"Jika dunia membuangmu, ingatlah ada satu orang yang akan menghancurkan dunia demi menjemputmu kembali."
Bagi Kyrania Ruella, masa kecil di desa Sukamaju adalah satu-satunya memori indah yang tersisa. Di sana ada Herjuno Allegra, bocah dekil pembawa ketapel yang selalu melindunginya dari nyamuk hingga anak-anak nakal. Namun, takdir memisahkan mereka secara paksa saat Kyra diseret kembali ke kota oleh ayahnya yang serakah. Hidup Kyra bak di neraka. Menjadi istri dari Nathan Sagara, pria kaya yang patriarki dan pelit, Kyra diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Ia terjebak dalam pernikahan hampa, bahkan nyaris dijual oleh suaminya sendiri demi menutupi hutang keluarga.
Di saat Kyra nyaris menyerah pada hidupnya, Juno kembali. Namun, ia bukan lagi bocah desa pembawa ketapel. Ia kini adalah Herjuno Allegra, pewaris tunggal kerajaan bisnis raksasa yang dingin, berkuasa, dan sangat protektif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadiah di Atas Bara Dendam
Setelah insiden di pameran seni, Juno tidak membiarkan suasana hati Kyra memburuk. Pagi ini, ia membawa Kyra ke sebuah bangunan bergaya kontemporer yang baru saja selesai dipugar di pusat kota Jakarta. Bangunan itu tampak sangat estetik dengan pilar-pilar putih dan kaca besar yang memantulkan langit.
"Kita mau apa ke sini, Jun? Ini kan bangunan galeri baru yang sangat eksklusif itu?" tanya Kyra saat mereka berdiri di lobi yang masih sepi.
Juno merogoh saku jasnya, mengeluarkan sebuah amplop beludru berwarna merah marun. Ia menyerahkannya pada Kyra dengan senyum yang sangat tulus.
"Bukalah. Ini kado kecil untuk Nyonya Allegra yang tidak pernah menyerah pada mimpinya," ucap Juno lembut.
Kyra membuka amplop itu dengan tangan gemetar. Di dalamnya terdapat sertifikat kepemilikan bangunan dan izin operasional galeri. Namanya tertulis dengan jelas sebagai pemilik tunggal: Kyrania Ruella Allegra.
"Jun... ini keterlaluan. Bangunan ini nilainya triliunan," bisik Kyra, matanya berkaca-kaca.
"Nilainya tidak sebanding dengan satu tetes air matamu, Ra. Di sini, kamu adalah ratunya. Kamu bisa memamerkan lukisanmu, membantu seniman muda yang kurang beruntung, atau sekadar duduk melukis pemandangan kota. Ini adalah rumah keduamu," Juno mengecup telapak tangan Kyra.
Kyra langsung menghambur ke pelukan Juno. Ia merasa hidupnya kini benar-benar telah diangkat dari debu menuju tahta. "Terima kasih, Jun. Kamu selalu memberikan apa yang bahkan tidak berani aku impikan."
Namun, kemesraan mereka di tengah lobi galeri yang megah itu tidak benar-benar privat. Di lantai mezanin, berdiri seorang pria bernama Aditya, sahabat karib Nathan yang selama ini juga membenci Kyra karena dianggap sebagai penghambat bisnis mereka dulu.
Aditya sedang memegang ponselnya, merekam momen saat Juno menyerahkan sertifikat itu pada Kyra. Matanya berkilat penuh kebencian.
"Lihat ini, Nathan. Istrimu... tidak, mantan istrimu, sekarang dimanjakan habis-habisan oleh Allegra. Dia bahkan punya galeri sendiri sekarang," gumam Aditya sambil mengetik pesan pada sebuah nomor rahasia.
Tepat saat ia hendak menekan tombol kirim, sebuah notifikasi berita mendadak muncul di layar ponselnya:
"BREAKING NEWS: Narapidana Kasus Penipuan Internasional, Nathan Sagara, Dilaporkan Melarikan Diri dari Rumah Sakit Penjara di Singapura Saat Menjalani Perawatan."
Aditya menyeringai lebar. "Bagus. Waktunya tepat sekali."
Ia segera mengirimkan foto kemesraan Juno dan Kyra beserta lokasi galeri itu kepada Nathan.
Aditya: "Nathan, buronan Singapura. Dia ada di sini, terlihat sangat bahagia menghabiskan uang musuhmu. Aku akan terus memantau untukmu."
Di Sebuah Kapal Kargo di Perairan Internasional.
Nathan Sagara duduk di sudut gelap kapal dengan wajah yang jauh lebih kurus dan tatapan mata yang sudah tidak lagi waras. Ia telah menyuap sipir dan menyamar sebagai petugas medis untuk bisa keluar dari Singapura melalui jalur laut yang ilegal.
Ponsel murah di tangannya berdenting. Ia melihat foto Kyra yang tersenyum sangat lebar dalam pelukan Juno. Kemarahan yang luar biasa membakar dadanya hingga napasnya tersengal.
"Kyra... kamu tertawa di atas penderitaanku?" desis Nathan dengan suara parau yang menakutkan. "Kamu pikir Allegra bisa melindungimu selamanya? Aku sudah tidak punya apa-apa lagi, jadi aku tidak takut mati untuk menyeretmu ke liang lahat bersamaku."
Nathan mengeluarkan sebuah pisau kecil yang ia dapatkan dari dapur kapal, lalu menggoreskan nama 'KYRA' di dinding besi kapal yang berkarat. Obsesinya kini bukan lagi uang, melainkan kehancuran Kyra.
Kembali ke Galeri, Jakarta.
Juno yang sedang tertawa tiba-tiba merasa bulu kuduknya meremang. Ia menarik Kyra lebih dekat, melingkarkan lengannya di bahu wanita itu dengan sangat protektif.
"Ada apa, Jun?" tanya Kyra menyadari perubahan ekspresi suaminya.
"Tidak ada apa-apa, Ra. Hanya saja... jangan pernah pergi kemanapun tanpa Bram mulai hari ini, oke? Janji padaku?" Juno menatap mata Kyra dengan sangat serius.
"Iya, Jun. Aku janji."
Juno mencium kening Kyra dengan perasaan was-was. Ia telah mendengar desas-desus tentang pelarian Nathan, dan ia bersumpah, jika pria itu berani menginjakkan kaki di Jakarta, Juno tidak akan memberinya kesempatan kedua untuk melihat matahari esok hari.
😍😍😍
didunia nyata ada gak sihh cowok kayak juno 🤭🤭🤭
kasihan kyra udah terlalu banyak menderita apalagi lg hamil skrng 🥹🙏
cintanya ugal-ugalan bet daahh....
baguslah.... buang eek ayam dapet berlian nih si Kyra.. /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
daripada sama cowok pelit/Bye-Bye/