Tidak semua raja menaklukkan dunia dengan pedang.
Sebagian hanya meninggalkan jejak—di tanah yang pernah mereka pijak, di sumpah yang tak pernah ditarik, dan di kisah yang terus dibisikkan dari generasi ke generasi.
Di tengah zaman yang bergejolak, nama Prabu Munding Jayananta mulai disebut-sebut.
Bukan sebagai penakluk yang haus kuasa, melainkan sebagai raja yang menyatukan kerajaan-kerajaan kecil di bawah satu panji,
Namun semakin luas persatuan terbentuk, semakin besar ujian yang datang.
Musuh tidak selalu datang membawa pasukan.
Sebagian hadir sebagai ambisi, dendam lama, dan kebenaran yang diperdebatkan.
Jejak Sang Raja adalah kisah tentang persatuan, legenda, dan harga yang harus dibayar ketika seorang raja memilih untuk dikenang—bukan sebagai penguasa mutlak, tetapi sebagai jejak yang mengubah arah sejarah.
Jejak sang raja adalah seri ke tiga, lanjutan dari 2 kisah sebelumnya ;
Tahta berdarah sang pangeran
Pendekar mesum berambut perak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lintang88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membebaskan Nawang
Prabu munding ada di depan rumah tahanan, tapi kondisi disini menjijikan, membuat nya ragu untuk masuk.
Ketika itu sebuah suara yang akrab menyapa
" nak mas prab.....ah..huek...!!"
Prabu munding berbalik, dia melihat resi Pangarep tersungkur di tanah dengan muka pucat..
" Romo...Romo resi... "
" maaf..maaf kan Romo..nak mas...tolong bawa Romo keluar dari sini..Romo bisa celaka .."
tak berkata apa.apa prabu munding membopong tubuh kurus resi Pangarep,pergi menjauh dari rumah penjara.
" ahhh... terima kasih nak mas..tempat celaka apa itu...gila...!"
" itu rumah tahanan Romo...Nawang ada disana.."
" apaa !.sialan... sungguh sialan..awas saja nanti...aku cabut nyawa nya pelan pelan..berani beraninya memperlakukan putri ku seperti ini...
cepat nak mas...bebaskan dia..tapi maaf Romo tak bisa kesana...tempat itu terkutuk untuk Romo ..
" iya Romo..Romo tunggu disini saja .
" Raka...Raka prabu...aku di sini... tolong cepat keluar kan aku...!aku sudah tak tahan .!!*
Suara Nawang terngiang di telinga
Mendengar suara nya yang begitu memelas, tak lagi memikirkan rasa jijik, prabu munding berkelabat...sangat cepat...
Prabu munding tidak memperhatikan situasi di dalam rumah tahanan, dia langsung menuju asal suara Nawang
Sebuah ruang kecil dengan tembok dari batu karang, ada di hadapannya,
" ini ruang isolasi untuk tawanan berbahaya,tidak ada bagus bagus nya tinggal di dalam.
ruang nya sempit, lubang ventilasi nya kecil, pintunya berlapis tiga, sudah begitu ukurannya sangat kecil, orang harus berjongkok untuk masuk dan keluar dari ruangan ini "
prabu munding meradang...tak terima adik nya diperlakukan seperti ini .
" Terkutuk sialan...biadab...!!
Lihat saja..Walau di lubang semut sekalipun persembunyian mu, pasti aku temukan.. Nawang mundur sedikit... lindungi dirimu..!"
prabu munding berteriak.. menghantam tembok batu yang kokoh itu.
" blam...."
ruangan bergetar, tembok batu hancur dan bolong sebesar kepala
dengan sebuah tendangan, prabu munding memperlebar lubang itu.
dia masuk, meraih tangan Nawang
" splash.."
Dia ber teleportasi, dalam sekejap sudah sampai di tempat resi Pangarep berada
Tadi dia tidak melakukan teleportasi sebab dia merasa sedikit jijik untuk langsung masuk rumah tahanan itu
" Raka....diluar barulah Nawang menangis sambil memeluk kakak nya.
" sudah... sudah...yang penting kamu sekarang tidak apa apa...itu ada Romo resi..
" Romo...
" Ais...putri ku..."
katakan pada Romo, siapa yang menyekap mu di tempat terkutuk itu, biar Romo mu yang balas ..walau harus menanggung hukuman dewa ...Romo tak keberatan...!! "
" aihhh ... Romo... tenang..tenang dulu... kejadian nya bukan seperti yang Romo kira .. begini loh kejadian sebenarnya...
Setelah Nawang selesai bercerita, resi Pangarep manggut manggut persis ayam sedang mematuk .
" ahhh... ternyata begitu...
panjang juga otak si tua itu...
memang benar...bagi sebagian mahluk , air seni khususnya air seni perjaka adalah pantangan...air itu juga pantangan buat ku..!"
"Raka ..!! Nawang berkata
"hmpp." .prabu munding menjawab singkat
apakah tempat ini sudah aman Raka prabu??
aman ? Aman dari apa ..?
Itu...itu loh yang bisa membuat kami kehilangan kesadaran..."
" ohh soal itu .sudah aman, setidak nya untuk malam ini ..
memang nya kenapa kamu bertanya seperti itu Nawang...?"
" aih Raka...di rumah tahanan itu masih banyak orang...uwak guru juga ada di sana.
apa Raka tidak kasian,mereka pasti tersiksa juga kan..??.
" ahhh...kamu benar, tapi ..tapi aku agak jijik...
"Jika begitu, biar aku saja yang membebaskan mereka.
" yahhh...ya sudahlah... ayoo.."
Mau tidak mau akhirnya prabu munding mengikuti Nawang kembali ke rumah tahanan.
Soal bau itu mudah di atasi, rasa jijik lah yang susah di tahan.
Untungnya, kloter pertama yang mereka bebaskan tau diri, pekerjaan itu Meraka ambil alih .toh tidak sukar, anak kunci nya ada .!!
Demikianlah, malam itu semua bisa bernafas lega...mereka kembali berkumpul di pendopo sambil menunggu datangnya pagi.
Sebagian kedapatan tugas bersih bersih, terutama rumah tahanan..
Sebagian lagi secara bergantian membersihkan diri...bau tak sedap air seni seperti menempel di sekujur tubuh...
Walau telah mandi ber ember ember, aroma itu seperti masih menempel di hidung saja
Semua telah berkumpul,.
Cerita tentang peristiwa yang terjadi di Martapura mengalir panjang di tengah malam
" aahhhh .. tragis...tragis nasib mu kakang prabu .,.Rai pangeran.. tak kusangka , .."
prabu munding tertunduk sedih
Martapura runtuh hanya dalam satu malam, bukan diserang seribu pasukan kuat, tapi oleh kejadian aneh di luar nalar .
" guru...apakah masih ada keturunan dari kakang prabu indra ? atau sanak kerabat terdekat nya ?
" hanya aku kerabat nya, yang lain sudah tidak ada .. tapi masih ada satu anak,dari mendiang Dia adik kandung pangeran giri , namanya pangeran Citra laya...baru berusia 18 tahun, sekarang masih menuntut ilmu di sebuah sekte pegunungan Himalaya."
" ahhh... baguslah.. Martapura masih ada penerusnya.."
" sehabis masalah ini selesai, aku mohon ijin guru ..terpaksa membawa pulang Nawang..."
" aihhh ..mangga... silahkan Gusti prabu...tapi jika Nawang dibawa , bagaimana dengan kami..?
mohon jangan tinggalkan kami Gusti prabu..."
" guru...kami tidak akan meninggalkan kalian, setidaknya sampai semuanya kembali normal , untuk sementara Martapura ada dibawah kendali majayan.."
" terimakasih Gusti prabu...kami tunduk dan patuh pada perintah Gusti prabu..."
mpu Gambir Anom berlutut, rakyat Martapura yang ada disini juga berlutut..
Hati mereka sekarang lega ...
Bayangan saja, kota Martapura telah kehilangan lebih dari setengah populasinya, tidak ada pemimpin,tidak ada pasukan , sedangkan kota ini adalah kota pelabuhan besar,
Apa jadinya mereka tanpa kekuatan?? Bukankah mereka akan seperti sekerat roti di tengah orang orang kelaparan ??
" ya ..ya sudah ..bangun lah kalian, sekarang kita pikirkan masalah ini terlebih dahulu..
Soal bagaiman mengatur Martapura,kita bicarakan nanti, yang pasti aku,.putri Nawang dan majayan tidak akan meninggalkan kalian...
ingat...kita masih belum bebas sepenuhnya ,kita masih terkurung disini..
nah...aku lihat kalian sangat lelah..pagi juga masih jauh..jadi sekarang kalian beristirahat lah , tidak usah cemas...aku yang akan menjaga kalian semua..
" terimakasih Gusti prabu... terima sembah kami...! "
Semua kembali berlutut...ketika prabu munding mengangkat tangan, mereka tertunduk penuh khidmat..seolah sedang menerima sesuatu.
" ini berkat dari sang raja, mereka sungguh merasa sangat beruntung..!!"
" sembah kalian semua aku terima, sekarang bubarlah... istirahat yang tenang...! "
Malam semakin larut suasananya tenang, di sudut sudut pendopo terdengar irama merdu bersahut sahutan ,
Irama dengkuran banyak orang membuat prabu munding tersenyum.
" ahhh...kasihan mereka....tak disangka jadi begini nasib Martapura..."
Sudah dua malam mereka tidak bisa tidur , waktu siang mereka juga tidak bisa istirahat cukup.
Walau belum sepenuhnya keluar dari krisis, setidaknya Sekarang mereka aman dari gangguan roh perampas jiwa.
Apalagi mereka di jaga sang raja,siapa yang tidak tenang'??
Begitu cemas lenyap , rasa lelah mendera, tak tertahan kan,
Baru merebahkan diri saja mata pun sudah terpejam...
Dimana ada raja seperti prabu munding??
Padahal prabu munding juga tidak tidur tiga malam ..ini juga bukan rakyat majayan..buat apa dia susah susah.
Jika itu pemimpin lain, pastilah lebih mengutamakan diri nya sendiri, dia pasti akan memilih tidur duluan,yang lain di suruh menjaga nya ..
Nawang sangat aman di dekat kakak nya, dia tertidur lelap, meringkuk bagai anak kucing.
nantikan kisah selanjutnya pd episode yg akan datang
SAMPAI JUMPA.....