NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Di Malam Pertama

Pengkhianatan Di Malam Pertama

Status: tamat
Genre:Tamat / Cintapertama
Popularitas:46.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kolom langit

Embun tak pernah menyangka bahwa kejutan makan malam romantis yang dipersembahkan oleh sang suami di malam pertama pernikahan, akan menjadi kejutan paling menyakitkan sepanjang hidupnya.

Di restoran mewah nan romantis itu, Aby mengutarakan keinginannya untuk bercerai sekaligus mengenalkan kekasih lamanya.

"Aku terpaksa menerima permintaan ayah menggantikan Kak Galang menikahi kamu demi menjaga nama baik keluarga." -Aby

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 : HANCUR

Vania gemetar setelah membaca pesan balasan dari Aby. Seluruh tubuhnya mendadak terasa lemas. Ponsel di tangannya terjatuh begitu saja ke ranjang tempatnya sedang duduk bersandar. Gadis berambut sebahu itu lalu mengusap lelehan air mata di pipi.

Mungkinkah memang kisah cintanya dengan sang kekasih yang dicintainya itu akan berakhir begitu saja? Lalu, bagaimana dengan janji Aby? Apakah semudah itu ia lupakan begitu saja?

"Kamu benar-benar tega sama aku, By."

Vania terlihat sangat kacau. Rambutnya acak-acakan, matanya memerah setelah menangis selama berjam-jam. Sebuah foto berbingkai kayu yang bertengger di meja nakas ia raih. Menatapnya selama beberapa saat dengan berlinang air mata. Ia masih ingat kapan dan di mana foto kebersamaannya dengan Aby itu diambil. Yaitu, saat kencan pertama kali di sebuah restoran.

Di restoran itu jugalah, Aby berkata akan bercerai dari Embun dan memulai kembali dengannya. Namun, kini Aby malah memutuskan hubungan begitu saja.

Detik itu juga, Vania kembali menangis, bahkan menjerit. Bingkai foto di genggamannya ia hempas kasar dan membentur dinding, hingga pecahannya berserakan di lantai.

"Non Vania kenapa itu?"

Mbok Siti yang dikejutkan dengan suara pecahan kaca yang bersumber dari kamar sang majikan segera berlari. Wanita berusia 45 tahunan itu membuka pintu dengan tergesa-gesa. Ia menatap pecahan kaca di lantai, lalu mendekat dan memeluk gadis yang masih menangis itu.

"Sabar, Non! Ada apa? Kenapa menangis?" tanyanya lembut.

Vania yang tengah patah hati hanya dapat bersandar di dada Mbok Siti. Menangis sejadi-jadinya.

"Aby, Mbok ... Aby meninggalkan aku dan memilih perempuan lain," lirihnya.

Dahi keriput Mbok Siti berkerut dalam. Setahunya, pria yang satu tahun menjadi kekasih majikannya itu sudah menikah beberapa waktu lalu. Mbok Siti juga masih ingat betapa patah hatinya Vania saat itu. Dua hari penuh Vania mengurung diri di kamar.

"Bukannya Den Aby memang sudah menikah, ya?"

"Iya, Mbok! Tapi dia sudah janji sama aku akan bercerai dari perempuan itu. Tapi sekarang dia malah ninggalin aku, Mbok!"

Mendengar ucapan Vania membuat Mbok Siti berucap banyak-banyak istighfar dalam hati. "Non, jangan begitu. Den Aby 'kan sudah menikah. Non Vania itu cantik, bisa dapat laki-laki lain yang lebih baik dan lebih ganteng."

"Tapi aku maunya sama Aby, Mbok. Embun nggak berhak mengambil Aby dari aku karena aku duluan yang sama Aby! Dia yang tiba-tiba jadi orang ke tiga di antara kami!"

Mbok Siti seperti kehilangan kata-kata. Ia hanya dapat mengusap punggung Vania hingga gadis itu menjadi lebih tenang.

"Aku nggak rela kalau harus melepas Aby!"

.

.

.

Sementara itu, di tempat lain ....

Mama Rima tak dapat membendung cairan bening yang membanjiri kedua sisi pipinya. Setiap kata yang terucap dari mulut sang menantu membuat tubuhnya meremang. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa Putri semata wayangnya akan mengalami nasib yang begitu menyedihkan.

Padahal, Mama Rima benar-benar berharap hadirnya orang baru dalam kehidupan Embun akan mampu mengobati luka hatinya setelah kepergian sang ayah yang begitu mendadak.

Namun, ternyata apa yang ia harapkan tak sesuai kenyataan. Bukannya bahagia, pernikahan itu justru membuat putrinya semakin terluka.

Aby berlutut di hadapan sang mertua yang tengah duduk di sofa ruang keluarga. Rasa bersalah semakin membelenggu Aby melihat air mata yang terus mengalir di pipi Mama Rima.

"Aku minta maaf, Mah. Aku melakukan kesalahan fatal dengan menyakiti Embun."

Wanita paruh baya itu masih diam. Hatinya lebih terluka lagi saat mendengar pengakuan Aby tadi, yang berniat menceraikan putrinya demi wanita lain.

"Boleh mama tanya sesuatu?" lirihnya.

Aby mengangguk sebagai jawaban. Sama sekali belum berani menatap mata mertuanya.

"Apa kamu memang tidak menginginkan Embun untuk menjadi teman hidup kamu?"

Aby terdiam beberapa saat. Pertanyaan itu membuatnya terpaku.

"Tadinya memang begitu. Tapi aku menyesal sudah menyakiti istriku sendiri. Kalau Embun kasih kesempatan, aku mau memperbaiki semuanya."

Aby kembali menundukkan kepala. Dengan posisi masih berlutut di hadapan mertuanya.

"Aku sayang sama Embun, Mah."

...*****...

1
Jolanda Lengkey
mulai ada benih2 pelakort
Dini Dadi
Luar biasa
Bang Ipul
ah bagus mbun terus aja deket ama dewa gmn sakit hati kan lo aby begitulah embun yg kau perlakukan lebih dari itu
Bang Ipul
baru nyadar lo by klu hubungan kalian gak sehat
Bang Ipul
tuh dengerin kata embun jgn merengek
filis 12
Luar biasa
Bang Ipul
monster jadi jadian
Bang Ipul
naru nyadar lo aby klu pacar lo cuman manfaatin lo aja buat jadi sopir
Bang Ipul
abi mah blm nyadar klu lo udah rasa ama si mbun dasar bodo
Bang Ipul
kerren mbun aku dukung km jgn mau di injek injek harga dirimu ini bagus perempuan kudu tegas jgn lembek
Bang Ipul
udah embun mending ama dewa aja
Bang Ipul
iya ngapain laki" gak punya pendirian kayak mau di perebutkan bodoh
Bang Ipul
wah mantap mbun
Bang Ipul
jgn mau di zholimin km mbun
bunda
Luar biasa
Aira Azzahra Humaira
huh embun bagus jadi istri jgn bisanya nangis tunjukin klu km kuat
Aira Azzahra Humaira
dasar laki-laki gak tegas
Sania Putri
Luar biasa
Anonymous
Bunda salah sangka
Wayan Sucani
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!