NovelToon NovelToon
Gadis Mungil Milik Mafia Kejam

Gadis Mungil Milik Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Romantis / Cintamanis / Mafia
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Rea Adelia, gadis sebatang kara yang lugu dan ceroboh, merantau ke kota besar demi mencari kerja. Namun, malam pertamanya di kota itu berubah menjadi mimpi buruk sekaligus awal takdir baru. Di sebuah gang sempit menuju kosannya, ia menemukan Galen Alonso—seorang pemimpin mafia kejam yang terluka parah akibat pengkhianatan.
Niat baik Rea membawanya menolong Galen ke dalam kamar kosnya yang sempit. Tanpa Rea sadari, menolong Galen berarti menyeret nyawa polosnya ke dalam dunia gelap yang penuh darah. Di antara sekat dinding kos yang rapuh, si gadis manis yang ceroboh harus hidup bersama sang mafia tampan yang berbahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Sentuh Gadisku!

Di tengah perjalanan menuju hotel, ponsel khusus Galen bergetar hebat. Suara Leon terdengar panik dari seberang sana. "Tuan, bahaya! Musuh dalam jumlah besar sedang menuju mansion utama milik Tuan. Mereka memanfaatkan celah saat Tuan pergi!"

Galen mengerutkan keningnya, rahangnya mengeras karena geram. Ia terjepit di antara dua pilihan sulit. "Ahh, sialan!" umpatnya. "Jemput saya sekarang. Kita harus menyelesaikan sampah-sampah itu lebih dulu sebelum mereka menghancurkan markas!"

Galen terpaksa berputar arah, namun ia memberikan instruksi rahasia pada dua anak buahnya yang paling ahli untuk tetap mengawasi Rea di hotel tanpa terlihat.

Sementara itu, suasana di hotel mewah terasa sangat gemerlap. Rea yang baru pertama kali masuk ke tempat seperti itu tampak takjub. "Wihhh, keren banget deh hotelnya!" seru Rea polos.

"Iya, keren banget, Rea. Ayo nona-nona, silakan masuk!" ajak manajer mereka. Mereka mulai menikmati hidangan mewah dan minuman yang tersedia. Namun, di tengah keriuhan itu, Liona mendekati Rea dengan senyum misterius.

"Rea, saya ingin bicara denganmu sebentar di atas. Ada hal penting mengenai pekerjaanmu," ucap Liona tenang.

"Baik, Nyonya," jawab Rea tanpa curiga sedikit pun. Ia mengikuti langkah angkuh Liona menuju lantai atas. Namun, saat tiba di depan sebuah kamar terpencil, Liona tiba-tiba berbalik dan mendorong tubuh kecil Rea ke dalam kamar dengan kasar. BRAK! Pintu dikunci dari luar.

Di mansion, suasana berubah menjadi medan perang. Galen dan anak buahnya bergerak seperti badai, mengurus setiap "sampah" yang berani menginjakkan kaki di wilayahnya. Galen menghabisi musuhnya satu per satu dengan gerakan mematikan, namun pikirannya terus tertuju pada HP Nokia kuning di sakunya. Ia gelisah.

"Nyonya Liona! Tolong! Tolong buka pintunya!" Rea menggedor-gedor pintu dengan tangan mungilnya yang mulai gemetar.

"Percuma manis, kau minta tolong pun tak akan ada yang mendengar," suara berat seorang pria muncul dari kegelapan kamar. Seorang pria bertubuh tambun dan berpakaian mahal keluar dari balik tirai dengan tatapan lapar.

Rea mundur hingga punggungnya menabrak tembok. "Siapa kau?! Jangan mendekatiku!" teriak Rea ketakutan. Ia meraba sakunya, teringat HP kuning pemberiannya. Dengan tangan gemetar, ia mencoba mencari nomor "Paman" untuk meminta pertolongan.

"Paman... tolong Rea..." bisiknya lirih sambil menekan tombol panggil di HP

Pria hidung belang itu tertawa sinis melihat Rea mencoba menelepon. Dengan satu sentakan kasar, ia merampas HP Vivo milik Rea dan menghempaskannya ke lantai hingga layarnya retak seribu.

"Jangan! Jangan mendekat!" Rea meronta, namun pria itu justru mengambil gelas di meja. Tanpa ampun, ia mencekoki Rea dengan minuman yang sudah dicampur obat bius.

"Bersiaplah... Nona," bisiknya jahat.

"Emhhh... kenapa... kepalaku pusing sekali..." Pandangan Rea mengabur. Dunia seolah berputar. Di sisa kesadarannya yang kian menipis, pria itu membuka kancing kemejanya dan menjatuhkan tubuh Rea ke kasur.

"Pamannnnnn..." rintih Rea pelan sebelum matanya nyaris terpejam.

Di bawah, di lobi hotel...

Pintu kaca hotel bergeser terbuka dengan kasar. Galen melangkah masuk dengan aura yang begitu mematikan. Para tamu hotel yang tadinya berbincang langsung terdiam, mereka menatap Galen dengan ngeri; pria itu tampak seperti malaikat maut yang sedang murka.

Galen langsung menuju lantai atas dan menemukan Liona yang sedang berdiri di depan koridor kamar sambil bersedekap.

"Tuan Galen? Kenapa kesini? Ingin bermain denganku ya?" tanya Liona dengan nada menggoda yang memuakkan.

"Diam kau! Di mana Rea?!" desis Galen. Suaranya rendah, namun mampu membuat bulu kuduk liona berdiri.

Liona tertawa kecil, pura-pura bodoh. "Rea? Siapa Rea? Aku tidak kenal pelayan rendahan seperti—"

"Jangan berbohong, Liona!" Galen mencengkeram rahang Liona dengan satu tangan, menekannya ke dinding. "Katakan di mana dia, atau klanmu akan habis malam ini juga!"

Liona gemetar hebat. Di tengah ketegangan itu, sebuah suara rintihan lemah terdengar dari balik pintu kamar nomor 402.

"Pamann..."

Mendengar suara Rea, mata Galen berkilat merah. Tanpa membuang waktu, ia melepaskan Liona dan menghantam pintu kamar itu dengan tendangan maut.

BRAAAKKK!

Pintu hancur seketika. Di dalam sana, Galen melihat pria itu baru saja hendak menyentuh Rea yang sudah lemas.

"Berani kau menyentuhnya," suara Galen terdengar seperti guntur yang tenang namun menghancurkan. "Maka hari ini adalah hari terakhirmu bernapas di dunia ini."

Pria di atas kasur itu menoleh, wajahnya pucat pasi saat melihat siapa yang datang. "Ga-Galen Alonso?!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!