NovelToon NovelToon
Menyingkirkan Gundik Suamiku

Menyingkirkan Gundik Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Pelakor jahat
Popularitas:109.4k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Di balik senyumnya yang lembut dan rumah tangga yang terlihat harmonis, Kiandra menyimpan luka yang tak kasat mata. Lima tahun menikah, pengorbanan dan cintanya pada Adam Mahendra, suaminya, seakan tak berarti.

Nadira, wanita manipulatif yang datang dengan sejuta topeng manis dan ambisi untuk merebut apa yang bukan miliknya.

Awalnya Kiandra memilih diam, berharap badai akan berlalu. Namun ketika suaminya mulai berubah, ketika rumah yang dibangunnya dengan cinta hampir runtuh oleh kebohongan, Kiandra sadar diam bukan lagi pilihan.

Dengan hati yang patah namun tekad yang utuh, Kiandra memulai perjuangannya. Bukan hanya melawan Gundik yang licik, tapi juga melawan rasa sakit yang suaminya berikan.

Di tengah air mata dan pengkhianatan, ia menemukan kekuatan baru dalam dirinya. Harga diri, dan cinta yang layak di perjuangkan.

Kiandra kembali membangun karirnya, membuat gundik suaminya semakin tidak setara dalam segala hal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Setelah menjemput Zayyan pulang sekolah, Kiandra tidak langsung pulang ke rumah seperti biasanya. Di sepanjang jalan, pikirannya ribut sendiri. Dadanya terasa penuh, rasanya seperti ada beban berat yang menempel dan tidak mau lepas.

Selama ini dia selalu terlihat kuat, berusaha baik-baik saja, apalagi di depan mamanya. Masalah rumah tangga yang lagi porak-poranda itu dia simpan rapat-rapat sendirian. Tapi kali ini beda. Kiandra sudah lelah. Lelah pura-pura bahagia, lelah senyum padahal hatinya remuk. Dia butuh pegangan, butuh saran dari orang yang paling dia percaya, yaitu mamanya.

Mobil berhenti di depan gedung perusahaan milik sang mama. Kiandra menatap gedung itu cukup lama sebelum akhirnya turun. Dia menarik napas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan keberanian. Zayyan yang duduk manis di sampingnya sama sekali tidak mengerti kalau sang mommy sedang berjuang keras menahan air matanya.

Begitu masuk ke dalam, suasana kantor terasa sibuk seperti biasa. Karyawan berlalu-lalang, suara sepatu hak bertemu lantai, dan obrolan kecil terdengar di mana-mana. Kiandra langsung melihat Marsha, adiknya, yang sedang berdiri sambil memegang beberapa berkas.

“Kak, tumben kamu datang ke sini,” tanya Marsha sambil mendekat. Dari raut wajah Kiandra saja sebenarnya Marsha sudah bisa menebak kalau ada sesuatu yang tidak beres dengan kakaknya.

Kiandra menelan ludah. “Aku mau ketemu mama,” ucapnya pelan tapi tegas. “Tolong, kamu ajak Zayyan dulu ya. Jangan biarkan dia kemana-mana.”

Marsha menatap kakaknya lebih lama dari biasanya. Ada sorot mata sendu yang jarang dia lihat dari Kiandra. “Iya, Kak,” jawab Marsha sambil mengangguk. Dalam hati dia yakin, obrolan Kiandra dan mamanya bukan obrolan ringan.

Marsha lalu berjongkok di depan Zayyan. “Ayo, boy, ikut Aunty dulu,” ajaknya dengan senyum lebar.

Zayyan langsung melonjak semangat. “Ayo onty, kita liat onty-onty cantik,” ucapnya polos sambil terkekeh, bikin suasana jadi sedikit cair.

“Heh, nggak begitu ya,” seru Kiandra refleks, hampir bersamaan dengan Marsha. Wajah Kiandra sedikit memerah, antara malu dan geli.

Zayyan cuma nyengir lebar, sama sekali tidak merasa bersalah. Dia kemudian meraih tangan Marsha dan melangkah pergi dengan langkah kecilnya yang ceria, meninggalkan Kiandra sendirian di sana.

Begitu mereka menjauh, Kiandra menghela napas panjang. Senyum tipis yang tadi sempat muncul perlahan hilang. Kini tinggal dia dan perasaan sesak yang sejak tadi berusaha dia tekan. Dengan langkah pelan, Kiandra melangkah menuju ruangan mamanya, membawa segudang cerita yang selama ini dia pendam sendirian.

Setelah berdiri cukup lama di depan ruangan mamanya, Kiandra akhirnya mengangkat tangannya dan mengetuk pintu lebih dulu. Jarinya gemetar, entah karena gugup atau karena perasaan yang sudah tidak karuan sejak tadi.

Tok

Tok

Tok

Dari dalam ruangan terdengar suara tegas tapi hangat yang sangat dia kenal. “Masuk,” teriak Galuh tanpa tahu siapa yang ada di balik pintu.

Ceklek…..

Pelan-pelan Kiandra membuka pintu itu. Engsel pintu berderit halus saat dia mendorongnya, lalu dia melangkah masuk dengan hati yang terasa berat. Ruangan itu masih sama seperti dulu, rapi, luas, dan penuh wibawa. Aroma teh dan parfum khas mamanya langsung menyambut inderanya, membuat dadanya semakin sesak.

Galuh yang tadinya fokus menatap layar laptop langsung menghentikan pekerjaannya begitu melihat siapa yang masuk. Dia menegakkan tubuhnya, menatap Kiandra dengan sorot mata heran sekaligus penasaran.

“Kamu rupanya, mama pikir siapa,” ucap Galuh sambil tersenyum tipis. Dia bangkit dari kursi kebesarannya dan melangkah menghampiri putri sulungnya itu.

Dari jarak yang sangat dekat, Galuh bisa melihat jelas wajah Kiandra yang pucat, mata sembap, dan senyum yang sama sekali tidak sampai ke matanya.

“Ada apa?” tanya Galuh lagi saat dia sudah berdiri tepat di hadapan putrinya. Nada suaranya berubah lebih lembut, naluri seorang ibu langsung bekerja begitu melihat kondisi anaknya.

Kiandra membuka mulut, tapi tidak ada satu kata pun yang keluar. Bibirnya bergetar, dadanya naik turun tidak beraturan. Semua kalimat yang sudah dia susun di kepalanya buyar begitu saja saat melihat mamanya.

Tanpa banyak kata, Kiandra melangkah maju dan langsung berhambur memeluk tubuh mamanya erat-erat, Isakannya pecah. Bahunya bergetar hebat, air mata yang sejak tadi dia tahan akhirnya tumpah tanpa sisa. Tangannya mencengkeram punggung Galuh kuat-kuat, seperti anak kecil yang ketakutan kehilangan pegangan.

Galuh terkejut. Tubuhnya sempat menegang beberapa detik, matanya membesar karena tidak menyangka putrinya akan menangis seperti ini. Selama ini Kiandra dikenal sebagai anak yang kuat, dewasa, jarang menunjukkan sisi rapuhnya. Melihat putrinya menangis seperti ini jelas membuat hati Galuh terasa tercekat.

Perlahan Galuh membalas pelukan itu. Tangannya mengusap punggung Kiandra dengan gerakan pelan dan penuh kasih. “Kian, ada apa, sayang? Apa yang terjadi? Tolong Cerita sama mama… jangan dipendam sendiri.” panggilnya lirih, suaranya bergetar menahan rasa cemas.

Kiandra hanya menggeleng kecil sambil terus terisak. Tangisnya makin kencang, seolah semua luka, kecewa, dan lelah yang selama ini dia simpan akhirnya menemukan tempat buat keluar.

Galuh memejamkan mata sesaat, menahan perasaan campur aduk di dadanya. Dalam hati, dia sudah bersiap. Apa pun masalah yang dihadapi putrinya, kali ini dia tidak akan membiarkan Kiandra menanggungnya sendirian.

Perlahan Galuh menggiring putrinya duduk di sofa, Galuh melerai pelukannya, dan memegang kedua bahu putrinya sambil menatap kedua mata putrinya yang telah basah oleh air mata.

"Apa ini tentang Adam?" tanya Galuh, samar-samar dia sudah mendengar tentang perselingkuhan menantunya itu, akan tetapi dia memilih diam sebelum sang putri yang mengatakannya sendiri.

Kiandra mengangguk pelan, "Sejak dua tahun yang lalu Adam berselingkuh dengan wanita yang bernama Nayla ma. Dia sudah menghianatiku ma, dia selalu membohongiku dan Zayyan" ucap Kiandra dengan wajah memerah antara marah dan sedih.

Galuh menarik tangannya dari bahu putrinya, dia memejamkan matanya sambil menarik nafas dalam. Kenapa putrinya harus merasakan penghianatan yang sama seperti dirinya dulu?

Sekali lagi Galuh menarik nafasnya dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan.

"Kamu masih mencintainya?" tanya Galuh sambil menatap putrinya.

"Aku tidak tahu ma" jawab Kiandra, rasa cinta dan rasa bencinya sama besarnya.

Galuh mengangguk paham. Dia menatap Kiandra lama, seolah sedang menimbang beratnya luka yang ada di dada putrinya. Suaranya terdengar pelan tapi tegas, penuh pengalaman hidup.

“Kalau kamu sudah tidak mencintainya lagi, lebih baik lepaskan Adam. Ikhlaskan, biarkan dia bahagia dengan orang lain,” ucap Galuh akhirnya.

Kalimat itu seperti pisau yang pelan-pelan mengiris. Mata Kiandra langsung berkaca-kaca. Dadanya terasa sesak, napasnya berat.

“Tapi Zayyan, Ma…Aku tidak mau dia merasakan hal yang sama seperti ku dan Marsha. Tumbuh tanpa sosok ayah di sampingnya.” suara Kiandra bergetar, nyaris pecah.

Galuh menghela napas panjang. Tangannya menggenggam tangan Kiandra, memberi kekuatan.

“Kalau begitu, pertahankan Adam. Lupakan perselingkuhan yang sudah dia lakukan. Rebut lagi cintanya, dan singkirin benalu itu dari rumah tangga kalian,” katanya, nada suaranya sedikit mengeras.

Kiandra terdiam. Kepalanya penuh, hatinya makin kacau. Antara ingin bertahan demi anak, dan ingin pergi demi harga diri.

Galuh kembali bicara, kali ini lebih lembut, tapi maknanya dalam.

“Tapi kalau kamu tidak sanggup melupakan pengkhianatan suami mu itu, lebih baik jangan dilanjutkan. Karena yang ada, kamu bakal menyakiti diri kamu sendiri. Adam juga bakal ikut terseret.”

Kiandra menunduk. Air mata jatuh tanpa bisa ditahan. Dia tahu, apa yang dikatakan mamanya itu benar.

“Rumah tangga itu kayak kaca,” lanjut Galuh. “Sekali retak, tidak akan bisa kembali utuh. Kalau kamu maksa bertahan tapi isinya cuma curiga, berprasangka buruk, dan rasa sakit, yang ada bukan bahagia. Yang ada hanya pertengkaran terus menerus, nanti capek hati, capek pikiran.”

Kiandra memejamkan mata. Dadanya terasa perih. Dia sadar, apa pun pilihannya nanti, tidak akan ada yang benar-benar mudah.

1
Yana Phung
wah.. semoga keluarga kecil kiandra bahagia selalu
dijauhkan dari nayla dan nayla2 yg lain 😅😅😅
Yuli Yulianti
seharus nya kamu sadar nay jgn sampai kamu jatuh lebih dalam lg pergi menjauh perbaiki diri mu selagi ad kesempatan
puji hastuti: betul sekali...bertobatlah,hidup di pondok pesantren, misalnya wkwk
total 1 replies
new user
D tunggu next up
Yana Phung
kira-kira pilihan apa yg akan diambil nayla??
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
wkwkw di barter sokorin 🤣
stela aza
si Nayla kurang kerjaan s ,, tinggal melanjutkan hidup j masih ngusik orang lain ,, apalagi yg di usik jauh di atasnya 🤦
Yana Phung
ternyata nayla beneran dijual haris 😅😅😅
falea sezi
karakter laki doyan selangor ya gini bloon
Agus Tina
Pqlingan Nayla "dijual" ...
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah kerja begituan aja kau Nayla ..jadi pelacur cocok untuk mu 🤣
Yana Phung
astaga...
apapun niat nayla semoga gagal
atau haris bakal berubah jd mucikari??😅😅😅
new user
Tks Update nya thor
Yana Phung
wah.. si kakak author updqte terus makasih kak ya
atau cerita ini akan segera tamat??
muthia
salut dg mama Ina betul-betul mertua idaman🙏
Agus Tina
Kiandra wanita luar biasa, dia hebat bisa menerima kèmbali suami yg telah menghianatinya. Buat Adam jangan sia2kan wanita swperti Kiandra tetap bahagia kalian ...
Yana Phung
sepertinya si nayla ini bukan terobsesi dg adam tapi lebih ke kiandra
maunya dia,, diatas segala-galanya dari kiandra
udah.. bikin gila aja kali ya 😅😅😅
new user
D tunggu next up
Yana Phung
aku penasaran dg endingnya
kalo sesuai judul harusnya kiandra dan adam tetap bersama
tapi melihat aksi gilanya nayla dan adam yg tidak melakukan apapun (atau itu cara adam membiarkan istrinya membalut luka),, entahlah...
karena yg memulai adam,, harusnya adam juga yg menegaskan kalo nayla memang tidak berarti apa-apa baginya

btw membaca topik ini di bulan ramadhan itu sesuatu banget ya 😅😅😅
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
orang seperti Nayla ...cara mengatasi nya adalah memberi dia kematian baru selesai kalo dia masih hidup tetap akan jadi benalu 😌
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
Adam terlalu lembek ya jadi laki2 apa karena dah merasakan goyangan Nayla jadi masih teringat 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!