NovelToon NovelToon
Cinta Tanpa Syarat.

Cinta Tanpa Syarat.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: atikah@72

sejak lahir, dia tak sempurna.
ibunya ditinggalkan pergi oleh sang ayah, saat ia masih dalam kandungan.

sang ibu mengandung seorang diri, karena bapaknya pergi mencari nafkah dan biaya persalinan sang ibu.

sampai ia lahir ayahnya tak menghendakinya dan datang membawa madu untuk ibunya.
sejak lahir penduduk desa mengatakannya pembawa petaka, karena ia lahir tak sempurna. kini ia hidup berdua bersama sang ibu.

sementara sang ayah pergi dengan wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon atikah@72, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelukan Dibawah Pohon Lontar

Jam 7 pagi, padang sabana Kolorai.

Rumah Bintang masih gosong setengah, atap alang-alang jadi abu, kayu jati hitam arang, bau asap masih ada. Semalam 10 motor trail PT Nikel coba bakar, gagal, tapi rumah jadi rumah gosong.

Di dalam rumah gosong itu, Sari tidak tidur semalaman. Sari duduk di dipan kayu yang gosong, gendong Bintang yang juga tidak tidur, Bintang peluk leher Sari erat-erat sejak dengar kata "panti" semalam.

Johan yang kakinya lumpuh, yang kebakar celana dan sarungnya semalam sudah diperban Bu Dokter Rina pakai kain bersih, tapi masih perih.

Johan duduk di tanah depan rumah gosong, memegang tongkat kayu jati barunya, tongkat bambu, bukan kayu jati yang sudah jadi abu semalam buat buka jalan api.

Mama Leni, Pak Frans pengacara gratis dan 20 warga Kolorai, masih di depan rumah bintang yang terbakar semalam, mereka belum pulang sejak semalam, menjaga Rumah Bintang takut 10 motor trail itu balik lagi.

Jam 7 lewat 10 menit, suara mobil terdengar dari arah Waingapu, bukan motor trail merah PT Nikel, tapi mobil putih tulisan biru, DINAS SOSIAL KABUPATEN SUMBA TIMUR.

Mobil Dinsos itu datang pelan-pelan di jalan tanah berbatu sabana, debu naik, berhenti depan Rumah Bintang yang gosong.

Turun 2 orang, 1 ibu-ibu pakai seragam Dinsos coklat, 1 bapak polisi pamong praja.

Ibu Dinsos itu bawa map coklat, bawa surat yang sama seperti surat panggilan 3 hari lalu, tapi sekarang ada stempel merah,

"PENJEMPUTAN PAKSA".

Dia melihat Rumah Bintang yang gosong, melihat Sari yang hamil menggendong Bintang di dalam rumah. melihat Johan kaki diperban, dan bilang dengan suara datar.

"Bu Sari? Saya dari Dinas Sosial. Sesuai laporan PT Nikel Sejahtera dan laporan warga bahwa Ibu hamil pendarahan dan membawa anak ke dalam api semalam, kami menilai Ibu tidak mampu mengasuh anak Bintang umur 1 tahun 17 hari.

Sesuai UU Perlindungan Anak, Bintang akan kami titipkan sementara di Panti Asuhan Kasih Waingapu selama 7 hari sampai sidang tanah Ibu selesai.

Jika Ibu menang sidang, Bintang kembali. Jika Ibu kalah dan didenda 200 juta, Bintang tetap di panti sampai Ibu mampu. Ini demi kebaikan Bintang Bu, bukan hukuman."

Sari yang gendong Bintang di dalam rumah gosong itu dengar kata "Panti Asuhan Kasih Waingapu", langsung peluk Bintang lebih erat, Bintang yang dari semalam peluk leher Sari, makin erat pelukannya, sampai Sari susah nafas.

"Tidak... Bu... Bintang tidak telantar... Bintang ada di pelukan saya...

 Bintang bisa berlari... Bintang ambil cek 100 juta dari api semalam... Bintang bukan anak telantar..." Sari berbisik, air matanya jatuh ke pipi Bintang yang hitam abu semalam.

Ibu Dinsos itu masuk ke Rumah Bintang yang gosong, mau ambil Bintang dari gendongan Sari!

"BINTANG

JANGAN!

JANGAN AMBIL BINTANG!

_DIA DULU DIBILANG KUTUKAN MAU DIBUANG KE LAUT, SAYA SELAMATKAN DENGAN DONOR DARAH 750 CC KOMA 11 HARI! SEKARANG MAU DIAMBIL KE PANTI!"

_TIDAK..."

Johan yang kaki diperban itu merangkak dari tanah, masuk ke rumah gosong, halangi Ibu Dinsos itu dengan tongkat bambu barunya!

20 warga Kolorai teriak dari luar, "JANGAN AMBIL BINTANG! BINTANG ANAK KOLORAI! BUKAN ANAK TELANTAR! KAMI SAKSI BINTANG DICULIK DAN RUMAHNYA DIBAKAR PT NIKEL!"

Pak Frans pengacara gratis itu maju, kasih lihat sertifikat tanah kuning 30 tahun, foto-foto HP butut Bintang dari lahir kaki bengkok, cek 100 juta asli yang tidak kebakar semalam,

"Bu Dinsos, ini bukti Bu Sari mampu!

Ada cek 100 juta asli untuk bangun klinik, ada tanah warisan 2 hektar, ada 20 saksi warga! Jangan ambil Bintang!"

Tapi Ibu Dinsos itu buka HP-nya.

 kasih lihat video klarifikasi PT Nikel yang kemarin 500 ribu views, yang bilang Sari settingan hamil palsu, pendarahan palsu, Bintang dibuat cacat untuk dapat donasi 100 juta.

"Pak, kami dari Dinsos netral, kami lihat laporan PT Nikel, Kami harus amankan Bintang dulu, demi kebaikan Bintang. Kalau terbukti Bu Sari tidak tipu, 7 hari lagi Bintang kembali. Ini prosedur Bu, maaf."

Polisi pamong praja yang ikut Ibu Dinsos itu pegang tangan Johan yang halangi, "Pak Johan, jangan halangi tugas negara, nanti Bapak ditahan lagi seperti 2 hari lalu di Polres."

Bintang yang dari tadi peluk leher ibunya Sari erat-erat, lihat ayahnya dipegang polisi, lihat 20 warga teriak, Bintang yang umur 1 tahun 17 hari, yang dulu dibilang kutukan, yang baru bisa berlari 4 hari lalu, yang semalam berlari mengambil cek 100 juta dari rumah yang terbakar.

sekarang Bintang diperlakukan seperti ini, bikin semua orang di sabana Kolorai nangis ngamuk!

Bintang melepas pelukan dari leher Sari, turun dari gendongan Sari, dengan kaki yang dulu bengkok, yang sekarang bisa berlari, Bintang berlari keluar dari Rumah Bintang gosong itu!

Bintang berlari ke tengah padang sabana Kolorai yang luas, yang berdebu, yang bekas api semalam!

Bintang berlari sendirian, tanpa sandal, kaki kecilnya hitam oleh abu, berlari kejar kupu-kupu kuning lagi, seperti 4 hari lalu sebelum diculik, seperti sebelum rumahnya dibakar!

"BINTANG! BINTANG MAU KEMANA!

 BINTANG JANGAN LARI!" Sari teriak dari dalam rumah gosong, mau kejar Bintang, tapi perut hamilnya sakit bekas pendarahan, Bu Dokter Rina tahan!

Johan yang kaki diperban kebakar itu mau kejar Bintang, tapi kakinya lumpuh, tongkat bambunya patah karena merangkak semalam!

20 warga Kolorai mau kejar Bintang, tapi Bintang lari cepat, cepat sekali, seperti anak ajaib!

Ibu Dinsos dan polisi pamong praja melihat Bintang berlari di sabana, kaget! Mereka tidak sangka anak yang dibilang telantar, anak yang dibilang dibuat cacat untuk donasi, bisa berlari secepat itu di sabana berdebu!

Bintang berlari 100 meter dari Rumah Bintang yang gosong, berhenti di tengah sabana, di bawah pohon lontar satu-satunya di sabana Kolorai, pohon tempat Sari dulu melahirkan Bintang sendirian, di badai yang diikuti hujan setahun lalu.

Bintang berhenti di bawah pohon lontar itu, balik badan, lihat ke arah Rumah Bintang yang gosong, lihat ibunya hamil, ayahnya Johan lumpuh, 20 warga, Ibu Dinsos, polisi, dan teriak dengan suara paling jelas, paling keras, paling bikin ngamuk se-Sumba Timur.

 kalimat yang Bintang baru belajar semalam "Rumah tidak jual", tapi sekarang lebih panjang, lebih jelas, lebih bikin nangis 3,5 juta penonton video viral itu!

Bintang teriak di tengah sabana, di bawah pohon lontar tempat dia dilahirkan,

"MAMA! RUMAH BINTANG TIDAK DIJUAL! BINTANG TIDAK MAU PANTI!

BINTANG MAU MAMA! BINTANG BISA LARI KARENA MAMA TIDAK BUANG BINTANG KE LAUT!"

Suara Bintang itu dibawa angin timur sabana Kolorai yang kencang, sampai ke 20 warga Kolorai, sampai ke Sari yang hamil pendarahan di rumah yang dibakar semalam, sampai ke Johan yang kaki kebakar, sampai ke HP Pak Frans yang lagi video!

Pak Frans video Bintang berlari dan teriak itu! Langsung upload ke media sosial dengan judul "Bintang 1 Tahun, Yang Dibilang Telantar Ternyata Bisa Berlari 100 Meter di Sabana Demi Ibunya!"

Video itu langsung viral di tempat! Di depan mata Ibu Dinsos!

Ibu Dinsos yang lihat Bintang berlari 100 meter dan teriak itu, yang lihat video Pak Frans yang baru di-upload 1 menit sudah 10 ribu views, yang lihat 20 warga Kolorai menangis lihat Bintang berlari, Ibu Dinsos itu nangis juga!

Ibu Dinsos itu tutup map coklatnya yang ada stempel merah PENJEMPUTAN PAKSA itu, dan bilang dengan suara gemetar, bukan suara robot lagi,

"Bu Sari, saya... saya salah."

"anak ini bukan anak telantar... anak telantar tidak bisa berlari 100 meter dan teriak begitu, anak ini anak ajaib... seperti di video viral Ibu..."

"saya tidak jadi ambil Bintang hari ini Bu... saya akan tulis laporan Bintang tidak telantar... tapi Bu... PT Nikel sudah lapor ke atasan saya di Waingapu... kalau saya tidak bawa Bintang hari ini... saya bisa dipecat..."

Sari yang melihat Bintang berlari 100 meter ke pohon lontar, yang mendengar Bintang teriak. Sari yang hamil pendarahan itu berdiri lagi dari dipan gosong, tanpa peduli perutnya sakit.

Sari berlari juga, Berlari dengan perut hamil, tanpa sandal, di tanah sabana berdebu bekas api semalam, berlari 100 meter ke arah Bintang di bawah pohon lontar

"MAMA LARI,

MAMA LARI DEMI BINTANG!" Warga Kolorai teriak!

Sari sampai di bawah pohon lontar, memeluk Bintang yang berlari tadi, memeluk erat-erat, jatuh duduk di tanah sabana di bawah pohon lontar tempat Sari melahirkan Bintang setahun lalu.

Di bawah pohon lontar itu, Sari, Bintang, tanah sabana, dan sertifikat tanah 2 hektar warisan ayah Sari yang ada di saku baju Sari, semua jadi satu.

Johan yang kaki diperban kebakar itu, lihat Sari berlari 100 meter hamil pendarahan, Johan juga merangkak 100 meter dengan lutut lumpuhnya, tanpa tongkat bambu yang patah, merangkak di tanah berdebu bekas api, sampai ke bawah pohon lontar, memeluk Sari dan Bintang.

Satu keluarga, di bawah pohon lontar tempat Bintang dilahirkan, di tengah sabana Kolorai, depan Rumah Bintang yang gosong setengah, dengan cek 100 juta asli tidak kebakar di saku Mama Leni, dengan 20 warga Kolorai jadi saksi, dengan video baru Pak Frans yang sudah 50 ribu views dalam 5 menit!

Ibu Dinsos yang melihat Sari hamil berlari 100 meter, Johan yang lumpuh merangkak 100 meter, Bintang berlari 100 meter, semua demi pelukan di bawah pohon lontar itu, Ibu Dinsos itu sobek surat PENJEMPUTAN PAKSA nya sendiri!

"Saya tidak jadi ambil Bintang Bu Sari, Saya akan lawan atasan saya di Waingapu! Bintang tetap sama Ibu!"

 Tapi Bu, 7 hari lagi sidang tanah, PT Nikel pasti pakai video Ibu berlari hamil ini sebagai bukti Ibu pura-pura sakit untuk dapat donasi! Mereka akan bilang, ibu hamil pendarahan kok bisa lari 100 meter?"

Sari yang memeluk Bintang di bawah pohon lontar itu, mendengar semua perkataan ibu Dinsos itu, ketawa lagi.

seperti semalam ketawa melihat rumah Bintang terbakar.

"Biarkan mereka bilang saya pura-pura hamil, pura-pura pendarahan, pura-pura Bintang cacat! Biar 1,2 juta orang yang nonton video klarifikasi mereka percaya."

"Tapi 3,5 juta orang yang nonton video viral saya pecahkan kaca demi Bintang diculik, dan 50 ribu orang yang baru nonton video Bintang berlari 100 meter ini, mereka tahu mana yang asli."

 "Cinta tanpa syarat tidak perlu bukti dokter Bu Dinsos, cinta tanpa syarat buktinya Bintang bisa berlari!"

Di atas langit sabana Kolorai, asap bekas Rumah Bintang yang terbakar semalam masih ada, tapi matahari pagi keluar, sinari keluarga di bawah pohon lontar itu.

Dan dari arah Waingapu, 10 motor trail merah PT Nikel yang kabur semalam karena polisi datang, balik lagi.

Kali ini bukan bawa jerigen bensin, tapi bawa mobil truk besar tulisan PT NIKEL SEJAHTERA, mau angkut kayu jati Rumah Bintang yang gosong itu sebagai barang bukti sengketa!

Truk itu datang kencang ke arah pohon lontar tempat Sari, Johan, Bintang pelukan.

1
Saint, SN
👋🏻👋🏻
atikah@72: makasih kak, sudah mampir di kolorai🙏🙏
total 1 replies
Paulus Waruwu
kak jnagan lupa mampir di akun aku juga ya
atikah@72: iya kak, salam kenal ya, moga kakak sukses selalu🫰
total 1 replies
oding's
haii ka aku mampir nih semangat yaa😍 yuk mampir jga di karya ku xixi
oding's: semangat trs yaa✨
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!