NovelToon NovelToon
Lumpuh

Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Romantis / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Vermilion Indiee

Dibunuh berkali - kali tapi tidak mati.

Itulah kehidupan Alexa. Terlahir dari keluarga yang tidak benar - benar utuh, Alexa tumbuh dengan luka yang terlalu dini. Ia bahkan menyaksikan sendiri saat ayahnya, dalam keadaan mab*k, memb*nuh Ibunya.
Steven—orang asing yang kebetulan ada di tempat kejadian kala itu, justru menambah tekanan hidup Alexa karena melibatkannya dengan polisi.
Alexa pikir, dia akan membenci Steven. Namun yang terjadi sebaliknya.
Peran Steven di kehidupan Alexa menjadi begitu penting. Harapan untuk sembuh dari luka dan trauma masa lalunya cukup besar dengan kehadiran Steven.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vermilion Indiee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 33 - Mungkin

Steven duduk sembari memainkan ponselnya dan membiarkan perias merias wajahnya sebelum menghadiri acara Talkshow Comeback mereka dengan stasiun radio terkenal.

Anggota lain juga sibuk dengan diri mereka masing - masing.

"Agak mengejutkan karena you tiba - tiba mau latihan lagi setelah masalah itu, Steven." Tiba - tiba Bisma yang duduk bersebelahan dengan Steven, membuka suara.

"Gabut aja," jawab Steven singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.

Bisma adalah satu - satunya anggota yang paling tertutup tentang berbagai hal. Dia juga paling tenang di antara semuanya. Wajahnya benar - benar seolah selalu bicara kalau dia tidak mau terlibat dengan masalah apa pun.

Bahkan terkadang, Bisma hanya merekam ketika Steven dan Abi beradu argumen alih - alih melerai untuk menenangkan.

"Bukan karena cewek itu, kan?" tanya Bisma tiba - tiba.

Steven melirik cowok gondrong di sampingnya itu kemudian menyeringai kecil.

"Kayaknya ini bakalan ditanyain di acara nanti nggak sih?" Steven menimpali ke lain arah.

"Kenapa? Lo bakal klarifikasi?" Abi menambahkan.

Tak ada tanggapan langsung dari Steven yang hanya memandang sinis Abi dari pantulan cermin di hadapannya.

Sejujurnya Steven seringkali merasa muak ketika berbicara dengan Abi yang selalu berakhir dengan perdebatan yang tidak selesai. Kebiasaan itu membuatnya sering hilang kesabaran karena Abi sama sekali tidak mau kalah.

"Jangan bicara aneh - aneh saat talkshow nanti, Stev." Abi memberi peringatan.

"Bang, mending kita jangan saling bicara pas acara nanti," cetus Steven.

Abi terkekeh pelan membuat Bisma dan Steven saling pandang.

Mereka pikir, mungkin suasana hati Abi sedang baik hari ini sehingga pembicaraan dengan Steven tidak dia timpali dengan serius.

Tak hanya Bisma, staf yang mendengar pembicaraan Abi dan Steven yang diakhiri kekehan kecil Abi itu juga merasakan ketentraman yang belum pernah terjadi jika keduanya sudah mulai berdialog.

"Padahal tenang banget kalau selama ini omongan kalian 'tuh sama - sama anggap candaan." Jo tiba - tiba nimbrung.

"Diam lo, Jo. Lo dari mana aja?" sergap Abi ketika sadar Jo satu - satunya yang belum memakai pakaian acara.

"Tadi dari toilet. Aku liat Alexa lagi dikerjain sama orang." Jo menjawab tanpa menoleh karena wajahnya sedang dirias.

Mendengar nama Alexa, Steven adalah yang pertama kali menoleh memandang Jo dari cermin yang ada di depan Jo meminta penjelasan langsung.

Jo hanya mengangkat kedua bahunya enggan menjelaskan dan dia juga tidak tahu apa penyebabnya. Selain itu, Jo terlalu malas memberitahu kejadian yang menimpa Alexa.

"Diganggu gimana, Jo?" Steven memaksa meminta penjelasan.

"Nggak tau. Pokoknya diguyur pakai air aja setahuku." Jo membalas.

"Kok bisa?"

"Some of the staff are also fangirl. Karena Alexa pernah terlibat dengan kamu, atau siapa pun dari NOVA, menurutku bukan hal aneh kalau dia mendapatkan perundungan." Kali ini Lian ikut menambahkan.

Ucapan Lian lah yang berhasil mengakhiri pembicaraan kelima anggota NOVA.

Steven berkelut dengan ponselnya dan pikirannya yang terus bertanya - tanya apa saja yang sudah Alexa alami—yang tidak diketahuinya.

Entah kenapa dia menjadi sangat kesal. Ada perasaan kesal kepada yang merundung Alexa dan juga pada dirinya sendiri yang tetap tidak bisa menjaga Alexa padahal mereka sudah bekerja di gedung yang sama.

"Oke, Guys. Dua puluh menit lagi kita berangkat. Mobil sudah siap di depan." Terdengar teriakan salah seorang Staf dari pintus.

"SIAP!" Semua menyahuti secara serentak.

Kecuali Steven.

Setelah selesai di rias dan pakaiannya telah rapi, Steven bangkit dan pergi keluar tanpa sepengetahuan siapa pun.

Dia ingin menemui Alexa untuk melihat kondisi cewek itu apakah baik - baik saja atau tidak.

Namun dia dihentikan oleh Daffa yang tiba - tiba muncul di hadapannya dengan memasang wajah larangan. Daffa segera menarik Steven untuk kembali berkumpul dengan anggota lain sebelum berangkat ke studio talkshow.

"Sebentar doang kok, Bang. Aku mau pastiin kalau—"

"Alexa baik - baik saja. Dia sudah diberi seragam baru dan yang sengaja iseng ke Alexa sudah berhadapan dengan HR." Daffa memotong cepat.

"Serius?"

"Dua rius."

Steven menghembuskan nafas lega.

"Cuman dia sempat pingsan sebentar tadi," lanjut Daffa pelan.

_oOo_

Acara Talkshow berlangsung cukup lama. Selama itu, Steven tak banyak bicara kecuali kalau dia ditanya. Karena belum melihat kondisi Alexa dengan mata kepalanya sendiri, dia belum tenang.

Apalagi setelah mendengar kalau Alexa sempat pingsan.

"Oh ya, kabar soal Steven yang memutuskan untuk keluar dari NOVA sempat viral loh. Itu mengejutkan banget." Host kini memancing Steven untuk angkat bicara.

"Ahaha... soal itu." Hanya itu reaksi Steven—menggantung.

Abi menyenggol kaki Steven yang ada di bawah meja agar Steven sedikit panjang ketika menanggapi topik Sang Host, tapi Steven malah mengernyitkan kening bingung.

"Saat itu, bagaimana reaksi para anggota?" Host berpindah menanyakan anggota lainnya.

"Tidak mengejutkan sih. Steven memang suka membicarakan banyak hal," jawab Jo.

"Benar. Tidak peduli yang dibicarakan itu penting atau tidak," tambah Abi.

Bisma dan Lian mengangguk sesekali melirik Steven agar sedikit bersikap profesional ketika sedang bekerja. Tapi tetap saja Steve hanya memainkan tangannya acuh.

"Tapi melihat Steven hari ini hadir di acara ini, itu mengejutkan setelah kabar keluarnya dia dari NOVA."

Kini Jo yang menyenggol kamu Steven dengan kasar membuat Steven akhirnya buyar.

"Ya. Aku memutuskan untuk kembali bersama NOVA. Kupikir, mereka berhasil membuat aku berpikir kalau hanya empat orang, bukan NOVA namanya." Akhirnya Steven mengoceh cukup panjang.

"Wah... apa ada alasan khusus bagi kamu sehingga memilih untuk kembali, Steven?"

Steven langsung mengangguk tanpa ada sedikit pun keraguan di wajahnya.

Namun ternyata semua orang sudah memprediksi apa yang akan Steven jawab sehingga Abi menginjak kaki Steven sebelum Steven mengangkat suaranya.

"Apa itu? apa motivasi besar kamu dan kembali ke NOVA?" Host masih memancing.

"Temanku. Dia yang memintaku untuk kembali ke NOVA, jadi aku kembali."

"Siapa nama temanmu?"

"Alexa. Ya, dia yang membuatku berpikir kalau aku anggota paling egois."

Abi menepuk jidatnya pelan. Hanya menyebut kata temanku saja sebenarnya sudah masalah. Tapi Steven malah menyebut Alexa secara langsung yang pasti akan semakin membuat keributan.

"Apa dia cewek? dan apa kamu menyukainya?" Host semakin antusias.

Steven tak langsung menjawab, dia sempat menatap satu persatu anggotanya sampai akhirnya menjawab...

"Mungkin." [ ]

1
Irnawati Asnawi
😍😍😍
Irnawati Asnawi
setiven yang ngomong aku yang dek dekan, 😍😍😍
Vermilion Indiee: Wkwk... aku juga🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!