NovelToon NovelToon
System Cek In Pikiran

System Cek In Pikiran

Status: tamat
Genre:Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Alveandra

Alvin Moor seorang menantu laki - laki yang tidak berguna.

Alvin yang harusnya menjadi tulang punggung, dia malah menjadi tulang rusuk.

Istrinya Jeni Su merupakan seorang Wanita karir.

Mereka berdua menikah karena saling mencintai, tapi karena Alvin tidak bekerja layaknya seorang suami pada umumnya, dia dihina terus menerus oleh mertuanya.

Cacian dan Makian sudah menjadi makanan sehari - hari Alvin.
dia tetap bertahan karena dia sangat mencintai Jeni Su.

Tapi ada kalanya Jeni juga merasa jengah dengan Alvin akibat omongan keluarganya yang selalu membanding - bandingkan Alvin dengan menantu yanga lainnya.

Karena pendidikan Alvin sangat rendah, dia tidak bisa mencari pekerjaan yang memiliki gaji tinggi.

Akibatnya Jeni hampir saja menceraikan Alvin karena tergiur dengan ucapan orang tuanya yang mengenalkan dia dengan seorang taipan.

Tapi pada saat Alvin berada di titik terendah, tiba - tiba anugrah System Cek in masuk dalam tubuhnya.

Akankah Jeni menceraikan Alvin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alveandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Selesai

Alvin menyuruh Rudi untuk membawa masuk Jorah. Rudi dengan patuh langsung pergi untuk membawa Jorah.

Alvin dan Jeni memunggu Jorah sambil bercakap - cakap ringan, mereka berdua terlihat sudah seperti biasanya lagi.

Tak berselang lama Jorah masuk ke dalam Mansion, dia benar - benar terpukau dengan Mansion tersebut dan terus berdecak kagum.

" Tuan Moor, saya permisi dulu " Rudi berpamitan setelah membawa Jorah kepada Alvin.

" Alvin, Jeni lama kita tidak bertemu " Jorah terlihat bersemangat.

Jeni membuang muka, dia sudah tidak sudi melihat wajah pamannya itu.

Jorah tersenyum masam, dia mengepalkan tangannya karena marah, tapi dia berusaha untuk menahannya.

"Duduklah paman !" ucap Alvin datar.

Jorah mengangguk " Terimakasih Alvin "

Jeni langsung nyeletuk dengan ketus " mau apa paman kemari ?!"

" Sayang, jangan begitu. Mau bagaimanapun dia pamanmu " Ucap Alvin lembut.

Alvin bertanya pada Jorah " ada maksud apa paman datang kemari ?, apakah ada sesuatu yang penting ?"

Jorah tersenyum, dia begitu bersemangat " benar Alvin, maksud kedatanganku kemari ingin menawarkan kerja sama denganmu, lihatlah ini "

Jorah menyerahkan berkas yang kurang lebih sama dengan punya Jordan. Yang ingin membayar Alvin dengan uang satu juta dolar.

Alvin pura - pura membacamya dan mengangguk - anggukkan kepala " Cukup menarik, apakah paman yakin mau memberi aku 1 juta dolar ?"

" Binggo !, kena kamu idiot !, aku tahu kamu pasti tertarik dengan uang itu !" gumam Jorah dalam hati.

Jorah kemudian menjawab " tentu saja benar, aku akan memberikan kamu uang itu, asalkan kamu tanda tangani kontraknya !"

Jeni memutar bola matanya malas, karena Jorah melontarkan ucapan yang sama dengan Jordan.

Sementara Alvin tersenyum, dia mencoba untuk tidak menunjukkan wajah tidak percayanya pada Jorah.

Alvin merogoh saku celana dan membuka dompetnya yang terlihat lusu, dia melemparkan Black Card dihadapan Jorah.

" pluk !"

Jorah mengerutkan keningnya ketika Alvin melemparkan kartu hitamnya, Alvin kemudian bertanya " Apakah paman tahu benda apa itu ?"

" Apa maksudmu Alvin ?" Jorah malah balik bertanya sambil mengambil kartu hitam yang dilemparkan Alvin.

Sedetik kemudian wajah Jorah berubah menjadi jelek, dia terkejut karena Alvin memiliki Black Card.

Tangan Jorah bergetar, dia menatap Alvin dan Jeni dengan seksama, Jeni tsrsenyum sinis melihat ekspresi Jorah yang seperti itu.

Alvin kemudian buka suara " Paman tahu berapa isi uang yang ada di kartu tersebut ?, ada ratusan juta dolar didalamnya !, jadi kenapa aku harus menandatangani kontrak 1 juta dolar sementara aku memiliki ratusan juta dolar ditanganku ?"

Kata - kata Alvin sederhana, tapi begitu menusuk perasaan Jorah. Jorah bingung ingin berbuat apa lagi.

Alvin menunjukkan pintu keluar " Silahkan keluar dari sini, jika sudah tidak ada yang ingin paman katakan lagi !"

Jorah menggertakkan giginya " Braakk !!" dia menggebrak meja dengan geram.

Alvin menyipitkan matanya " Benar - benar orang dungu !, dibaiki malah bikin emosi !"

" Alvin !, jangan mengira jika kamu sudah ada di atas kami !, kamu masihlah pecundang !" ucap Jorah marah.

Jeni mau marah tapi Alvin menahannya, dia berdiri dan mendekati Jorah.

" Plaaakkk

" Plaakkk

Alvin menampar Jorah bolak balik hingga salah stu giginya terlepas dan melompat keluar dari mulutnya.

Jorah terbengong karena Alvin tiba - tiba menamparnya, tapi sedetik kemudian dia tberteriak kesakitan " Arghhhh !, bajingan kamu Alvin !"

Alvin langsung mencengkram kerah baju Jorah dan mengangkatnya " dengar baik - baik Jorah Su !, aku tadi sudah bicara dengan lembut padamu karena aku masih menghargai kalau kamu keluarga istriku !, tapi nampaknya kebaikanku selalu salah di mata kalian !"

Keringat dingin di dahi Jorah bercucuran deras. Wajahnya pucat melihat Alvin yang seperti itu.

Alvin mengambil Black Card yang masih ditangan Jorah dan menyimpannya dalam saku " Kamu sekarang dimataku hanya seekor semut yang hanya bisa menggigit kecil !, dengar ini baik - baik Jorah Su !, jangan ganggu aku dan istriku lagi atau

..." Alvin menunjukkan gestur memotong leher.

' glek ' Jorah menelan ludah, tubuhnya gemetar ketakutan. Alvin melempar Jorah hingga jatuh ke lantai.

" Seret dia keluar !" ucap Alvin tegas.

Seorang Asasin langsung muncul " Baik Tuan !"

Jorah tambah ketakutan, karena ternyata Alvin yang sekarang tidak bisa di provokasi. Ia menyesal karena berani menemui Alvin.

Alvin tersenyum dan menatap Jeni " Masalahnya selesai !"

Jeni balas tersenyum " kenapa kamu dari dulu tidak seperti itu sih sayang ?"

Alvin duduk dan merangkul istrinya " jika dari dulu aku seperti itu, bukan cuma kamu yang menyukaiku !, akan banyak wanita yang tergila - gila padaku "

Jeni mengerutkan keningnya " ih.. Kepedean amat sih "

Mereka berdua kemudian tertawa bersama dan saling menggoda satu sama lain.

Saat Alvin sedang bercanda dengan Jeni, System tiba - tiba berbunyi.

[ Ding ]

[ Misi selesai : Menghindar bekerja sama dengan keluarga Su bersaudara

Selamat anda mendapatkan Hadiah : Kotak Silver ]

Alvin tersenyum senang karena telah menyelesaikan misi lagi. Jeni yang melihat suaminya senyum - senyum sendiri mngernyitkan dahinya " Kamu kenapa sayang ?"

Alvin tersadar " Eh... Tidak apa - apa kok, aku hanya senang saja melihat kamu yang terus tersenyum seperti ini "

Jeni tersentuh. Dia langsung memeluk Alvin dengan penuh kasih sayang. Seolah tidak ingin melepaskannya.

1
Dedeh Dian
keren alur ceritanya..hebat author... pokoknya ditunggu karya sambungan nya... makasih
Naga Hitam
udah baca kedua kalinya sambil menunggu S2...
Naga Hitam
sementara ponselnya masih jadul
Naga Hitam
sikapnya tidak mencerminkan wanita kelas atas
Naga Hitam
cehhh
Naga Hitam
masakkk gak tauu..katanya asisten dari sistem
Relimawati Sihombing
👍
Lalan Usman
manatp pisan
Endro Budi Raharjo
flupi jd melongo....
Endro Budi Raharjo
gelitik i sj.....
Endro Budi Raharjo
di bawah di bunuh di atas di tusuk....
Endro Budi Raharjo
asem...si joni lecet msh bisa joging....
Endro Budi Raharjo
godaannya buesaaaaarrrrr......
Rayan Teno
nah gini kan enak
Rayan Teno
gua suka yang no drama gini, tidak berbelit-belit dan menunjukkan wibawa MC sesuai alur ceritanya, semangat terus
Endro Budi Raharjo
sengmangkin lamaaaa mencakulnyaaa
Night Watcher
masalahnya muter2 dr sumber yg sama, we do an😁🤭
Night Watcher
kan system sdh kasih penjelasan?
Night Watcher
pasukan bayangan kok kyk police?
kesya katanya org system, kok ketakutan?
Night Watcher
ngerayu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!