NovelToon NovelToon
Menikah Karna Jebakan

Menikah Karna Jebakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Obsesi
Popularitas:130k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nora Afridana Ritonga

Setiap orang pasti ingin menikah dengan orang yang di cintainya bukan?

Lalu bagaimana jika kita Menikah Karna Jebakan? Terlebih kita tidak tau jika kita dijebak.

Begitu pula dengan Rafa yang terpaksa menikah dengan teman satu kampusnya saat kuliah dulu karna suatu insiden yang bahkan dia sendiri tidak menyadari atas perbuatannya. Sungguh, dia ingin lari namun ada orang tuanya yang akan kecewa jika mengetahui kalau Putra yang sudah mereka didik dengan susah payah malah berbuat hal yang seharusnya tidak ia lakukan.

Lantas setelah menikah, apakah pernikahan mereka akan berjalan seperti pasangan Suami Istri pada umumnya atau malah sebaliknya?

Cus Capcus ikuti kisah mereka➡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nora Afridana Ritonga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maaf kalau aku menyakitimu

Perlahan Rafa mengambil amplop yang diberikan Ayahnya tersebut dan membukanya secara perlahan. Matanya membulat sempurna, betapa terkejutnya dia saat melihat isi dari dalam amplop itu.

"Jelaskan kepada kami semua maksud dari foto itu!" Sentak Boy yang terlihat sudah menahan amarahnya.

Rafa memandangi wajah semua orang yang ada di ruang keluarga dan perhatiannya berpusat ke Elsa dan dia tau sekarang kenapa Elsa tiba-tiba berubah. "Abi.. ini.. dari mana Abi mendapatkannya?" Tanya nya tanpa menatap wajah Abinya, pandangannya masih fokus kearah Elsa yang sedang diam menunduk.

"Tidak perlu dari mana Abi mendapatkannya! sekarang kami semua menunggu menjelaskan mu!" Sarkas Boy yang sudah termakan emosi.

Sinta mengusap bahu Suaminya berharap bisa meredakan emosi Suaminya. "Abi.. tenangkan diri Abi.." Ujarnya.

"Bagaimana Abi bisa tenang? sedangkan Putra Abi dengan tidak malunya menyentuh wanita lain? apa kau tidak ingat bahwa sudah menikah hah?! lancang sekali tangan kotormu menyentuh wanita yang bukan muhrimmu! sudah berapa banyak wanita yang..."

"Abi!"

"Abi!"

Sinta dan Rafa sama-sama menentang ucapan yang akan ia lontarkan. Sedangkan Elsa, dia sudah terisak di sebelah Suaminya, dia sudah tidak tahan dengan situasi ini, dia ingin pergi, namun diurung karna masih memikirkan sopan santun kepada mertuanya. Untuk Suaminya? entahlah Elsa ragu akan hal itu, rasanya baktinya kepada suaminya selama sebulan lebih pernikahan mereka Benar-benar tidak dilihat oleh Suaminya.

"Rafa cepat jelaskan apa maksud dari foto-foto mu dengan wanita itu!" Pinta Sinta.

Rafa Mendesah berat. "Baiklah akan Rafa jelaskan, dia Syifa yang sedang magang di kantor kita, kami memang dekat tapi kami tidak memiliki hubungan apa-apa." Menghela nafas sejenak. "Dan mengenai foto-foto ini... ini hanya kesalahpaham saja, waktu itu Rafa tak sengaja menangkapnya saat dia bertabrakan dengan seseorang membuat keseimbangan nya hilang." Rafa mengamati mereka semua satu persatu dan perhatiannya berhenti di Elsa yang masih tampak menunduk sambil menangis, dia jadi merasa bersalah kepada Istrinya tersebut.

"Huh!" Boy mendengus mendengar penjelasan Putranya. "Jadi maksudmu selama sebulan ini selalu pulang bersama, itu yang kau bilang tidak ada apa-apa ha?" Tuding Boy.

Rafa yang terkejut karna mendengar tudingan Ayahnya lantas matanya membulat sempurna, bagaimana Abi bisa tau? batinnya.

"Kenapa kau diam? kau berfikir darimana Abi bisa tau ha? apa kau pernah berfikir hampir semua karyawan kantor membicarakan tentang kedekatan mu dengan karyawan magang itu? dasar tidak tau malu." Boy meninggikan suaranya meluapkan api emosi nya yang sejak tadi terus berkobar.

"Maaf, Abi Umi.. Elsa pamit ingin ke kamar." Elsa yang sudah tidak tahan mendengar pertengkaran yang hanya akan menyakitinya itu memutuskan untuk pergi saja, dia lantas berlari sambil menangis bahkan mertuanya belum memberikan jawaban, dia sudah tidak perduli lagi, yang saat ini ia inginkan adalah menyendiri.

Rafa yang melihat Elsa pergi pun lantas berdiri ingin mengejarnya namun ditahan oleh Ayahnya, lantas dia kembali mendudukkan pantatnya ke sofa.

"Kau harus berjanji untuk tidak menemui wanita itu lagi! kalau sampai Abi mengetahui kau menemui wanita itu lagi kau akan tau akibatnya!" Ancam Boy.

"Abi tapi kami hanya berteman tidak lebih aku bersumpah ak..."

"Tutup mulutmu!" Sarkas Boy. "Jangan seenaknya mengucapkan kata sumpah!" Lanjutnya lagi.

"Abi.. tenangkan hati Abi.. Abi bisa terkena darah tinggi nanti kalau terus berteriak seperti itu." Sinta berusaha menegur Suaminya yang sedang di kuasai emosi itu, padahal dia juga sama emosinya dengan Suaminya namun dia masih bisa menahannya.

"Berjanjilah untuk tidak menemui gadis itu, ingat Istrimu kau harus bisa menjaga perasaannya." Kali ini Boy mengingatkan Rafa dengan nada rendahnya.

"Tapi kami hanya berteman Bi." Bantah Rafa tak terima jika pertemanan nya dengan Syifa harus diakhiri.

Boy mendesah frustasi, sudah tidak tau lagi harus berkata apa kepada Putranya tersebut. "Umi.. tolong ajari Putramu." Ucapnya kemudian beranjak dari duduknya menuju ke kamar.

Sinta menghela nafas panjangnya kemudian menatap Putra sulungnya. "Rafa.. apa yang dikatakan Abi itu semuanya benar, kau itu sudah menikah harusnya kau bisa untuk tidak dekat dengan wanita lain selain Istrimu."

"Tapi.. Umi masih tidak percaya kalau kalian hanya berteman, Umi tau betul bagaimana Putra Umi, dia tidak akan melakukan hal yang menurutnya tidak penting." Sambung Sinta. "Ada apa sebenarnya? apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dari kami?" Tanyanya lagi, namun Rafa hanya diam saja.

Sinta mendesah berat karna tak mendapat respon dari Putranya. "Baiklah, sekarang temui Istrimu dan berjanjilah untuk tidak menemui Syifa lagi." Pinta Sinta yang kemudian pergi meninggalkan Rafa sendirian di ruang keluarga.

Rafa mengacak-acak rambutnya frustasi, dia tidak tau kalau kedekatan nya dengan Syifa akan berdampak seperti ini, namun dia juga tidak bisa untuk mengakhiri pertemanan nya dengan Syifa. Mendesah berat, Rafa akhirnya memutuskan untuk pergi ke kamarnya.

Rafa membuka pintu kamarnya perlahan, dia bisa melihat tubuh Istrinya yang sedang tidur diatas ranjang dengan meringkuk yang tampak bergetar yang diyakini Rafa bahwa Istrinya sedang menangis. Rafa lantas menutup pintu kamar dan segera berjalan ke ranjang, perlahan ikut merebahkan tubuhnya di sebelah Istrinya yang posisinya membelakanginya. Cukup lama ia terdiam sambil menatapi langit-langit kamar.

"Elsa..." Panggilnya masih dengan manatap langit-langit kamar namun tak ada respon dari Elsa. " Aku tidak tau kenapa kau menangis tapi aku hanya ingin mengatakan maaf kalau aku menyakitimu." Ucapnya masih tak mendapat respon apa-apa, dia bisa merasakan bahwa Elsa sudah berhenti menangis.

Menghela nafas panjangnya, Rafa lantas memejamkan matanya dan tak lama dia tertidur, mungkin karna terlalu lelah dia jadi tertidur dengan cepat. Sedangkan Elsa, dia sudah menangis saat Rafa mengajak nya berbicara namun tak ditanggapinya. Sepanjang malam dia tidak bisa tidur karna terus memikirkan bagaimana pernikahannya kedepannya, dia tidak mau kalau harus berpisah dengan Rafa namun dia juga tidak mau jika Rafa akan menikah lagi. Air mata Elsa kembali menetes saat membayangkan bahwa dirinya harus berbagi Suami kepada wanita lain, bahkan dirinya saja belum pernah di sentuh sedikitpun.

***

Pukul 3 pagi Elsa masih belum bisa memejamkan matanya, dia memutuskan untuk bangun dan melaksanakan sholat malam saja, berfikir mungkin itu akan membuat hatinya sedikit tenang.

*Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu..

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu*..

Elsa menengadahkan tangannya mengadukan segala keluh kesahnya dari dalam hati kepada sang pencipta, tak sedikit air matanya yang keluar, dia yakin bahwa Tuhan tidak tidur, dia juga yakin kalau Tuhan tidak akan memberikan ujian kepada hambanya diluar batas kemampuan hamba tersebut. Elsa mengakhiri do'anya dengan mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajahnya kemudian beristigfar sebanyak-banyaknya untuk menenangkan hati dan pikirannya.

Allahuakbar.. Allahuakbar...

Terdengar suara azan dari arah Mesjid yang tak jauh dari rumah mertuanya, Elsa lantas berjalan mendekat kearah ranjang untuk membangunkan Suaminya untuk melaksanakan sholat subuh seperti biasanya.

"Mas.." Elsa membangunkan Rafa tanpa menyentuhnya. "Mas bangun.. sudah waktunya sholat subuh." Elsa terus membangunkan Rafa tanpa menyentuhnya."Mas.. ayo bangun sholat subuh dulu." Elsa benar-benar kesal karna Suaminya tak langsung bangun bahkan tak ada pergerakan sedikitpun dari Rafa.

"Mas.." Akhirnya dia menggoyang-goyangkan tubuh Rafa namun tetap belum ada pergerakan juga. "Mas.. ayo bangun.." Kali ini Elsa menepuk-nepuk pipi Rafa berharap Suaminya itu bangun. Namun tiba-tiba saja dia terkejut saat tangannya ditangkap oleh tangan kekar yang tak lain adalah tangan Rafa, dan matanya yang tadinya masih tertutup rapat kini terbuka dengan cepat.

1
Xu Zhibin
Bagus Alur & penulisan ceritanya...
Xu Zhibin
Sayang banget ceritanya gk di lanjutin Thor... padahal bagus loh...😍
Xu Zhibin
Gak adil bua Rafa dong... Rafa nya blm pernah pacaran N dekat sama Cewek... Dapatnya Elsa yg udh gak Bersegel... apalagi yg merawanin Elsa itu Kai sahabatnya sendiri.. pasti kecewa banget kalo Rafa tau yang sebenarnya..
Abdul Rahim
lanjut thor !
Elisabeth Ratna Susanti
boomlike sampai sini dulu 😍
Elisabeth Ratna Susanti
like fav ❤️
Haslinda
nama bpknya lbih keren,,,boy🤦🏻‍♀️
Star Beauty Colection
ra tegel le moco
Piona Karisa
Thor aq ngk rela Rafa nikah sama Elsa😭
Humairoh Humairoh
lanjut thorr yg bnyk yak up nya hhe
Humairoh Humairoh
lanjut dong thor aelah:(
Wulandari Mey
Yaampun thor di tungguin udh lama banget hiatus semoga lanjut ya thor ceritanya sampe taman aku suka banget semangat thor 😎😎😎
Hikmah Juteck
semangat kak
Rusminah Lasio
ini othor y kmana yaaak,kok semua novel dia gabtung dri bln november
Gì cũng được💚
hadir
Mei
Semangat kak
Zakia Rosida
ceritanya baguss knp gak di lanjutin thorr kuasih penasaran ending gmn
Machan
3 like kak
Dewi Lily
keren deh
Eda Sally
keren say😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!