NovelToon NovelToon
Setelah Status, Kita Kehilangan

Setelah Status, Kita Kehilangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Romansa
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Zafira Amara, belajar bahwa cinta tidak selalu berakhir dengan indah. Ditinggal Anggara tanpa kabar setelah janji melamar, ia membangun benteng tinggi di hatinya.

Hingga akhirnya datang Aditya Pranata, pengagum rahasia yang mengisi kekosongan itu. Dari teman, menjadi hubungan tanpa status, hingga akhirnya resmi berpacaran.

Namun ironi terjadi, saat status sudah jelas, mereka justru kehilangan esensi. Trauma masa lalu Zafira bertabrakan dengan ketakutan komitmen Aditya.

Di tengah hiruk pikuk Yogyakarta, mereka belajar bahwa tidak semua yang dicintai bisa bertahan. Tidak semua janji bisa ditepati. Dan terkadang, melepaskan adalah bentuk cinta paling tulus meski itu menyakitkan. Sebuah kisah tentang kehilangan, trauma, dan keberanian untuk move on.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa Lalu Aditya

"Bro, lo ke mana sih? Gue udah dikill musuh, gara-gara lo nggak nge-cover!"

Suara teriakan Dimas, lewat voice chat membuat Aditya sadar, kalau dia sudah bengong dari tadi. Karakternya di layar ponsel mati duluan, tembakan musuh mengenai kepala sampai langsung down.

"Ah anjir, sorry bro. Gue lagi nggak fokus."

"Nggak fokus mulu lo dari tadi. Emang kenapa sih? Biasanya juga lo yang paling semangat main."

Aditya melempar ponselnya ke atas kasur, ia merebahan tubuhnya sambil menatap langit langit kamar apartemennya yang kecil. Sudah jam sebelas malam, tapi Aditya belum ngantuk sama sekali. Pikirannya entah Kemana, kadang memikirkan Zafira, kadang juka memikirkan Jessica, masa lalu yang belum bener-bener dia tinggalkan.

"Dit, lo masih di sana kan?" suara Dimas terdengar lagi dari balik voice chat.

"Iya, gue masih di sini kok."

"Mau lanjut nggak? Apa lo mau curhat dulu? Kayaknya lo lagi banyak pikiran deh, karena nggak bisanya lo main game kayak gini."

Aditya diam sebentar. Sebenernya dia emang butuh teman ngobrol. Aditya ingin mengeluarkan semua yang ia pendam dari beberapa minggu terakhir.

"Udah deh, Bro. Gue off aja dulu, lo lanjut main sana."

"Serius? Yakin nggak mau lanjut lagi?"

"Serius, besok aja lagi."

Aditya keluar dari permainan, lalu mematikan voice chat. Tapi beberapa detik kemudian, ponselnya berbunyi, sebuah panggilan masuk dari Dimas.

Dengan suara yang lemas, Aditya menjawab panggilan dari Dimas.

...📞...

"Hallo?"

^^^"Gue tau lo sedang nggak baik-baik aja, Dit. Lo mau ketemu sekarang? Atau gue yanh datang kerumah, Lo?"^^^

"Sekarang? Yakali, sekarang sudah malam, Bro."

^^^"Emang kenapa? Gue juga belum tidur. Tunggu ya, gue kesana sekarang."^^^

Sebelum Aditya sempet menolak, Dimas sudah menutup panggilan itu secara sepihak. Aditya cuma bisa menghela nafas panjang, ia bangkit dari kasur, lalu membereskan kamar yang sedikit berantakan.

***

Dua puluh menit kemudian, Dimas sudah duduk di sofa apartemen Aditya sambil membuka bungkus gorengan, yang dia beli di warung dekat situ.

"Nih makan dulu, biar enak ngobrolnya," kata Dimas sambil menyodorkan gorengan.

Aditya mengambil satu tahu isi, lalu mengigitnya pelan, tapi rasanya hambar di lidah. Pikirannya masih kemana-mana.

"Jadi, mau cerita apa? Soal cewek lagi kan, pasti?" tebak Dimas sambil tersenyum kecil.

"Lo tau aja sih."

"Ya iyalah, gue kenal lo dari SMA, Bro. Kalau lo sudah nggak fokus main game, pasti urusannya sama cewek. Dulu juga gitu pas masalah sama Jessica."

Saat nama Jessica disebut, seketika membuat dada Aditya terasa sesak. Ia mengeluarkan nafas panjang sambil bersandar ke sofa.

"Gue suka sama cewek lain, Bro."

"Oh?" Dimas mengangkat alis. "Siapa? Apa yang lo ceritain kemarin itu, Zafira?"

"Iya, cewek itu adalah dia."

"Terus kenapa? Bagus dong kalau lo sudah suka sama orang lain. Itu berarti lo sudah move on dari Jessica."

Aditya mengelengkan kepalanya pelan. "Nggak segampang itu, Bro. Gue belum sepenuhnya move on dari Jessica."

Dimas berhenti mengunyah, lalu melihat Aditya serius. "Serius lo? Jadi selama ini lo belum busa move on dari, Jessica?"

"Serius. Bahkan gue masih menyimpen foto-foto dia di galeri ponsel gue. Kadang, sesekali gue masih stalking Instagram dia. Masih memikirin dia, terutama tengah malam."

"Anjir, Dit," Dimas menghela nafas panjang. "Udah enam bulan lo putus sama dia. Masih saja belum bisa move on?"

"Gue tau gue tolol. Tapi gimana caranya buat bisa melepaskan orang, yang sudah lima tahun bareng sama lo? Lima tahun bro. Dari SMA sampe kuliah. Dari nggak punya apa-apa sampai kerja. Dia sudah kayak bagian dari hidup gue."

Keheningan sebentar, cuma suara motor lewat di luar yang mengisi ruangan itu.

"Terus kenapa lo putus sama dia? Gue lupa lo pernah cerita detailnya," tanya Dimas pelan.

Aditya menutup mata, mengingat kembali pada enam bulan yang lalu. Ketika momen terakhir dia bersama Jessica.

***

...Enam Bulan yang Lalu...

...Jessica membujuk Aditya untuk bertemu di kafe langganan mereka. Waktu itu Aditya tau, ada yang nggak beres. Jessica jarang banget ngajak bertemu tanpa alasan yang jelas....

...Ketika mereka duduk berhadapan, Jessica langsung bicara to the point....

..."Dit, kita kan sudah pacaran selama lima tahun."...

..."Iya, memangnya kenapa?"...

..."Kamu pernah memikirkan masa depan kita nggak sih?"...

...Jantung Aditya langsung berdetak nggak karuan. Masa depan, nikah, komitmen yang serius. Semua kata-kata itu membuat Aditya merasa panik....

..."Maksud kamu? Kenapa kamu bicara seperti itu?"...

..."Aku pengen tau aja, kamu serius apa nggak sama aku? Atau kita cuma pacaran doang sampai kita tua?"...

..."Jessica."...

..."Aku nggak menuntut kamu buat menikahi aku sekarang, Dit. Tapi aku butuh kepastian, aku perlu tau, hubungan kita ini mau dibawa kemana. Soalnya aku nggak bisa terus-terusan kayak gini."...

...Aditya diam, ia nggak tau harus menjawab apa. Di kepalanya, pikiran tentang menikah, tentang tanggung jawab, tentang jadi suami dan imam yang baik, semuanya membuat dadanya terasa sesak....

..."Kalo soal ini, aku belum siap untuk menikah Jess."...

..."Belum siap, sampai kapan? Satu tahun lagi? Dua tahun? Atau kamu emang nggak akan pernah siap?"...

..."Bukan begitu, Jess. Cuma aku masih muda. Masih pengen fokus degan karir aku dulu, masih..."...

..."Masih apa, Dit? Masih pengen jalan-jalan sama temen-temen kami? Dan nggak mau punya tanggung jawab, karena takut menganggu kesenangan kamu?"...

..."Jangan bicara seperti itu dong, Jess."...

..."Terus hari bicara gimana? Aku sudah menunggu lima tahun, Dit. Lima tahun! Dan kamu bilang belum siap? Kapan kamu akan siap dengan semuanya?"...

...Pertengkaran itu berakhir dengan Jessica yang menangis, dan Aditya hanya duduk diam. Ia nggak bisa bicara apa-apa lagi. ...

...Satu minggu kemudian, setelah pertengkaran itu, Jessica mengambil keputusan untuk memutuskan hubungan dengan Aditya....

..."Aku capek menunggu orang yang nggak punya komitmen yang jelas. Maaf Dit, aku nggak bersama kamu lagi."...

...Dan Aditya cuma bisa melepaskannya. Karena ia tau, ia nggak bisa memberikan apa yang Jessica mau....

***

"Jadi lo putus gara-gara lo takut dan belum siap untuk komitmen?" tanya Dimas setelah mendengarkan cerita Aditya.

"Iya. Gue takut, Bro. Takut banget, soalnya gue melihat orang tua gue dulu. Mereka nikah, tapi berakhir berantakan. Mereka cerai dengan cara yang menyakitkan banget. Ayah gue selingkuh, ibu gue depresi, dan gue sama adek gue yang jadi korbannya."

Dimas terdiam, ia tau cerita tentang keluarga Aditya, kondisi keluarganya memang nggak bagus, tapi nggak segitunya.

"Dan gue takut, Bro. Gue takut kalau gue seperti ayah gue sendir. Takut kalau gue menikah, tapi nggak bisa jadi suami yang baik, gue takut akhirnya gue malah menyakiti pasangan gue. Sama seperti ayah menyakiti ibu gue."

"Dit, " Dimas mengelus bahu Aditya. "Lo bukan ayah lo. Lo orang yang berbeda."

"Tapi gimana kalau nggak? Gimana kalau sifatnya nurun ke gue?"

"Nggak ada sifat buat jadi orang brengsek, Dit. Itu hanya pilihan, dan lu harus bisa memilih untuk jadi orang yang berbeda."

Aditya menutup wajahnya menggunakan kedua tangan, nafasnya terasa berat.

"Gue nyesel bro, gue nyesel banget karena udah melepaskan Jessica begitu saja. Dia cewek yang baik, sabar, pengertian, dan sudah kenal keluarga gue. Tapi gue terlalu takut sampai akhirnya dia beneran pergi dari hidup gue."

"Terus sekarang lo mau gimana? Apa lo masih ingin kembali pada, Jessica?"

Aditya diam sebentar. "Nggak tau, Bro. Di satu sisi gue kangen sama Jessica, tapi di sisi lain, gue sudah kenal dengan, Zafira."

"Zafira, yang lo bilang berbeda itu?"

"Iya, dia berbeda dengan Jessica. Zafira lebih tenang, dan nggak menuntut apa-apa. Tapi dia selalu ada, dan gue sudah merasa nyaman sama dia."

"Tapi lo bilang, lo belum bisa move on dari Jessica. Terus, gimana bisa lo suka dan nyaman sama Zafira?"

Pertanyaan yang terasa menancap. Aditya sendiri bingung, apa dia bener-bener suka sama Zafira? Atau cuma mencari pelarian, dari luka yang belum sembuh?

"Gue nggak tau, Bro. Gue juga bingung, makanya gue belum bilang sama dia, kalau gue suka. Takutnya gue cuma mencari pelarian doang. Dan itu nggak fair buat, Zafira."

"Kenapa lo nggak bilang langsung aja, Bro?" tanya Dimas. "Bilang aja lo suka sama dia, terus liat nanti gimana."

"Nggak bisa semudah itu Zafira itu, dia lagi punya masalah sendiri. Gue liat dari storynya, kayaknya dia baru putus atau ditinggalkan sama pacarnya. Gue nggak mau menambah beban dia."

"Atau, lo cuma takut kalo Zafira menolak perasaan lo?"

Aditya hanya terdiam.

"Dit, dengerin gue. Lo nggak bisa hidup dalam ketakutan terus. Takut kayak ayah lo, takut menyakiti orang, takut komitmen, atau takut ditolak. Kapan lo bakal berhenti untuk takut dengan semua ini?"

"Gue nggak tau, Bro."

Dimas menghela nafas panjang. "Gue cuma mau mengingatkan satu hal. Jangan pernah menyakiti Zafira, seperti lo menyakiti hati Jessica."

Kalimat itu seperti sebuah tamparan untuk Aditya.

"Kalau lo belum sepenuhnya move on dari Jessica, jangan pernah lo mencoba untuk mendekati Zafira. Nggak fair buat dia, tapi kalau lo emang mau serius sama Zafira. Lo harus bener-bener ikhlas dan move on dari Jessica. Pilih salah satu Dit, jangan menggantung di tengah-tengah, soalnya yang rugi bukan cuma lo, tapi nanti Zafira juga akan merasa tersakiti."

Aditya tau Dimas memang benar. Ia harus memilih. Tapi gimana caranya memilih, kalau hatinya sendiri masih bercabang?

"Gue bakal lebih hatia-hati kali ini, Bro. Gue nggak mau menyakiti Zafira. Dia cewek yang baik."

"Bagus. Tapi ingat, hati-hati bukan berarti lo nggak melakukan apa-apa. Kalau lo emang suka, tunjukan dan buktikan sama dia. Jangan cuma diam terus, sampai akhirnya dia malah diambil orang lain."

"Gue tau."

Dimas berdiri, merangkul Aditya sebentar. "Sudah malem, Bro, gue pulang dulu. Lo istirahat yang bener. Dan pikirin baik-baik apa yang lo mau."

Setelah Dimas pergi, Aditya duduk sendirian di sofa, sambil melihat ponselnya. Ia membuka galeri, scroll ke folder hidden yang isinya foto-foto bersama Jessica.

Ada ratusan foto di sana. foto mereka ketika jalan-jalan, foto selfie, foto ketika lagi makan bareng, bahkan foto saat berpelukan.

Aditya melihat satu persatu foto itu, rasa sakit begitu terasa di dadanya. Jessica yang tengah tersenyum lebar, Jessica yang lagi tertawa, Jessica yang melihat Aditya dengan tatapan penuh cinta.

"Maafkan gue, Jess," bisik Aditya pelan sambil mengusap foto di layar ponselnya. "Maafkan gue yang nggak bisa jadi apa yang lo mau."

Tapi di saat yang bersamaan, pikirannya juga beralih pada Zafira. Senyum tipis Zafira waktu menerima bunga itu. Tawa Zafira ketika ngobrol di kafe, bahkan tatapannya yang kadang terlihat sedih tapi mencoba untuk tetap tegar.

Aditya bingung, ia merasa bingung banget. Hatinya terbagi menjadi dua. Antara masa lalu yang belum bisa ia lepas, dan masa depan yang belum tentu jelas.

Dan Aditya nggak tau, kalau keputusannya buat mendekati Zafira di tengah kebingungan ini, akan menjadi awal, dari sesuatu yang lebih rumit lagi. Akan menjadi awal, dari luka yang lebih dalam. Untuk dirinya, untuk Zafira. Dan mungkin untuk Jessica juga.

1
Lee Mba Young
eleh entar Jessica putus ma pacarnya pasti oleng lagi. kl Aku jd fira ogah banget ma laki model gini. tp fira bucin banget 😂😂 smp segitunya nangisin laki pdhl masih pacar.
jadilah wanita teges jng terlalu bucin ma laki. fira Cinta sendirian 🤣
Leoruna: blum jdi pacar loh kak, mereka msih HTS/Shy/
total 1 replies
Rieya Yanie
aditya nya maruk
Leoruna: begitulah kak, sana sini mau/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
si author kayak nya bakal jahil deh,, sesudah dedemit sama fira baikan trus mantannya datang....🤣🤣🤣🤣🤣 oleng lagi si dedemit....🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: sok tau kmu kak/Facepalm/
total 3 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
ibarat kata cinta bikin tolol,,,, yg harusnya bisa ke S3 eh balik ke pelajaran TK A....🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: astagfirullah/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
benerrrrrrrrrrrrr 100000000% bener dim,,,, si dedemit emang bego tolol... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 aku punya sekutu dan sekufu...🤣🤣🤣🤣🤣
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
itu yg namanya LANANGAN GARONG,, semua pengen di embat...😅😅😅 ih aku jadi sebel sama si dedemitya ini....
Leoruna: sabar kak, jangan esmosi/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
eke gek senggep jeke keme leme leme dengen seperte ene.... nye nye nye nye .....😤😤😤😤😒😒😒😒
Leoruna: /Joyful/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
balas aja fir, balas pesannya dengan kata "TAEEEEEKKKKKKKKK"... 🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: astaga/Facepalm/
total 1 replies
Nur Haswina
HTS itu artinya apa ya 🙏
Leoruna: Hubungan Tanpa Status, Kak.☺
total 1 replies
Nur Haswina
sebaiknya jangan pacaran kamu ditinggalkan jessica karna belum siap ke jenjang yg lebih serius, dan Fira pasti akan minta apa yg Jessica perna minta kejelasan hubungan yg serius pernikahan
Leoruna: karena wanita hanya butuh kepastian, bukan hanya janji dan omong kosong belaka.🤭🙏🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
move on bangun diri lbih baik, jng mikirin Cinta Cinta dulu. buktikan ke mantan mantan mu kl km sukses dan bhgia. dan satu jng gampang bucin.
kalea rizuky
heleh ywda lah jauhin. laki gitu blok semua sosmed hindarin dia kayak g kenal. abaikan bodoh amat sakit kok di cari sendiri bego
kalea rizuky
cwek lebay kn bisa bilang jauhin q.. q bukan pelarian mu uda gampang kok nanges menye hadeh
kalea rizuky
laki apaan kayak gini jahat amat
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
bener sih,,, dibuat pelarian itu nyesek banget... kita memiliki raganya tapi tidak dengan hati nya...ea ea ea....🤣🤣🤣🤣
Leoruna: bandel banget kmu ya, kak/Shy/
total 5 replies
Lee Mba Young
ya mnding jujur ngapain pura pura🤣. devinisi sakit di buat sendiri. mkne banyak wanita sakit sakit an ya krn sakit tp gk jujur trus pura pura.ini akn bhaya kl mnikah.wanita itu akn pura pura bhgia walau sakit gk berani cerai atau lepas krn kebhagiaan nya tergantung ke lelaki bukan tergantung ke diri sendiri.
Leoruna: lebih baik jujur ya kak, meskipun kejujuran itu memang selalu menyakitkan😫
total 1 replies
checangel_
Nah, fokus dulu sama dirimu baru perlahan fokus sama orang yang ada di sampingmu/ di hadapanmu/Hey/
checangel_
Lepaskan, ikhlaskan, abaikan, Fira ... masih banyak kok kesempatan itu dari lelaki yang beneran tulus sama kamu di luar sana, tapi tetap hati² juga ya karena yang terlihat tulus belum sepenuhnya lulus dalam ujian hidup /Facepalm/
checangel_: 💯benar Kak🤗
total 2 replies
checangel_
Yes, kepastian dan pasti itu harus 'No debate' 🤝🤧
checangel_
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!