NovelToon NovelToon
Aku Menyerah Berjuang

Aku Menyerah Berjuang

Status: tamat
Genre:Keluarga / Chicklit / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.7
Nama Author: ummy phuji

Rania Nadhira gadis berusia genap 16 tahun ,tahun ini
Gadis ini akrab di sapa dengan panggilan Rana singkatan kedua namanya

Gadis cantik yang dianggap sangat bar bar dan menyebalkan oleh keluarganya sendiri

Gadis cantik ini sering berbuat ulah demi untuk menarik perhatian seluruh keluarganya

apakah perjuangan Rana mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari seluruh keluarganya akan di dapatkannya?!! atau Rana menyerah untuk berjuang

ikuti kelanjutannya ya😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummy phuji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 Di fitnah lagi

Jam berlalu begitu lambat perut Rana sudah sedari tadi keroncongan akan tetapi jam istirahat belum juga berbunyi

"Kamu kenapa Ran!? Kok gelisah banget !?" tanya Keyla berbisik

"aku lapar key, perutku sedari tadi sudah berdendang ria" jawab rana ikut berbisik sambil mengelus perutnya yang masih setia berdendang

"sabar ya sebentar lagi bel istirahat berbunyi " ucap Keyla

"oke" jawab Rana

tak berselang lama bell istirahat berbunyi teman-teman sekelas Rana bersorak kegirangan

Setelah guru keluar dari dalam kelas mereka pun ikut berhamburan keluar ada yang berpasangan ada yang bergerombol ada juga yang sendiri sendiri

"Ran kekantin yuk ,tadi katanya sudah lapar" ajak Keyla

"aku di kelas aja ah,aku bawa bekal lagian kalau kekantin keburu aku pingsan karena lapar" Jawab Rana nyengir kuda lumping

"yah kok gitu sih" rana merenggut karena Rana tidak mau ikut kekantin

"kalian kekantin aja, nggak apa-apa kok aku istirahat di kelas Aja"ucap Rana dan akhirnya ketiga sahabatnya pergi kekantin karena mereka juga sudah sangat lapar

Rana memakan bekalnya namun tiba-tiba saja Satria datang menghampirinya

"tumben kamu nggak ikut sama besti - besti kamu kekantin" ucap satria duduk di depan Rana

"malas jalan jauh ke kantin keburu meninggoi akunya kalau nunggu antrian lagi hadeh cacing-cacing dalam perut ku sudah mutilasi ususku" jawab Rana

Satria terkekeh mendengar ucapan abstrud teman sekelasnya itu

"eh ngomong-ngomong kok kamu di sini nggak ikut yang lain kekantin!?" tanya Rana

"Udah dari kantin Tadi "jawab satria

"kapan!?" tanya Rana

"tadi waktu masih jam pelajaran,aku pamit ke toilet sekalian kekantin "jawab satria cengengesan

"Alhamdulillah kenyang "ucap Rana

"eh tapi aku nggak punya air minum" ucap Rana

"mau aku belikan kekantin!?" Satria menawarkan bantuan pada Rana

"nggak usah deh sat,biar aku kantin aja sendiri lagian juga aku sudah punya banyak tenaga nih untuk jalan kekantin "jawab rana menolak bantuan satria dengan halus

satria hanya mengangguk karena tidak ingin memaksa Rana menerima bantuannya

"aku kekantin dulu ya Sat, makasih karena udah nemenin aku makan ua sat" ucap Rana

"sama-sama Ran, yang penting kamu bahagia " jawab Satria

Satria memang sudah lama suka pada Rana tapi satria malu untuk mendekati Rana karena Ketiga sahabatnya selalu bersama Rana dan baru kali ini satria bisa ngobrol berdua dengan Rana tapi satria masih Takut untuk menyatakan perasaannya pada Rana karena satria tidak ingin Rana menjauhinya

Rana berjalan keluar dari Dalam kelasnya tujuannya menuju kantin untuk membeli air minum

Satria mengikuti Rana dari belakang karena dia juga ingin kekantin membeli cemilan

"hei bro mau kemana !?" tanya salah satu teman futsal satria saat akan sampai di tangga

"mau kekantin beli cemilan sepet ni lidah nggak ngemil " jawab satria terkekeh

"wah kalo gitu kita barengan aja kering nih tenggorokan " Jawab Azwan temen satria

satria dan Azwan terkejut saat mendengar sebuah teriakan di tangga

Saat mereka melihat kebawah Rana terduduk ditangga sedangkan salwa sudah terguling kebawah

Satria dan Azwan bergegas turun dari tangga ingin menolong mereka berdua tapi belum dua anak tangga mereka pijak Raka dan teman-temannya datang begitu juga dengan teman-temannya yang lain

Sudah berdatangan

"kamu kenapa sal!?" tanya Raka

"kak Raka Hiks hiks hiks,Rana mendorongku dari Tangga" ucap Salwa menunjuk Rana yang masih duduk di salah satu anak tangga karena masih syok

Hampir saja dirinya juga terjatuh terguling sama seperti salwa tapi rana cepat berpegangan pada pegangan tangga sehingga Salwa yang menyenggol rana salah pijakan hingga dia terjatuh dan berguling jatuh dari Atas tangga

Untung saja mereka sudah tidak lagi di ujung tangga paling atas sehingga hanya kepala salwa saja yang benjol tidak sampai patah tulang

"kami tidak sengaja berpapasan di tangga kak tapi aku tidak tau jika aku salah apa sama Rana hingga di menyenggolku Hingga terjatuh Hiks hiks hiks

Sakit kak hiks hiks hiks " ucap Salwa memfitnah Rana dan memutar balikkan Fakta

"tega kamu ya" ucap Raka Dengan suara yang besar

"iya rana tega ya sama salwa" ucap teman-temannya yang lain

"iya ,Mungkin Rana iri pada pada Salwa kan selama ini Salwa yang dekat dengan kak raka dan teman-temannya sedangkan dia selalu ditolak oleh kak Raka dan teman-temannya " ucap yang lainnya

Rana berjalan perlahan turun dari atas tangga tempatnya tadi duduk

"aku tidak melakukan itu kak,dia yang menyenggolku dan Aku hampir jatuh tapi aku cepat berpegangan tapi salwa langsung Terjatuh " Ucap rana mencoba menjelaskan saat sudah berada Di dekat Raka

"tidak usah ngeles kamu, kamu memang biang onar " ucap Raka

"beneran kak aku tidak melakukan apa-apa pada Salwa " ucap Rana mencoba menyakinkan kakaknya itu

"cuih mana ada maling mau ngaku jika maling ngaku penuh tuh penjara sama maling" bentak Raka

"beneran kak aku....."

Plak

plak

Suara tamparan begitu keras mengenai kedua pipi Rana sehingga membuat sudut bibir Rana robek dan mengeluarkan darah

Tubuh Rana terhuyung hingga terjatuh dan kepalanya terbentur pada sudut anak tangga

Kepala rana berdarah tapi Tak Ada seorang pun yang membela Rana mereka hanya menatap Rana Dengan tatapan tak dapat di artikan

Ketiga sahabat Rana pun hanya diam saja begitu pun dengan Satria dan Azwan yang masih berdiri di atas tangga menatap Rana

Rana menatap Satu persatu sahabatnya juga teman-teman sekelasnya yang ada di sana tapi mereka membuang muka seolah tak mengenal Rana

Rana merasa kecewa pada mereka semua karena seakan-akan Rana memang sengaja ingin mencelakakan Salwa

Tak lama rana pingsan dengan wajahnya yang semakin pucat baju putih Rana tidak lagi berwarna putih tapi sudah berwarna merah karena darah dari kepala Rana yang terluka

"kalian ini apa-apaan sih" ucap Kenan teman Sekelas Raka

Kenan mengangkat Rana lalu melarikannya ke arah parkiran

Ratih,susi dan Jesika teman Sekelas Raka juga mengikuti langkah kenan

Kenan memasukkan Rana kedalam mobilnya di ikuti oleh ketiga temannya itu

"Ratih susi kalian ikut aku kerumah sakit sedangkan kamu jes ambil Tas Rana di kelasnya lalu menyusul kami kerumah sakit milik papiku kamu tau kan!?" ucap kenan pada ketiga temannya itu

Jesika hanya mengangguk lalu berlari cepat kekelas Rana karena jesika salah satu pelanggan tetap Rana dalam memesan kue kue yang rana jual jadi dia sangat tau di mana kelas Rana dan letak tempat duduk Rana

tanpa menjawab pertanyaan teman-teman sekelas Rana jesika langsung mengambil tas milik rana dan Keluar dari sana menuju parkiran dimana mobilnya berada

Tak menunggu waktu jesika menuju rumah sakit yang kenan katakan

1
Yanti Daok
mantap dira
Yanti Daok
dasar ortua g tau diri
Yanti Daok
bodoh eee
Yanti Daok
org tua seperti apa bgni
guntur 1609
mantap Thor ceritanya aku sangat suka sekali
guntur 1609
betul tu selena. kakakmu tahu nya nyalahkan saja
guntur 1609
miris kau jonatan. sampai mati pun kau gak ikhlas menerima rana sbg anakmu. tapi anak yg kau banggakan sampai kaun matipun gak sempat melihat jenazah muslim. ni mngkn jadibpeljaran hidup bagi kita semua. agar jangan membedakan anak2 kita
guntur 1609
brti jo pun gak ada yg berubah. sm ja kalian. gak abangnya. gak mamaknya rana. gak ayahnya. gak ada yg berubah cuma manis di muka dan dimulut sja
Lusi Sabila
sumpah dari awal baca mewek trus 😭😭
guntur 1609
aku salut sama selena. dia tetap bijak menghadapi masalah. dia tetap menyalahkan yg salah walupun tu kakak kandungnya sendiri
guntur 1609
rasain kau kan. arkan
guntur 1609
mampus kalain makin hancur di buat rana. raya tu sdh kalian biasakan manja. jadinya suka hati dia memperlakukan org lain
guntur 1609
brti dalang semua kehancuran dan kebencian merek jonatan yg punya ulah
guntur 1609
pasti jona selingkuh
guntur 1609
makanya org seprti keluarga Prawiranegara gak perlu lagi dikasih hati. karena mereka semua toxic. gak akan berubah. cuma topeng saja merrja
guntur 1609
mampus kalian. makanya tu. mereka gak akan pernah berubah. cuma nyesal sambal saja
guntur 1609
ohh selena kan adik kembar sania
guntur 1609
skrng kau baru sibuk raya sslMa ni kau diam saja adalah kakakmu diperlakukan tdk adil. fasar ular kalian
guntur 1609
mati ja kalian semuanya
guntur 1609
rasain kalian dsar sahabat laknat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!