Diakhir hidupku, akira sangat menyesal karena tak pernah menikmati hidup dan jika tuhan memberi ia kehidupan kedua maka ia akan hidup bersenang senang.
Tapi nyatanya hidup tetaplah sebuah perjuangan bukan hanya tempat untuk bersenang senang.
"Adelia yang kamu selamatkan itu sudah mati, Jendral Agra. Dia sudah mati. Dan aku bukanlah Adelia Putri Kerajaan Akris, aku bukan adik dari sahabat mu, aku bukan tuan putri yang hidup lemah lembut dan pemalu. Aku adalah jiwa yang berasal dari masa depan."
Penasaran gimana Akira yang pindah ke tubuh Adelia menjalani hidup di dunia kuno yang penuh dengan trik,
cus baca 👉👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria ardila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29
Adelia menopang dagu sambil tersenyum melihat wajah Abimayu yang semakin pucat apalagi melihat matanya yang mulai memerah.
Sebenarnya Adelia tau banyak tentang racun dan obat obatan karena itulah bisnis yang ia jalani dulu dan Adelia dapat mengetahui racun dari menciumnya dan juga warnanya.
Makanya setiap meminum apapun yang disajikan untuknya maka ia akan menghirup aromanya terlebih dahulu.
Racun yang ada di gelas Abimayu merupakan racun yang ia beli di sebuah toko saat ia pergi ke pasar bersama Asa dua minggu yang lalu.
"Apakah kamu masih berpikir aku merupakan orang yang lembut?" ucap Adelia disertai dengan senyuman yang membuat orang merinding melihatnya.
"Kau bermain curang, jika kamu mampu maka lawanlah aku dengan tangan kosong," ucap Abimayu dengan menggertakan gigi.
Adelia terkekeh mendengarnya, sebagai petinju tentu saja Abimayu ingin bertarung dengan tangan kosong karena itulah letak kekuatan petinju.
"Kamu yakin?"
"Untuk mengalahkanmu, aku bahkan tak memerlukan waktu lebih dari lima menit," ucap Abimayu dalam menahan sakit ia tetap menatap Adelia dengan tatapan merendahkan.
"Lalu kalau aku yang menang?" tanya Adelia dengan alis terangkat.
"Hahahah itu tidak mungkin gadis kecil, tapi aku masih akan memberi mu semangat, jika kamu yang menang maka aku akan mengabulkan satu permintaan mu tapi beri aku penawarannya terlebih dahulu,"ucap Abimayu.
Adelia kembali duduk tegak lalu ia melempar sebuah botol kecil ke Abimayu.
"Aku akan memegang kata katamu, seorang laki laki yang dipegang adalah kata katanya." setelah itu Adelia langsung berdiri.
"Mari pergi ke Padang rumput yang ada di selatan pasar ini."
.
.
Angin santai berhembus menyapa kulit Adelia dan menggoyangkan rambut panjang Adelia, dia tidak tampak seperti ingin bertarung.
Di depannya telah berdiri Abimayu yang sudah tidak sepucat tadi lagi tapi tidak bisa juga dikatakan sehat karena baru beberapa menit yang lalu ia di racun.
Mereka berdiri berhadapan dengan tangan yang sama sama di belakang punggung.
'Aku harus mengalahkannya.' tekad Adelia dalam hati.
"Aku akan membuat peraturan pertandingan ini, peraturannya mudah. Siapa yang berhasil membuat lawannya jatuh ketanah maka dia yang menang," ucap Abimayu dengan wajah yang arogant dan sombong.
"baik."
"Mulai." Setelah mengatakan itu Abimayu langsung melayangkan tinju kepada Adelia.
Badan Adelia langsung bergerak kesamping dan ia sedikit menjauhkan badannya lalu ia menendang lengan Abimayu tapi itu tidak membuat goyah Abimayu.
Abimayu adalah seorang petinju dan biasanya petinju memiliki fisik yang kuat karena itulah kelebihan dari mereka.
Abimayu kembali melayangkan tinjunya ke arah Adelia dan akan mengambil tubuh Adelia untuk dibanting.
Tapi itu tidak akan semudah itu terjadi Adelia kembali mengelak dan dengan kecepatan geraknya ia kembali menendang Abimayu tapi kali ini tepat di dada kiri Abimayu, mungkin fisik Adelia lemah tapi jika tendangan itu mengenai titik yang tepat maka itu tetap akan sakit apalagi racun yang adelia gunakan tadi sebenarnya menyerang ke jantung Abimayu.
Abimayu membungkuk menyentuh dada kirinya yang terasa sangat sakit, ia cukup terkejut melihat tendangan gadis kecil itu.
Saat Abimayu lengah, Adelia berlari ke arahnya lalu Adelia meloncat dan ia mengerahkan semua kekuatannya lalu menendang wajah Abimayu.
BRUK
Abimayu tumbang karena tidak siap dengan tendangan itu.
.
.
.
bersambung
jangan lupa like and vote ya
salam hangat dari author