Update hari Senin, Rabu & Jumat pukul 15.00 WIB.
Sebagai satu - satunya laki - laki keturunan keluarga White,Samuel akan di nobatkan sebagai Duke yang baru.Sebenarnya Samuel tidak menginginkan gelar itu ,tetapi keadaan memaksanya.
Claudia ,putri bangsawan desa ,memutuskan pergi ke sana untuk menemani Samuel dengan alasan untuk belajar tata krama.Ternyata keluarga White dan bangsawan lainnya meremehkan Claudia.
Dengan dalih demi kebaikan Samuel ,Dino memaksa Claudia untuk mengingkari janjinya untuk selalu mendampingi Samuel.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya ? Ikuti saja di karya terbaru ku
Jangan lupa kalau kalian suka Like ,Favorit ,Rate dan Komentar positif ya so Vote.Makasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29.
Claudia merenung seorang diri di kamarnya yang berada di suatu tempat yang sangat jauh sekali dari Ibukota Kerajaan Lovenia.Ia di haruskan untuk temani Raja Philip memulihkan kesehatan Raja itu di Istana Musim Dingin milik Raja itu yang berada di bagian barat Kerajaan Lovenia.
Denyutan ringan terasa di tubuh Claudia yang kini sedikit terlihat gundukan kecil di sana yang telah membuat Clau merasa adanya sedikit perasaan gelisahnya memikirkan nasib janinnya yang cepat atau lambat akan tumbuh besar di tubuhnya dan Ia belum ada kepastian dari Samuel White yang seharusnya menikahinya itu.
"Samuel, apakah kamu akan menikahiku sebelum Aku di ketahui oleh semua orang tentang janin di perutku ini?" Tanya Claudia yang meneteskan air matanya di kamar itu.
"Janin? " Tanya Raja Philip yang diam -diam telah mendengar ucapannya itu.
"Apa yang Anda dengar dari perkataan Saya tadi adalah sebuah guyonan belaka." Jawab Claudia dengan cerdas menutup hal itu dari Raja Philip.
" Oh, ya ya..Clau...Aku membawakanmu banyak hewan lucu untuk mu.." Kata Raja Philip dengan nada riang membawakan lima atau enam ekor kelinci ke kamar Claudia.
" Wah lucunya.." Kata Clau yang ikut senang lihat begitu banyaknya kelinci yang menghampirinya.
" Tempat ini persis Bukit Pelangi kan ?" Tanya Raja Philip kepada Clau sambil menggendong dua atau tiga ekor kelinci dan menengok ke pemandangan alam di luar Istana Musim Dingin melalui jendela di kamarnya Clau.
" Ya, ada banyak pohon cemara yang rindang dan akan segera di hujani bulir -bulir salju pada musim dingin yang akan datang tak lama lagi." Jawab Clau menatap pohon -pohon cemara yang daun -daunnya berguguran itu dari kamarnya
Tiba-tiba sekelebat sebuah pemikiran muncul di otak Clau yang memiliki ide untuk mengundang Sonya datang ke Istana Musim Dingin untuk gadis adik Samuel White itu dapat menemaninya di akhir tahun di daerah yang sangat di penuhi pedesaan asri itu.
Di Kediaman Duke White.
Sonya bersorak riang gembira mendapatkan surat dari Clau lalu Ia segeralah mendatangi Samuel di ruang kerja Kakaknya itu untuk meminta izin dari Samuel untuk mengunjungi Clau di Istana Musim Dingin.
" Pergilah jika kamu ingin pergi dan jangan pernah mengganggu ku terus -menerus, Sonya..!" Kata Samuel dengan nada ketus kepada Sonya.
" Aish,galaknya Kakakku yang sebenarnya sangat merindukan Clau ,ya 'kan? " Tanya Sonya dengan nada menggoda Samuel.
" Ah, diamlah kau..Dan pergilah sana..!" Jawab Samuel menepis tangan Sonya dari dahinya yang tertutup poni nya itu.
" Hahahaha Ya..Kakak ku sayang..!" Seru Sonya berlarian riang keluar dari ruang kerja Samuel.
" Waah tak terasa ya Putri Sonya sudah tumbuh dewasa dan sudah waktunya bagi Anda sebagai Kakaknya dan kepala rumah tangga di Kediaman Duke White untuk mencarikan pasangan hidup yang sesuai dengan derajatnya." Kata Dino yang mendatangi Samuel dengan nada memuji Sonya dan mengingatkan Samuel mengenai masa depan Sonya.
" Eh, kenapa kau bicara tentang pasangan hidup yang ideal untuk Sonya? Apakah kamu sudah ada seseorang yang kamu usulkan untuk menjadi suami Adik ku itu ,Dino?" Tanya Samuel menatap Dino Baskoro sekilas sambil menulis berkas kerja di atas meja kerjanya.
"Sudah, yaitu Duke Berlioz Muda." Jawab Dino.
" Aku tak setuju usul mu itu, Dino.Carikan lagi pria yang jauh lebih baik dari Duke Berlioz Muda untuk menjadi suami yang ideal untuk Sonya." Samuel menegaskan kepada Dino Baskoro dengan dirinya menolak tegas usul Dino itu.
Hari demi hari terus berlalu untuk waktu musim demi musim silih berganti dan salju pun mulai turun di awal musim dingin yang sangatlah dingin bagi Samuel yang semakin merindukan Claudia.
" Aish..Aku tak bisa menunggu lebih lama lagi untuk menahan rasa rindu kepada Claudia Ku." Kata Samuel yang akhirnya secara diam -diam itu telah meninggalkan Kediaman Duke White dengan berkuda sangat cepat untuk menemui Claudia di Istana Musim Dingin.
Di antara tumpukan salju yang amat lebat sekali Istana Musim Dingin menjadi bangunan yang di tutupi putihnya salju dan membuat perasaan yang di dera Clau menjadi semakin membeku juga.
" Clauuu....!!" Seru Sonya di suatu hari dari depan pintu Istana Musim Dingin.
" Sonyaa..! Waahh akhirnya kamu datang juga ke Istana Musim Dingin..?!"Sorak Clau yang segera menyambut Sonya dengan pelukan hangatnya.
" Ehemm...Siapa dia itu, Clau ?" Tanya Raja Philip di pintu kamar dengan nada angkuh sekali dan tatapan matanya yang dingin kepada Sonya yang di peluk Claudia.
" Oh, Dia ini Putri Sonya White adik bungsu dari Duke White, Yang Mulia." Jawab Claudia dengan senyuman lebar kepada Raja Philip seraya Clau memperkenalkan Sonya kepada Raja itu.
" Salam hormat Saya Sonya White kepada Yang Mulia Baginda Raja Phiip." Sapa Sonya dengan anggun dan hormat kepada Raja Philip.
" Ouhh..Ya, untuk apa kamu datang kemari ke Istana Musim Dingin ku?" Tanya Raja Philip nada tak suka sekali kepada Sonya yang menundukkan wajahnya dengan pucat karena di sambut dingin oleh Raja Philip.
" Aku yang mengundangnya kemari, Yang Mulia. Hal itu di karenakan Aku ingin ada teman yang menemaniku di sini ,yakni sesama perempuan yang tak bisa di samakan dengan Anda dan Ray yang menjadi teman ku juga." Jawab Clau dengan nada suaranya yang tegas dan berani menentang Raja.
" Eh, kau ini selalu saja membantahku ? Apakah kau tidak merasa takut kalau Aku marah kepada mu,maka Aku bisa menghukummu dengan amat berat sekali..?!" Ucap Raja Philip dengan menatap tajam Clau yang membalasnya dengan tatapan mata tajam pula.
" Ya,silakan saja Anda menghukum ku.Aku sama sekali takut kepadamu..!" Balas Clau yang segera di tarik tangannya oleh Ray untuk pergi dari Raja Philip yang sedang emosi itu.
Claudia juga sempat menarik lengan Sonya untuk ikut bersamanya dan Ray ke kamarnya. Di dalam kamarnya itu, Claudia yang hanya berdua saja dengan Sonya memberitahukan rahasianya pada Sonya.
" Apa ? Kenapa kau menyembunyikan kehamilan mu ini dari ku dan Kak Samuel ? Clau, Kakak Sam harus segera melamarmu kepada kedua orang tua mu dan menikahimu ,Clau?!" Ucap Sonya dengan sangat terkejut mendengar dan mengetahui hal yang menjadi rahasia yang paling rapat bagi Clau.
" Aku harus menjaga wibawa dan nama baik Duke White di kalangan umum, Sonya.Aku juga harus menjaga perasaan Raja Philip yang ku tahu sekali kalau Raja sangat menginginkanku menjauhi Duke White untuk selamanya." Jawab Clau menangis di pelukan Sonya.
" Tak bisa, Clau.Kamu harus segera memutuskan jalan yang terbaik untuk kebahagiaanmu sendiri dan bayi di perutmu itu sangat memerlukan ayah kandungnya,yaitu Kakak Samuel.Yang artinya kau harus bersama dengan Kak Samuel bukan dengan Raja Philip." Kata Sonya yang menasehati Claudia dengan tegas.
" Aku tak bisa ,Sonya.Masalahnya Raja pasti akan menghukum Ayah dan Ibu ku jika Aku pergi dari Beliau untuk Aku bisa bersama dengan Samuel pria satu -satunya yang sangat Aku cintai di muka bumi ini." Kata Claudia yang semakin sedih sekali di dalam tangisannya itu yang ditumpahkannya di pelukan Sonya.
Bersambung..!!