NovelToon NovelToon
Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: RantauL

Season 2 dari Novel Sang Penakluk.

Hi Cesss, Novel Sang Penakluk kembali lagi ni. Semoga klean suka dengan alur ceritanya Cesss.

Jangan Lupa Like, Komen dan Supportnya Cesss. Karena setiap like, komen dan support dari kalian akan sangat berguna bagiku yang pemula ini.

Selamat Membaca...,,,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RantauL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11. Dimensi Sang Penakluk

“Aku rasa Paman sudah tahu,” ujar Ray Zen akhirnya, “hal penting apa yang akan kita bicarakan.”

“Apakah tentang tempat tinggal untuk Virdrax dan Navhara?” tanya Bai Hu memastikan.

Virdrax dan Navhara saling melirik singkat. Mereka memang mengetahui janji Ray Zen kepada Kaisar—ayahnya—bahwa mereka tidak bisa terus tinggal di dalam Istana Kekaisaran. Namun, jauh di dalam hati mereka bertanya-tanya, apakah hanya itu alasan Ray Zen mengumpulkan kami semua?

“Itu salah satunya, Paman,” jawab Ray Zen tenang. “Tapi hari ini ada hal lain yang jauh lebih penting.”

Sekejap, suasana kamar berubah hening. Ketujuh pengawal itu menatap Ray Zen dengan penuh rasa penasaran. Mereka sudah terbiasa dengan kejutan-kejutan yang dibawa sang pangeran, dan pengalaman mengajarkan mereka satu hal: setiap keputusan Ray Zen selalu membawa konsekuensi besar.

Sebelum salah satu dari mereka sempat bertanya, Ray Zen melanjutkan, suaranya sedikit merendah, “Orang yang kita tunggu… akhirnya sudah datang.”

Belum sempat mereka mencerna kata-kata itu, pintu kamar terbuka tiba-tiba.

Seorang gadis berambut hitam panjang melangkah masuk dengan senyum cerah. Ia mengenakan gaun biru langit sederhana namun elegan, yang membuat wajahnya terlihat semakin cantik dan menggemaskan.

“Kakak!” serunya ceria. “Aku sudah siap.”

“Nona Lia…” gumam Trile pelan, sementara Bear mengangguk kecil seolah sudah menduga.

Ray Zen tersenyum tipis. “Kau datang tepat waktu, adik kecil.”

Lia Zen adalah adik kandung Ray Zen—sekaligus putri bungsu kesayangan kekaisaran yang dikenal ramah, ceria, jenius, cerdas, dan selalu ingin tahu. Namun, di balik sikap polosnya, ia memiliki potensi yang bahkan belum sepenuhnya disadarinya sendiri.

“Apakah kita akan membawa putri Lia ikut bersama kita pangeran?” tanya Bai Hu sambil menyipitkan matanya, masih belum mengerti dengan maksud Ray Zen.

Ray Zen menggelengkan kepalanya. “Tidak Paman. Kita tidak membawa adik kecilku ini keluar Istana, tetapi.., kita akan membawanya ketempat yang lebih menakjubkan.”

“Apa maksud Kakak?” Lia Zen menatap Ray Zen dengan dahi berkerut, meski matanya berbinar penuh antusias. “Bukankah semalam kakak berjanji untuk berlatih bersamaku?”

“Benar, adik kecil.” jawab Ray Zen lembut namun tegas. “Hari ini, kakak akan membawamu ketempat latihan yang sesungguhnya.”

“Tempat latihan yang sesungguhnya?” Lia Zen mengulang, sedikit terkejut.

Ray Zen berjalan mendekat, lalu meletakkan tangannya di atas kepala Lia Zen. “Baiklah ayo kita mulai.”

Setelah mengatakan itu, Ray Zen mengeluarkan cahaya keemasan yang sangat murni dari dalam tubuhnya. Cahaya keemasan itu menyebar seperti lautan cahaya yang hidup.

Awalnya lembut—hangat seperti sinar matahari pagi—namun dalam satu tarikan napas, cahaya itu berubah menjadi gelombang energi murni yang menelan seluruh ruangan. Udara bergetar. Ruang seakan melipat dirinya sendiri. Segala sesuatu di sekitar Ray Zen, Lia Zen, dan seluruh pasukannya perlahan memudar, seperti lukisan yang disapu kabut emas.

Dalam sekejap—

Dunia berganti.

Ray Zen perlahan membuka matanya.

Kepalanya terasa sedikit berat, bukan karena rasa sakit, melainkan karena perbedaan hukum ruang yang baru saja ia masuki. Ia sudah sangat terbiasa dengan sensasi ini, namun bagi mereka yang pertama kali mengalaminya, perasaan itu pasti luar biasa.

Sementara itu—

“Apa… tempat apa ini kakak…?”

Suara Lia Zen terdengar lirih, penuh keterkejutan.

Ia berdiri terpaku, kedua matanya terbuka lebar, napasnya tertahan. Pemandangan yang terbentang di hadapannya terlalu indah—terlalu agung—hingga kata-kata terasa tidak lagi cukup untuk menggambarkannya.

Langit di atas mereka bukan biru biasa.

Langit itu berlapis-lapis warna—emas pucat, putih keperakan, dan biru kristal—berputar perlahan seperti sungai cahaya kosmik. Awan-awan bercahaya mengambang rendah, seakan bisa disentuh hanya dengan mengangkat tangan. Cahaya di dimensi ini tidak menyilaukan, namun begitu murni dan menenangkan, membuat jiwa terasa ringan.

Tanah tempat mereka berpijak berwarna emas lembut, berkilau samar, seolah terbuat dari logam surgawi yang hidup. Setiap langkah meninggalkan jejak cahaya yang perlahan menghilang.

“Apakah… kita sudah mati?” gumam Lia Zen tanpa sadar.

Han Yu, Tiger, dan Trile juga terdiam membatu. Ini memang kali kedua mereka memasuki dimensi milik Ray Zen, tapi entah mengapa dimensi ini selalu membuat mereka terkejut dan terpukau.

Bai Hu dan Bear tersenyum lebar, seolah sudah terbiasa dengan keadaan di dimensi milik Ray Zen.

Disisi lain, Virdrax dan Navhara merasakan hal yang lebih dalam.

Sebagai makhluk dengan usia ribuan tahun, mereka telah melihat banyak dunia, banyak dimensi, dan banyak alam. Namun dimensi ini…

“…Ini bukan sekadar dimensi biasa,” bisik Virdrax dengan suara bergetar. “Ini… sebuah dimensi Dewa.”

Navhara mengangguk pelan, matanya berkilat. “Dan hukum-hukumnya… tunduk pada satu kehendak, yaitu pemiliknya.”

Semua mata perlahan beralih kepada Ray Zen.

Ray Zen berdiri tenang di tengah mereka, jubahnya berkibar pelan meski tak ada angin. Aura di sekelilingnya menyatu sempurna dengan dunia ini, seolah dimensi ini adalah bagian dari dirinya sendiri.

“Selamat datang,” ucap Ray Zen pelan namun jelas, “di dimensiku. Aku menyebutnya Dimensi Sang Penakluk.”

Lia Zen menoleh cepat. “Dimensi… Kakak? Dimensi Sang Penakluk?”

Ray Zen tersenyum kecil. “Ya. Dunia ini diciptakan dan dipelihara oleh kehendak ku, adik kecil. Tempat ini aman. Di sinilah kita akan berlatih.”

"Tapi tuan, dimana istana milikmu?" tanya Tiger, yang tidak melihat bangunan apapun di tempat itu.

Seingatnya, ditengah-tengah dimensi ini, berdiri sebuah istana megah, dan didalamnya terdapat sebuah Paviliun Emas.

Trile mengangguk, "Dan, dimana Guru Berill dan Kaliff? Aku tidak melihat mereka."

Sebelum mereka sempat bertanya lebih jauh—

Langkah kaki berat terdengar menggema.

BUM… BUM…

Tanah bergetar ringan.

Ray Zen mengangkat tangannya perlahan. Dengan satu ayunan santai, Ruang di hadapan mereka terbelah seperti tirai.

Dan dalam sekejap, sebuah Istana Emas raksasa muncul dari kehampaan.

Bukan muncul secara perlahan—melainkan seolah-olah dunia itu sendiri membuka jalan bagi bangunan tersebut untuk ada.

Istana itu berdiri megah, tak tertandingi oleh bangunan mana pun yang pernah mereka lihat. Dinding-dindingnya berlapis emas bercahaya, dihiasi ukiran kuno yang memancarkan aura hukum. Pilar-pilar raksasa menopang atap tinggi yang berkilau seperti matahari.

Di depan gerbang utama, berdiri dua patung kesatria titan.

Tinggi mereka menjulang seperti gunung kecil.

Tubuh mereka terbuat dari emas murni, dengan baju zirah rumit yang dipenuhi rune kuno. Tombak raksasa mereka tertancap ke tanah, sementara mata patung itu bersinar redup—namun cukup untuk membuat jantung siapa pun berdegup kencang.

“Ini…” Tiger menarik napas panjang. “Kalau istana kekaisaran dibandingkan dengan ini, rasanya seperti gubuk.”

Bear terkekeh kaku. “Aku setuju.., tapi asal kalian tahu saja.., Istana dan Dimensi ini akan terus berubah, menyesuaikan dengan kekuatan tuan Ray.”

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jangan Lupa Like dan Komennya Cesss.....

Selamat Membaca.....

Lanjut Terussss.....

1
Zul Fiandi
jadi lira musuh nya keluwarga rayzen apa ada salah paham tor ayotur semangat😄
Zul Fiandi
ayo tor sebelum kompenrisi bawa adiak adiak nya raizen kedunia tersembunyi untuk menambah kekuatan nya toor
teguh andriyanto
lima tangkai mawar 🌹 buatmu thor..
teguh andriyanto
setidaknya ada keterangan siapa si lyra wanita terkutuk ini Thor...🤣🤣
Jojo Prabowo Gemblung
ayo dunk lebih semangat lagi,thor.....
reader yg setia masih menanti update yg terbaru
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hary
pertanyaan kaisar belum di jawab lyra
Salsa billa 1494
lanjut thor.....
Abdul Rahman
Lanjuuuut👍
Hary
Mu Che... MUKA CHETAN....😜
Hary
PANGERAN KOPLAK LAH....
Zul Fiandi
makasih up nya yg memuaskan ini tor ayoraizen bawak adiak mu kedunia tersembunyi itu buat adiak adik dan kakak mu menjadi kuwat biar kamu meni gal kan kekaisan nanti kamu gak perlu kuwatir lagi dengan saudara dan ayah mu semya sudah kuwat masak pengawal musaja yg di bawa ayo tor semangat
Zul Fiandi
boleh saran tor biasa nya kalau anak nya kuat biaaa bapak nya ju ga di bawa kuat sama anak nya kwnapaya raizen gak memperkuat kekuatan kasar bapak nya sendiri jagi gak bisa pejabat nya semena mena lagi
RantauL: Sippp Cesss, makasih sarannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
teguh andriyanto
5 mawar buatmu thor👍👍
MF
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
MF
💪💪💪💪💪
Harno
cuuus
teguh andriyanto
Thor.. Tuhan selalu suka hitungan ganjil, kenapa author sukanya hitungan genap, spt apdetannya..🤭
RantauL: Aduhh Cesss... kayak mana lagi ya kan 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ArganLK10
Wihhh dah ada lanjutannya nih.. Gassss terusss Thor, jngan nanggung" lah.👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!