NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri

Air Mata Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Poligami / Pelakor / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: balqis

Bertahun- tahun Arini berusaha menjadi istri yang baik buat Ilham. Dan menantu yang penurut untuk Bu Lastri.
Atas permintaan Ilham. Arini terpaksa melepas posisinya yang cukup bagus di sebuah perusahaan swasta. alasanya Ilham ingin Arini menjadi ibu rumah tangga seutuhnya.

Namun seiring waktu, karier Ilham yang terus melejit membuat perubahan sikap mertuanya. Arini masih bernafas lega, karna Ilham selalu membelanya.

Puncaknya ketika sebuah rahasia terungkap. Ilham telah mengkhianatinya. Dia berselingkuh dengan Anita, sahabatnya sendiri. Alasannya sepele, yaitu Arini yang tak kunjung hamil. Berbagai konflik mulai terjadi.
Ilham yang berbakti menjadi buta hatinya. Ia selalu menuruti apapun yang di katakan ibunya.

Di tengah keterpurukannya, Denis datang sebagai penyelamat.
Akankah Arini memperjuangkan Ilham? ataukah memilih Denis menjadi partner hidupnya?
Kita ikuti kisah selengkapnya yuuk!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon balqis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

"Kau mau pulang ke mana Rin?" tanya Denis masih di atas motor.

"Emmh.. aku turun di depan saja Den."

"Turun di depan? ini sudah hampir gelap. Biar aku antar sampai tujuan!"

"Tidah usah.. aku bisa sendiri kok, Jangan manjakan aku dengan semua kebaikanmu. Sedikit-sedikit di bantu, aku takut jadi terbiasa." kata Arini polos.

"Kau ini.. tapi kalau terbiasa juga kenapa?" canda Denis.

Mereka berpisah di situ.

Dalam hati, Denis sangat memuji karakter Arini.

"Dia gigih, pemberani dan tegar.." tak sadar bibirnya mengukir senyum.

Arini naik ojek pulang ketempat Bu Zah.

Ia merasa segan pada wanita itu kalau sampai pulang di antar pria yang bukan mahramnya.

Sampai di rumah, Arini mendapati Bu Zah sedang berbincang dengan seseorang di ruang tamu. Karna tidak ingin menganggu Ia masuk ke kamarnya lewat pintu belakang.

"Aku sedang ada kerjaan yang tidak bisa di tinggalkan Bu Dhe. tapi aku janji lain kali akan menginap. Penasaran juga dengan wanita yang Bu dhe ceritakan." jawab keponakan Bu Zah itu.

"Jangan terlalu memporsir diri dalam pekerjaan, Bu Dhe ingin kau mulai membuka hati lagi "

Pria berlesung pipi itu terkekeh.

"Bu Dhe tenang saja, tidak akan lama lagi Elang akan bawakan seseorang ke hadapan Bu dhe."

"Kapan? bukankah kata itu yang selalu kau gunakan untuk membujuk Bu Dhe dari dua tahun yang lalu?"

Pria yang di panggil Elang itu tersenyum getir.

Kehidupan percintaannya tidak semulus karirnya. Setiap wanita yang singgah di hatinya pasti hanya sebentar bertahan.

Kebanyakan dari mereka mengganggap prinsip yang di anutnya sangat berbeda.

Itulah sebabnya mereka kabur sebelum sampai ke pelaminan.

Sejak saat itu, Elang menutup diri dari mahluk yang bernama wanita.

"Kau harus secepatnya bawa dia kehadapan Bu Dhe, kalau tidak, Bu Dhe sendiri yang akan mencarikan pasangan untuk mu.!"

"Ok, Deal..! kalau kali ini Elang gagal juga, terserah Bu Dhe."

"Bu Dhe pegang janjimu!" mereka berjabat tangan lalu tertawa.

Arini mendengar sayup-sayup percakapan mereka.

"Memangnya seistimewa apa sih dia?" goda Bu Zah.

"Dia Manis, bijaksana, dan mandiri." mata Elang menerawang ke awan.

Pikiran Bu Zah sendiri melayang pada Arini.

Dia perempuan yang kuat, cantik dan mandiri. Andai saja Elang bertemu Arini sebelum dia mengenal wanita yang di maksudnya, atau Arini sudah lepas dari belenggu rumah tangganya. Andai saja..." gumamnya penuh harap.

"Elang pamit dulu Bu Dhe.!" Bu Zah mengantarnya sampai depan rumah.

Arini muncul saat Elang sudah menghilang di belokan gang.

"Sudah pulang? masuk lewat mana?"

Bu Zah heran karna Arini sudah memakai pakaian santai.

"Maaf Bu, saya tidak ingin menganggu ibu, karna itu saya masuk lewat belakang." ucapnya sopan.

"Sayang sekali, itu tadi Elang, ponakan yang selalu ibu ceritakan itu."

"Owh.. kenapa dia buru-buru pergi?"

"Dia baru pulang kerja, sekalian mampir, ayo kita makan malam. Ibu nungguin kamu dari tadi."

Arini tersenyum mengangguk.

"Kanggoin saja kalau rasanya amburadul. Maklumlah.. sudah lama tidak turun ke dapur. Ibu mencoba memasak siang tadi."

"Ini lezat kok Bu, saya tidak bohong!" puji Arini dan sukses membuat

Bu Zah tertawa.

"Oh, ya. kenapa terlambat pulangnya?" tanya Bu Zah di sela tawanya.

Arini tertegun. ia merasa bersalah karena tidak mengabari Bu Zah kalau dia pergi ke klinik sepulang kerja.

"Saya mohon maaf sekali, saya lupa mengabari ibu kalau sekalian saya memeriksakan kehamilan saya!"

"Tidak apa-apa. saya cuma merasa khawatir saja. Kamu sedang hamil dan sendirian."

Senyum Bu Zah kembali mengembang.

Sungguh wanita berhati mulya.

Bagaimana tidak? dia begitu baik pada Arini yang baru saja di kenalnya

Sifatnya sangat berbalik dengan Bu Lastri mertuanya, bagaikan bumi dan langit.

"Iya, sudah. Tidur sana! tubuh dan pikiranmu juga butuh di istirahatkan."

Bu Zah melarangnya mencuci piring bekas makan mereka.

"Besok saja!" ucapnya dengan senyum tulus.

Esok harinya...

Rumah Bu Zah mulai ramai dengan aktivitas

karna membuat kue.

Arini ikut bergabung dengan mereka.

Siangnya, Bu Zah menerima telpon dari pelanggan.

"Bagaiman ini? Bu Fara minta pesanannya di antar segera. Sedangkan pekerjaan di sini masih menumpuk." Bu Zah bingung.

"Biar saya yang antar Bu, yang lain biar melanjutkan pekerjaannya.!" kata Arini Tiba-tiba.

"Jangan, kamu sedang hamil..,"

"Tidak apa-apa Bu, saya janji akan hati-hati."

Dengan berbekal alamat yang di maksud. Arini berangkat mengantar kue.

Setelah Arini berangkat. Elang datang membawa sesuatu di tangannya.

"Elang..? akhirnya kau datang."

wajah Bu Zah berseri gembira.

"Nih aku bawain martabak mbak!"

Elang mengangsurkan bungkusan yang berisi martabak pada mbak Wati pegawai Bu Zah.

Sebentar-sebentar mata Bu Zah mengarah ke jalan. Ia berharap Arini segera muncul agar bisa bertemu Elang.

"Kenapa Bu Dhe? dari tadi Elang lihat gelisah sekali. oh ya di mana wanita yang Bu Dhe ceritakan itu?" mata Elang mencari di seluruh ruangan.

"Itu, dia. sangat di sayangkan kalian tidak bertemu. Baru saja dia pergi untuk mengantar pesanan kue."

"Tidak apa-apa Bu Dhe, masih ada hari lain."

Elang mohon diri pulang.

"Ini, kan hari Minggu. Elang ingin bertemu teman yang kemarin Elang ceritakan itu."

"Mas Elang!" tiba-tiba datang Shofia dan bergelayut manja di pundak Elang.

"Kenapa jarang datang? feeling ku mas Elang akan datang hari ini, eh ternyata benar."

Gadis yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas itu memang tergila-gila pada Elang. Namun Elang dan yang lainnya tidak terlalu menganggapnya serius.

"Bagaimana sekolah mu, lancar?" kata Elang berbasa-basi.

"Lancar.. mas Elang bagaimana?" ucapnya dengan manja.

"Aku baik!"

Bu Zah tersenyum geli melihat tingkahnya.

"Gayamu melebihi usiamu Shof..!" ujarnya pada Shofia.

"Tidak apa-apa Bu Dhe.. justru itu bagus. jadi bisa seimbang dengan mas Elang." jawabnya cuek.

Elang hanya menggeleng pasrah.

"Mas Elang pulang dulu, ya! ada janji soalnya." ucapnya menggoda Shofia.

Seketika mulut gadis itu mengerucut.

"Dengan cewek, ya? ingat lho Mas kau tidak boleh selingkuh dari ku!"

Elang mencubit hidung Shofia dan berlari keluar.

"Dadah anak kecil..!"

Shofia menghentakkan kakinya di lantai dengan jengkel.

"Masa aku di panggil anak kecil sih..!"

Semua tertawa melihat tingkahnya.

Denis mencoba menghubungi Arini dan mengajaknya ketemuan.

"Maaf, aku tidak bisa, aku sedang berada di luar." jawab Arini.

"Katakan posisimu dimana?"

"Baiklah, kita ketemu di tempat biasa kita minum kopi." jawab Arini Akhirnya.

"Maaf aku telat Rin, jalanan macet!"

"Tidak apa-apa."

"Oh, ya kau bilang ada urusan tadi. kalau boleh tau, apa itu?"

Arini terdiam. Tidak mungkin dia menceritakan semua pada Denis.

"Tidak usah di jawab...!" lanjut Denis kemudian.

"Kau tidak tersinggung, kan?"

Denis menggeleng.

"Kau tidak boleh merasa bersalah. Kau punya privasi, dan itu sangat aku hormati." kata Denis dengan senyum manisnya.

***

"Ayolah Mas, dulu kau tidak pernah menolak kalau aku ajak makan atau sekedar minum kopi aja, kenapa sekarang seperti enggan begitu?"

Arini menoleh ke arah sumber suara yang tidak asing baginya itu.

"Mas Ilham dan Anita?" Arini terkesiap.

Denis ikut memandang mereka.

"Arini.. ternyata kau ada disini, beberapa hari ini aku mencarimu, Rin, kau kemana saja? tinggal dimana?" ratap Ilham sedih.

Matanya menatap ke arah Denis.

Denis mengangguk sopan padanya.

"Hai... rasanya kita pernah bertemu?" ucapnya sambil melambaikan tangan.

Ilham membuang muka.

"Rin, ayo kita pulang!" bujuknya.

Arini menarik nafas panjang.

"Ayo, Den kita pindah dari sini, mata ku sakit karna melihat pemandangan yang tidak menyehatkan." ucap Arini seraya bangkit.

Ilham memegang kerah baju Denis.

"Mas, lepaskan!" ucap Arini tegas pada Ilham.

💞Mohon dukungannya selalu,🙏🙏

1
Evy
Hamidun itu...
Evy
Apa Elang dan dan Dennis itu orang yang sama ya? cuma cara panggil nya aja yang beda... di keluarga dipanggil Elang tapi kalo teman dan rekan kerja panggil nya Denis gitu...
Evy
Mana mau Arini berbagi suami.. wanita mana pun juga tidak ada yang mau dipoligami...Ogah....
Evy
Ternyata bukan Denis ya keponakan Bu Zah itu... salah duga deh...
Evy
Apa keponakan Bu Zahra itu Denis ya...
Evy
Mertua yang gak punya perasaan... sedikit pun tidak ada simpati akan keterpurukan menantunya... pintu hati mertua benar2 sudah tertutup dan akan disesali nya suatu hari nanti...
Evy
Kalo Arini sampai bercerai nanti... pusing tujuh keliling mertua dan adik ipar Katena selalu ketergantungan sama Arini...
Evy
Baru naik jabatan tapi sudah berani mangkir kerja..bisa bisa kena pecat nanti..
Evy
Kalo sudah tau suami selingkuh.. kumpulkan apa saja yang bisa menjadi uang... sertifikat rumah juga diamankan... sering sering minta hadiah dan minta uang tambahan.. semua itu untuk bekal nanti.
Evy
Apa Suamimu diam diam menikah lagi dengan dalih ada tugas diluar kota...
Gebrina Setya
bosan,plin plan,gak tegas
Gadis Puspa Kartika
Luar biasa
balqis: makasih say udah mampir
total 1 replies
Keyraaleyababy Keyraaleya
yng bikin novel ini bodoh apa goblok sih
Amel Kharizma
Luar biasa
Marwah sugaMin
bisa tidak konsisten dalam penulisan nama, heran selalu kebalik namanya... berkesan bangat yach nama ilham itu di ingatan mu author
sari emilia
hah lm banget byk drama...
sari emilia
blepotan aku bc nya byk yg slh2 tulis
balqis: 🙏🙏😭😭😭😭😭
total 1 replies
balqis
Buat kakak Kakak reader yang terhormat tolong jangan bom like ya pliiss🙏🙏intinya kalau nga sempet baca ngga usah dah di like makasih
Nina Merlina
...tanya denis mungkin bukan "tanya ilham" ?
balqis: maaf 🙏banyak typo
total 1 replies
Masiah Cia
di bab ini arini terpuruk Krn perselingkuhan Ilham tp Arini kan sdh tau sblmnya ...jd TDK usah kaget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!