NovelToon NovelToon
Ikatan Tanpa Cinta

Ikatan Tanpa Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Berbaikan / Cerai / Keluarga / Romansa / Tamat
Popularitas:13.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nur Alquinsha

Menikah dengan pria tampan, baik, setia dan kaya mungkin terdengar seperti mimpi di siang bolong. Tapi tidak bagi Erina, wanita dengan nama lengkap Erina Azkia Davina itu menjadi salah satu wanita beruntung di muka bumi ini karena berhasil menikah dengan pria tampan, baik, setia dan kaya raya.

Namun, meskipun Erina menikah dengan pria yang nyaris sempurna, pernikahan mereka tidak berjalan mulus. Penghianatan yang dilakukan ayahnya di masa lalu menghantui Erina dan membuat Erina tidak bisa mempercayai suaminya, Bisma, apalagi Erina pernah memergoki Bisma dengan wanita lain di kantor.

Rasa takut yang menghantui Erina membawa petaka dalam rumah tangganya. Bahkan, Erina dan Bisma hampir bercerai. Hampir, beruntung Bisma selalu bisa mengimbangi Erina dan tidak suka memperpanjang masalah. Bisma memang pantas disebut sempurna.

****

Note: Saya harap kalian tidak mengandalkan emosi saat membaca novel ini, karakter ceritanya mungkin kurang baik, tapi kalian jadilah pembaca yang baik.

©2019, lightqueensa || Nur Alquinsha A

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Alquinsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ITC #28

"Dimana Erin? kenapa malah lo yang ngambil barang dia?" Tanya Soraya sambil memandangi Leo galak.

Pria di depan Soraya mengaku datang atas perintah Erina untuk mengambil barangnya, tapi Soraya tidak akan percaya begitu saja, Erina sering cerita kalau orang-orang Bisma tidak pernah mendengarkannya, mana mungkin sekarang mau Erina perintah.

"Bisma nyuruh lo kan? si brengsek itu nyulik Erina?" Tuding Soraya.

Leo menganga karena mendengar pertanyaan tidak masuk akal Soraya, secara hukum dan agama Bisma itu suami Erina, mana bisa Bisma disebut menculik istrinya sendiri. Lalu Leo berdehem sebelum bicara.

"Nona Soraya, saya tidak berbohong, saya datang kesini atas perintah nona Erin, anda bisa menelpon nona Erin kalau tidak percaya." Ucap Leo berusaha untuk tenang.

"Cih, Erin pasti sudah di ancam Bisma, si tukang selingkuh itu memang tidak tahu diri." Ucap Soraya yang tidak bisa berhenti memaki Bisma.

"Heh?" Leo menghela nafas sebentar. "menurut anda nona Erin mudah untuk di ancam?"

Soraya diam-diam menjawab tidak, Erina tidak mudah untuk itu, tapi bukan berarti Soraya harus percaya terhadap orang suruhan Bisma yang berdiri di depannya.

"Raya, sudahlah. mungkin Erin memang menyuruh dia, kita berikan saja ya?" Farhan yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara.

Soraya mendengus. "Tidak bisa, kamu tidak ingat Erin menangis semalam? Erin juga bilang mau cerai sama Bisma ingat?" Tanyanya mengingatkan Farhan barangkali suaminya lupa.

"Iya, aku ingat." Jawab Farhan.

"Tapi kamu sudah melihat klarifikasi hubungan Bisma dan Gisella kan? mungkin Erin berubah pikiran karena itu." Ucap Farhan melanjutkan.

Leo menyimak pembicaraan mereka, sepertinya sempat terjadi hal besar dalam rumah tangga sahabatnya, Erina bahkan sempat memikirkan perceraian dan Leo baru mengetahuinya.

Soraya mengaku melihat klarifikasi tentang rumor Bisma dan Gisella, tapi apa mungkin hal itu membuat Erina berubah pikiran?

Soraya ingat, Erina terlihat tidak peduli dengan klarifikasi yang mereka dengar, buktinya Erina mengambil barangnya setelah mendengar itu.

"Tapi--" belum sempat Soraya menyangkal perkataan Farhan, suaminya lebih dulu memotongnya.

"Kamu harus menghargai keputusan Erin." Ucap Farhan lembut.

Soraya menghela nafasnya. "Baiklah, kamu boleh memberikan barang Erin padanya." Putus wanita itu, lalu berbaring dan memunggungi kedua pria yang ada di ruangannya.

Farhan hanya menggelengkan kepala melihat kelakukan istrinya, Farhan tahu betul alasan Soraya seperti itu, Soraya tidak ingin Erina sampai terluka untuk yang kesekian kalinya.

Lalu, Farhan mengambil barang Erina dan memberikannya pada Leo, koper dan sebuah kotak yang sama-sama berukuran sedang.

"Kamu bisa membawanya sendiri?" Tanya Farhan melihat Leo kesulitan.

Meskipun hanya kotak berukuran sedang, kotak itu lumayan berat karena berisi album yang tersusun rapih di dalamnya, Farhan khawatir Leo sampai menjatuhkan itu.

"Saya bisa, jangan khawatir." Jawab Leo disertai senyuman yang memperlihatkan lesung pipinya.

"Baiklah, tapi kamu harus hati-hati, ada barang kesayangan Erin di dalam kotak itu."

Erina mulai merasa risih, Bisma tidak berhenti menatapnya semenjak mereka memutuskan untuk menonton televisi, membuat Erina tidak bisa fokus dengan apa yang dia tonton.

"Televisinya ada di depan, berhenti menatapku." Ucap Erina tidak tahan.

Bisma tersenyum melihat wajah kesal istrinya dari samping. "Saya tahu, hanya saja saya takut kamu tiba-tiba menghilang dari pandangan saya."

"Tidak masuk akal, memang dia pikir gue punya kekuatan semacam itu, menghilangkan diri?" Gerutu Erina dalam hatinya.

Bisma menjadi sangat berlebihan dan membuat Erina tidak nyaman, meski Erina menyukai adegan dalam drama saat pemeran pria begitu perhatian pada pemeran wanitanya, tapi Erina tidak pernah berharap mendapatkan perhatian seperti itu dari suaminya.

"Aku pergi kalau kamu tidak bisa fokus menonton." Ucap Erina jengkel.

Bisma sempat diam sebelum akhirnya menahan tangan Erina serta menarik tangan itu hingga Erina beralih duduk di pangkuannya, lalu Bisma mendekap tubuh Erina supaya istrinya tidak pergi.

"Maaf, sekarang saya akan fokus menonton." Bisik Bisma sambil menaruh dagunya pada pundak Erina.

"Kalau gini, malah gue gak bisa fokus nonton, dasar bodoh." Erina kembali menggerutu dalam hati.

"Saya baru tahu kamu suka menonton itu." Ucap Bisma saat televisi mereka memperlihatkan adegan ciuman diatas ranjang.

Erina meneguk ludahnya, dia juga tidak tahu akan ada adegan seperti itu, dan Bisma baru saja menuduh Erina suka menontonnya.

"Bisma, sepertinya ada tamu, aku akan membuka pintu." Ucap Erina mengalihkan saat mendengar bel di mansion berbunyi.

Tapi, Bisma tidak membiarkan Erina pergi dan malah memeluk Erina erat, sehingga mau tidak mau Erina tetap menonton adegan yang semakin memanas. Erina sampai malu melihat adegan tidak pantas itu.

"Orang bayaran saya akan membuka pintu." Suara berat itu membuat Erina merinding, Bisma seperti terpancing dengan apa yang mereka tonton.

Bisma masih menonton televisi, tapi tangannya mulai nakal dan memasuki pakaian Erina, tanpa memperdulikan keberadaan mereka saat ini, mereka sedang berada di ruangan tengah.

"Bisma!" Tegur Erina sambil menahan tangan suaminya, tidak ingin para maid memergoki apa yang sedang Bisma lakukan padanya.

"Kamu sudah menggoda saya, kenapa tidak mau tanggung jawab?" Bisma beralih menciumi tengkuk Erina sementara tangannya memilih diam karena Erina memegang tangan itu.

"Menggoda bagaimana? perasaan gue diem aja!" Erina mencibir dalam hati.

Erina tidak habis pikir dengan perubahan Bisma, sudah dua kali pria itu berusaha memuaskan nafsunya tanpa mengenal tempat mereka.

"Erin, kapan datang bulan kamu selesai?" Tanya Bisma, ini kedua kalinya pria itu membahas datang bulan Erina.

"Saya ketakutan menghadapi singa liar di rumah sakit, kalian bermesraan?" Suara itu membuat Bisma dan Erina tersentak.

Erina bergerak cepat menjauhi Bisma, sementara Bisma menatap kesal Leo yang memasuki ruang tengah, berani sekali sekretarisnya itu mengganggu.

Erina berdehem.

"Oh, Leo? kamu sudah mengambil barangku?" Tanya Erina sekedar untuk basa-basi, Erina tidak ingin kalau Leo membahas apa yang tadi pria itu lihat.

Leo tersenyum menatap Erina. "Saya sudah mengambilnya, mau di simpan dimana barang ini?" Tanyanya.

Erina berjalan menghampiri Leo, beruntung dia sudah biasa menebalkan mukanya, sehingga meskipun Leo sudah memergokinya, Erina masih bisa bersikap tenang dan santai.

"Terimakasih, kamu bisa memberikan itu padaku." Jawab Erina lalu mengambil kotak albumnya dari tangan Leo, sementara Bisma mengekori Erina dari belakang.

"Tidak perlu berterimakasih." Bisma yang mengatakan itu saat Leo hanya merespon Erina dengan senyuman. "Leo hampir membuatmu pergi, dia seharusnya minta maaf."

"Heh! apa maksudmu?" Tanya Leo tidak terima, hampir membuat Erina pergi? yang benar saja, Leo merasa tidak melakukan apapun.

"Kamu hampir membuat Erin pergi! tidak dengar?" Tanya Bisma ketus.

Leo mendengus kesal. "Aku tidak mengerti maksudmu." Sahutnya tidak terlalu peduli dengan perkataan Bisma.

"Sudahlah, sekarang kamu bisa pergi." Bisma mengusir sambil mengibaskan tangannya pada Leo.

"Bisma, tidak baik bersikap seperti itu." Tegur Erina.

"Kamu dengar? tidak baik bersikap seperti itu!" Leo menyambar untuk menegaskan.

Bisma memutar mata, kalau bukan karena Erina angkat bicara, sudah pasti Bisma mengusir Leo, pria itu tidak tahu Leo sudah melakukan tugasnya, Bisma mengira belum ada yang melakukan klarifikasi mengenai rumor yang membawa namanya.

"Kamu juga harus tahu, tidak baik melupakan tugas yang bosmu berikan." Balas Bisma tidak mau kalah.

"Bisma!"

Jangan lupa mendukung karya ini dengan menekan tombol suka dan masukan ke daftar favorit kalian. Teruntuk kalian yang tertarik dengan karya-karya aku, silahkan ikuti aku di mangatoon atau intagram (@light.queensha) Terimakasih ...

Regards:

©2019, lightqueensa.

1
Tamirah Spd
Sebagai sahabat harus tahu mendudukkan layak nya sahabatku.jangan terlalu masuk kedalam urusan rumah tangga mereka.Pikirin juga perasaan suami nya.Yah memang di dunia ini kadang kadang aneh dgn manusia manusia nya.Ada sahabat yg betul betul sahabat sejati tapi ada juga sahabat yg menikung sahabatnya sendiri dgn berselingkuh,main belakang dgn Suami sahabat nya sendiri wesss angelllll.
Tamirah Spd
Rasa senang yg berlebihan, dikala tidur disamping suami kok bisa dgn antusias membicarakan sang idola,gak etis aja, justru sahabat nya yg bercerita ttg makna berbulan madu,yg kedepan nya membahas keturunan . ... wesss angelllll ....!!!
Tamirah Spd
Mengalah lah sedikit saja,beri Bisma kesempatan untuk menjelaskan apa yg sebenarnya terjadi .Kalau seorang suami walau nikah karena perjodohan sangat perhatian dan tidak mau bercerai harusnya nya kamu peka. Apa lagi kamu sdh menjadi istri yg seutuhnya Kalau bercerai bukan janda rasa perawan., kalau subur kemungkinan kamu hamil.Di dunia fana ini Kalau hamil tanpa suami alias janda sulit berjuang sendiri untuk membesarkan anak.Sulit untuk kebutuhan finansial.
Tamirah Spd
Istri mana yg gak sakit hati dikala masuk keruangan kerja ada wanita duduk dipangkuan suaminya. dan dibuat author sang istri cuek saja gak marah, biar suaminya yg salah tingkah.Lanjut Thor.
Tamirah Spd
Awal cerita yg menarik, walau pernikahan yg dijodohkan kan tidak ada drama atau memang blm ada drama yg berarti. Yg model dingin dan datar untuk cerita ini wanitanya.Berbanding terbalik dgn Novel yg sudah sudah kubaca.
Berharap cerita nya menarik dan seru.
Royani Arofat
erina tdk mudah luluh
Royani Arofat
d dunia nyata memang aq jumpai.menikah tanpa cinta.mereka menjalaninya dan awet sampe berpuuh tahun.yg penting saling menerima pasangan apa adanya danbersyukur.
Nhimasera Sera Sera
Luar biasa
Nhimasera Sera Sera
Lumayan
Wati_esha
Terima kasih ceritanya. Barokallah.
Wati_esha
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Asalkan Erina tidak mengalami morning sick yang parah, maka Arumi aman saja dirawat olehnya. Toh usia Arumi juga sudah satu tahun.
Wati_esha
Terima kasih ceritanya. Barokallah....
Wati_esha
Apa yang dilakukan Bisma pada Rose dan penghujat Erina yang lain?
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Kenapa Erina mengulangi pertanyaan itu?!
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Farhan - Bisma, main belakang ya. 🤣🤭. Bagus ide mereka segera untuk mempertemukan Erina - Soraya.
Wati_esha
Tq update nya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!