{Area khusus dewasa}
"Saya mohon tolong lepaskan saya, saya mohon." Permintaan wanita itu dengan suara lirih memohon pada pria itu.
"Tidak bisa,hanya kamu yang bisa melakukannya, sampai kapanpun kamu tak akan bisa pergi."ucap pria itu dengan nada serius.
"Tapi kenapa harus saya, masih banyak wanita lain yang mau dengan Anda."
Wanita itu semakin ketakutan, setelah Apa yang dilakukan oleh pria itu.Berharap mampu bisa menghindarinya, tapi tetap saja tak bisa dia hindari ketika ambisi dari pria itu begitu besar terhadap dirinya.
Apakah nantinya dirinya akan menerima kehadiran pria itu atau dirinya lebih memilih untuk pergi dari kehidupannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia terbongkar ~
"Kenapa orang-orang melihatku dengan tatapan begitu." Batin Malia yang merasa risih dengan mereka.
Akhirnya Malia sampai juga di kelasnya yang langsung disambut oleh Nita,"Malia." Nita langsung menarik tangan Malia dengan lari.
"Kamu kenapa?" Tanya Malia yang terlihat begitu bingung dengan tingkah Nita.
"Ada berita penting yang harus kamu tahu." Kata Nita yang menceritakan secara detail apa yang ingin dia sampaikan.
Reaksi Malia benar-benar kaget,"Apa kamu bilang!" Malia benar-benar syok tentang informasi itu.
"Aku bicara beneran Mil, orang-orang sudah tahu semuanya." Ucap Nita yang tidak bercandaan tentang hal itu.
Malia mulai kebingungan,siapa orang yang sengaja menyebarkan gosip itu,"Jika orang lain tahu bisa gawat ini." Ucap lirih Malia yang mulai kebingungan menghadapi masalahnya.
"Gawat kenapa,jika sudah seperti ini tak perlu lagi kamu tutupi dan memang benar adanya kamu istrinya." Jawab santai Nita.
"Aku belum siap, bagaimana mereka membicarakan sesuatu tentang aku?" Tanya Malia yang mulai kebingungan cara menghadapi orang-orang seperti itu.
"Sudahlah, jangan terlalu stres menghadapi masalah ini.Lebih baik kamu bicarakan dengan suamimu dan mencari jalan keluarnya." Nita pun hanya bisa memberikan nasehat pada temannya seperti itu dan memahami jika Pak Dio bisa menangani masalah seperti ini.
Siang hari
Seperti biasanya Malia pergi ke kantin,tapi tidak hari ini.Dirinya lebih menahan diri didalam kelas karena hal sesuatu yang menganggu dirinya.
"Ayo Mil." Ajak Nita pada Malia yang masih saja duduk terdiam di tempat duduknya.
"Aku tidak mau." Malia langsung menolaknya.
" Memang kenapa?" Tanya Nita pada Malia.
"Aku tak ingin jadi bahan bicara orang lain." Nita pun mulai paham apa yang terjadi pada temannya.
"Mau bagaimana lagi,jika orang lain sudah mengetahui hal ini.Sebaiknya kamu hadapi jangan pernah menghindari,biarkan orang lain mau bilang apa. Yang terpenting hubungan kalian baik-baik saja." Nita mulai mengingatkan kembali Malia untuk menghadapinya.
Malia hanya bisa menghela nafas panjang setelah Malia sedari tadi di ceramah oleh Nita temannya sendiri.
Tiba-tiba saja dari depan muncul Wina yang lari menghampiri Malia,"Ternyata kamu masih ada disini." Ucap Wina yang langsung direspon bingung oleh Malia.
Wina datang pun ada alasannya, hanya untuk bicara sesuatu yang penting pada Malia.
"Dia sudah tahu." Jawab Nita yang langsung menjawab pertanyaan dari Wina.
"Oh ,kamu sudah tahu." Jawab Wina yang datang sekedar memberikan informasi tentang berita heboh tentang Malia.
"Bagaimana ini." Gumam Malia yang kebingungan harus menghadapi masalahnya kini bagaimana.
"Kenapa kamu malah yang kebingungan, bukannya lebih baik nantinya tidak akan ada wanita lain menggoda suamimu." Malia terlihat begitu kesal mendengar jawaban dari Wina.
"Dia belum siap,takut jadi bahan gosip." Nita yang langsung menjawab dan Wina mengernyit dahinya.
"Hanya itu alasanmu?" Tanya Wina yang baru mengetahui apa alasan Malia seperti itu.
"Kenapa kalian tak membantuku, bagaimana nasibku nanti." Malia benar-benar bingung harus berbuat apa.
"Jika sudah tersebar begini akan lebih susah dan saranku biarkan saja mereka mau bicara apa."Malia makin frustasi.
"Dengarkan apa yang dikatakan Wina tadi,lebih baik kamu santai." Malia hanya terdiam dan hanya bisa pasrah.
Ditempat lain
Dio baru saja selesai mengajar, dia bergegas keluar dan menuju ruang kerjanya.Beberapa orang mulai memandanginya seolah ada sesuatu yang orang lain ingin ketahui.
"Sepertinya ada seseorang yang sengaja membocorkan informasi itu." Batin Dio yang bisa menebak rahasia pernikahan mereka sengaja orang lain membocorkannya hanya untuk membuat gaduh di tempat kerjanya.
Dio sampai diruang kerjanya,mulailah Dio melanjutkan aktivitasnya di atas meja.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan yang dimana orang itu adalah istrinya.
"Sayang." Sapa Dio yang kaget dengan kemunculan istrinya diruang kerjanya.
Malia berjalan mendekati meja kerja suaminya,"Ini gawat." Ucap Malia yang secara langsung dipahami oleh Dio yang pastinya istrinya akan membicarakan perihal berita itu.
"Sayang,kamu harus tenang.Kita pun tak tahu siapa orang yang sengaja membocorkan hal ini." Ucap Dio yang benar-benar tak merasa membicarakan hal itu pada orang lain.
"Lalu siapa orang yang sengaja menyebar informasi itu?"
"Aku pun tak tahu siapa orangnya,jika seperti ini tak perlu lagi kita tutupi lagi lebih baik kita jalani hidup kita seperti biasa.Orang mau bilang apapun tak ada masalah untuk kita, apalagi posisi kita suami istri."
"Itu kamu , bagaimana denganku?" Tanya Malia lagi yang benar-benar syok menghadapi masalah baru di hidupnya.
Dio perlahan-lahan menenangkan istrinya,"Dengar apa kataku ini,apapun yang terjadi aku akan terus menjaga dan mendukungmu mungkin sudah waktunya rahasia pernikahan kita harus bocor di publik dan sekali lagi aku mohon tenanglah." Malia yang mendengar pesan dari suaminya mulai menenangkan pikiran dan hatinya untuk tidak terlalu panik.
"Ingat sayang,tak mungkin aku akan diam dan aku yakin jika nantinya tak akan ada orang yang berani mengganggumu lagi,sayang." Pada akhirnya Malia menganggukkan kepala percaya dengan apa yang suaminya katakan.
Malia pun kembali kelasnya dan tidak lupa Dio meminta ciuman dari istrinya yang semakin menunjukkan begitu obsesi besar dari suaminya pada dirinya.
Sore hari
Tak terasa sudah waktunya Malia dan Nita untuk pulang,Nita sedari tadi melirik kanan dan kiri seakan mencari sesuatu.
"Kamu kenapa?" Tanya Malia pada Nita yang sedari tadi seperti mencari sesuatu.
"Dimana Shinta,tumben seharian dia tidak muncul." Jawab Nita yang selama seharian tidak melihat Shinta teman mereka.
"Mana aku tahu." Jawab Malia dengan santai.
Akhirnya mereka berdua berpisah,Malia bergegas menuju area parkiran di area kampus.Tiba-tiba saja Malia merasakan sesuatu seperti ada seseorang yang sedang mengawasi dirinya.
"Apa hanya perasaanku saja ya." Batin Malia yang merasa diawasi oleh seseorang,Malia melihat mobil suaminya terparkir didepan .Malia segera masuk kedalam mobil suaminya.
Dio nampak terdiam seolah sedang mengawasi di sekitar tempat itu,"Sepertinya ada seseorang yang sedang mengawasi kamu ,sayang." Ucap Dio yang duduk terdiam dengan arah pandangan didepan.
"Maksudnya?"
Dio pun menceritakan apa yang sedang dia awasi,"Apa ada orang lain yang sengaja melakukan itu?" Tanya Malia yang justru sangat kaget dengan apa yang sedang suaminya awasi.
Dio membalasnya dengan menganggukkan kepala,"Akan aku suruh Rian untuk mencari siapa orang yang sengaja menyebar informasi itu." Dio nampak begitu marah dengan orang yang selalu mengganggu hidupnya.
Malia melirik kearah suaminya yang mulai memperlihat ekspresi dingin sekaligus marah yang dia pendam,"Sepertinya dia mulai bertindak." Batin Malia yang melihat langsung kemarahan dari suaminya.
tapi belum ada kelihatan Melia menunjukan dan membuktikan cinta nya
kata2 ini pun tidak pernah keluar dari mulut Melia, "Terima kasih suamiku, karena kau telah memilihku dan memberikan begitu banyak cinta dan kebahgiaan padaku, aku mencintai mu"
kenapa kata2 itu perlu karena dio pantas mendapat kata2 Terima kasih itu, dan kata2 membuktikan Melia wanita pandai berterima kasih pada suami yang telah memberi dan berjuang untuk nya
thor jangan hanya pria kau buat membuktikan cinta nya buat juga wanita membuktikan cinta, thor bukan hanya wanita yang membutuhkan kata2 cinta, lelaki juga butuh pengakuan cinta dari istri nya