NovelToon NovelToon
Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Romansa / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Serah Spencer adalah seorang Ratu yang terkhianati oleh tunangannya sendiri, Raja Louis dari kerajaan Mathilda.

Awalnya ia mengira dengan status pertunangannya akan membawa ketenangan juga kedamaian untuk rakyat dan kerajaannya di Regina yang sedang menjadi wilayah perebutan. Namun, setelah mengetahui rencana Louis yang licik, Serah memutuskan untuk tak tinggal diam.

Dia akan membalas Louis dan berdiri sendiri demi kerajaannya. Namun, sebelum itu ia harus lolos dari genggaman Louis.

Apakah Serah akan berhasil kembali ke kerajaannya sendiri yang sedang menjadi wilayah konflik antar Raja Louis dan Raja Grenseal? Sementara kedua Raja itu mulai jatuh cinta kepada Serah.

Apa yang akan dilakukannya nanti untuk melawan Louis sekaligus melindungi kekuasaannya sebagai Negeri yang bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27 : Surat jebakan

Semua kereta-kereta itu tiba selama 5 hari berturut-turut dan Grenseal masih mengawasi semuanya hanya untuk memastikan. Setelah 5 hari akan ada jeda 4-6 hari karena kereta-kereta itu harus pulang dulu ke Regina sebelum mengambil pasokan lagi dan melakukan perjalanan kembali.

Pagi itu udara tampak lebih cerah memasuki wilayah Duncan, dan semua kereta pemasok pangan yang lain sudah tiba di gerbang belakang wilayah. Carles yang akan mengurus semuanya, karena Grenseal memiliki misi lain yang sudah ada dalam kesepakatannya dengan Serah.

"Yang mulia, apa anda yakin?" Tanya pria itu saat melihat sang Raja tengah berkemas.

"Ya, tentu," jawab Grenseal tanpa keraguan. Ia meletakkan beberapa tasnya di atas pelana kuda yang akan ia gunakan. Di dalamnya ada makanan, air dan beberapa barang lainnya.

"Apa setidaknya anda mengajak Mikael atau mungkin Andreas untuk ikut?" Ucap sang penasehat memberi saran. Ia khawatir kalau Grenseal harus pergi sendiri ke Mathilda.

"Aku tidak mau mencolok, lagipula aku sendiri pun sudah cukup," balasnya sambil mengelus tubuh kuda hitam tersebut. "Kau tidak usah khawatir, aku pasti akan baik-baik saja," imbuhnya dengan sikap yang santai. Seolah tak terbebani dengan misi yang harus ia jalani saat ini. Karena kalau sampai gagal, nyawa pun bisa jadi taruhan.

Carles menatap Raja muda itu dengan perasaan yang campur aduk. Ada kejanggalan yang sulit dikatakan. Tapi ini sudah menjadi perjanjian antara Raja mereka dengan Serah, Ratu Regina yang meminta khusus untuk menjemputnya karena kemungkinan Ratu itu akan membuat kekacauan di Mathilda.

"Hah...." Carles pada akhirnya hanya bisa menghela napas. "Yang mulia, tolong jaga diri anda baik-baik. Kami di sini masih sangat membutuhkan anda," ucapnya pada bagian akhir seolah ia ingin mengingatkan Grenseal akan posisinya yang begitu penting bagi Duncan.

"Haha, ya ya." Grenseal tertawa kecil melihat kekhawatiran sang penasehat. "Aku akan cepat kembali." Lalu ia menepuk pundak Carles setelah mengambil sebuah pedang miliknya yang ia selipkan ke belakang punggung dengan tali pengaman.

Grenseal segera berpijak dan menaiki kuda hitam tersebut dengan satu gerakan yang lincah dan cepat.

"Aku titip semua urusan Kerajaan negara kepadamu, dan segera kirimkan beberapa pasukan khusus untuk mengamankan jalur," ujarnya sebelum benar-benar pergi. "Aku khawatir para bandit gunung itu mulai tergiur atau mungkin Louis sendiri yang mencoba untuk melakukan sabotase," ungkapnya menyatakan sedikit rasa was-was.

"Saya akan segera mengatur itu, hati-hati di jalan Yang mulia," balas Carles dengan patuh lalu membungkuk.

Tak lama Grenseal pun memacu laju kuda hitam yang menjadi simbol kekuatan mereka dengan satu perintah. Ia melesat begitu cepat meninggalkan istana. Perjalanannya pun dimulai.

.

.

Kerajaan Mathilda....

Serah masih melakukan rutinitas yang sama untuk latihannya. Dia sangat gigih setelah melewati beberapa hari berlatih, akhirnya ia bisa melakukan latihan ke tahap berikutnya. Meski begitu latihan mengayunkan pedang yang dilakukannya masih terus ia jalani.

"Yang mulia...." Terdengar suara Cristine dari arah luar pintu.

"Masuk!" Balas Serah dengan lantang.

Pintu ruangan dibuka dan memperlihatkan Cristine yang hanya seorang diri tanpa gadis-gadis lain. Ya, pagi itu dia memang khusus memanggil Cristine seorang diri.

Wanita itu sempat melihat keluar sesaat untuk memastikan tak ada yang mengikuti terutama Helena. Setelah yakin situasi amat, ia menutup pintu dan berjalan lebih dekat ke arah Serah.

"Yang mulia, apakah ada tugas khusus untuk saya?" Ujarnya dengan yakin karena sikap tak biasa dari Serah yang hanya memanggilnya.

"Aku ingin kamu meletakkan surat ini diam-diam di kamar Helena...." Serah menyerahkan secarik kertas ke tangan Cristine.

Wanita yang memiliki kulit agak pucat itu sempat memandangi surat tersebut dan terdiam.

"Yang mulia, ini...." Ada sebuah keraguan terpancar dari sorot matanya.

"Lakukan saja, kau akan tau segera tau nanti," balas Serah tersenyum dengan penuh keyakinan.

"Baik, Yang mulia...." Cristine mengangguk dan memutuskan untuk tak bertanya lebih jauh.

"Ingat, letakkan surat itu di tempat yang mudah terlihat, dan usahakan jangan ada yang melihatmu termasuk Helena. Setelah itu apapun reaksi Helena jangan terlalu kau pedulikan...."

Cristine tak banyak bicara ia hanya kembali mengangguk dan segera undur diri untuk melakukan apa yang ditugaskan kepadanya.

.

.

Wanita itu berjalan seorang diri di lorong istana sambil menggenggam kertas surat dari Serah. Ada rasa penasaran bercampur keraguan, namun tak ada keberanian baginya membuka isi kertas tersebut.

Kemudian ia mendekati kamar Helena melirik ke dalam yang untungnya gadis itu sedang tidak ada. Cristine mengecek sekitar, memastikan sekali lagi tidak ada yang melihat keberadaannya. Setelah merasa yakin keadaan aman, diam-diam ia melangkah masuk ke dalam kamar gadis itu. Di sana ia meletakkan surat tersebut di atas meja rias sang pemilik ruangan, lalu cepat-cepat ia kembali keluar meninggalkan lokasi.

Tak berapa lama Helena terlihat sedang berjalan menuju ke arah kamar dengan senyuman lebar di wajah.

Tanpa rasa curiga ia langsung masuk ke kamar, dan mengambil sisir di atas meja riasnya untuk bersiap karena sebentar lagi Cristine pasti akan datang dengan gadis-gadis lain untuk melayani sang Ratu. Hah, mengingat wajah wanita itu membuat Helena merasa geram.

"Wanita menyebalkan! Sok berkuasa! Lihat saja nanti apa reaksimu saat Louis mengangkat ku menjadi Ratu!" Ia meletakkan sisirnya dengan kasar ke atas meja sambil mengutuk serah yang jelas-jelas memiliki kuasa lebih atas dirinya.

Namun, pandangannya teralih saat melihat ada secarik kertas tergeletak di atas meja.

"Kenapa bisa ada kertas di sana? Rasanya aku tak melihat benda itu saat pergi..., apa ada seseorang yang meletakkannya?"

Dengan rasa penasaran dan mungkin sedikit keraguan gadis muda itu mengambil kertas tersebut. Ia menggenggam kertas itu lalu melirik keluar.

Helena lantas berjalan ke arah pintu kamar, menoleh ke kiri dan ke kanan, tapi tak menemukan siapapun di sekitar. Maka ia segera masuk dan menutup pintu kamarnya rapat-rapat.

Gadis itu kembali duduk di meja riasnya lalu membuka kertas tersebut yang ternyata bertuliskan, 'Dear my Helena.' Pada bagian depannya.

Siang ini ada acara perburuan. Sebagai undangan, mau kah kau datang sebagai seseorang spesial untukku. Aku sudah menyiapkan kereta khusus untukmu.

Dari Louis, kekasihmu.

Senyuman Helena semakin melebar setelah membaca isi surat tersebut yang ternyata dari Louis. Ia memeluk surat itu sambil setengah memekik. Ini artinya Louis mulai mengakui dirinya dan hubungan mereka ke arah yang lebih resmi, dan harapannya untuk mempermalukan Serah pun akan bisa segera terwujud.

Namun di tengah kebahagiaannya, tiba-tiba pintu kamarnya dibuka.

Cristine masuk bersama dengan enam gadis lain. Helena yang terkejut dengan kedatangan mereka buru-buru menyembunyikan surat itu di balik punggungnya.

"Lady Helena? Kenapa kau tampak tegang?" Tanya Cristine dengan tajam.

"Aku? Ti-tidak, kok! Aku bi-biasa saja!" Jawab Helena yang justru membuat semua orang semakin curiga karena kegugupannya.

"Apa yang kau sembunyikan?" Tanya Cristine lagi yang kali ini mencurigai kedua-tangan Helena yang tersembunyi di belakang.

"Itu bukan urusanmu!" Helena langsung defensif. "Kenapa banyak tanya sih? Bukankah kita harusnya buru-buru ke kamar Putri Serah?" Lanjutnya mencoba mengalihkan perhatian.

"Kau benar, cepatlah," balas Cristine yang kembali bersikap biasa saja.

"Ya, ya! Sana pergi, kalian jalan duluan, aku mau merapihkan diri sebentar!" Ucap Helena seperti biasa, sembarangan dan tidak tahu aturan.

Cristine dan gadis-gadis lain hanya bisa menggelengkan kepala lalu meninggalkan kamar gadis itu.

"Dasar! Lihat saja, kalau aku jadi Ratu, kalian yang akan melayaniku!" Ujarnya sambil menghayal.

Helena lalu menyimpan kertas itu ke dalam lemari pakaian dan menyembunyikannya di antara lipatan baju. Setelah itu ia pun bergegas keluar, menutup kembali ruangan kamarnya rapat-rapat.

Apa sebenarnya rencana dari Serah?

.

.

Bersambung....

1
putri bungsu
dasar mata keranjang
Mingyu gf😘
ini raja otak isinya slengki doang terus egois gak pantes banget bergelar raja
Panda: slengki itu apa kak??
total 1 replies
Kustri
pdkt🤭
Panda: 🤣🤣🤣 tauuu ajaaaa
total 1 replies
Kustri
klu melewati laut jgn lupa tenggelamkan helena🤭
ato lewat hutan, tinggalkan sj dia😁
Panda: celupin juga tenggelam sama bajunya sendiri deh 🤣

bajunya pada berat, Helena paling cetar
total 1 replies
Peri Cecilia
engga, dia terganggu banget wkwk, mending pergi aja dirimu
Panda: cekek onlen kak🤣
total 1 replies
Kustri
bocil kegatelan, jgn mimpi bersaing sm serah, bukan level
serah akan sukarela menyerahkan louis pdmu
☕︎⃝❥Haikal Mengare
Aku kira fantasi beneran, ternyata Romance kerajaan toh
☕︎⃝❥Haikal Mengare: iya, aku juga pernah dengar
total 3 replies
Jing_Jing22
Ketakutan William sampai kepalanya terasa terancam hanya karena masalah buku benar-benar menggambarkan betapa absolutnya kekuasaan sang Raja. Atmosfer di dalam ruangannya yang berantakan dengan tumpukan buku juga sangat deskriptif. Keren banget pembawaan nya.
Panda: ya bisa penggal sesuka hati dia tinggal bikin konspirasi, dituduh, kelar hidup

termasuk posisi Ratu juga enggak aman

aku masih belajar deskripsi dan digabung sama alur dan konflik

kalau ada masukan lebih silahkan kak, makasih 😊
total 1 replies
Panda
halu dia kak
Tulisan_nic
Persembahan khusus? Dan Helena menerima itu seperti sebagai kemenangan, aduh teka teki ini perlu di sibak lebih dalam.
Kustri
boleh gk 👊buat louis, egois bgt
jgn ampe louis jd sm serah, gk rela qu
Kustri: apa grendsel
total 2 replies
Kustri
simalakama
Nyonya Gunawan
Lanjut thor..
Panda: diusahakan terus kak

😊
total 1 replies
Panda
ide bagus kak 🤣

jadi tumbal Louis buat muja kerang ajaib
Stanalise (Deep)🖌️
persembahan /Whimper/ persembahan apa ini thor? ga bakal jadi tumbal kan dia
Panda: persembahan tumbal maha raja Louis buat kerang ajaib 🤣
total 1 replies
Stanalise (Deep)🖌️
Mau gimana lagi, udah terlanjur. Kalau emang ga cocok, Sekaran d pindah bagian juga bisa,.kan💆
Kustri
salahmu sendiri gk menghargai pemberian rakyatmu, jgn salah klu nanti rakyatmu membencimu
Panda: hajar rame rame ntar satuju
total 1 replies
DANA SUPRIYA
siap siaplah karena semuanya jangan bersiap
Kustri
oowh...sayang serah baru belajar pedang
Kustri
apa serah bs beladiri, pastilah yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!