NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:53.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Silvana, seorang dokter dengan karir yang sangat bagus, terpaksa di kirim ke Wilayah Konflik karena menolak cinta dari putra salah satu Petinggi di Rumah Sakit tempatnya bekerja.
Tentu saja Silvana menolak, karena Pria itu tak hanya meminta cintanya, namun juga hampir melecehkannya.
Karena tak ingin berada di lingkungan toxic, ia pun sama sekali tak keberatan ketika di kirim ke Wilayah Konflik yang ada di Negaranya.
Disana, ia bekerja di sebuah Klinik Militer. Selain menangani Prajurit yang terluka, ia juga secara rutin datang ke desa-desa sekitar Markas Militer untuk melakukan pemeriksaan pada warga desa.
Siapa sangka, jika di tempat 'pengasingan' itulah ia justru bertemu dengan pria yang berhasil meluluhkan hatinya.
Bagaimana kisah cinta Silvana?
Apakah perjalanan cintanya berjalan dengan mulus?
Siapakah sosok pria yang berhasil meluluhkan hatinya?
Simak kisah dan keseruannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Hari Sial

"Hallo, Ndan. Ini Jopi." Ujar Jopi ketika Komandan Kaivan mengangkat panggilan telfonnya.

"Ya." Jawab Komandan Kaivan.

"Apa Komandan Ada di rumah?" Tanya Jopi.

"Saya di rumah." Jawab Komandan Kaivan.

"Boleh saya minta tolong untuk lihat Dokter Sisil sudah sampai di rumah atau belum?" Pinta Jopi.

"Tadi dia periksa nenek yang ada di Desa. Dia ada bawa motor dinas. Tapi, waktu kami mau antar dia pulang, dia menolak, Komandan. Sampai sekarang dia punya hape tidak aktif dan tidak kasih kami kabar." Cerita Jopi.

"Pukul berapa dia pulang?" Tanya Komandan Kaivan sambil berjalan ke luar rumahnya.

"Pukul lima tadi, Komandan." Jawab Jopi.

Komandan Kaivan menghela nafas berat. Rumah yang di tinggali Sisil masih kosong dan terkunci. Lampunya pun tak menyala.

"Saya akan cari dia." Ujar Komandan Kaivan.

"Jadi Dosil belum pulang, Ndan?" Tanya Jopi dengan suara yang panik.

"Saya tidak akan cari kalau dia sudah pulang, Jopi." Jawab Komandan Kaivan.

"Ya Tuhan! Padahal dia bilang, dia bisa baca maps di ponsel." Sahut Maria yang suaranya terdengar oleh Komandan.

"Kami bantu cari, kalau begitu, Ndan." Ujar Jopi.

"Tidak usah. Berbahaya, ini sudah malam. Biar saya dan Miko yang mencari." Kata Komandan Kaivan.

"Baik, Ndan." Jawab Jopi dengan suara yang pasrah.

Tak menunda waktu, Komandan Kaivan langsung menelfon Miko yang berada di Asrama. Ia menyampaikan jika Silvana kemungkinan tersesat di perjalanan.

"Biar saya dan Riki saja, Ndan. Komandan istirahat saja." Ujar Miko karena ia dan Komandan Kaivan juga baru sampai setelah menghadiri rapat khusus di MAKODAM.

"Saya ikut." Tegas Komandan Kaivan dengan tatapan tak ingin di bantah.

Komandan Kaivan kemudian menaiki motor trailnya dan mulai mencari keberadaan Silvana dengan menggunakan aplikasi pelacak.

Semua kendaraan dinas yang ada di Batalyon memang sudah di pasang alat pelacak oleh Komandan Kaivan. Tentu saja hal ini adalah salah satu bentuk dari kewaspadaan.

"Pelacaknya berhenti di sini, Ndan." Ujar Riki setelah empat puluh menit mereka menyusuri jalan.

Mereka berada di salah satu persimpangan yang cukup rawan. Selain karena tak ada penerangan, di sana juga sangat jauh dari rumah warga.

Komandan Kaivan menghela nafas sambil melihat ke sekitarnya. Ia kemudian berlari begitu saja hingga membuat Miko dan Riki ikut berlari karena terkejut.

"Ada apa, Ndan?" Tanya Miko yang terkejut.

"Itu, sepertinya Dokter Sisil." Ujar Komandan Kaivan sambil menunjuk ke siluet seseorang yang sedang duduk di tepi jalan.

"Ah! Ya Tuhan." Ujar Riki yang tampak lega.

Benar saja, ketika semakin dekat, mereka melihat jika orang itu adalah Silvana. Ia berdiri sendirian di tepi jalan dan tampak kebingungan.

"Sil!" Panggil Komandan Kaivan.

"Kamu ngapain, disini?" Tanya Komandan Kaivan. Ia memperhatikan Silvana yang berkeringat dan netranya tampak berkaca-kaca.

"Hiks! Komandan..." Silvana justru menangis saat Komandan Kaivan berada di hadapannya.

Silvana yang semula ketakutan, kini sangat lega karena melihat orang yang ia kenal ada di hadapannya. Silvana bahkan sampai terduduk sambil menangis karena merasa sangat lega.

"Sudah, jangan menangis. Ada saya di sini." Ujar Komandan Kaivan sambil mengusap pelan bahu Silvana agar tangis gadis di hadapannya itu reda.

Melihat Komandan Kaivan sedang berusaha meredakan tangis Dokter Sisil, Miko dan Riki pun mengurungkan niat untuk menghampiri. Keduanya justru berbalik arah untuk mengambil motor yang mereka tinggalkan begitu saja di persimpangan.

"Kamu gak apa-apa? Ada yang luka?" Tanya Komandan Kaivan.

Silvana tertegun sejenak. Ia cukup terkejut lantaran Komandan Kaivan berbicara dengan sangat lembut. Ini adalah kali pertama ia melihat sisi halus Komandan Kaivan secara langsung.

"Sil, ada yang luka?" Tanya Komandan Kaivan lagi.

"Gak ada, Ndan. Saya cuma takut aja." Jawab Silvana yang menyurut air mata dengan menggunakan ujung tangan blousenya.

"Kenapa kamu di sini? Hapemu, kemana?" Tanya Komandan Kaivan lagi.

"Lowbat, Ndan. Lalu, tiba-tiba motornya mati." Kata Silvana sambil menunjuk ke arah motor yang terparkir tak jauh darinya.

"Habis bensin?" Tanya Komandan Kaivan yang di jawab gelengan oleh Silvana.

"Bensinnya masih banyak. Tapi, motornya tiba-tiba mati waktu saya melintas di jembatan." Jawab Silvana.

"Kamu mendorong motor dari jembatan sana?" Tanya Komandan Kaivan sambil menunjuk ke arah jembatan yang ada sekitar tujuh kilo meter dari tempat mereka saat ini.

"Iya, Ndan. Saya capek, makanya saya berhenti." Jawab Silvana yang membuat Komandan Kaivan menghela nafas.

"Kenapa menolak waktu Jopi dan Maria mau mengantar?" Tanya Komandan Kaivan.

"Saya tidak mau merepotkan. Kasihan mereka kalau harus bolak-balik." Jawab Silvana.

"Akhirnya kamu repot sendiri." Kata Komandan Kaivan dengan lirih.

"Besok lagi, jangan pergi sendiri. Minta antar Miko, Riki atau Anggota lain kalau kamu mau melakukan kunjungan." Ujar Komandan Kaivan yang di jawab anggukan mengerti oleh Silvana.

Sesaat kemudian, Riki dan Miko pun sampai dengan membawa dua motor yang salah satunya adalah motor trail milik komandan Kaivan.

"Kenapa, Ndan?" Tanya Miko.

"Motornya mogok." Jawab Komandan Kaivan.

"Astaga! Itu motor memang sering mogok. Kenapa kamu kasih bawa Dokter Sisil motor itu?" Tanya Riki pada Miko.

"Mana saya tau! Kamu juga tidak bilang dengan saya." Jawab Miko.

"Maaf ya, Dokter. Saya tidak tau kalau motor itu memang sering mogok." Ucap Miko penuh dengan rasa bersalah. Silvana pun hanya mengangguk ketika Miko meminta maaf padanya.

"Lain kali, jangan biarkan dia pergi sendirian." Titah Komandan Kaivan.

"Siap, Komandan." Jawab Miko dan Riki bersamaan.

"Komandan duluan saja dengan Dokter Sisil kembali ke Markas, biar kami berdua yang urus motornya." Ujar Riki yang di jawab anggukan mengerti oleh Komandan Kaivan.

Komandan Kaivan kemudian mengajak Silvana naik ke atas motor trail miliknya. Mereka berdua lalu berpamitan untuk pulang lebih dulu pada Miko dan Riki.

Silvana memegang dengan erat seragam Komandan Kaivan. Komandan Kaivan sengaja memelankan laju kendaraan agar Silvana tetap menyaman melewati jalanan berbatu itu.

"Sudah makan?" Tanya Komandan Kaivan pada Silvana.

"Belum, Komandan." Jawab Silvana.

"Ada nasi, di rumahmu?" Tanya Komandan Kaivan lagi.

"Tidak ada. Saya belum sempat masak nasi." Jawab Silvana. Meski sekarang ia merasa lapar, sepertinya ia akan memasak mie instan saja yang lebih praktis karena ia sudah merasa sangat lelah.

"Makan di rumah saya saja. Saya ada nasi dan lauk." Kata Komandan Kaivan setelah lama terdiam.

"Tidak usah, Komandan." Lirih Sisil yang merasa cukup kaget dengan ajakan tiba-tiba Komandannya.

"Makan di rumah saya saja. Kamu pasti lelah. Setelah makan, kamu bisa langsung beristirahat. Kalau harus memasak, pasti akan lebih menguras tenaga." Kata Komandan Kaivan yang berusaha meyakinkan.

"Baik, Komandan." Jawab Silvana yang mengiyakan tawaran Komandannya.

1
Kaylaa
😄😄😄😄 kemakan juga sama omongan si Miko 🤭
Murti Puji Lestari
akhirnya ngak sengaja go public ya ndan..
gemes sama mereka berdua, pengen nyubit bibirnya si miko 😅
yuning tyas
awas Lo Ki bintitan kamu ngintipin komandan 🤣🤣
Rahmawati
hahahah skrg ketahuan kl komandan ada hubungan sama dosil, gk bisa ngelak lagi😂
Faqisa Sakila
Iiiiihhhh suka dec...
Authorny lek update cepet 👍👍👍
lanjutkan keromantisanmu komandan,,,
biar akunya jg ikut sneng 💞💞
up lg kk yg bnyak..
Kaylaa
walah..langsung grepcep....🤭
Zuny Achmad
asyiiiiikkkk lanjut akak smngat 💪💪💪
Kaylaa
ich...ada2 aja....tapi cocoklah....mantap..sip dilanjut aja 😄
Kaylaa
oalahhhh... kompak bener tiga orang ini 😄
Kaylaa
jangan pura2 marah lha ndhan.....padahal dalam hati mengiyakan usul si Miko 😄🤭
Murti Puji Lestari
ya ampun tegang banget pas bacanya, tapi seru..
duh penasaran bin penisirin ini
Murti Puji Lestari
semoga itu komandan kaivan bersama anggotanya
rizky tria
bu Dokter ga nurut sama Komandan jd kan 🙄😞
Zuny Achmad
lanjut kak 💪💪💪
Dewi kunti
masih up LG kan ya,kan udah gak mendua
ika
karya othor emang jos jis
ika
ngeri juga ya...
Ebhot Dinni
bagus ceritanya
Nice1808
wah dokter sisil di sandera, jgn takut dokter komandan pasti menyelamatkanmu
Chandhitha Priyanika
jd ikutan tegang neh , mudah²an yg dateng komandan ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!