NovelToon NovelToon
Pesona Si Kembar (Ada Cerita Di Balik Gerbang Sekolah)

Pesona Si Kembar (Ada Cerita Di Balik Gerbang Sekolah)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Anak Kembar / Teen School/College / Identitas Tersembunyi / Konglomerat berpura-pura miskin
Popularitas:378.6k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Season 2 dari Novel "Anak Genius Milik Sang Milliarder"

Rachel dan Ronand telah beranjak remaja, kini usianya sudah menginjak 17 tahun. Rachel yang tak ingin selalu dibandingkan dengan kejeniusan Ronand, memilih untuk menyembunyikan identitasnya sebagai saudara dan orang kaya.

Semua siswa di sekolahnya, tidak ada yang mengetahui jika Rachel dan Ronand adalah saudara kembar. Justru mereka dirumorkan sebagai pasangan kekasih karena beberapa kali terlihat dekat.

Akankah keduanya berhasil menyembunyikan identitas mereka sampai lulus sekolah? Atau semua rencana itu gagal, seiring dengan kisah percintaan mereka yang terjadi di sekolah itu?

Temukan jawabannya hanya di NovelToon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senjata Makan Tuan

"Rachel, ambil itu dress lucu-lucu buat kamu dan sepupumu. Tasnya juga itu. Pokoknya ambil sepuasnya, kita habiskan uang Opa dan Papamu." suruh Mama Martha yang kalap saat melihat beberapa barang mewah dan bagus di depannya.

Rachel sendiri yang disuruh oleh Mama Martha hanya bisa mendengus sebal. Semua pakaian, menurut Mama Martha bagus. Ini sudah dua kantong belanja penuh dengan semua barang yang ditunjuk oleh Mama Martha. Padahal niatnya ke mall adalah mencari makanan dan cemilan yang banyak.

Kurcaci cadel...

"Bantu bawain barang nih. Jangan duduk doang di situ," seru Rachel memberi perintah pada Mika yang sedang duduk di dekat kasir. Bahkan Rachel memberikan satu kantong belanja yang telah penuh pada Mika.

"Colly, Onty boncel. Butanna Mika ndak mau bantu. Duh... Gimana ini ya ngomongna, Mika ndak enak hati lho?" ucap Mika dengan raut wajah seperti tak enak hati karena tidak bisa membantu.

"Apa? Mau alasan apa? Alasan badannya kecil kaya kurcaci terus nggak bisa bawa barang-barang ini. Begitu?" seeu Rachel sambil berkacak pinggang.

"Nah... Itu tahu. Napa macih tanya lagi cama Mika yang tantikna ngalahin Celena Domes ini?" ucap Mika sambil mengedipkan matanya berulangkali.

"Apa? Selena Gomez? Telenan Gomez kali ah," ledek Rachel sambil menatap sinis pada Mika.

Rachel...

"Astaga... Itu Nenek gayung ngapain lagi sih? Menyesal diri ini ikut shopping. Mending di kamar nonton drama China habis itu ngehaluin pacar aku daripada shopping begini," ucap Rachel dengan gerutuannya.

Rachel...

"Iya, sabar. Astaga..."

Mika yang melihat drama antara Rachel dengan Mama Martha hanya bisa cekikikan. Melihat Tantenya tersiksa adalah kesenangannya. Apalagi ia hanya tinggal duduk sambil menikmati susu di dalam dotnya.

"Onty dan nenet dayung itu cangat kompak talo beldebat. Cudah kayak liat dlama ikan telbang," gumam Mika sambil menikmati susunya.

***

Onty, Mika mau ini dan itu.

Mahal...

Bialin, kan ada Opa yang bayal. Pakai kaltuna Opa itu nanti bayalna,

Jangan, Opa kesayanganku itu nggak boleh dijahilin. Pakai kartunya Oma aja,

Rachel terlihat membisikkan sesuatu pada Mika. Dengan cepat, Mika mengerti apa yang direncanakan oleh Rachel. Setelah selesai mencari pakaian, Mika dan Rachel pergi ke toko boneka. Sedangkan Mama Martha kini gantian duduk di dekat pintu masuk, menunggu cucunya belanja.

"Nenet dayung yang tantikna ndak lebih dali Mika..." Mika mendekati Mama Martha yang sibuk dengan ponselnya.

"Kenapa, Mika?" tanya Mama Martha yang langsung mengalihkan pandangannya ke arah sang cicit.

"Kaltuna Opa mana? Mika mau bayal," Mika menengadahkan kedua tangannya, meminta kartu milik Papa Fabio pada Mama Martha.

"Sebentar Oma cari dulu," Mama Martha menggeledah dompet dan tasnya. Ia tadi lupa mengembalikan kartu suaminya ke tempatnya hingga harus mencarinya.

"Bial Mika bantu, nenet dayung. Mika cudah hafal cama kaltuna Opa,"

Mika pun membantu Mama Martha mencari kartu milik Papa Fabio. Mika sudah bisa membedakan kartu Papa Fabio dengan Mama Martha. Sehingga rencananya dengan Rachel, dijamin bisa berjalan lancar.

Dapat...

"Mika bayal dulu ya, nenet dayung." seru Mika saat sudah mendapatkan kartu yang diinginkannya.

"Baiklah. Kasihkan sama Tantemu itu buat bayarnya,"

"Ciappp..."

Mika menyerahkan kartu itu pada Rachel. Gadis itu sangat bangga pada Mika yang bisa diajak kerjasama. Ternyata keduanya merencanakan mengambil kartu Mama Martha untuk membayar semua belanjaan mereka.

Berhasil...

"Terimakasih atas kedatangannya, Nona dan adik kecil. Ditunggu kedatangannya kembali," ucap sang kasir setelah membungkus pesanan Rachel dan Mika.

Tangan keduanya sudah penuh dengan paper bag dan kantong plastik. Boneka dan pernak-pernik ala anak perempuan diborong oleh mereka. Keduanya cekikikan seakan sudah menyelesaikan misi dengan baik.

Ternyata mereka merencanakan mengambil kartu ATM milik Mama Martha untuk membayar semua belanjaan ini. Padahal Mama Martha bilang agar semua dibayar pakai kartu milik Papa Fabio.

"Kok Nenek gayung biasa aja ya? Bukannya pasti ada notifikasi di ponselnya? Itu juga Oma lagi pegang hp," ucap Rachel yang merasa aneh dengan sikap Mama Martha. Biasanya Mama Martha akan mengomel kalau kartunya dipakai untuk belanja oranglain.

"Muntin nenet dayung ndak punya kuota kali. Jadi ndak ada pecan macuk," ucap Mika yang seakan wajar dengan ekspresi Mama Martha.

"Masa orang kaya nggak punya kuota? Di sini juga ada wifi gratis lho," Rachel merasa aneh dengan kejadian ini. Segera saja ia mengambil kartu yang tadi diberikan Mika dan memeriksanya.

Mika kurcaci nggak ada akhlak...

"Tenapa, Onty?" tanya Mika dengan tatapan polosnya.

Rachel menghentakkan kakinya berulangkali sambil merengek. Ternyata keanehannya ini ada alasannya. Ia juga melihat pada ponselnya, muncul beberapa notifikasi. Ternyata Mika salah mengambil kartu yang merupakan milik Rachel. Ia juga tidak sadar telah memasukkan pin ATM-nya sendiri dan berhasil.

"Emang dasar nggak bisa diajak kerjasama kamu itu. Yang kamu ambil itu kartunya Onty," seru Rachel sambil memperlihatkan kartu bertuliskan namanya.

"Butan calahna Mika dong. Onty juga dikacih kaltu main selahkan ke kasil, ndak dilihat dulu namana. Mika kan belum bica baca. Lagian itu kaltu di dompet Oma tuh cama cemua lho. Walnana ijo," ucap Mika membela diri.

"Cudahlah, itung-itung cedekah. Onty kan ndak pelnah cedekah," lanjutnya membuat Rachel memelototkan matanya.

Kartu milik Rachel yang diberikan oleh Papa Fabio memang disimpan Mama Martha karena gadis itu jarang menggunakannya. Padahal dalam kartu itu juga, ada uang yang diberikan Julian sebagai uang jajan Rachel. Namun Rachel lebih senang meminta uang cash pada Mama Martha.

Astaga...

Kartu warna hitam dibilang ijo sama si kurcaci? Emang nggak benar ini kerjasama dengan kurcaci,

Tiga puluh juta cuma buat beli bonekanya si kurcaci,

Mending juga buat beli seblak dan telur gulung,

Huaaaa...

Kapok ngerjain Nenek gayung,

***

"Rumah teman masa kecilmu si bocah cadel yang kecil itu siapa namanya, Rachel?"

"Siapa, Nenek gayung?" tanya Rachel dengan nada lemasnya.

Rachel sudah seperti kehabisan tenaga karena mengeluarkan uang puluhan juta hanya untuk belanja boneka dan pernak-pernik lucu. Beruntung Mika tidak menceritakan kejadian ini pada Mama Martha. Bisa habis ditertawakan dan diejek dia oleh Mama Martha.

"Itu lho... Yang emaknya temenan sama Mamamu. Yang kalian sama-sama bikin darah tinggi Oma waktu kecil. Tetangga kita tapi pindah ke luar negeri," Mama Martha mencoba mengingat lagi sahabat kecil Rachel yang tinggal satu komplek perumahan dengannya.

"Susan?" tanya Rachel dengan nada tak yakin.

"Nah... Boneka Susan."

"Rumahnya kok lampu dalamnya nyala? Biasanya nggak nyala kan? Apa udah ada yang menempati itu rumah?" tanya Mama Martha membuat Rachel langsung menegakkan kepalanya. Tadi saat mobil memasuki area perumahan, tak sengaja Mama Martha melihat rumah milik Susan.

Nggak mungkin rumah itu dijual, terus ada yang menempati kan?

Selama ini hanya lampu depan aja yang menyala. Bagian dalam, tidak pernah.

Apa Susan sudah kembali?

Nenek gayung salah lihat kali,

Nggak kok. Oma kan masih bisa lihat dengan jelas,

Deg...

1
Aniza
opa dulian jngan kabul
pak pol minta juga tu ma papa si raffa ganti rugi kan meeeka duluan ug bikin ulah,malah minta ma keluarga achel ganti rugi ny ndak adil tau
Atik Kiswati
seru....
Dewiendahsetiowati
mika,Lukcy dan Julian bikin suasana rame
Ita Xiaomi
Papa Dulian, anak, cucu dan calon menantu pd absurd😁.
Ita Xiaomi
Lucky nih sptnya 😁
Ita Xiaomi
Nasibmu Pak Julian punya anak dan Papa yg Mafia😁
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣.
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣 berasa lg dpt tugas dr guru
Ita Xiaomi
Tuh penyakit dah ganti nama🤣
Ita Xiaomi
Suka ama Restu dgn kejujuran dan setia kawannya 👍
Ita Xiaomi
Mika selalu punya jawaban yg amazing 😁
Erfin Susanti
justru menghibur dan buat kangen untuk selalu menunggu kelanjutannya
Yati Rh
😂😂😂 good mpok achel trik nya
Novita Sari
Hhhhhh keluarga somplak semuanya tambah ucan n lucky
Ita Xiaomi: Benar tuh mbak. Cocok😁
total 1 replies
ririen handayani
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
merry
🤣🤣🤣🤣🤣duluian n dulian ampun dech ank papa Fabio pd takt semua y untung pyn cucu gk penakut 🤣🤣🤣🤣
Ayudya
nah kan bener papa dulliwn jadi timbal🤣🤣🤣🤣
vera putong
astaga julian ,kamu itu laki laki atw kawe si kok penakut banget, itu si ronand udah kayak mafia gentel banget sm lucky ngga pernah ada takut2nya ,iya lucky papa fabio nenar tembak aja kepala si papa dulian biar dia ngga takut lagi pastinya cuma kencing di celana kok🤣🤣🤣🤣
Aniza
semangat papa dulian,sebaik ny papa dulian belajar karate,menembak biar nggak di layasi papa,anak ma colon mantu
mika mika pipis aja masih dlm popok lap ingus aja blum bisa dah sok sok sosialita🥰
Nie
kebayang mukanya Julian pas dimarahi opa Fabio deh 🤣🙈,ayo semangat Lucky...tuh udh dpt restu dari opa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!