NovelToon NovelToon
Si Imut Milik Ketua Mafia

Si Imut Milik Ketua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Diam-Diam Cinta / Kisah cinta masa kecil / Mafia / Cinta Murni / Berbaikan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Caca, gadis kecil ceria, berteman dengan Rafi tanpa tahu bahwa dia adalah putra kepala mafia Bara Pratama. Meskipun dunia mafia penuh bahaya dan banyak orang melarangnya, persahabatan mereka tumbuh kuat hingga menjadi cinta. Bersama, mereka berjuang mengubah organisasi mafia menjadi usaha hukum yang bermanfaat bagi masyarakat, menghadapi musuh dan masa lalu kelam untuk membangun masa depan bahagia bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BELAJAR BERHITUNG DARI PAK BARA

Beberapa hari setelah mengunjungi markas rahasia, Pak Bara mengajak Caca untuk berbincang di ruang kerja markas tersebut. “Caca, aku punya sesuatu yang ingin kamu pelajari,” ujarnya dengan senyum hangat. “Kita akan membangun banyak usaha baru untuk kampung, dan kamu perlu tahu bagaimana cara mengatur keuangan agar semua program bisa berjalan dengan baik.”

Caca sedikit ragu. “Tapi Pak, aku belum terlalu pandai berhitung dan mengatur uang. Apakah aku bisa belajarnya?”

“Tentu saja bisa!” jawab Pak Bara dengan penuh keyakinan. “Keterampilan ini tidak sulit untuk dipelajari, terutama kalau kamu melakukannya dengan tujuan yang baik – membantu orang lain.”

Mereka duduk di meja kerja yang besar, dan Pak Bara mengambil beberapa buku catatan dan lembaran kertas yang berisi angka. “Pertama-tama, kita perlu memahami perbedaan antara pemasukan dan pengeluaran,” jelasnya sambil menggambar diagram sederhana di atas kertas. “Semua usaha yang kita jalankan harus menghasilkan uang yang cukup untuk membayar biaya operasional dan juga menyisakan sebagian untuk bantuan sosial.”

Rafi juga ikut bergabung dalam pelajaran tersebut setelah pulang sekolah. Dia membawa buku matematika dari sekolah dan mulai membantu menjelaskan konsep dasar yang sudah dia pelajari. “Lihat ini, Caca,” ujar Rafi sambil menunjukkan contoh soal. “Kalau kita menjual produk dengan harga tertentu, kita harus menghitung berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuatnya agar kita tahu berapa keuntungan yang diperoleh.”

Pak Bara kemudian memberikan contoh kasus nyata dari usaha-usaha yang mereka jalankan – seperti usaha pertanian organik, warung makan yang menyediakan makanan murah bagi warga, dan toko alat tulis yang memberikan diskon khusus untuk anak-anak sekolah.

Dia mengajak Caca dan Rafi untuk menghitung sendiri berapa pemasukan yang diperoleh dan bagaimana uang tersebut bisa dialokasikan untuk keperluan kampung.

“Misalnya, jika usaha pertanian kita menghasilkan uang sebanyak ini dalam sebulan,” ujar Pak Bara sambil menunjukkan angka pada kertas. “Kita bisa menggunakan sebagian untuk membeli bibit baru dan memperbaiki alat kerja, sebagian untuk membayar upah kepada pekerja, dan sisanya untuk membantu keluarga yang kurang mampu di kampung.”

Caca dengan cermat mencatat semua yang dia pelajari. Meskipun awalnya merasa sedikit sulit, dia mulai mengerti bagaimana setiap angka memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan usaha dan program bantuan sosial.

Dia bahkan mulai memberikan ide tentang bagaimana cara menghemat biaya dan meningkatkan pemasukan tanpa harus menaikkan harga produk.

“Kalau kita membuat label produk sendiri dengan menggunakan kertas bekas yang sudah dicetak ulang,” usul Caca sambil menggambar desain label sederhana. “Kita bisa menghemat biaya pencetakan dan juga membantu menjaga lingkungan bersih.”

Pak Bara tersenyum bangga mendengar ide tersebut. “Itu adalah ide yang sangat bagus, Caca! Kita bisa mengajak anak-anak dari klub menggambar untuk membantu membuat desain label. Ini akan menjadi pelajaran yang baik bagi mereka tentang bagaimana kreativitas bisa membantu usaha kita berjalan lebih baik.”

Setelah beberapa jam belajar bersama, mereka beristirahat dan minum teh hangat yang sudah disiapkan.

Pak Bara kemudian memberikan sebuah buku catatan khusus kepada Caca dan Rafi. “Ini untuk kalian berdua,” ujarnya. “Kalian bisa mencatat semua ide dan perhitungan yang kalian miliki untuk usaha-usaha kita. Saya percaya bahwa dengan pemikiran muda kalian, kita bisa membuat semua usaha ini lebih sukses dan bermanfaat bagi banyak orang.”

Di jalan pulang ke rumah, Rafi melihat Caca yang sedang sibuk mencatat beberapa ide di buku catatannya. “Kamu sudah semakin pandai berhitung ya, Caca,” ujar Rafi dengan senyum. “Nanti kamu bisa menjadi ahli keuangan untuk usaha-usaha kita lho.”

Caca tersenyum dan menutup bukunya. “Semua karena bimbingan Pak Bara dan bantuanmu, Rafi. Aku ingin bisa membantu sebanyak mungkin agar semua program baik yang kita rencanakan bisa berjalan dengan lancar dan membantu banyak orang di kampung.”

Malam itu, Caca tidak bisa tidur karena terus memikirkan ide-ide baru yang bisa dia usulkan kepada Pak Bara.

Dia tahu bahwa belajar berhitung bukan hanya tentang angka – itu tentang bagaimana cara mengelola sumber daya dengan bijak untuk kesejahteraan bersama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!