NovelToon NovelToon
Murid Tengil, Kesayanganku

Murid Tengil, Kesayanganku

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Menjadi guru tampan dan memiliki karisma over power memang tidak mudah. Dialah Adimas Aditiya, guru muda yang menjadi wali kelas sebuah kelas yang anehnya terlalu hidup untuk disebut biasa.

Dan di sanalah Rani Jaya Almaira berada. Murid tengil, manis, jujur, dan heater abadi matematika. Setiap ucapannya terasa ringan, tapi pikirannya terlalu tajam untuk diabaikan. Tanpa sadar, justru dari gadis itulah Adimas belajar banyak hal yang tak pernah diajarkan di bangku kuliah keguruan.

Namun karena Rani pula, Adimas menemukan jalannya rumahnya dan makna cinta yang sebenarnya. Muridnya menjadi cintanya, lalu bagaimana dengan Elin, kekasih yang lebih dulu ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Rumah itu Rani

Rani mengemasi barang-barangnya dan les matematika usai. Dia bersiul menuju parkiran, lagu Korea terdengar dari siulan itu.

"Ran, ke warnet?" tanya seorang murid dari kelas IPS. Dia adalah sosok yang sangat tampan, dia juga dikagumi banyak wanita di angkatan maupun adik kelasnya.

"Oy, Jo. Iya nih," jawab Rani pada Joshua.

"Elyra kok nggak sekolah udah beberapa hari, dia ke mana?" tanyanya. Joshua memang orang yang selalu mengejar Elyra, namun Elyra tak pernah menghiraukannya.

"Dia daring, Bro," jawab Rani menunggangi sepeda motornya. Joshua tampak terkejut.

"Daring gimana?" tanyanya lagi. Rani memasukkan earphone ke telinganya sebelum menggunakan helm.

"Udah sore, Jo. Pelanggan gua pasti nungguin." Rani langsung gaspol, tak memberi jawaban apa pun pada Joshua yang memuaskan remaja laki-laki itu.

Adimas memperhatikan itu dari kejauhan. Rani memang orang yang tampak semberono, namun dalam tingkahnya selalu ada perhitungan yang matang.

Rani sampai di warnet dan seperti biasanya dia langsung salat asar dan langsung buka warnet. Tak ada yang istimewa selain dia mulai belajar dengan giat, bahkan HP-nya teronggok begitu saja tak dia hiraukan.

Jam setengah delapan malam Arya datang seperti biasanya, pengunjung warnet juga penuh. Rani yang melayani pelanggan dengan tangan yang sibuk belajar dan matanya yang memandang CCTV beberapa kali.

Ting!

Bel pintu berbunyi, Rani masih fokus pada bukunya.

"Di atas penuh, tinggal di bawah aja," ucap Rani. Orang yang masuk itu berdiri di depan meja Rani.

"Oh, sibuk ya?" tanya Adimas. Ya, Adimas datang ke warnet itu.

"Eh, Mas Adi. Mau jemput Kak Arya?" tanya Rani. Adimas menatap ponsel Rani yang teronggok di meja.

"Bisa cek HP-nya, Ran?" Rani mengerutkan keningnya dan membuka HP-nya. Sebuah pesan dari Adimas sore tadi.

"Emm, bercanda?" Rani tak percaya. Adimas menyilangkan tangannya di dada.

"Menurutmu?" Adimas memperlihatkan tampilannya yang siap pergi. Rani melongo. Bahkan dia masih menggunakan rok hitam yang tadi dia gunakan ke sekolah.

"Tapi di sini penuh, Mas," Rani menggaruk tengkuknya. Adimas menatap Rani sejenak.

"Kalau malam Minggu juga kayaknya nggak bisa ya?" tanya Adimas. Rani merasa mata kirinya berkedut beberapa kali.

"A-apa?" Rani merasa telinganya salah dengar.

"Malam Minggu juga sibuk kayaknya ya?" tanya jelas Adimas. Rani menundukkan pandangannya. Dia menggigit bibir bawahnya dan matanya terpejam sejenak, tangannya meremas pensil di tangannya gugup.

"Ran?" Adimas sedikit menurunkan wajahnya. Rani yang merasa terpanggil langsung mengangkat wajahnya dengan cepat. Alhasil tatapan mereka kini bertemu, jarak yang kurang dari 10 cm membuat keduanya terdiam beberapa saat.

Arya yang mendengar kabar bila Adimas akan ke sana turun dari lantai dua. Tanpa sengaja dia melihat pemandangan itu. Arya terdiam di tempat, kakinya seolah terpaku.

"Kamu cantik," puji Adimas. Sontak mata Rani membulat. Apa yang baru saja dia dengar? Bolehkah dia mendengar kalimat semacam itu dari gurunya sendiri?

"Pak guru nggak sopan," kekeh Rani mencoba menstabilkan emosinya, perasaannya dan dadanya yang berdetak hebat tak karuan. Sebisa mungkin dia mengontrol perasaannya sendiri.

"Kita sekarang sebagai pembeli dan penyedia layanan, bukan?" Adimas membalikkan ucapan Rani beberapa waktu lalu.

"Oke, besok, Mas. Tapi malam ini kayaknya nggak bisa," ucap Rani memperlihatkan keadaan warnetnya yang penuh.

"Baiklah, ada kursi tambahan? Sepertinya aku harus lembur untuk mengajari seseorang." Adimas mendelik ke arah kertas di atas meja Rani.

‘Hei, ayolah, dia gila ya? Siapa sebenarnya yang sudah aku usik ini,’ jerit Rani dalam hati.

"Duduk di sini, aku ambil kursi lagi," ucap Rani menepuk tempat duduknya semula. Arya yang entah mengapa seperti seorang pencuri yang habis terpergok itu tersenyum pada keduanya.

"Kak Arya, kenapa?" tanya Rani. Adimas sejenak menatap Arya yang turun.

"Enggak, Ran. Aku kira dia datang buat jemput aku. Ternyata yang dia datangi orang lain," Arya menggaruk tengkuknya dan kembali ke lantai dua.

Ah, rasanya sakit sekali dirasa Arya. Inikah namanya cinta bertepuk sebelah tangan? Dia bisa melihat bagaimana tatapan Rani yang tak pernah dia berikan pada siapa pun dan kini diberikan pada Adimas. Sedangkan Adimas juga tak melihat Rani sebagai muridnya, namun sebagai seorang gadis.

Arya menghela napas kasar. Dia tahu Adimas sudah memiliki kekasih. Bagaimana bila di masa depan Rani tahu tentang Elin? Apa dia akan hancur? Dan apa yang sebenarnya dilakukan Adimas pada Rani hingga melupakan kekasihnya?

Adimas memang bukan bajingan yang akan mempermainkan perempuan. Namun, ini salah.

Di bawah, Rani diajari Adimas. Mereka tertawa bersama seolah kedekatan mereka berjalan sejak lama. Tawa Rani yang menghiasi telinga Adimas membuatnya sadar, bila rumah yang dikatakan Rani adalah Rani itu sendiri.

[Beh, kasus men]

Malam itu, dilalui dengan banyak rangkaian benang dalam kepala Arya. Penemuan berharga juga ditemukan Adimas, di mana rumahnya nanti. Dan keyakinan Rani, bila dia akan berjuang untuk perasaannya.

Hari Sabtu, hari libur bagi Rani. Hari itu dia tengah menyiram tanaman di belakang rumahnya. Dia masih setia mendengarkan tadarus di telinganya.

"Rani, nanti malam warnetnya tutup?" tanya sang Mamah. Rani menurunkan satu earphone-nya.

"Iya, Mah. Rani mau nonton sama temen," jawab Rani. Mamahnya sedikit melongok melihat pekerjaan putrinya.

"Pacar?" tanya sang Mamah. Rani tertawa. Ibunya memang dukun untuk urusan dirinya, dia tahu apa pun sebelum diucapkan olehnya.

"Bukan kok," jawab Rani. Mamahnya tersenyum.

"Kamu sudah besar, wajar memiliki perasaan pada laki-laki. Itu tandanya kamu normal, tapi kamu juga harus tahu batasan sebagai perempuan, Nak," ucap Mamah Rani. Rani nyengir kuda.

"Iya, Mah." Rani dari pagi sampai siang sibuk memilih baju, bahkan dia sengaja membeli baju baru yang lebih feminin. Bukan minim ya, feminin. Rani selama ini lebih sering bergaya tomboy daripada feminin. Rani juga sempat mencoba baju itu dan bercermin, memperhatikan pantulan dirinya yang tampak berbeda.

Setelah isya, Rani mulai menggunakan baju yang dia pilih. Sejenak dia menatap pantulan dirinya di depan cermin. Dia tersenyum dan melihat ponselnya, Adimas sudah ada di luar rumahnya.

Rani membuka jendela kamarnya dan melambaikan tangan. Adimas tertegun. Gadis manis, cantik, dan begitu mempesona kini berada di ujung matanya.

Perasaan yang tidak sepatutnya dirasakan Adimas. Perasaan itu tumbuh dengan liar. Menjalar ke seluruh hatinya, memenuhi seluruh pikirannya.

Adimas mengepalkan tangannya sendiri, menyadari kesalahan yang dia buat. Namun, dia akan memastikan setelah semuanya usai dia akan menempatkan diri. Saat ini Rani masih sebagai muridnya, dan dia adalah gurunya.

"Duh, aku nggak bawa ikatan rambut lagi, lupa," gerutu Rani. Dia hendak berbalik kembali ke rumahnya.

"Ran?" Adimas menghentikan langkah Rani. Rani berbalik dan menatap Adimas.

"Iya, Mas?" Ah, panggilan itu lagi. Tak tahunan Rani bila panggilan itu mampu menghantam seluruh perasaan Adimas.

1
falea sezi
bentar ank di luar nikah emank bisa di wali kan sama. leon/Drowsy/ mana bisa aduh kn mereka bukan saudara kandung lagian anak di luar nikah g boleh pake binti bapak nya woy pengalaman pribadi soalnya/Hunger/
Miss Typo
lah lah lah, kok tau² dah tamat thor???

happy ending 👏👍
makasih thor, sukses terus dgn karya-karyanya di novel 💪
Miss Typo
ketinggalan gara² paketan hbs 🙈
Dewi kunti
hbs malu,trus malu2 in😄😄😄😄
Miss Typo
otw Adimas junior 😁
Miss Typo
Aamiin 🤲
Miss Typo
wah mau buka segel Rani si Adimas 😁
Miss Typo
huaaaaaa aku terharu 😭
selamat menempuh hidup baru Adimas dan Rani, semoga SaMaWa dan cepat dikasih momongan 🤲

awas Adimas jangan nyosor dulu mentang² berdua doang, inget mau sholat ashar berjamaah 🤣
Miss Typo
semoga lancar
Miss Typo
nangis sesenggukan tapi juga ketawa saat Kyun dateng 😭🤣
Miss Typo
bingung mau komen apa
Miss Typo
Rani adiknya Leon, semoga Rani tetap menikah dgn Adimas
Miss Typo
baru bisa baca lagi
huaaaaaa nyesek bacanya 😭😭😭
Tri Rahayuningsih
ditunggu ya kak
Miss Typo
jadi jadi gmn ini,,, alamak makin penasaran thor 😭
Miss Typo
kok aku makin geram sama ayahnya Rani ya
Miss Typo
semoga aja Adimas merubah penampilannya makanya gak bareng 😁
Miss Typo
semoga lancar gak ada halangan, deg²an Adimas gak brgkt bareng
Tri Rahayuningsih
jgn lama up ya thor..kalo bisa triple 😄 soale critane kereen 👍dan seru
LIXX: oke, 🤭makasih
total 3 replies
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!