Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5
Di taman belakang sepasang manusia sedang menikmati makan siangnya, mereka sesekali melontarkan canda tawa.
"Makasih ya kak, Lo selalu ada buat gue."
"Iya sayang, apapun akan gue lakuin buat lo."
Kanaya tersenyum lembut, laki-laki itu pun membalas senyuman dari gadisnya.
Beberapa meter dari pasangan itu, sepasang mata menatap kearah keduanya dengan tatapan marah. Tangannya terkepal melihat bagaimana romantisnya pasangan itu.
Jadi ini alasan Kayla berada di rooftop tadi, sialan bisa-bisanya dua orang itu buat Kayla sedih.
Dengan amarah yang meledak-ledak Bastian menghampiri keduanya. Arga menatap heran melihat Bastian yang tiba-tiba menghampiri nya dan tanpa ia duga laki-laki itu mencengkram erat kerah seragamnya.
"Dasar lo cowo banjingan!"
Bastian memukul Arga sampai laki-laki itu tersungkur ke belakang, Kanaya melihat itu terkejut dengan apa yang di lakukan Bastian pada kekasihnya.
Arga bangkit, ia menyeka sudut bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah karena pukulan Bastian yang begitu keras.
"Maksud lo apa tiba-tiba mukul gue?"tanya Arga dengan wajah bertanya-tanya.
Bastian tak percaya dengan pertanyaan yang keluar dari mulut Arga, sudah berbuat salah masih saja tidak sadar dan sekarang malah bertanya dimana letak kesalahannya, memang dasar laki-laki brengsek.
Bastian tak menjawab, ia mengalihkan tatapannya pada gadis yang berada di samping Arga.
"Adik macam apa yang tega khianati kakaknya sendiri?"
Kanaya bergidik melihat Bastian sekarang, selama mengenal Bastian gadis itu tak pernah melihat laki-laki itu menatapnya seperti ini. Sejak sekolah dasar ia mengenal Bastian sebagai sosok yang baik dan humoris.
"Kak, tolong jangan kasih tau kak Kayla ya."ucap Kanaya memohon pada Bastian.
"Kenapa?Lo takut huh!? pacaran sama laki-laki brengsek di belakang Kayla aja Lo berani."
"Kak aku gak mau nyakitin kak Kayla."
Bastian tersenyum miring. "Gak mau nyakitin Kayla tapi lo selingkuh sama pacar kakak Lo sendiri? Bodoh!"
Arga mendorong tubuh Bastian ketika laki-laki itu berani membentak gadisnya.
"Jangan bentak pacar gue sialan!"ujar Arga tak terima.
Bastian menatap keduanya dengan sorot benci. "Lo berdua akan nyesel ngelakuin hal ini ke Kayla"
Setelah mengatakan itu Bastian memilih pergi meninggalkan keduanya,ia tak mau berlama-lama bersama pengkhianat seperti mereka.
___
"Kayla Lo kenapa?"Tanya Sasha ketika melihat Kayla yang menjadi pendiam.
Kayla memang bukan orang yang banyak bicara tapi juga bukan orang yang sangat pendiam, biasanya gadis itu selalu menceritakan hal-hal random ketika jam kosong seperti ini, tapi sekarang gadis itu hanya diam tanpa berbicara sedikit pun.
"Iya Kay lo sakit?gak biasanya Lo kaya gini?"tanya Meta.
Sekedar informasi Meta adalah sahabat Kayla selain Sasha, ia mulai berteman dengan Meta semenjak masuk ke SMA 1 dan sejak saat itu ketiganya selalu bersama.
Kayla menggeleng "Gak apa-apa, gue cuma lagi gak mood ngomong aja."
Meta dan Sasha mengangguk, keduanya tak mau bertanya lebih jauh mengenai diamnya Kayla.
Sedangkan Kayla sendiri ia masih bergelut dengan pikirannya, ia memikirkan bagaimana ia harus bersikap terhadap adik dan Arga setelah mengetahui keduanya telah mengkhianati dirinya.
Ia ingin bersikap biasa saja, berpura-pura tidak tahu menahu mengenai hubungan keduanya.Tapi rasanya tidak bisa,bahkan ketika berangkat sekolah tadi pagi ia sebisa mungkin menahan diri untuk tidak marah dan bertanya mengenai pengkhianatan kedua orang yang saat itu bersamanya.
__
Bel istirahat berbunyi, seperti biasa Arga selalu menyempatkan diri untuk menemui Kayla di jam istirahat dan mengajak gadis itu makan bersama di kantin. Walaupun kemarin laki-laki itu tidak sempat menghampiri kekasihnya karena sibuk menemani gadisnya di UKS.
Arga masuk ke dalam kelas Kayla dan menghampiri gadis itu, seolah tak pernah terjadi apa-apa.
"Kay, yuk kita ke kantin"
Kayla mendongak menatap Arga dengan sorot yang sulit di baca ."Kamu ke kantin sendiri aja ya, aku masih harus nyelesain catatan dulu."ujar Kayla sembari membuka buku paket di depannya.
Sasha menoleh ke arah Kayla, sejak kapan ada catatan? Bahkan sedari tadi tak ada guru yang masuk ke kelas mereka.
"Kamu bisa selesain nanti Kay, kita makan dulu setelah itu kamu bisa lanjut nulis catatan kamu."
"Arga please ya, untuk hari ini kamu ke kantin sendiri dulu, kamu bisa ajak Kanaya untuk nemenin kamu atau mungkin Sasha."
"Kay, aku ada salah sama kamu?kenapa aku ngerasa sekarang kamu lagi hindari aku?"
Arga tak mengerti dengan sikap Kayla yang tiba-tiba berubah, gadis itu seperti sedang menghindari nya. Ia tak merasa melakukan kesalahan apapun pada Kayla, tapi ada apa dengan kekasihnya itu ?
Arga merendahkan tubuhnya,ia memegang tangan gadis itu dan mengusapnya lembut.
"Aku ada salah sama kamu? Kalau memang aku ada salah, aku minta maaf tapi tolong jangan kaya gini. Aku ngerasa kamu lagi hindari aku sekarang, kalau memang kamu gak mau makan sama aku, it's oke tapi jangan kaya gini Kay."Ucap Arga dengan lembut.
Kayla meremas rok abunya, sebisa mungkin ia tak menitikkan air mata. Jujur ia sedikit luluh dengan perkataan dan sikap manis Arga saat ini, terdengar halus dan tulus. Jika saja ia tak mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya saat itu,ia mungkin akan langsung luluh dan berpikir Arga adalah laki-laki sempurna yang pernah ia temui. Namun pembicaraan itu masih terus melekat di otaknya, kata-kata manis dan perlakuan lembut Arga pada Kanaya saat itu persis seperti yang laki-laki itu lakukan padanya sekarang.
Arga bangkit ketika tak mendapat respon apapun dari Kayla, ia mengusap lembut Surai kekasihnya itu.
"Kayanya kamu memang gak mau aku ganggu, gapapa mungkin kamu butuh waktu buat nenangin diri. Aku ke kantin ya, jangan lupa makan siangnya aku gak mau kamu kelaparan dan jatuh sakit."
Arga menarik tangannya lalu memilih pergi dari kelas Kayla.
Kayla mendongak menatap sosok Arga yang menghilang di balik pintu, untuk sementara ia tak ingin berinteraksi dengan Arga maupun Kanaya, biarlah rasa sakitnya sedikit mereda agar bisa berpura-pura dihadapan mereka berdua.
"Lo lagi marahan sama Arga?"tanya Sasha
Kayla menggeleng. "Engga gue lagi gak mood aja, takutnya nanti berantem kalau deket-deket dia,"alibinya.
Sasha mengerutkan alisnya,ia tahu bagaimana bucinnya pasangan itu dan yang selama ini ia lihat Kayla bukan tipe orang yang mudah terbawa mood, apalagi jika sudah bersama Arga. Selama mereka berhubungan, pertengkaran diantara keduanya bisa dihitung jari, lalu kenapa sikap Kayla tiba-tiba seperti ini? sepertinya ada yang salah dengan hubungan mereka berdua.
"Lo mau ikut ke kantin atau nitip makanan aja?"tanya Sasha pada Kayla.
Kayla berpikir sejenak."Gue titip roti sama air mineral aja deh"
"Oke, gue ke kantin sama Meta ya, Lo ditinggal sendiri gapapa?"
"Gue gapapa."
Sasha mengangguk ia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar kelas menuju kantin.
Bastian yang sedari tadi duduk di bangkunya kini beranjak kemudian menghampiri Kayla dan duduk di samping gadis itu.
"Gue tau sesakit itu di khianati sama seseorang yang paling Lo percaya, gue emang gak ngerasain apa yang lo rasain sekarang tapi pesan gue tetap kuat dan buat mereka menyesal karena sudah mengkhianati Lo."
Kayla terkejut mendengar perkataan Bastian "Lo tau?"