NovelToon NovelToon
Papan Takdir

Papan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Penyelamat / Action / Sistem
Popularitas:419
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

Yin Chen menemukan papan catur ajaib di hutan bambu—setiap gerakannya mempengaruhi dunia nyata. Saat kekuatan gelap mengancam keseimbangan alam, dia bertemu Lan Wei dari kelompok Pencari Kebenaran dan mengetahui bahwa pemain lawan adalah saudara kembarnya yang hilang, Yin Yang. Bersama mereka harus menyatukan kekuatan untuk mengakhiri permainan kuno yang bisa menyelamatkan atau menghancurkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: PERJALANAN MENJAUHARI KEMARIN DAN MASA DEPAN

Setelah meninggalkan desa Qinghe, Yin Chen, Yin Yang, dan Lan Wei melanjutkan perjalanan ke wilayah yang lebih luas di luar hutan bambu Mengyou. Mereka telah mengumpulkan lebih banyak teman sepanjang jalan—baik dari kalangan penduduk desa yang pernah mereka bantu, makhluk-makhluk ajaib yang hidup di alam, maupun anggota baru dari kelompok Pencari Kebenaran yang datang setelah mendengar kabar tentang kerja sama kedua saudara kembar tersebut.

Perjalanan kali ini membawa mereka melalui dataran tinggi yang jarang ditempati manusia, dengan hamparan rerumputan tinggi dan sungai-sungai kecil yang mengalir jernih dari pegunungan. Mereka berhenti di tepi sebuah danau besar yang dikenal dengan nama *Danau Jingming*—danau yang tenang dengan air yang jernih seperti kristal, mampu mencerminkan bentuk langit dan awan yang ada di atasnya dengan sangat jelas.

“Ini adalah tempat yang sempurna untuk merenungkan apa yang telah kita alami,” ucap Yin Chen sambil duduk di tepian danau yang penuh dengan batu kecil dan rerumputan rendah. “Danau ini seperti cermin yang bisa menunjukkan kita tentang apa yang sebenarnya ada di dalam diri kita—baik sisi baik maupun buruk yang kita miliki.”

Yin Yang juga duduk di sebelahnya, melihat permukaan air yang tenang dengan mata yang penuh dengan pemahaman baru. “Kita telah melalui banyak hal bersama dalam waktu yang singkat,” jawabnya dengan suara yang lembut. “Dari pertemuan pertama yang penuh dengan ketegangan hingga saat kita bekerja sama untuk mengalahkan kekuatan gelap yang ingin menguasai permainan ini. Sekarang saya mengerti bahwa kerja sama memang jauh lebih kuat daripada kekuatan kita yang terpisah.”

Lan Wei datang menghampiri mereka dengan membawa makanan dan air yang telah dia siapkan. “Mari kita beristirahat sebentar di sini,” katanya dengan senyum hangat. “Kita telah berjalan jauh dan perlu mengisi energi kembali sebelum melanjutkan perjalanan.”

Mereka makan dengan sederhana namun penuh rasa syukur. Selama makan, mereka berbicara tentang rencana mereka selanjutnya—mereka akan mengunjungi lebih banyak desa dan wilayah yang terkena dampak oleh Permainan Cermin, memberikan bantuan dan pengetahuan yang mereka miliki. Mereka juga berencana untuk membangun pusat pembelajaran baru yang akan menjadi tempat untuk menyimpan pengetahuan kuno dan mengajarkan generasi muda tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam semesta.

“Kita akan membangunnya di dekat kuil Tianlong,” kata Yin Chen dengan suara yang penuh keyakinan. “Tempat tersebut sudah terbukti mampu menyimpan pengetahuan selama berabad-abad, jadi itu adalah lokasi yang sempurna untuk pusat pembelajaran kita.”

Yin Yang mengangguk dengan senyum. “Saya setuju,” jawabnya. “Kuil tersebut sudah menjadi saksi dari banyak peristiwa penting dalam sejarah manusia. Sekarang ia akan menjadi saksi dari awal masa baru yang lebih baik bagi kita semua.”

Setelah selesai makan, mereka berdiri bersama-sama di tepi danau. Matahari mulai bergeser ke arah barat, memberikan warna keemasan pada langit yang mulai gelap. Kalung yang dikenakan kedua saudara kembar mulai bersinar dengan cahaya kebiruan yang lembut, seolah-olah sedang memberikan dukungan dan perlindungan bagi mereka yang akan terus menjaga keseimbangan dunia.

“Kita akan terus berjalan bersama dalam setiap langkah yang kita ambil,” kata Yin Chen sambil melihat ke arah langit yang sudah mulai dipenuhi oleh bintang-bintang yang bersinar terang. “Baik untuk masa lalu yang telah kita lalui, sekarang yang kita jalani, dan masa depan yang akan kita bentuk bersama-sama.”

Yin Yang mengangguk dengan penuh rasa hormat. “Ya, saudara,” jawabnya dengan suara yang jelas dan penuh dengan harapan. “Kita akan selalu bersama—seperti yang seharusnya terjadi sejak awal.”

Lan Wei berdiri di belakang mereka, melihat kedua saudara kembar yang kini benar-benar bersatu dalam tujuan yang sama. Dia tahu bahwa perjalanan yang panjang masih menunggu mereka, namun kini mereka memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari sebelumnya—kekuatan yang datang dari kerja sama dan pemahaman yang sesungguhnya.

Saat mereka berjalan menjauh dari danau Jingming, langit sudah benar-benar gelap dengan banyak bintang yang bersinar seperti permata di atas kanopi alam semesta. Suara angin yang bertiup lembut membawa dengan diri nyanyian kuno yang menyertai mereka dalam perjalanan, sementara cahaya dari papan catur ajaib masih terlihat bersinar jauh di belakang mereka—sebuah pengingat akan tugas yang mereka emban dan harapan yang harus mereka jaga untuk masa depan yang lebih baik.

Mereka tahu bahwa masih banyak hal yang harus dilakukan, banyak rintangan yang harus diatasi, dan banyak kebenaran yang masih harus ditemukan. Namun kini mereka tahu bahwa mereka tidak akan pernah sendirian lagi—karena mereka memiliki satu sama lain, serta dukungan dari semua makhluk hidup dan kekuatan alam yang selalu ada untuk membimbing mereka menuju jalan yang benar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!