NovelToon NovelToon
Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai / Masuk ke dalam novel / Menjadi NPC / Fantasi Wanita
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Azalea Rhododendron

Aku mengalami kecelakaan saat menyelamatkan anak dari kakak laki-lakiku. Aku yang saat itu melihat Keponakanku nyaris ditabrak oleh mobil yang melaju kencang di jalanan, refleks mendorong dia menjauh sehingga aku yang ditabrak mobil. Secara samar-samar aku melihat kakak laki-lakiku datang dan meneriakkan namaku. Akan tetapi, pandanganku sudah gelap. 'Apakah aku akan bertemu Papa dan Mama sekarang?'

Begitu membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang hanya ada satu cahaya terang tepat di atas kepalaku tetapi di sekelilingku gelap. Sebuah suara mengatakan bahwa aku bisa kembali, asalkan aku harus bisa melaksanakan misi kehidupan dari diriku yang dulu.

Ini kan tubuh Azalea Lorienfield, teman pemeran utama perempuan dalam novel favoriteku yang mati di ending novel! Apakah maksud suara misterius itu aku harus menyelamatkan diriku agar tidak mati seperti dalam novel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Rhododendron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 : Bujuk

...Happy Reading^^...

...💮...

"Tidak!" tegas Count Alder saat Azalea minta izin untuk ikut bersama Asher ke Pelabuhan untuk Pemeriksaan.

Azalea terngaga mendengar jawaban Papanya itu. "Kenapa!"

Count Alder yang ingin lanjut menulis mengangkat kepalanya lagi pada putrinya itu. "Tentu saja karena itu berbahaya, Aza!"

"Bahaya apa Papa? Di sana ada Asher dan para prajurit yang akan melindungiku, benar bukan Kak Asher!" Azalea melototi sang Kakak yang berdiri di sebelahnya agar setuju dengan pendapat dirinya.

Asher meneguk ludah melihat perdebatan di depannya, rasa takutnya pada sang Papa dikesampingkan demi keinginan sang Adik.

"Benar, Papa! Ada saya dan para prajurit lain yang akan melindungi Azalea,"

"Demi wilayah Lorienfield! Demi wilayah Lorienfield!" sebenarnya Asher kurang setuju dengan permintaan Azalea dari kemarin. Tapi mereka melakukan ini semua juga demi wilayah Lorienfield yang mana orang-orang di dalamnya suatu saat akan dia pimpin.

Count Alder melotot pada putranya itu. "Kau! Count Muda Lorienfield! Bisa-bisanya kau mengajak adikmu yang baru saja sembuh dari kecelakaan kereta kuda! Bukankah kau tahu sendiri bahwa dia baru saja bisa berjalan setelah lumpuh hampir berminggu-minggu?"

Pria dewasa itu tidak habis pikir, dia memijit keningnya yang tiba-tiba saja pening. Bagaimana bisa putra kebanggaan yang tanpa celah dan penurut itu, malah ingin membawa putri kesayangannya yang baru saja sembuh untuk pergi ke Pelabuhan hanya untuk melakukan pemeriksaan? Bagaimana jika ada sesuatu yang terjadi pada Azalea? Dia tidak sengaja terjatuh atau terpeleset karena lantai di pelabuhan itu basah?

Asisten sang Count Alder terlihat tertekan berdiri di belakang meja Count Alder. Dia tidak menyangka akan menyaksikan perdebatan seorang Count Alder dan Nona Azalea untuk kesekian kalinya. Tapi seperti biasanya, Nona Azalea selalu tidak ingin mengalah.

"Papa! Tolong izin Aza!"

"Tetap tidak!"

Di ruangan itu, sebenarnya juga berdiri Daisy dan Edelweiss. Tapi mereka memilih bungkam saja.

"Edelweiss! Bukankah tidak baik jika Azalea melakukan perjalanan ke Pelabuhan? Dia baru saja sembuh dari kelumpuhan. Sudah pasti dia harus banyak-banyak beristirahat,"

Kini Edelweiss Miravale menjadi pusat perhatian di ruangan itu. Putri tertua dari keluarga Miravale itu menaikkan satu aslinya ketika sang Adik Ipar bertanya tentang kondisi Azalea.

Lalu Bibi dari Asher dan Azalea itu menutup matanya sebelum berdehem.

"Maaf sebelumnya, Count Alder Lorienfield. Tapi yang kamu katakan tidak salah dan tidak benar juga. Azalea sebenarnya perlu jalan-jalan keluar dan menghirup udara segar agar tubuhnya bisa memulihkan diri dengan baik, tanpa tekanan apapun karena terkurung di tempat yang sama berhari-hari. Terkadang tubuh juga perlu diajak pergi keluar, agar perasaan senang yang dirasakan Azalea bisa mempercepat pemulihannya." demikianlah penjelasan panjang lebar dari Edelweiss Miravale yang ternyata mendukung Azalea pergi ikut Asher.

Sebenarnya apa yang dikatakan Edelweiss tidak salah. Azalea memang perlu keluar Kastil untuk menghirup udara yang baru. Agar pikirannya tidak stress dan kebahagiaannya bisa membuat tubuhnya memulihkan diri lebih cepat.

Sementara yang lain terkejut karena Edelweiss sebagai penyembuh Azalea sendiri memberi izin agar gadis itu pergi keluar Kastil. Bahkan Azalea sendiri terkejut Edelweiss membela dirinya.

"Kau memang tidak pernah berada di pihakku ya!" seru Count Alder pada Edelweiss Miravale.

Ya, satu fakta yang baru saja Azalea ketahui bahwa Papanya dan Bibi tertuanya itu ternyata tidak akur sejak awal. Padahal Istri dari Count Alder beserta kedua anaknya adalah kesayangan dari Edelweiss Miravale sendiri, tapi dia justru tidak menyukai Count Alder. Padahal Count Alder adalah suami dari Adik kesayangannya dan Ayah dari dua keponakan yang sangat dia sayangi.

"Tu kan Papa! Bibi Edel saja setuju aku ikut Kak Asher!"

"Tetap tidak boleh!"

"Papa!"

"Tetap tidak boleh!"

Azalea cemberut.

"Kenapa sih nih Count Alder tidak bolehin aku pergi, kan ini demi keselamatan Asher juga! Duh apa aku bujuk terus-menerus aja ya, siapa tahu dia luluh terus ngasih izin?"

Keesokan harinya, di pagi hari yang cerah.

Di meja makan di mana anggota keluarga Lorienfield beserta Edelweiss Miravale selesai sarapan.

Azalea menatap Count Alder. "Papa, izin-"

"Tidak boleh!" setelah berkata seperti itu, dia bangkit dari kursinya lalu berjalan keluar ruangan meninggal Azalea yang kesal.

"Adik-"

"Diam!" Asher pun langsung diam.

Malam harinya, saat Count Alder Lorienfield masih sibuk menyelesaikan dokumennya.

Asistennya memberitahukan bahwa Putrinya datang.

Count Alder menghela nafas kesal. "Jangan biarkan anak itu masuk dan antarkan dia pergi ke kamarnya!"

Keesokan harinya lagi, hari kedua.

Azalea kembali membujuk Count Alder untuk mengizinkan dia ikut bersama Asher.

Kini Azalea berdiri di depan meja Count Alder.

"Tidak boleh!"

"Oh! Ayolah! Izinkan aku ikut Kak Asher, Papa!"

"Tetap tidak boleh!"

Hari ketiga.

"Papa-"

"Tidak boleh!"

Hari keempat.

"Papa!"

"Tidak boleh!"

Hari kelima.

"Papa!"

"Tetap boleh!

Hari keenam.

"Pa!"

"Tidak!"

Hari ketujuh.

Azalea kali ini datang dengan wajah kurang ramah.

"Papa! Izinkan Azalea ikut Kak Asher!"

"Boleh," mata Azalea membulat mendengar jawaban Papanya itu. Dia merasa dirinya bermimpi karena Papanya memberikan izin setelah hampir tujuh hari dia merengek.

"Benaran?"

"Iya. Boleh," Papanya tanda tangan dokumen di tangannya sebelum menatap Azalea. "Asalkan dengan satu syarat,"

"Syarat apa?"

"Kita semua akan ikut ke Pelabuhan,"

"APA!"

...💮...

...Bersambung....

...Thanks For Reading My Story^^...

...Dipublikasikan pada tanggal 6 Febuari 2026....

1
Alishe
masi kaku dia wkwk menanti gebrakannya deh😘
Azalea Rhododendron: oke siap^^
total 1 replies
Alishe
w demen nih kluarga bucin bontot gini🤣🤣🤣
Azalea Rhododendron: iya, nantikan terus keluarga cemara ini ya^^
total 1 replies
Alishe
mampirrr
Azalea Rhododendron: Terima kasih sudah menyempatkan ke cerita ini😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!