NovelToon NovelToon
Wanita Kesayangan Pilot Angkuh

Wanita Kesayangan Pilot Angkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Elzaluza2549

Aluza, seorang Office girl cantik di Bandara, terjebak dalam kenangan Ivan mantan kekasihnya yang sudah lama meninggal.

Namun di hari pertama Aluza bekerja ia di pertemukan kembali dengan seorang pilot bernama Bara yang wajahnya sangat mirip sekali dengan Ivan

Tapi Bara yang mirip Ivan itu ternyata memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Dia kasar, angkuh, dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.

Aluza terjebak dalam dilema, apakah dia bisa melupakan Ivan dan jatuh cinta dengan Bara, atau justru Bara akan menjadi racun yang menghancurkan hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reza

Bara tak sengaja bertemu dengan Reza seorang pilot dari maskapai penerbangan yang berbeda.Mereka berdua saling berbincang, membahas tentang pekerjaan mereka sebagai pilot dan kehidupan sehari-hari.

Kemudian Reza membahas ke topik lainzReza menatap Bara dengan serius, "Bara, aku mau tanya, apa kamu kenal dekat dengan Aluza?”

"Aluza? Kamu tahu dia?"

Reza mengangguk, "Aku baru ketemu dia tadi malam, dan aku juga mengantarkannya pulang karena semalam dia berjalan sendirian di tempat yang sepi, aku hanya takut dia kenapa-kenapa"

 Bara mengangkat satu alisnya.“Terus apa hubungannya dengan ku,?"Tanya Bara berpura-pura tidak peduli padahal tanpa sepengetahuannya Reza, diam-diam Bara mengawasi Aluza dari dalam mobil.ia juga melihat jika Reza yang mengantarkan Aluza sampai ke kontrakan.

Kemudian Reza menepuk pundak Bara dengan tangan nya.“Jangan begitu keras padanya, aku tau dia di pecat karena ulah mu!”

 "Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan, Reza."

Reza mendekat, "Jangan bohong, Bara. Aku tahu kamu punya motif untuk membuatnya dipecat betul kan."

Bara menatap Reza dengan tajam, "Kamu tidak tahu apa-apa tentang aku dan Aluza. Jangan campur tangan dalam urusan ini, Reza." Suasana menjadi tegang, dan Reza bisa merasakan kemarahan Bara.

Reza tidak mundur, "Aku mungkin tidak tahu semua, tapi aku tahu Aluza tidak seperti yang kamu pikirkan,dia sepertinya wanita yang baik, dia__

Bara memotong, "Oh iya Reza, ku dengar jam terbang mu sebentar lagi. jadi akan kah lebih baik kamu kembali dan fokus pada jam terbang mu sendiri, Reza. Jangan ganggu aku lagi."

*

*

*

*

*

*

*

Flashback

Jalanan terlihat sepi dan gelap, hanya diterangi oleh lampu-lampu jalan yang berjarak cukup jauh. Suasana malam membuat Aluza merasa sedikit tidak nyaman, tapi dia mencoba untuk tidak memikirkannya.

Dia terus berjalan melangkahkan kakinya siapa tau saja ia menemukan sebuah kendaraan yang akan membawanya pulang ke kontrakan.Namun saat di pertengahan jalan sebuah mobil van merah berhenti tepat didepan nya.

Aluza menutupi kedua matanya karena silau lampu yang berasal dari mobil tersebut begitu menyilau kan mata.

Tiba-tiba, suara seorang pria terdengar dari dalam mobil, "Kamu perlu tumpangan?" Aluza membuka sedikit mata, mencoba melihat siapa yang berbicara, tapi masih terhalang oleh cahaya lampu yang menyilaukan. "Siapa?" dia bertanya, suaranya sedikit waspada.

Pria itu mematikan lampu mobil dan mulai keluar dari dalam mobil membuat Aluza bisa melihat wajahnya dengan jelas. Dia adalah seorang pria yang tampan, dengan senyum yang ramah.

“Kamu mau kemana malam-malam seperti ini?” Tanya pria itu yang seolah ia kenal dekat dengan Aluza. padahal aluza sama sekali tak mengenalnya.

Kemudian pria itu berkata lagi “maaf mungkin kamu tidak kenal saya, tapi saya rasa saya sempat mengenal kamu saat berada di ruangan pak Andi mungkin kamu tidak tau siapa saya dan saya tau nama kamu, nama kamu aluza kan?”Tanya pria itu memastikan.

Aluza sedikit bingung, "Kamu tahu nama aku? Aku tidak ingat, kita pernah ketemu?" Dia mencoba mengingat, tapi tidak ada yang teringat.

 Pria itu hanya tersenyum, "Perkenalkan nama saya Reza, kita pernah ketemu di kantor pak Andi beberapa bulan lalu. apa kamu ingat?”

Aluza menggeleng kepala.“Maaf aku tidak tau."

“Ah sudahlah lupakan,tapi bolehkah saya berkenalan dengan mu lagi?”Tanya pria bernama Reza itu sambil mengulurkan tangannya.“Aku Reza,aku bekerja sebagai pilot di Bandara”

Aluza tersenyum dan menerima uluran tangan Reza, "Aku Aluza,." Mereka berjabat tangan, dan Aluza merasa ada sesuatu yang berbeda.

Tanpa sepengatahuan Aluza diam-diam Bara mengawasi Aluza masuk ke dalam mobil seseorang yang sangat di kenalin nya.Bara memukul setir lantaran kesal karena Aluza menolak ajakannya untuk di antarkan pulang.

Akan tetapi wanita itu langsung menyetujui di antarkan pulang dengan orang asing yang baru Aluza kenal.

Flashback End

Bara pulang apartemen nya setelah melakukan jam terbang terakhir, ia kembali menutup pintu apartemennya lalu mulai membuka Bara melepaskan dasi pilot dan membuka kancing atas seragamnya, "Huft, hari ini capek juga." Dia mulai berjalan ke kamar dan menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur masih dalam keadaan memakai baju pilot yang terbuka setengah.

Bara memejamkan mata sejenak, lalu membuka lagi, menatap langit-langit kamar apartemennya yang polos. .Pikirannya mulai melayang memikirkan pada saat ia berada di rumah sakit bersama Aluza.

Ada satu momen paling unik menurut Bara, moment di mana waktu itu tanpa sengaja Aluza menggantung di tubuhnya karena ketakutan.

Bara tiba-tiba tersenyum, mata batinnya kembali ke momen itu. Dia tertawa kecil, mengingat reaksi Aluza yang spontan tapi Lucu.

“Ha, aku ini kenapa. kenapa aku jadi mikiri wanita itu sih!"Bara langsung membuka mata, terkejut dengan pikirannya sendiri.Bara menghempaskan bantal ke samping, "Apa-apaan, Bara! Fokus, fokus pokoknya kamu gak boleh jatuh cinta sama wanita itu!"

...----------------...

Keesokan harinya lagi-lagi Diana datang ke kontrakan Aluza setelah menyelesaikan pekerjaan nya di bandara. Diana memberikan sebuah informasi pekerjaan untuk Aluza.

“Kerja sebagai barista di cafe Cemara,”

Diana mengangguk.“Ia sebagai barista, pasti pekerjaan ini sangat cocok untuk wanita cantik seperti kamu, terlebih gaji nya lumayan besar loh.”

Tak lama Aluza mengangguk.“Tapi apa lokasinya Dekat dengan kontrakan ku Di?"

“hmm lumayan dekat sih Al, tapi kamu tenang saja di sana juga ada fasilitas loh. Mereka menyediakan kendaraan berupa motor supaya karyawan Nya tidak kesulitan pergi dan pulang bekerja, gimana kamu mau tidak?"

Aluza tersenyum.“Yaudah deh aku setuju,”

“Oke deal, yah pokoknya sekarang aku temani kamu buat lamaran pekerjaan dan nanti siang nya aku antar kamu ke sana”

Aluza mengangguk dan memeluk Diana, "Oke, thanks ya, Di kamu baik sekali sama aku,."

Diana membalas pelukan Aluza, "Hmm, gak apa-apa,Aluza. Kamu dulu juga baik, kok sama aku” Mereka berdua tersenyum, suasana jadi hangat.

1
anggita
mampir ng👍like sana iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Elzaluza2549: terima kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!