NovelToon NovelToon
Me And The Rich Man

Me And The Rich Man

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:77.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Kolom langit

Siapkan kanebo kering untuk menyeka air mata!

Bermaksud menolong seorang pria dari sebuah penjebakan, Hanna justru menjadi korban pelampiasan hingga membuahkan benih kehidupan baru dalam rahimnya.

Fitnah dan ancaman dari ibu dan kakak tirinya membuat Hanna memutuskan untuk pergi tanpa mengungkap keadaan dirinya yang tengah berbadan dua dan menyembunyikan fakta tentang anak kembarnya.

"Kenapa kau sembunyikan mereka dariku selama ini?" ~ Evan

"Kau tidak akan menginginkan seorang anak dari wanita murahan sepertiku, karena itulah aku menyembunyikan mereka." ~ Hanna

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30

Waktu seakan lambat berganti, gerimis pun masih enggan berhenti dan malam menciptakan gelap yang mencekam. Hanya ada cahaya dari lampu mobil yang memberi sedikit terang dalam kegelapan. 

Evan meraih jemari Hanna, menggenggamnya erat hingga melukiskan rasa hangat yang sulit dijabarkan oleh wanita itu. Posisi mereka saling berhadapan satu sama lain. Hanna duduk di kursi panjang stainless, sedangkan Evan berjongkok di hadapannya. 

“Boleh aku katakan?” Ucapan evan memecah kebekuan. Tangannya semakin erat membelenggu jemari Hanna yang mulai terasa dingin. 

“Meskipun tidak tertarik, tapi aku akan berusaha mendengarnya dengan baik.” Ucapan bernada ketus itu membuat Evan tersenyum tipis. Menatap dalam mata Hanna yang masih tampak basah oleh sisa air mata. 

“Kau tidak berubah, masih keras kepala dan galak seperti dulu dan sialnya itulah yang tidak bisa kulupakan sampai sekarang.” 

Sejenak tatapan Hanna teralihkan pada butiran hujan yang jatuh dari langit. Helaan napasnya pun terdengar berat. Ia memejamkan mata saat merasakan lembutnya ibu jari Evan mengelus punggung tangannya. Sangat hangat, hingga tanpa sadar ia membalas genggaman itu hingga jari-jari mereka saling bertaut.

   

“Aku pernah berpikir melakukan sebuah kesalahan besar dengan mencintai seseorang yang tidak seharusnya. Aku tahu itu menyakitkan, seperti menggenggam duri yang semakin lama membuat tanganmu terluka dan berdarah. Aku tidak tahu apa yang membuatnya sangat berharga, sampai aku tidak pernah rela melepasnya, bahkan walaupun aku telah membibit kebencian dalam hatiku untuknya.”

“Suatu malam aku merasa terbakar melihatnya berada di antara laki-laki lain yang menatapnya seperti orang kelaparan. Rasanya aku mau mencongkel mata mereka. Tapi anehnya aku tetap menolak mengakuinya sebagai bentuk cemburu. Perasaan itu memaksaku melakukan satu kebodohan. Aku mabuk dan tanpa sadar meluapkannya pada seorang gadis asing.”

“Rasa bersalah membuatku memutuskan melupakannya dengan pergi jauh. Kau tahu ... rasanya sangat tersiksa ketika jauh darinya dan setiap hari yang kulalui tidak pernah tanpa bayangannya. Aku masih ingat tujuh tahun lalu, terakhir kali melihatnya di stasiun bus. Dia pergi dengan tergesa seperti dikejar sesuatu. Keong sialan—(sebutan untuk Rafli)—itu  bilang aku sudah gila. Dia memang benar aku gila, mulut dan hati tidak pernah sejalan. Mulut berkata benci tapi hati memuja. Itulah kesalahan terbesarku, menyakitinya! Saat tersadar, aku sudah kehilangan ... dan aku baru mengerti kehilangan ternyata sesakit itu.  Saat keadaan menuntut untuk melupakan, tapi segenap hati mencintai.”

Evan menciumi punggung tangan Hanna. Hingga cairan bening itu menetes tanpa dapat dikendalikan. 

“Aku sangat mencintainya, sejak awal bertemu sampai detik ini. Bisakah kau mengembalikan Hanna Cabrera padaku?” 

Hanna membeku, seolah waktu terhenti saat itu juga.

“Hanna Cabrera tidak pernah menjadi milikmu, lalu bagaimana aku bisa mengembalikannya padamu?” ucap Hanna memalingkan pandangan. Menatap mobil dari jarak tidak begitu jauh dari mereka. “Kau hanya berhak atas dua anakmu yang terlahir dari rahim Hanna Cabrera saja.” 

“Baiklah, setidaknya aku masih memiliki mereka. Tapi aku akan menebus kesalahanku. Mengganti tujuh tahun yang terlewati dengan sisa waktuku. Maukah kau memberiku hukuman untuk tujuh tahun yang kau lewati dengan penuh perjuangan?” 

Hanna tak dapat lagi membendung perasaannya. Rasa sakit, kecewa, dan marah yang terpendam selama tujuh tahun hanya dapat ia luapkan dengan air mata. Isak tangis yang tertahan itu perlahan menyisakan suara sesegukan. Evan memeluknya, membiarkan Hanna melepaskan semua rasa yang terpendam.

Hingga keadaan mulai tenang, ia mengusap air mata wanita itu dengan jari, kemudian membenamkan kecupan lembut pada kelopak mata sembab itu. Kanan dan kiri bergantian. Evan melingkarkan tangan di tengkuk leher Hanna, menautkan kening dan hidung hingga hembusan napas hangat saling bertukar. 

“Maafkan aku. Semua ini salahku,” bisik Evan. 

Hanna menjauhkan wajahnya hingga berjarak satu jengkal saja. Menatap lekat-lekat wajah Evan.

“Kalau begitu bersiaplah, karena aku akan menghukummu dengan caraku sendiri.” 

“Dan aku akan menerimanya dengan senang hati,” balas Evan dengan senyuman. 

***** 

1
Ellisa
hmm??
al ihsan ziandra
ngidamnya sultan emang the best 🤣🤣🤣🤣
al ihsan ziandra
astaga lagi asyik²nya baca eee dah tamat aja,
makasih thor ceritanya bagus dan menarik, ♥️♥️♥️♥️
al ihsan ziandra
sungguh miris juga hidupmu hanna dua kali hamil ditinggalkan suami 😭😭😭
al ihsan ziandra
diantara kalian para istri yg tinggalkan di keluarga azkara, tugas kalian hanya menunggu dan sabar, beda dengan naya yg menunggu zian dlm 2 tahun tp penuh dengan airmata, blom lagi musuh² zian dari klan mafia lain yg ingin membunuh naya dan anakx
al ihsan ziandra
sedih kali thor 🥹🥹🥹🥹
al ihsan ziandra
jangan dong van susah hidup dan senang itu harus sellu bersama, keputusanmu itu makin buat hanna sedih
al ihsan ziandra
sungguh ujian satu ini bikin aku mewek 😭😭😭
al ihsan ziandra
dasar anak² durjana 🤣🤣🤣 sellu mengganngu
al ihsan ziandra
woowww cara mara horqng kaya beda bangert 🤣🤣🤣
al ihsan ziandra
sabar ya van semoga ad hikmah divalik senmua musibah
al ihsan ziandra
benar sekali hanna harus kamu kurangi sedikit uangnya suamimu itu 🤣🤣
al ihsan ziandra
astaga ujiannya sangat besar
al ihsan ziandra
dlam berumah tangga ada aja namax cobaan walaupun cobaan itu beda² masalah tp klw kita menyikapinya dengan kepala dingin pasti nggak akan menjadi besar,
al ihsan ziandra
alhamdlah evan selamat dan sdah siuman
al ihsan ziandra
astaga tegang aku, kasiahan bumil swmoga evan selamat dan kembali sama keluarga kecilnya, awas aja thor ada drama amnesia
al ihsan ziandra
berdoalah swmoga evan baik² saja
al ihsan ziandra
evan kecalakaan, semoga evan baik2 saja
al ihsan ziandra
ada aja godaan untukmu evan 🤣🤣🤣
al ihsan ziandra
jangan menyimpulkan sesuatu yg buat kamu sakit sendiri hanna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!