Rega Zalzala adalah putra ke empat dari keluarga Duke Zalzala.
Dia satu-satunya anak yang tidak memiliki kekuatan apapun. kelahiran nya di anggap aib oleh keluarga.
Di usia 18 tahun, keluarga nya memilih untuk membuang Rega seperti seekor anjing.
Namun tanpa di sangka, di detik terakhir hidup nya... dia mendapatkan sistem Dewa.
sebuah sistem yang akan mengubah hidup nya dari seorang pecundang menjadi seorang Raja.
ini adalah perjalanan Rega Zalzala membalas dendam dan menjadi Kesatria terkuat di kerajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bonggiw01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab29.
Anya masih terkunci di pelukan Rega, tubuhnya tak bisa digerakkan.
"PEMENANGNYA, ANYA!" Teriak Wildan dengan lantang.
"NANIII?!"
Semua orang menoleh serempak dengan ekspresi tercengang.
"Woy goblok! Apa kau bercanda?! Anya sudah tidak bisa bergerak! Aku telah menjatuhkan nya! Sudah jelas aku pemenangnya!" Rega masih memeluk Anya dari belakang, mengunci dengan erat.
Wildan menoleh sambil menyilangkan tangan dan mengangkat dagu. "Apa kau lupa dengan peraturannya? Siapa pun yang jatuh lebih dulu ke tanah, dialah yang kalah. Dan kau... menjatuhkan dirimu sambil membawa Anya. Artinya kau jatuh lebih dulu."
"APA?!" Rega membelalak. Mulutnya setengah terbuka.
"Hahaha... benar juga, dia lupa aturan yang telah di tetapkan," ucap Emul sambil menahan tawa dan menepuk bahu Mella.
Mella menggeleng sambil menutup wajahnya. "Haduh... pertarungan epik, tapi Rega kalah karena... jatuh duluan?"
Rega baru sadar. 'Sialan! aku terlalu fokus ingin menjatuhkannya sampai lupa diri sendiri yang menyentuh tanah lebih dulu!'
"R-Rega, Le-lepaskan... sampai kapan kau mau memelukku seperti i-ini?!" ucap Anya pelan wajahnya memerah.
Rega tidak menyadari tangan nya meremas Gundukan daging di dada Anya.
'Sial! Aku tidak sengaja meremas nya!' Rega buru-buru melepaskan.
"KIYAAAAA!!!" jerit Anya dengan suara tajam.
Seketika dia melompat mundur dan memeluk tubuhnya sendiri.
"K-KAU MENYENTUH TUBUHKU, Berani-beraninya kau memanfaatkan situasi!!!!"
"I-tu tidak sengaja! A-aku tidak bermaksud-" Rega ingin menjelaskan...
"Apa yang akan terjadi kalau orang lain tahu tubuhku sudah disentuh pria sebelum menikah! Mereka pasti tidak mau menikahi ku!" ucap Anya sambil menunduk dengan wajah merah padam.
'Sial! Ini akan menjadi semakin rumit! Aku benar-benar tidak sengaja telah menyentuh nya...' pikir Rega sambil menatap telapak tangan yang sebelumnya nya menempel di dada Anya.
Mella langsung berlari kecil menghampiri Rega. "Rega! Kamu terluka... biar aku sembuhkan." Ucapnya lembut, bersiap untuk melakukan penyembuhan.
"Tidak perlu, Merra. aku bisa mengobatinya sendiri," jawab Rega sambil mengambil satu Pil Penyembuhan dari cincin dimensinya.
Glup!
Dalam sekejap, luka di lengannya hilang.
"H-Hebat! Pil buatanmu benar-benar ajaib bisa langsung menyembuhkan luka! Efek nya sangat kuat!" Mella bersinar penuh kekaguman.
Namun Anya hanya menatap mereka dari samping dengan ekspresi semakin dingin. 'Gadis ini...mengapa dia terus menempel padanya! Apa dia menyukai Rega?' pikir nya, tapi dia seketika menggelengkan kepala. 'Kenapa aku berpikir seperti itu? Memang nya kalo dia menyukai Rega, apa urusan nya dengan ku... Hmph!' Anya melipat tangan sambil memalingkan wajah.
"Baiklah baiklah, kurasa misi kita di desa ini sudah selesai," ucap Emul sambil meregangkan tubuh. "Kita semua akan membuat laporan masing-masing dan melaporkan pada komandan."
Wildan menatap Rega dengan tajam. "Woy, nama mu Rega, Kan? jangan lupa... Kau telah kalah, sekarang kau resmi jadi bawahan Anya! Jangan sampai kau mengingkari peraturan.." ujarnya sambil mengedip ke arah Anya, jelas dia sengaja melakukan itu untuk Anya.
Anya berdiri diam. 'Padahal aku menang karena peraturan konyol... kenyataannya, aku yang dikalahkan dengan telak oleh Rega.'
Tatapannya kembali pada Rega. 'Dia menggunakan kekuatan yang bahkan aku belum pernah lihat... Dia memiliki Skill yang dapat mengubah Qi nya menjadi Qi petir.. itu hal aneh untuk orang yang memiliki kultivitas Rendah'
Mella kemudian melangkah pergi. "Baiklah Rega, aku kembali dulu ke markas Sunfire. Jika nanti kamu lenggang... ayo makan bersamaku di kota! Daahhh..." ucapnya sambil melambaikan tangan dan tersenyum cerah.
Rega hanya membalas dengan anggukan tenang.
Anya, yang berdiri di sampingnya, tiba-tiba berkata dingin, "Kau... menyukai gadis itu?"
Rega menjawab tanpa berpaling. "Aku tidak punya waktu untuk hal-hal seperti itu."
"Mengapa? Bukankah kita semua sudah dewasa dan... bebas memilih pasangan?" ucap Anya lirih, nyaris tak terdengar.
'Tentu saja karena aku harus membalas dendam! Aku harus menghancurkan Keluarga Zalzala!' pikir Rega, tapi dia tidak mengatakan nya.
Rega berjalan pelan. "Ada hal yang lebih besar yang harus kulakukan... dan cinta bukan prioritas untuk saat ini."
Anya menatapnya diam-diam. 'Apa yang sebenarnya dia sembunyikan?'
--------------------
Di waktu bersamaan.
Di kediaman utama Klan Hayashi, cahaya matahari sore menembus kaca-kaca patri yang memancarkan bayangan warna-warni ke lantai marmer.
Di tengah aula, Duke Hyuga Hayashi duduk di atas kursi besar berlapis emas dengan lambang klan terpahat di sandarannya.
Sorot matanya tajam namun tenang, memancarkan wibawa seorang pemimpin garis keras.
"Lapor Ketua," ucap seorang pria berlutut, berseragam resmi klan.
Dia adalah Ryuji Hayashi, putra dari adik kandung Hyuga. "Putri Anya telah berhasil lulus sebagai ksatria. Dia menempati peringkat ke dua dari 1.200 peserta."
Hyuga mengangguk pelan, menyilangkan tangan di dada. “Hmmm, cukup lumayan. Posisi nomor dua berarti semua komandan pasti berebut ingin merekrutnya.”
"Benar, Ketua. Delapan Komandan mengangkat tangan saat pemilihan,” jawab Ryuji, nada suaranya penuh keyakinan.
Senyum bangga sempat terukir di wajah Hyuga. “Lalu… skuad mana yang ia pilih? Apa dia bergabung dengan Strom Falcon seperti dirimu?”
Ryuji menghela napas perlahan. “Sayangnya tidak, Ketua. Putri Anya memilih bergabung ke dalam Skuad Ghost Bat. Skuad paking buruk sepanjang sejarah.”
“Apa?!” Suara Hyuga meninggi. Tangannya mengepal di atas sandaran. “Skuad Ghost Bat?! Skuad paling hina dan bermasalah dalam sejarah kerajaan?! Mengapa dia bisa mengambil keputusan sebodoh itu?!”
“Motifnya belum diketahui, Ketua,” jawab Ryuji, tetap tenang. “Saya belum sempat bertanya langsung. Begitu seleksi selesai, dia langsung menerima misi pertamanya dari skuad.”
Hyuga berdiri dari kursinya, jubah kebesarannya berkibar dengan elegan. “Anya… apa yang kau pikirkan? Kenapa harus Ghost Bat?” gumamnya.
Ia melangkah ke arah jendela besar, menatap langit sore yang mulai memerah. “Ryuji, Bawa dia pulang. Aku ingin mendengar sendiri alasannya.”
“Perintah akan segera saya laksanakan,” ucap Ryuji, membungkuk hormat sebelum melangkah keluar.
Namun sebelum sepenuhnya keluar dari aula, sorot mata Ryuji berubah. Tatapannya dingin, gelap, menyiratkan obsesi.
‘Anya… kau satu-satunya wanita yang pantas berdiri di sisiku. Apa pun alasanmu memilih skuad sampah itu, aku akan menarikmu kembali. Karena bagaimana pun, kau adalah tunanganku. Sejak kecil perjodohan kita telah ditetapkan. Kau tidak akan pernah bisa lepas dariku... Kau akan menjadi istri ku'
Seketika langkahnya semakin cepat, seperti bayangan yang bersiap menjemput takdir yang telah lama direncanakan.
------------+
Sementara itu, Rega dan Anya melangkah menyusuri kota dengan tenang.
"Anya, apa kau tahu di mana letak markas kita?" tanya Rega sambil melirik sekeliling.
"Tidak juga. Aku Sama sepertimu, aku juga pertama kali ke sana dan satu-satunya jalan lewat skill portal, senior Vidal" jawab Anya datar sambil menyilangkan tangan.
Rega mengangguk pelan. "Kalau begitu... Tidak ada yang bisa kita lakukan.. kita jalan-jalan dulu saja di kota"
Namun langkah mereka terhenti saat seorang pemuda berlari dengan napas terengah dan wajah panik.
"Aniki!!" teriak Atar. "Ampuni aku, Aniki! Jangan hukum aku! Maafkan aku Aniki!"
Rega menyipitkan mata. "Ada apa, Atar? Apa yang terjadi?"
"A-Asosiasi Alkemis! Mereka.... mereka sedang mencari siapa pembuat pil sempurna itu! Aku dilecut pertanyaan terus-menerus! Dan... dan aku... aku tak sanggup menahannya, Aniki! Aku... aku bocorkan namamu!" Atar berlutut gemetar.
'Bodoh…' Rega memijat pelipisnya.
Tiba-tiba, suara berat nan berwibawa terdengar. "Ho… jadi bocah ini penciptanya?"
Seorang pria tua berjubah putih berdiri tak jauh dari mereka. Di dadanya, lambang Alkemis Tingkat 7 bersinar samar.
"Master Chen Yuan!" seru Anya refleks.
Dia segera memberi hormat. "Senang melihat Anda dalam keadaan sehat, Master. Keluarga kami takkan pernah lupa bantuan yang pernah anda berikan pada kami...."
"Ho... aku tak menyangka bertemu langsung dengan seorang putri dari Klan Hayashi di sini," balas Master Chen ramah.
Atar masih gemetar di tanah. "Aniki... maaf... aku benar-benar—"
BUUUK!
Rega menjitak kepala Atar.
"Bawahan bodoh."
"Ampun, Aniki!" rengek Atar, memegangi kepalanya.
Master Chen memandangi Rega serius. "Jadi, kau yang membuat pil pemurni racun dan juga Pil Pemulihan Qi dasar dengan tingkat kesempurnaan 98% itu?"
Rega menghela napas. "Iya, aku pembuatnya."
Hening sesaat.
Detik berikutnya...
Brug!
tubuh Master Chen menekuk. Lelaki tua itu berlutut, mengepalkan kedua tangan di depan dada.
"Master! Tolong jadikan saya muridmu!"
"APA?!" Anya dan Atar hampir jatuh saking terkejutnya.
'Kakek tua gila! Ini bisa menarik perhatian orang banyak! Aku tidak mau jadi pusat keramaian! Dasar tolol' pikir Rega panik.
"Kakek tua, bangun! Kau tidak malu bersujud pada anak muda?!"
"Tidak ada hubungannya dengan usia," ucap Master Chen sungguh-sungguh. "Hanya mereka yang bisa menciptakan pil sempurna yang pantas menjadi guru."
Rega melihat ke sekeliling nya, berusaha menahan perhatian yang mulai mengumpul di sekeliling mereka.
"Rega! Siapa sebenarnya kau?! Ba-Bahkan Master Chen memohon padamu!" Anya menatap Rega seolah sedang melihat orang asing.
"Sial! Ini sudah kelewatan," gumam Rega. Ia berbalik. "Kita bicara di asosiasi alkemis. Ayo."
Tanpa menunggu, Rega berjalan lebih dulu. Master Chen, Anya, dan Atar segera mengikuti, menyusuri keramaian kota yang mulai ramai berbisik tentang sosok misterius yang membuat master Chen berlutut.
suka dg ide briliannya
seratusss....semangat thor👍