja mas tsuki.,,maafkan aku, biar aku saja...."

Runa menjongkok untuk membersihkan pecahan gelas yang berserakan.

"hei tsuki...apa kau melihat kak yuka..??

"tidak...sepertinya dia belum datang..."

"tumben sekali,padahal dia akan tampil sebentar lagi lo,

Mata naoya mencari-cari keberadaan yuka yang belum terlihat dan tidak sengaja bertatapan dengan runa yang tiba-tiba bangkit dari kolong meja dan sama-sama bertatapan mata.

"sial....padahal aku sudah menghindarinya sejak saat itu,aku tidak tau kalau dia ada disini,aku pikir dia sedang ditempat lain," gumam naoya.

Runa memalingkan pandangannya sesaat bertatapan mata dengan naoya,dan berjalan ke arah pintu belakang untuk membuang pecahan gelas yang sudah terbungkus handuk.

Sesaat sebelum masuk runa melihat sebuah kota berbungkus kertas kado dengan pita yang cukup besar disebelah kiri pintu,karena penasaran runa melihat dari dekat dan bertuliskan Untuk Murayama,

"dari siapa..??apa manager memiliki wanita lain selain bibi..??

"aku tidak berhak mencampuri urusan pribadi mereka,sebaiknya aku bawa keruang manager saja."

runa mengambil kotak tersebut dan sesekali mengguncangnya.

"berat..,,tapi dia bergoyang didalam,apa ya isinya..??

runa penasaran dengan isi kotak itu setelah mengguncangnya dan berjalan kedalam bar lagi dengan santai sampai bertemu tsuki didepan ruangannya.

"mas tsuki kau mau kemana..??

Tsuki yang masuk kedalam ruangannya diikuti oleh runa yang penasaran dengan tingkahnya yang terlihat terburu-buru.

"aku akan pergi sebentar...,,

Tsuki melepaskan celemek dan mencari hodie yang sering dia pakai.

"kau mencari apa mas tsuki,biar aku bantu...,,

Runa meletakan kotak itu diatas meja dalam ruangan tsuki dan mendekati tsuki yang sedang berada didepan lemari nya.

"apa yang kau bawa...??

"oh...itu untuk manager, ya ampun mas tsuki kau meninggalkan hodie mu dirumah tadi siang, apa kau mencari itu..??

"benar....,,aku lupa..,,

Tsuki memakai kemeja dan memakai topi untuk menutupi wajahnya dan berjalan keluar bar lewat pintu belakang,runa yang merasa khawatir terus saja mengikuti tsuki sampai keluar.

"sebenarnya apa yang terjadi mas tsuki..?kemana kau akan pergi ??

"aku hanya disuruh manager untuk memastikan yuka saja,kau tidak perlu khawatir runa.

Terlihat jelas dari tatapan runa yang begitu khawatir pada tsuki,meskipun runa tidak menanyakannya langsung,tapi runa sedikit mengerti dunia yang sedang dia injak itu tidak selalu baik seperti yang sedang dia lihat saat ini.

Gambaran seorang pria yang bergelut didunia malam pasti tidak lekang oleh hal-hal negatif,meskipun begitu,sikap tsuki yang tulus pada runa membuatnya sedikit luluh.

Runa menatap kearah tsuki yang berjalan meninggalkannya di dalam gang sampai tidak terlihat lagi dari pandangan runa.,

Dengan langkah berat,runa memasuki bar kembali dengan selalu memikirkan tentang tsuki.

"ehem....,,

Naoya yang melihat runa berjalan dilorong dengan tatapan kosong membuatnya penasaran dan bertanya tentang tsuki.

"hei...kau tidak dengar...!!?

Runa menoleh dengan wajah sinisnya pada naoya.

"dia masih marah padaku..??"gumam naoya.

"dimana tsuki..??dia tidak ada didepan..?"

runa mengabaikan naoya dan berjalan kedepan kembali tanpa menjawabnya.

"sialan ...,,seram juga gadis itu kalau marah, rasanya seperti mau memakan orang saja..!!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"kau sudah mengurusnya.?

"ah...,,"

"baguslah,,lebih baik kita cepat tinggalkan tempat ini,sebelum ada orang yang mencurigai..,

Dua orang pria mengenakan hodie berada didepan pintu rumah yuka dengan tergesa-gesa mereka pergi dari tempat itu,sedangkan tsuki berada disisi lain bersembunyi sambil mendengar percakapan mereka.

"ada yang tidak beres" gumam tsuki.

Tsuki berjalan kearah pintu dengan mengendap-endap sambil membaca situasi,disebuah apartemen yang terlihat sepi dengan penerangan yang kurang membuat suasana semakin mencekam, tsuki mencoba membuka pintu dengan menggunakan sarung tangan yang sudah dia siapkan.

"ceklek....

"ceklek...ceklek...

"pintunya terkunci,berarti pria tadi memiliki kunci rumah yuka,apa yang mereka lakukan pada yuka..??

Tsuki merasa tidak enak hati dan segera meninggalkan tempat itu dengan terburu-buru.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!